
Setelah memakan waktu kurang lebih tiga jam perjalanan akhirnya kami sampai di kota Jogjakarta, ayahku membangunkan kami berempat.
"anak-anak, kita sudah sampai di Keraton Yoyakarta,yuk bangun yuk." ayahku membangunkan kami berempat.
Kami berempat terbangun setelah mendengar ayahku yang membangunkan kami berempat.
Dengan mata yang terpejam dan terbuka dan pikiran aku yang belum terkoneksi dengan baik aku pun bertanya kepada ayahku.
"Ini kita dimana yah ?" tanyaku.
"kita di Keraton Jogjakarta nak." ucap ayahku.
"lah kok bukannya kita mau ke Malioboro om ?" tanya Dira.
"Malioboro deket kok dari Keraton Jogjakarta, berhubung tempat parkir kendaraan susah jadi om parkir disini deh." ujar ayahku memberikan keterangan ke Dira.
"oh gitu, ya udah deh ayo kita turun" seru Dira dengan gembiranya.
Akhirnya mereka berempat dan juga ayahku turun dari mobil yang dikendarai. Mereka berjalan menuju ke Malioboro.
Saat di Malioboro tiba-tiba tangan Dira kembali menggandeng tangan aku dengan erat.
Melihat tanganku yang dipegang erat oleh Dira membuatku sangat nyaman dipegang olehnya, lalu akupun berbisik ke arah Dira "kayanya lu suka ya ama gua ? sebenarnya gua juga mau sampaikan sesuatu ke lu Dir."
Dira membalas bisikkanku "gua juga mau sampaikan sesuatu lu Sul."
"yaudah lu duluan deh Sul. Gua mau tau isi hati lu hahaha." ucap Dira sambil tertawa.
"jadi gini Dir, gua saat pertama kali bertemu lu. Gua udah menyimpan rasa ke lu Dir." ucapku yang malu-malu.
"serius lu suka ama gua ? cewe bobrok kaya gua kok lu malah suka sih Sul hahaha ?" ucap Dira.
"gua serius Dir, gua suka sama lu, lu mau ga jadi cewe gua Dir ?" ucapku.
Disaat kita berdua sedang mengobrol Panca menegur kami berdua "Woy malah bermesraan lu pada, iya dah iya gua ama Joko cuma ngontrak aja di bumi. Ayo buruan jalannya !!!" gerutu Panca.
Kami menjawab perkataan Panca sambil berlari mengejar Panca, Joko serta ayahku "Hehehe, iya maafin kami berdua." ucapku.
Aku pun yang juga penasaran atas jawabannya Dira ingin mengetahui apa yang Dira ingin katakan dan jawaban apa yang dia ucapkan ke padaku.
"Dir, lu mau ngomong apa ? gua penasaran nih." kataku.
"hmm, gimana yak Sul ? tar aja deh gua bilang ke lu hehehe." gumamnya.
'yah gagal dah gua tau jawabannya Dira, apa dia ga suka ama gua ? Duh gua ga sabar nih.' pikirku.
Akhirnya aku dan Dira kembali berjalan menyusul mereka berdua, usahaku untuk menembak Dira gagal dan di hari itu pula aku sedih karna tidak mendapat jawaban dari Dira.
Singkat cerita, jam sudah menunjukkan pukul sembilan malam. Kami berlima termasuk ayahku sudah puas berkeliling Malioboro. Saat itu tidak mungkin bagi kami berlima untuk kembali ke rumah Samsul membuat ayahku berinisiatif untuk menginap di hotel sekitar Malioboro.
"nak, ayah punya usul nih. Gimana kalau untuk malam ini kita menginap aja ?" Usul ayahku.
"setuju aja om lagipula om juga harus istirahat juga kan ?" Panca mengiyakan usulan ayahku.
"nah bener tuh, kasian ayahnya Samsul" ucap Dira.
"aku sih yes aja" ucapku.
"aku mah ikut aja usulan om" kata Joko.
"terima kasih banyak ya nak sudah mau mengerti hehehe" ucap ayahku.
Akhirnya kami mencari hotel ataupun resort untuk tempat menginap selama malam ini.
