
Setelah menunggu sekian lama, akhirnya satpam yang berugas lapangan memberikan informasi melalui telpon
Ia melaporkan bahwa pukul 13.50 waktu setempat para pendemo dari keluarga yang anaknya di Drop Out dari Universitas sudah bersiap untuk memasuki kampus ini.
"Siang Bu, saya Budi. Saya ingin melaporkan bahwa para pendemo sudah bersiap untuk memasuki kampus ini." Lapornya.
"Baik pak, sebentar saya tanya dahulu ke pak rektor ya pak untuk ruangannya" Ujarnya.
"Baik bu" Ucapnya.
Akhirnya asisten itu meninggalkan meja kerjanya lalu dia menuju ke meja rektor.
Sesampainya di meja rektor dia melapor ke rektor "Siang pak, saya sudah koordinasikan kepada satpam lapangan, lalu dia bertanya kepada saya ruang apa yang dipakai untuk bertemu ?" Lapor asisten rektor tersebut.
Rektor itu menjawab pertanyaan asisten itu "Laksanakan, terima kasih infonya. Tolong sampaikan ke pak budi pertemuannya ada di ruang aula ya, saya akan kesana. Terima kasih" Ujarnya.
"Sama-sama pak"
Akhirnya asisten pak rektor itu keluar dari ruang kerja rektor universitas Gajah Duduk untuk kembali ke ruang kerjanya.
Sesampainya di ruang kerja, asisten rektor kembali mengangkat telponnya
"Halo pak, kata pak rektor pertemuan di aula ya bang" Infonya
"Oke bu, terima kasih banyak atas infonya. Baik saya koordinasikan ya" Ucap Pak Budi
"Baik pak, terima kasih pak Budi" Jawab asisten rektor.
Akhirnya Pak Budi mulai berkomunikasi dengan para pendemo yang berada di luar gerbang
"Siang bapak-bapak dan Ibu-Ibu, berdasarkan hasil laporan yang saya terima dari pimpinan kampus bahwa kalian boleh masuk ke kampus dan langsung menuju ke ruang aula ya bapak-bapak dan ibu-ibu" Pak Budi memberikan pengumuman kepada pendemo.
"Baik pak, terima kasih banyak"
Akhirnya mereka diperbolehkan masuk oleh Pak Budi. Mereka memasuki kampus dengan rapih.
Sementara itu Ketua Rektor mempersiapkan segala kebutuhan untuk menghadapi pendemo baik dari rekaman CCTV, keterangan dari Joko dan keterangan dari ketua dan wakil BEM.
Setelah dirasa cukup pengumpulan bukti untuk di sampaikan kepada pendemo akhirnya Rektor itu pun langsung turun dari ruangannya yang berada di lantai 4 menuju lantai 1.
Sementara itu pendemo sudah sampai di ruang aula yang telah di lakukan oleh pihak universitas.
Mereka malah mengeluh karena tidak di siapkan makanan
Mereka berkata "Ini apa sih ? Masa kita ga disiapkan makanan oleh kampus ? Katanya kampus bergengsi malah gaada makanan untuk tamu ? Payah ah !!! Gerutu mereka.
Beberapa menit kemudian, akhirnya rektor Universitas Gajah Duduk, tak selang beberapa menit setelah masuk dirinya langsung di geruduk oleh pendemo.
"Pak, mana makanannya ? Katanya universitas bergengsi di tanah air ? Kok pelit sih ? Kita kan tamu !!!" Keluh pendemo.
Akhirnya Rektor menyuruh OB untuk mencarikan makanan untuk mereka
"Pak, saya minta tolong. Tolong carikan makanan untuk mereka ya"
"Siap pak"
Akhirnya OB itu pergi dari ruang aula untuk mencari makan dan acara meeting kini di buka.
Rektor langsung mempersilahkan untuk salah satu pendemo untuk bersuara.
"Bapak, Ibu sekalian. Sekarang waktunya anda salah satu pendemo untuk memberikan aspirasinya"
Ayahnya Willie pun tak malu untuk memberikan suara lantang dalam memberikan aspirasinya.
"Bebaskan anak kami, bebaskan anak kami !!! Anak kami tidak bersalah dan anak kami bukan pencuri !!!!" Teriak ayahnya Willie.
"Betul banget tuh, bebaskan anak kami, bebaskan anak kami !!!!" Mereka berorasi.
Saat ayahnya Willie berorasi, orang tua mahasiswa yang lain turut mengikuti perkataan ayahnya Willie
"Bebaskan anak kami, bebaskan anak kami !!!!"
Rektor itu dengan tenang membalas perkataan mereka "Pak, bu. Ini kampus bukan kantor polisi paham ? Dan apakah yakin anak kalian benar-benar tidak bersalah ?
