
Sementara itu di lapangan kampus, situasi sudah tidak kondusif. Pagar pembatas area kampus ternyata sudah dibakar oleh pendemo.
Kak Siti berusaha untuk menenangkan amarah pendemo.
"Bapak-bapak, Ibu-ibu ini kenapa pagar kampus di rusak seperti ini ?"
Mereka yang kesal itu menjawab "Kalian ini bersyukur aja harusnya karna cuma pagar aja yang kita rusak, lah kami ? Anak-anak kami yang kalian rusak ?"
Dengan santainya Kak Siti menjawab "Yakin nih ?"
Disaat sedang terjadi keributan antara orang tua mahasiswa dari Willie dan kawan-kawan akhirnya sang ketua BEM universitas Gajah Duduk tiba
Ia bertanya kepada pendemo "Ini kenapa jadi begini ?"
Mereka yang kesal menjawab pertanyaan Kak Toya "Karena kalian yang memproses anak kami untuk masuk ke penjara ?"
Kak Toya sedikit menaikkan nada bicaranya "Kalian tau tidak kenapa pihak kampus memperkarakan anak bapak ?"
"Kita tidak tahu, memangnya kenapa ? Lagian kampus milik pemerintah aja banyak tingkah" Ujar salah satu pendemo dengan nada bicara yang kasar.
"Walaupun punya negara tetapi kualitas lulusannya bukan kaleng-kaleng pak, bu. Tolong anda mentang-mentang pejabat jangan seenaknya saja !!!"
Melihat situasi yang tidak kondusif akhirnya Kak Siti menarik Kak Toya menjauh dari para pendemo.
"Toy, udah sini aja lu, jangan terpancing mereka. Udah gua aja yang ladenin mereka"
"Ok Sit, gua percaya sama lu" Ujarnya.
Akhirnya debat itu di tangani oleh Kak Siti, setelah itu pendemo kembali berdebat kepada Kak Siti "Kalian berdua mending diem aja deh, kalian berdua cuma debu aja"
Kak Siti berubah gaya bicaranya yang tadinya kalem menjadi sedikit emosi
"Heh maksud kalian apa hah ? Mentang-mentang pejabat bisa-bisanya berbuat seenaknya saja"
"Kalau kita pejabat memangnya mau kalian gimana ? Ah gampang saja tinggal saya lapor kementerian habis sudah kalian" Enteng orang tua salah satu mahasiswa yang demo itu.
"Oke kalau begitu, aku tantang kalian, laporkan aja" Tantang Siti ke para pendemo.
Toya pun kebingungan setelah mendengar pernyataan Siti "Sit, lu yakin tantang mereka ? Apa ga bahaya ?"
Siti dengan percaya dirinya membalas pernyataan kak Toya " Sangat yakin, ga usah takut Toy selagi kita benar kita hadapi" Ujarnya.
Melihat situasi kampus yang tidak kondusif, akhirnya satpam turun tangan menengahi antara ketua BEM beserta para pendemo dari keluarga Willie dan kawan-kawan.
Satpam itu berkata "Bapak, ibu, ya udah kalian mau apa ?"
"Kita mau anak kita bebaskan" Ujar orang tuanya Willie.
"Oh tidak bisa seperti itu, kita bukan kepolisian soalnya. Kalau mau, saya coba tanya kepada pihak rektor untuk berdiskusi dari pihak kalian, pihak BEM dan pihak kampus saja bagaimana ? Usulnya.
"Ya sudah coba buktikan jangan hanya omong saja !!!" Tantang orang tua mahasiswa itu.
"Baik saya telpon pihak rektor dahulu ya, sekarang untuk Toya, Siti dan bapak ibu semuanya tolong tenangkan diri dulu." Ucapnya.
Setelah berhasil ditenangkan oleh satpam, satpam itu langsung berlari menuju posnya untuk menelpon pihak universitas.
Sesampainya di pos satpam, pos satpam langsung menelpon pihak kampus.
"Halo pak"
"Iya pak Udin, ada apa ya ? Kok seperti genting banget ?" Tanya rektor itu.
"Begini pak, pagar kampus ini sudah di rusak sama orang tuanya Willie" ujarnya.
"Willie yang waktu itu kita Drop Out karena ketauan melakukan rencana pencurian itu kan ?"
"Betul sekali pak, mereka ingin kami membebaskan anaknya"
"Tidak !!! mereka tidak pantas menerimanya !!! Tegas rektor itu.
