As By Inside

As By Inside
Epiaode 15 : Joko Menghilang dari Genk By Inside



Setelah ayahku memberikan wejangan, kami berempat beserta ayahku makan bersama di ruang makan. Ayahku berbincang kepada kami


"Nak, hari ini kalian masuk kuliah lagi ya ?" ujar ayahku.


"Iya om, libur tiga bulan tapi rasanya hanya seminggu." keluh Joko.


"Iya nih kurang banyak kita menginap di rumahnya Samsul. Anggap aja kita lagi perbaikan gizi disini hahaha." canda Panca


Ibuku tertawa melihat reaksi dan ucapan dari kami berempat.


"Ya sudah kalau begitu, kalian boleh mengerjakan tugas disini, ketika liburan datang juga kalian bertiga main disini lagi" ucap ibuku dengan bijak.


"Wih, terima kasih banyak tante. Jadi sungkan nih kita" ujar Panca.


"Gapapa nak, anggap aja rumah ini sebagai rumah kalian sendiri"


Melihat ibuku yang akrab dengan mereka bertiga membuatku senang dan bergumam dalam hatiku "Syukur deh ibuku akrab banget dengan mereka"


Setelah bercakap-cakap dengan ibuku, ayahku menghampiri kami bertiga, "Hey nak, kalian ada kelas jam berapa ? Mau Om antar ke kampus ?" Ayahku bertanya kepada kami.


Aku menjawab pertanyaan ayahku "Kita kuliah di jam 12 siang nanti, memangnya ayah mau mengantar kami ?" tanyaku kepada ayahku.


"Ya kalau kalian mau, ayah akan antar kalian ke kampus si ayah tidak masalah. Daripada kalian harus transit sana dan transit sini, ribet" ayahku menawarkan diri


"Gimana guys ? Kalian mau menumpang dengan ayahku ?" tanyaku.


"Tapi om, apa om tidak keberatan ?" tutur Panca.


"Gapapa nak, Om iklas kok antar kalian, mau ya nak" pinta ayahku


"Ya sudah kalau begitu jika om meminta" tukas Joko.


"Terima kasih banyak nak, ya sudah kita berangkat satu jam lagi ya nak"


Satu jam berlalu aku, Dira, Panca dan Joko berangkat menuju ke kampus. Mereka sangat bersemangat untuk memasuki semester dua.


Mereka di dalam mobil bersenda gurau satu sama lainnya.


Setelah menempuh berjalan selama 5 jam mereka sampai di Universitas Gajah Duduk.


Sebelum aku dan mereka bertiga menuruni mobil, ayahku memberikan nasihat kepada kami berempat.


"Anak- anak kuliah yang benar ya supaya kalian bisa lulus dengan tepat waktu" ucap ayahku yang memberikan nasihat kepada kami.


"Siap Om " jawab kami dengan semangat.


"Ya sudah kalian kuliah gih nanti kalian telat lagi" ujar ayahku.


"Siap Om, kita pamit dulu ya Om" kata Panca.


Akhirnya kami berempat keluar dari dalam mobil menuju ke ruang kuliah kami berempat.


Singkat cerita mata kuliah pertama telah selesai, kami bertiga keluar dari ruang kelas kami.


Di sepanjang mata kuliah pertama aku tidak melihat dimana kah Joko berada.


Aku pun langsung bertanya kepada ceweku dan juga Panca.


"Guys, apakah kalian melihat Joko ? Kok gua ga lihat ya ?" Tanyaku.


"Eh iya, kamu benar juga sayang. Kemana tuh sih banteng ngamuk ?" tanya Dira.


"Ah mungkin dia lapar kali terus nongkrong ama teman se kampus kali" Panca yang berusaha positif thinking.


"Kalau dia lapar harusnya sih dia udah balik ke kelas" tegasku.


"Ya sudah kita cari aja dia sayang" usul Dira.


"Benar juga usul lu Dir lagipula kita kuliah juga masih lama kan ?" Tanya Panca.


"Eh iya abis mata kuliah bu Ningsih apa sih guys ?" Tanyaku.


"Kalau di jadwal sih, kita kuliah di jam 3 sore di mata kuliah prof Bambang, jadi kita bisa cari si Banteng ngamuk dulu selama 3 jam." ucap Dira.


"Ya sudah kalau begitu yuk kita cari" ajakku.