Setelah mencari tempat menginap akhirnya kami berlima ketemu dengan tempat menginap yakni di salah satu hotel bintang tiga.
Akhirnya kami masuk ke hotel tersebut, melakukan check in dan masuk ke dalam kamar hotel masing- masing.
Aku satu kamar dengan Dira sedangkan ayahku, Panca dan Joko di kamar masing- masing.
Keesokan harinya aku dan Dira terbangun dari tempat tidur lalu kita berdua berjalan di mengitari hotel ini.
Akhirnya kita berdua sampai di sebuah taman, aku mengeluarkan sebuah kotak hadiah yang aku taruh di kantong ku.
Indira yang penasaran itu bertanya kepadaku "Sul, ini apa ?"
Aku pun langsung jongkok dan langsung mengungkapkan rasa yang aku pendam selama ini kepadanya.
"Dir, gua sebenernya suka sama lu Dir." Ucapku.
"terus Sul ?" Balas Dira.
Saat aku sedang menembak Dira, tiba-tiba Joko dan Panca beserta ayahku tiba di taman tersebut, mereka bertiga melihat aku yang sedang menembak Dira.
Lalu Joko pun meledek aku dan Dira, Ia berkata "Cie ada yang mau nembak nih ? Dir, udah terima aja kalau di tembak Samsul yak"
Panca menimpali perkataan Joko "Iya tuh bener, dah terima ajasi Samsul. Kasian tuh Samsul dah kebelet jomblo hahaha."
Aku tidak perduli perkataan mereka berdua, aku terus melanjutkan perkataanku "sejak pertama kali bertemu dengan lu , hati gua terpikat ke lu Dir. Lu mau ga jadi cewe gua ?"
Dira menjawab "jujur ya Sul, gua juga suka sama lu apalagi lu waktu melindungi gua dari resenya kaka tingkat. Jadi jawaban gua yaitu, gua mau jadi pacar lu."
Aku yang mendengar jawaban ya dari Dira pun sangat senang, aku pun memastikan ucapan ucapan Dira "yang bener Dir ?"
Dira lalu menarik diriku dan mendirikan aku, dan ia juga memeluk diriku. Dengan senyuman ia menjawab "iya, gua terima lu jadi cowo gua." Ucap Dira.
Aku yang senang itu lalu membalas pelukan Dira dan mengucapkan terima kasih banyak kepadanya "thanks ya Dir, gua bisa miliki lu hehehe."
Disaat Dira menerimaku respon dari ayahku, Panca dan Joko langsung gembira.
Dengan usilnya Joko itu kembali meledekku "cie ga jones lagi lu Sul hahaha."
"paan sih lu ?" gerutuku.
"Congratulation yak Sul, gua bangga ama lu." Panca memberikan ucapan kepadaku.
Ayahku menepuk diriku, ia mengatakan rasa bangganya kepadaku karena sudah berani menembak perempuan "Kamu keren nak, kamu sudah berani mengungkapkan rasa ke perempuan.
Aku tersipu malu mendengar perkataan ayahku.
"ah ayah mah, aku jadi malu kan" keluhku.
"gapapa nak, ayah bangga kepadamu."
Setelah memberi pujian kepadaku, ayahku pun menuju ke Indira, ia berpesan kepadanya untuk menjagaku dengan baik
Ia berkata "nak, tolong jaga Samsul ya, beri cinta kepadanya dengan tulus ya nak.
Indira mengangguk setelah mendengar permintaan ayahku.
"iya om, aku bakal sayang dan cintai dia apa adanya dia om." ucap Dira.
"terima kasih banyak ya nak, om percaya dengam kamu nak."
Panca dan Joko ketika Indira sedang dinasihati oleh ayahnya Samsul kompak berkata.
"tuh Dir, dengerin permintaan ayahnya Samsul. Jangan buat dia kecewa dia." sahut mereka berdua.
Dira menjawab perkataan mereka berdua "bawel banget kalian ihhh."
ayahku meleraikan kami berempat dan mengajak kami berempat untuk sarapan pagi yang dihidangkan pihak hotel.
"nak, yuk kita sarapan."
Kami berempat menjawab "yuk om, kita udah lapar."