
Setelah berbincang- bincang dengan petugas cleaning service itu kami bertiga langsung bergegas ke kantin universitas yang jaraknya lumayan jauh sekitar lima kilometer dari tempat mengobrol kami dengan petugas itu.
Letak kantin yang berada di lantai dasar sedangkan ruang kelas kami berada di lantai 4.
untuk mengatur waktu agar efisien dan efektif kami pun memutuskan untuk memakai lift.
Kami bertiga berlarian dengan se konyong- konyongnya demi menyelamatkan kawan kami.
Akhirnya setelah memakan waktu sekitar lima belas menit, kamipun sampai di depan pintu lift dan langsung memencet lift penanda turun.
Setelah menunggu selama lima menit akhirnya pintu lift itu terbuka dan kami pun langsung masuk lift tersebut dan menutup pintu lift dengan memencet tombol yang berada di tembok lift tersebut.
Singkat cerita akhirnya kami sudah keluar dari pintu lift dan langsung berlarian menuju ke kantin yang terletak di ujung kampus kami.
"Eh guys, kalau misalnya Joko mencuri nih kalian mau apakan dia ?" tanyaku.
"Umm, mungkin gua keplak aja kepalanya biar eling dulu" ucap Panca
"Kalau kamu sayang ?" tanyaku ke Dira.
"Wah kalau aku nih bi, aku bakal ngamuk ke dia" ucapnya.
"Ya sudah kalau begitu, yuk langsung ke kantin aja" ajakku ke mereka berdua.
Setelah berjalan kurang lebih lima belas menit dari lift akhirnya kami bertiga sampai di depan ruangan kantin. Ku dengar suara seperti suara orang yang berbisik-bisik sedang melakukan percakapan.
"Jadi ga nih kita curi kampus ini ?" kata seseorang.
"Jadilah, biar kita buat rusuh satu kampus ini" ucap seseorang.
"Caranya gimana kak ?" ucap seseorang yang aku duga junior.
Kami bertiga pun menguping pembicaraan mereka yang sedang berada di kantin itu.
Aku menengok ke arah mereka berdua, dan berbisik ke mereka berdua. "Ternyata benar guys si Joko ikut kaka senior brengsek itu" bisikku.
"Benar lu Sul, kecewa banget gua ama dia. Bisa bisanya dia melakukan itu" ucap Panca dengan nada kecewa.
"Sama Ca, gua kecewa sama dia. Gua kira dia orang baik- baik"
"Eh bentar guys, mereka lagi lanjutin percakapannya tuh"
Sementara itu mereka yang berada di kantin itu melanjutkan rencana mereka "Bagaimana nih rencananya kak ?
"Jadi begini, kita yang senior yang buat chaos dulu nih nah kalian yang muda nih yang sikat" pria itu menjelaskan.
Sementara itu Aku, Dira dan Panca pun semakin kesal karena teman kita di jebak untuk melakukan tindak kriminal.
"Guys, mendingan kita ke kantin aja deh, gua ga mau Joko salah jalan" gusar Panca.
"Nah tuh sayang, langsung aja grebek aja tuh rencananya" Dira membenarkan ucapan Panca.
"Sabar dulu guys, kita buat rencana dulu buat menggagalkan rencana itu" Aku menenangkan mereka berdua.
"Ah kelamaan elah Sul, kl mereka menyadari ada kita disini gimana ?" Kesal Panca
"Ya mangkanya itu, kita sabar dulu Ca. Dari pada itu orang kesini dan memergoki kita mendingan kita bikin rencana dulu baru kita mergoki mereka" Jelasku.
"Ya sudah, apa rencananya Sul. Buruan gua udah ga sabar nih buat selametin dia Sul" Desak Panca ke padaku.
"Rencananya begini guys, nanti gua pura-pura beli makan trs abis beli makan, gua senggol dah tuh kaka kelas. Nah abis itu kan dia kesel dan rencananya gagal hehehe" ujarku dengan sepele.
Panca bertanya kepadaku "Lalu gua ngapain Sul ?"
"O iya lupa Ca ehhehe, tugas lu rekam aja dari kejauhan, nanti hasil rekamannya kirim ke gua yak" ucapku sambil cengengesan.