Akhirnya kita memulai pencarian Joko. Kita mulai menelusuri untuk mencari Joko.


Bapak- bapak itu mendekat ke arah kami, beliau semakin mendekat dan akhirnya dia sudah sampai di depan kami.


"Kalian cari siapa nak ?" Ucap bapak- bapak di depan kami bertiga.


"Siapa namanya nak ? Dan bagaimana tampilan orangnya ?" tanya bapak- bapak itu.


"Mohon maaf pak, bapak ini siapa ? Kok bisa disini ?" tanyaku dengan sopan.


"Perkenalkan nama saya Bobi, saya cleaning service di kampus ini" sapa bapak-bapak itu.


"Oh begitu pak, salam kenal pak Bobi" sapaku dengan ramah.


"Kalian kenapa berteriak seperti itu nak ? Kalian mahasiswa baru kah di kampus ini ?" tanya cleaning service itu.


"Iya pak, kita mahasiswa baru. Disini baru 2 apa 3 semester kalau tidak salah" ucapku.


"oh begitu, selamat menempuh masa perkuliahan di universitas ini ya" sapanya dengan ramah.


Setelah itu Pak Bobi melanjutkan perkataanya "O iya kalian tadi mencari siapa ?" tanya petugas cleaning service itu.


"Kita lagi mencari teman kita pak, namanya Joko" Panca menjelaskan ke cleaning service


"Bagaimana penampilannya" tanya petugas cleaning service.


"Dia orangnya rada gemuk, rambutnya sedikit keriting pak" jelasku kepadanya.


"Oh itu, dia lagi di kantin tuh. Dia ga ikut kelas ya memangnya ?" tanya cleaning service itu.


"Tuhkan benar dugaanku, pasti si banteng ga ikut kelas kan ? Malas sekali dia ngikut pelajaran sayang huh" Gerutu Dira.


Aku yang melihat Dira yang sedang menggerutu langsung ku peluk dia. "Dir, tenang ya jangan kesal begitu ya" bujukku.


Dira yang memasang wajah juteknya pun berkata "Hmm, iya sayang"


Selagi aku mengelus wajah cantiknya Dira, Panca melanjutkan perbincangan dengan petugas cleaning service itu.


"Pak, boleh tau dia sedang ngapain ya ?" tanya Panca.


"Tadi sih bapak menguping pembicaraan mereka , katanya senior disini ingin membawanya untuk melakukan tindak pidana pencurian" ujar petugas cleaning service tersebut.


Aku, Dira dan Panca setelah mendengar perkataan petugas cleaning service itu langsung terkejut. Mata kami bertiga saling bertatatapan saking sangat tidak percaya dengan ucapan


"Seriusan pak ?" tanya Panca.


"Iya saya serius nak, dia lagi diajak sama seniornya yang bernama Willie tuh" Kata petugas cleaning service itu.


"Kak Willie ? Kak Willie yang kita ketemu waktu masa orientasi kan ?" tanyaku kepada Dira dan Panca.


"Iya Sul, lu bener. Wah dia sejak kapan oleng begitu ya ?" Heran Panca.


"Ga tau nih" ucapku.


Dira mengajukan pertanyaan kepada petugas cleaning service itu "Sejak kapan dia berkumpul dengan senior itu pak ?" tanya Dira.


"Hm, bapak fikir sejak 6 bulan yang lalu kalau tidak salah" ujar petugas cleaning service itu.


"Berarti sejak kita di semester 2 dong pak ? Ucapku.


"Iya nak" petugas cleaning service itu menyakinkan kami bertiga.


"Kira-kira korban yang ditarget itu siapa pak ?" tanyaku.


"Ya targetnya kalian lah, lantas siapa lagi ?" petugas cleaning serviceku balik bertanya kepada kami.


"APA ??? Wah tidak bisa dibiarkan nih tuh orang, harus kita cegah !!!" ucapku dengan suara tinggi.


Dira dan Panca mengangguk setelah mendengar perkataanku.


"Ya sudah kalau begitu, langsung saja kita ke kantin dan langsung saja kita pergoki dia." ajak ceweku.


"Benar tuh Sul, lets go kita ke kantin" ajak Panca.


"Ya sudah kalau begitu, terima kasih banyak ya pak atas informasinya" ucapku dan bergegas pergi.