Mereka menjawab "Kami yakin sekali anak kami tidak ada masalah dengan kampus kalian"
Saat debat semakin panas tiba-tiba office boy yang di suruh pihak kampus membawakan makanan
"Ini ya pak, seratus porsi makanan sudah sampai"
"Ya sudah, kamu langsung bagikan makanan kepada mereka" Perintah rektor itu.
Setelah mendapatkan perintah, akhirnya office boy itu mulai membagikan makanan kepada pendemo yang sedang berdebat dengan pihak kampus.
Singkat cerita, setelah lima belas menit kemudian office boy itu melapor kepada rektor
"Izin pak, saya sudah membagikan makanan untuk mereka. Sekarang saya mau pamit undur diri ingin memperbaiki lampu taman belakang yang mati pak" Lapornya
"Baik pak, terima kasih banyak ya pak"
"Sama-sama pak"
Akhirnya office boy itu pergi dan tensi debat kembali panas.
"Pak gimana ? Kok bapak diam saja ? Ayo cabut tuntutan terhadap anak kami !!!! Atau tidak kami semua yang akan melaporkan balik kalian semua !!!" Ujar bapak-bapak itu.
"Tenang pak, bu. Saya punya bukti kejahatan anak kalian"
"Mana ? Coba buktikan !!!" desak mereka.
Akhirnya rektor mempersiapkan laptop dan flashdisk yang berisi rekaman cctv.
Setelah mempersiapkan peralatan penunjang untuk memperlihatkan bukti akhirnya rekaman itu siap untuk di tampilkan.
Saat sedang menyetel rekaman cctv yang di mulai dari ajakan Willie, Tono dan teman- temannya itu Rektor berkata.
"Silahkan di lihat ya bapak-bapak dan ibu-ibu, saya tidak pernah bohong kepada kalian"
Saat sedang menonton, para pendemo terkejut menyaksikan bahwa anak mereka benar merencanakan pencurian terhadap mahasiswa yang lain.
Seolah tak percaya mereka pun berkata "Mustahil anak kita bertindak kriminal, ini pasti editan kan ?"
Pak Rektor dengan tersenyum itu menjawab pertanyaan "Mau saya telfon dan hadirkan saksi mata kah ? Saya punya lebih dua lho saksi mata dan korban lho" Ucapnya dengan
" Ya sudah bawa mereka dan telponnya cepat !!!" Desak mereka.
Akhirnya Rektor keluar dari ruang aula, dia mulai mencari letak Joko dan kaka tingkatnya.
Setelah mencari keliling kampus, akhirnya rektor bertemu dengan Kak Toya yang ingin pergi dari kampus.
Rektor langsung memanggil mereka bertiga
"Toya, Joko, Siti !!!!"
Mereka bertiga langsung menoleh ke arah sumber suara.
Pak rektor langsung bergegas menghampiri mereka dan singkat cerita Pak Rektor langsung bertanya kepada mereka bertiga.
"Jok, Sit, Toy. Kalian mau kemana ? Kok buru-buru sekali ?"
"Oh ini, kita mau jenguk Samsul lagi pak." Jawab Joko.
"Oh begitu, O iya Jok boleh bapak minta tolong ?"
"Apa itu Pak ?" Tanya Joko.
"Bapak minta kalian untuk ke aula. Bisa kan ya ?" Pintanya.
"Untuk apa pak ?" Tanya Joko yang bingung.
"Jadi begini Jok, aku kan sedang meeting sama orang tuanya Willie dan kawan-kawannya tapi mereka tidak percaya kalau anaknya bersalah. Nah aku harap kamu bisa memberikan bukti dan testimoni kepada mereka. Gimana Jok apakah kamu mau ?"
Joko terlihat bimbang setelah Rektor menyampaikan hal tersebut
"Bagaimana Jok ? Apakah kamu mau memberikan kesaksian kepada mereka ? Nanti bapak akan beri beasiswa ke kalian deh dan apabila kalian kena kasus hukum, bapa juga yang akan beri bantuan hukum ke kalian" Tawarnya
Setelah menimbang-nimbang permintaan rektor, akhirnya Joko menerima tawaran dari rektor, namun ada beberapa catatan yang di berikan Joko terhadap Rektor tersebut.
"Baiklah saya terima, namun harus ada Samsul dan yang lainnya juga karna yang berdampak bukan hanya saya tapi yang lain juga, gimana pak ?" Usul Joko.
"Nah bagus tuh usul kamu Jok, gua setuju" Ucap Kak Siti.
"Harusnya begitu, ya sudah kaka temani kamu untuk speak up ya Jok" Tawar Kak Toya.
"Iya kak, aku butuh kalian juga soalnya" Ujar Joko.
"Ya memang harus ada kalian juga, ya sudah nanti bapak telpon Samsul, Dira dan Panca ya Jok. Mereka juga bapak minta keterangan dari mereka" Ucap Rektor itu.
Setelah berdiskusi dan mencapai kesepakatan akhirnya mereka berempat langsung bergegas ke aula untuk menemui pendemo tersebut