
Tak terasa waktu masa orientasi mahasiswa baru Universitas Gajah Duduk pun berakhir, mahasiswa baru kini tinggal menunggu penentuan kelas dan mata pelajaran yang akan di ikuti oleh para mahasiswa baru tersebut.
Panca, Samsul, Joko, Dira yang merupakan satu kelompok itu membincangkan akan bersama siapa saja yang akan masuk kelas bersama-sama.
"Guys, menurut kalian kita akan bersama tidak ya nanti pas kelas ?" Tanya Samsul.
"Hmm mungkin saja sih Sul" Ujar Panca.
"Bisa saja sih Sul." Ucap Joko.
"Aku harap itu terjadi sih Sul, sepertinya seru kalau kita berjodoh akan sekelas dalam satu semester ini." Ujar Dira.
Setelah berbincang-bincang diantara mereka berempat, bagian kemahasiswaan dari fakultas hukum itu bersiap untuk mengumumkan mata kuliah dalam satu semester ini dan termasuk juga mahasiswa yang mengisi kelas tersebut.
"Pagi semuanya, bagaimana kabar kalian semuanya ?" Ucap bagian kemahasiswaan.
Calon mahasiswa jurusan hukum menjawab "Pagi juga pak. Kita semua sehat semua kok."
"Syukur deh kalau begitu, Apakah kalian siap untuk mengetahui jadwal mata kuliah semester satu ini ? Dan apakah kalian juga siap untuk mengetahui siapa yang menjadi teman kalian ?"
"Siap pak !!!" Ujar mahasiswa yang berada di aula tersebut.
Akhirnya pengumuman pun tiba, bagian kemahasiswaan fakultas hukum Universitas Gajah Duduk itu berucap "Tolong perhatikan semuanya, di semester pertama ini total SKS yang akan kalian tempuh mencapai 22 SKS."
Ketika bagian kemahasiswaan sedang menjelaskan tentang perkuliahan, tiba-tiba salah seorang calon mahasiswa bertanya kepada bagian kemahasiswaan fakultas hukum tersebut.
"Untuk total SKS yang akan kita jalani hingga sampai skripsi berapa ya pak ?" Tanya salah seorang calon mahasiswa berambut pirang.
"Total SKS yang akan kalian jalani untuk bisa sampai skripsi di fakultas ini totalnya 160 SKS ya anak-anak."
Mendengar total SKS yang akan mereka jalani berjumlah 160 SKS membuat Samsul, Panca, Joko dan Indira kebingungan tentang artinya SKS tersebut.
Hal itu membuat diriku berinisiatif untuk bertanya kepada bagian ke mahasiswaan.
"Mohon maaf pak, perkenalkan nama saya Samsul. Saya ingin bertanya, Apa itu SKS ya pak ?"
" Satuan kredit semester (sks) adalah satuan yang digunakan untuk menyatakan besarnya beban studi mahasiswa" Jelas ketua bagian kemahasiswaan fakultas hukum tersebut.
"Itu berarti sama seperti mata pelajaran kalau di sekolah ya pak ?" Tanya Joko.
Ketua bagian kemahasiswaan itu menjawab "Kurang lebih seperti itu ya nak. Dalam 4 tahun kalian harus memenuhi itu semua apabila kalian ingin segera lulus dan wisuda dari kampus ini."
"Oh begitu ya pak, terima kasih banyak ya pak atas informasinya." Ujarku
Setelah mendapatkan informasi dari kepala bagian kemahasiswaan fakultas akupun bergumam di dalam hati.
"Hmm sepertinya berat nih kita harus melewati perkuliahan ini sampai kita nanti di wisuda nanti." Gumamku.
Melihat aku yang sedang merenung membuat Panca mencoba menyadarkanku. Lalu ia berbisik kepadaku "Sul, lu kenapa ? Oke kan lu ?" Bisiknya.
Joko yang juga melihat aku yang sedang merenung juga mencoba menyadarkanku. Tangannya bergerak kearah mataku "Sul, hey. Lu kenapa dah ?"
Aku yang tersadar setelah lambaian tangan Joko membalas ucapan Joko "Eh guys, gua ga kenapa-kenapa. Kalem aja ya guys."
Joko yang penasaran itu bertanya kepadaku "Terus ? Kalau lu ga kenapa-kenapa, kenapa lu bengong Sul ?"
Panca menimpali perkataan Joko "Au nih, aneh lu Sul."