"Tapi pak masalahnya kalau mereka aspirasinya tidak di kabulkan kampus, mereka akan melaporkan kita ke dinas pendidikan"
"Serius pak mereka mengancam seperti itu ?" Tanya rektor itu.
"Saya serius banget pak, tadi Siti dan Toya berusaha melakukan mediasi tapi gagal" Satpam itu memberikan penjelasan kepada rektor.
"Hmm gitu, ya sudah nanti siang kita meeting antara BEM, orang tua mahasiswa dan pihak kampus untuk mencari solusinya bersama-sama mencari solusi"
"Baik pak, bapak tolong buat surat pemberitahuan ya pak, sementara saya bilang ke orang tuanya ya pak"
"Oke Pak Udin, terima kasih banyak atas informasinya"
Akhirnya Pak Satpam itu kembali menuju gerbang yang telah di bakar oleh pendemo.
Pak Udin meminta kepada Siti dan Toya untuk kendalikan emosinya "Sit, Toy nanti siang ada rapat masalah ini ya. Nanti kalian berdua ikut. Sekarang tolong kontrol emosinya ya kak"
"Oke pak, kita beli makan dulu ya. Laper soalnya, btw pak udin boleh minjem motornya ya buat beli makan sama mau jenguk Samsul dan kawan-kawannya pak"
"Oke deh Sit, tuh motor ada di markas Pak Udin hehehe" Tunjuk Pak Udin.
Akhirnya mereka berdua menuju ke markas satpam yang terletak di tujuh ratus lima puluh meter dari pintu gerbang.
Selang lima belas menit kemudian akhirnya mereka kembali ke pintu gerbang kampus dengan menggunakan motor.
"Pak, kami pamit dulu ya"
Pak Satpam yang membukakan pintu gerbang untuk mereka berdua menjawab "Iya Sit, Toy. Ati-ati dijalan ya, titip salam ke Samsul semoga cepat sembuh" Ujarnya.
Setelah mereka berdua pergi, pintu gerbang kampus dengan cepat Pak Udin tutup
Setelah itu Pak Udin kembali berdiskusi kepada para demonstran "Pak, bu saya dapat info dari pihak kampus kalau nanti siang akan di adakan sesi diskusi dengan rektor mengenai peristiwa Willie" Pak Udin memberikan info kepada para pendemo.
"Baik pak, kira-kira jam berapa ya pak?" Tanya pendemo.
Beberapa menit kemudian terdapat pengumuman yang terdengar dari sound system kampus berbunyi.
"Selamat pagi bapak, ibu. Saya Rudi rektor dari kampus Gajah Duduk ingin memberikan informasi kepada bapak dan ibu seluruhnya bahwa nanti siang sekitar jam 2 akan di adakan meeting antara orang tua mantan mahasiswa dari Willie dan kawan-kawan. Demikian informasi yang bisa saya sampaikan terima kasih." Bunyi pengumuman itu.
Pak Satpam itu kemudian berkata kepada para pendemo "Nah sekarang bapak dan ibu sudah mendengar sendiri, silahkan kembali di jam 2 siang nanti ya"
"Nah gini kan enak kita udah dapat kepastian, baik pak terima kasih banyak atas informasinya. Nanti kita kembali lagi ya pak" Sahut salah seorang wali mutid.
"Baik pak, hati-hati di jalan ya pak."
Akhirnya pendemo itu pergi dari kampus setelah berdemo kurang lebih 5 jam sejak subuh tadi.
Pak Udin selaku ketua dari satpam memanggil teman-temannya.
"Guys, kemari sini !!" panggil Pak Udin.
Teman- temannya menyaut panggilan Pak Udin
"Iya pak sebentar"
Setelah menunggu kurang lebih lima belas menit akhirnya teman-temannya sudah berkumpul di lapangan
Pak Udin langsung memberikan arahan kepada temannya
"Jadi begini guys, karena pagar kampus kita di bakar oleh wali muridnya Willie"
"Hah ? Kapan pak ?"
"Tadi subuh kang, untungnya sih cuma pagarnya saja yang rusak karena saya tahan untuk tidak masuk mereka"
"Terus pak, cara betulinnya bagaimana ?"
"Ya mungkin kita beli baru aja, terus kita kerjakan bersama-sama. Bagaimana kalian setuju ?"
"Setuju pak"