
"kalo sekarang yang gue tempati kursi siapa??" Tanya Arsa memastikan, setelah berpindah ke bagian kursi depan barisan kedua. takutnya masih punya teman Aisy
Aisy menoleh setelah menaruh tas dan mengambil buku di dalam nya beserta pulpen.
" Arga "
Arsa mengangguk ngangguk kemudian, hendak bertanya lagi. Entah kenapa ia jadi penasaran dengan Aisy gadis berhijab yang menolak duduk denganya.
" Aisy, Lo kenal sama gue gak?"
Aisy melirik lagi sebentar, karna ia tadi sibuk membaca ulang buku akan di pelajari pagi ini. Aisy menggeleng, dia belum tau pria duduk di sebrang kursi nya itu. Aisy baru melihat nya. Dan berpikir Arsa anak baru.
"Masa sih Lo gak tau sama gue??" Tanya nya memastikan lagi. Aisy menggeleng lagi, masih sama dengan posisi tadi yaitu membaca buku.
Arsa kehabisan kata kata lagi untuk bertanya pada gadis berhijab itu. Entah kenapa ia ingin sekali mengobrol dengan dia.
"Nama Lo Aisy ya?"
Aisy menghela napas, kemudian mengangguk tanpa mau melihat kearah yang bertanya. Aisy kurang pokus membaca hanya untuk menjawab pertanyaan pria itu yang entah kenapa selalu bertanya. Dia berharap Rara segera datang.
"nama Lo bagus, gue suka"
Di kantin
" Lu pada tau gak gadis berhijab itu?" Tanya Arsa menunjuk gadis berhijab yang sedang memesan makanan
Arwin dan Arya mengikuti arahan tunjukan Arsa. "Aaah itu..." Jawab Arya gantung
"Iya siapa??" kesal Arsa,
"Aisy. Kenapa??" Jawab Arwin sambil mengerutkan kening, ia masih menatap Aisy
" Gue juga tau. Heran aja gue sama dia"
"Terus tadi kenapa nanya Bambang" kesal Arya memukul pundak Arsa
"Maksud gue bukan namanya" Arsa tak kalah kesal
" Terus apa??" Tanya Arya masih dengan nada kesal
"Orang nya"
Arwin menoleh ia dari tadi pokus padaa Aisy sampai tak terlihat terhalang siswa lainya
"Orang nya??" Beo Arwin
Arsa mengangguk
"Maksud Lo apa??" Entah kenapa Arwin jadi kesal nada bicaranya juga naik membentak Arsa
Arsa sontak saja terkelonjat kaget apalagi ia sedang meminum teh manis hingga membuatnya tersedak dan terbatuk-batuk.
Arya memukul punggung Arsa untuk meringankan batuknya, pastinya dengan kejahilan tentunya. Ia sengaja memukul dengan keras hingga terdengar bunyi
"uhuk Lo mau bikin gue mati hah" bentak Arsa menatap Arya dengan horor. Sementara Arya menelan sliva nya susah payahnya, sungguh ia takut kalo Arsa menatapnya seperti ini.
"Ma-maaf deh, gue sengaja eh maksud gue gak sengaja" ucap Arya kelabakan
Arsa memutar matanya dengan malas, beralih mentap Arwin seolah meminta penjelasan dengan ucapanya tadi
Seolah tau Arwin menjawabnya dengan santai " gue kelepasan "
Tentu jawaban Arwin tidak masuk akal. Arsa tidak mempercayainya, beda lagi dengan si kutukupret Arya ya pastinya dia mempercayainya. Lihat saja sekarang mengangguk ngangguk entah paham atau tidak.
"Lo lagi ada masalah??"
Arwin menggeleng "engga, kenapa?" Jawab Arwin dengan heran
"win pinjem semua buku Lo. Gue mau salin" tanya Arsa mengalihkan pembicaraan
"Boleh aja, tapi buku gue kurang komplit"
"Arga"
"Apalagi dia"
"Terus siapa di kelas yang rajin. Gue mau pinjem"
"Aisy"
"Aisy" beo Arsa "cewe tadi"
"Iya, dia yang paling rajin di kelas dan Selalu dapet nilai bagus"
"Oh ya. Okeh dek gue nanti pinjem ke dia"
Pukul 4 semua siswa di sekolah keluar dari kelas masing-masing setelah mendengar suara bel berbunyi.
Begitupun dengan kelas IPA 1 semua siswa sedang membereskan buku-buku nya kedalam tas, karna guru belum keluar dari sana.
"Baiklah semuanya kita sudahi pelajaran hari ini sampai di sini, kita lanjut Minggu depan berbarengan dengan tugas yang ibu berikan"
"Iya Bu" sahut anak anak malas
"Oh ya, Arsa"
"Iya Bu" sahut Arsa
"Kamu tulis semua pelajaran ibu yang tertinggal selama sebulan, jangan alesan belum di ajarkan"
"Iya Bu, tapi sama siapa? Kata Arwin punya dia gak komplit"
"Kamu gak nulis pelajaran saya Arwin!!"
"Engga Bu, aduh maksud saya nulis Bu, cuma takut gak lengkap karna ibu suruh merangkum di setiap pertemuan. Jadi takut gak ada yang kebawa aja"
Bu lina mengangguk "Minggu besok saya periksa, bukan hanya Arwin tapi semuanya"
"Arsa kamu pinjem sama Aisy aja. Aisy pinjamkan buku kamu sama Arsa, sekalian kamu jelaskan"
" Iya Bu"Jawab Aisy
#####
" mana buku Lo, gue pinjem sekarang" pinta Arsa
"Besok aja, aku mau mengerjakan tugas dulu"
"Gue butuh sekarang, lagian gue mau nyalin bukan nyontek. Gue janji besok gue balikin"
Aisy menghela napas berat "oke, ingat besok balikin" Aisy memberikan buku, Arsa menerimanya dengan senag hati
"Iya bawel. Sebagai permintaan terimakasih gue, gue anter deh sampai rumah Lo" tawar Arsa mulai mode modus
"Makasih, aku gak mau" tolak Aisy halus
"Kenapa?? Jarang jarang gue mau anterin pulang orang"
"Karena saya gak mau. Kalo gitu permisi assalamualaikum" ucap Aisy sebelum melenggang pergi dari sana
Arsa menarik sudut bibirnya, mentap kepergian Aisy tanpa menjawab salam "menarik"