Dira pun mengangguk dan berkata "Sul, lu kalau ada masalah cerita-cerita aja ke kita yak."
"Jadi gini guys, dalam 4 tahun perkuliahan kan kita harus selesai perkuliahan di kampus ini kan ?"
"Ya, gua takut aja kalau misalnya gua meleset saat kuliah nanti."
Panca dengan kalemnya menyaut perkataanku "Elah santai aja napa Sul, Gua yakin lu dan kita berempat bisa lulus tepat waktu. Gua yakin lu lebih cepat daripada kita bertiga. Iya ga Jok, Dir ?"
Joko dan Dira mengangguk tanda persetujuan atas ucapan Panca.
"Kenapa lu yakin kalau gua lebih cepat lulusnya dibanding lu Ca ?" Tanyaku.
Panca menjawab "Ya karena lu lebih pintar daripada kita hehehe."
"Ga begitu juga kali Ca, siapa tau ya kan justru kalian duluan yang wisuda dibanding gua." Ujarku.
Dira menyetop pembicaraan kami berdua "Eh guys, stop yuk soalnya ketua bagian kemahasiswaan mau melanjutkan omongannya tuh. Pokoknya kita harus di wisuda bersama-sama. Kalau kita masuk sini bareng, di wisuda kita juga harus bareng, ok ?
Aku, Panca, Joko kompak menjawab hingga suaranya keluar mengisi seluruh aula "Ok."
Mendengar semangat yang aku, Panca, Joko membuat ketua kemahasiswaan melirik ke arah kami yang duduk di bagian belakang aula tersebut.
Lalu ia berjalan mendekati kami, dan kami berempat berdebar-debar dan kami bertiga pun kembali berdebat
"Lu sih Jok, kenapa sih lu suaranya gede banget ?" Ujarku
"Tau nih Joko, Jok tolong lah di kondisikan bacotan lu. Kan kalau kaya gini kita yang bakal kena omelan. Ujar Panca
Joko yang merasa tidak terima itu pun menjawab "Lah, kok malah gua ? Yang omong siapa ? Kok malah gua yang kena omelan kalian ?" Ujar Joko yang tidak terima.
Dira lagi-lagi menengahi kami bertiga "Jok, Sul, Ca. Lu pada dah dewasa kan ?"
Kami bertiga mengangguk.
"Nah, kalau kalian bertiga merasa dewasa dah ya jangan ada yang merasa benar disini. Kita disini salah semua. Paham kalian ?" Ujar Dira.
"Siap Dir." Sahut kami bertiga
Sang ketua bidang kemahasiswaan pun sudah sampai di tempat duduk kami beliau bertanya.
"Mengapa kalian berteriak seperti itu ?"
"Hehehehe maaf pak, kami tidak sengaja. Maafkan kami ya pak" Sahut kami berempat
"Oh ya sudah, bapak balik ke meja depan ya" ujar ketua kemahasiswaan."
"Siap pak"
Akhirnya ketua kemahasiswaan itu kembali ke tempatnya semula. Ia melanjutkan pembicaraan mengenai tata tertib fakultas hukum, mata kuliah, dan hal seluk beluk tentang perkuliahan.
Setelah melakukan sesi pembicaraan oleh ketua bidang kemahasiswaan fakultas hukum selama dua jam lamanya, akhirnya bergantilah dari sesi ketua kemahasiswaan fakuktas hukum kepada rektor universitas Gajah Duduk, rektor universitas Gajah Duduk itu melakukan penutupan masa orientasi mahasiswa.
"Siang anak-anak" sapa sang rektor.
"Siang juga pak." Sapa calon mahasiswa
Singkat cerita setelah pengenalan singkat yang dibawakan oleh rektor Universitas Gajah Duduk, sang rektor berbiicara kepada calon mahasiswanya.
"Anak-anakku, inilah saatnya untuk menutup rangkaian acara masa orientasi mahasiswa baru periode akademik 2017-2018, saya ucapkan selamat datang di universitas Gajah Duduk. Semoga kalian bisa berprestasi di kampus ini, kalian bisa enjoy berkuliah di sini. Untuk kalimat terakhir saya ucapkan Alhamdulillahirabbil alamin, masa orientasi mahasiswa baru saya nyatakan ditutup !!!!"
Semua mahasiswa baru pun bertepuk tangan termasuk Joko, Panca, aku dan Dira.