Setelah aku berkata demikian kepada Panca dan Dira, terlihat raut wajahnya Panca berubah menjadi ketakutan, lalu ia berkata
"Tenang aja Ca, insya allah ga kok" Aku menenangkan Panca.
Akhirnya aku dengan nekatnya berjalan menuju kantin, ku berpura-pura ingin membeli somay.
Saat tiba di tukang somay, aku melihat ada Joko, Kak Willie beserta 2 teman dari kak Willie.
Mereka berempat terus berdiskusi untuk mempersiapkan skenario untuk melakukan aksi pencurian.
Sementara itu aku yang berpura-pura membeli somay itu menyuruh Panca melaluo whatsapp untuk merekam video
"Ca, cepet rekam videonya" ketikku di Whatsapp
"Oke Sul" Balasnya.
Akhirnya setelah membeli somay aku pun mulai melakukan skenario yang aku susun bersama Dira dan Panca.
Aku pun melangkah ke bangku kantin yang ditempati Joko dan kawan-kawan dan langsung menubrukkan diriku ke kaka tingkat yang menggunakan kacamata
"Eh maaf kak, ga sengaja" ucapku yang diiringi oleh larian dariku
Joko pun menengok ke arahku yang berlari dan berteriak "Samsul !!! Duh bahaya nih ketahuan"
Akhirnya aku berlari menghindari kejaran kaka tingkat dan Joko, ku berlari sampai depan kantin dan langsung ku menepuk bahu Dira dan Panca sebagai kode untuk segera kabur dan akhirnya mereka berdua pun mengikutiku kabur.
Sementara itu kaka tingkat bertanya kepada Joko "Lho, kamu kenal dia Jok ?"
"Iya gua kenal kak. Dia teman SMA gua dan dia juga satu jurusan di univ ini dengan gua"
"Waduh gawat nih kalau sampai kebongkar, yaudah kita kejar dia sekarang !!! " suruh Kak Willie.
Aku, Panca dan Dira dan kelompok Joko berkejaran sampai setelah tibanya di lift langsung saja aku, Dira dan Panca masuk ke dalam lift.
Kami pun menutup pintu lift dan akhirnya kami terbebas dari komplotan Joko.
Saat berada di lift kampus aku bertanya kepada Panca "Ca, lu simpen kan rekaman videonya ?"
"Aman Sul, nih videonya" Panca memberikan rekaman itu kepadaku.
Aku langsung mengambil hp milik Panca dan aku, Panca dan Dira menonton bersama rekaman video yang telah direkam oleh Panca.
Begitu mulai video dari detik pertama Aku, Panca dan Dira langsung shock karena ternyata yang merencanakan pencurian ini yaitu sahabatku sendiri.
"Gila banget cuy, ga nyangka gua Joko teman kita yang kita kira baik ternyata dalang rencana pencurian ini" ucapku yang kecewa kepadanya.
"Iya sayang, aku ga menyangka kalau dia begitu dengan kita" Dira menimpali perkataanku.
"Sama coy gua juga kecewa sama dia, gua kira dia anak yang alim eh ternyata brengsek juga dia" Ucap Panca
Selang beberapa waktu kemudian lift perlahan- lahan sudah sampai di lantai 4 yang mana menjadi lantai ruang kelas tempat kita belajar.
"Ting...." dan pintu lift pun terbuka. Aku, Panca dan Dira langsung meninggalkan lift itu.
Ketika berjalan aku berpesan kepada Panca untuk menjaga agar video rekaman ini aman dari penghapusan orang-orang
"Ca, gua pesen sama lu nih. Tolong jaga rekaman ini ya" Pesanku.
"Untuk apa Sul ?" Tanyanya sambil menggarukan kepala.
"Untuk bukti kejahatan yang dilakukan Joko dan teman-temannya apabila mereka jadi membobol kelas"
"Oke siap Sul, gua jaga rekaman ini dengan baik-baik.
Aku pun mengacungkan ibu jariku dan diikuti oleh Dira dan akhirnya kami bertiga menuju ke ruang kelas kami.