
Hidup itu simpel
_pertahankan gila mu, ketika warasmu sudah tak di hargai. Karna kita butuh sedikit gila untuk menghadapi orang-orang penuh sandiwara_
Arsa Arya Aditiya
🍂🍂🍂🍂🍂
Arsaka Arya Aditiya seorang pelajar dari SMA negeri di Tangerang. Tahun ini, ia dan seluruh teman seangkatannya naik ke kelas 12. Arsaka yang bisa di panggil Arsa atau saka itu mengmbil jurusan IPA. Ia selalu mendapatkan nilai memuaskan di setiap pelajaran. Jadi tak heran ia menjadi murid di segani di sekolah
Bukan karna parasnya yang tampan dan pencinta K-Pop saja, Arsa juga di sebut rajanya modus dengan kepintaran nya dalam semua pelajaran dengan mendapatkan nilai memuaskan, kecuali pelajaran agama. walau begitu Arsa selalu menjadi murid mempunyai nilai tinggi setiap tahunnya.
Dia juga mempunyai klub fens nya di sekolah yang di sebut _the king school_ entah siapa yang memberikan nama itu Arsa pun tak tau.
Di sisi lain, Arsa orang yang ramah, agak menyebalkan bila berbicara bisa di bilang seenak jidat, dan royal.
Dia juga mempunyai tiga sahabat yang bernama, Arwin, Arya, dan Arga. Yang mempunyai sifat sebelas dua belas dengan Arsa, kecuali Arwin yang sifatnya cuek dan tak banyak gaya. Mereka berempat di kenal dengan the Ar. Karna nama depan nya yang sama, ke empatnya pun tak tau kenapa sama. Mungkin sudah di takdir kan kata Arya. Dan aneh nya sebagian dari sekolah menghormati mereka ada juga yang takut pada mereka.
Padahal mereka tak membuat ulah yang membuat siswa di sekolah takut.
Mungkin yang di takutkan adalah Arsaka yang merupakan anak pertama sekaligus anak satu-satunya keluarga Aditya. Keluarga terpandang di kalangan atas, yang tak lain pengusaha ternama yang mudanya di gosipkan mantan ketua mafia. Padahal Arsa orang nya mudah akrab dan ramah pada siswa si sekolah tak membandingkan kaya maupun miskin yang mau ikut berteman. Ya ayo ayo aja Aska mah. Emang mereka aja yang terlalu cupu.
Hari ini hari yang di tunggu-tunggu oleh Arsa, karna grup K-Pop kesayangannya mengeluarkan album baru. Yang otomatis dia harus membeli album tersebut dan menonton MV nya di YouTube yang di kabarkan jam 6 pagi.
Sekarang Arsa sudah duduk di kasur yang di hadapannya laptop. Raut mukanya kesal karna belum juga di rilis juga, padahal dia sudah bangun dari subuh hanya untuk menonton yang paling pertama. Tapi dari tadi di tunggu belum juga ada.
Arsa menghela napas kasar saat melihat notif WhatsApp dari temanya. Ia menghiraukannya dan mempokuskan netranya ke layar laptop. Tapi lama kelamaan Arsa kesal, mendengar nya. Mentap handphone di sebelahnya dengan sengit, rasanya Arsa ingin membanting handphone nya itu.
Tapi dia urungkan niatnya, karna tak mau di marahi oleh mamah nya gara gara merusak handphone lagi.maaf bukan sombong ini masih baru, baru di Beli kemarin.
Sudah tak terhitung Arsa membeli handphone, karna dalam sebulan ia bisa merusak beberapa handphone, sampai sang mamah pusing di buat nya.
Arsa membuka WhatsApp nya dan yang sudah Arsa duga pasti grup dia dan teman nya itu.
^^^Arya^^^
^^^Woy liat pr fisika, gue belum^^^
^^^Arga^^^
^^^Ogah gua. Gua ngisi cape cape sampai kepala pusing yang rasanya ingin berak. Tapi Lo liat. Bung aink hook.^^^
^^^Arya^^^
^^^Salah oon, harusnya pusing rasanya ingin pecah, bukan berak. Cepet woy gue belum..^^^
^^^Arga^^^
^^^Hooh maksud gue eta. Isi sendiri, kali kali kek Lo gak terlihat bodoh^^^
^^^Arya^^^
^^^Pelit amat lo^^^
^^^Arga^^^
^^^Emang. Baru tau ya Lo??^^^
^^^Arya^^^
^^^Si Arga mani koret euyy.^^^
^^^Arga^^^
^^^Bodo wleee🤪^^^
Arsa menghela napas panjang membaca pesan temanya itu yang menggunakan bahasa Sunda. Sumpah Arsa gak tau bahasa Sunda.
Arsa
Lu pada ngomong apa sih??
^^^Arga^^^
^^^DIAM!!!^^^
^^^Arya^^^
^^^DIAM!!!^^^
Arsa
Mau mati lu pada hah??
🍂🍂🍂🍂🍂
Pukul 7 Arsa baru berangkat ke sekolah, ia sengaja karna hari ini tak ada pelajaran cuma pengumuman hasil ujian.
Jangan di tanya kenapa si Arya nanyain pr fisika, karna sebenarnya tidak ada. Emang Arya dan Arga saja yang di suruh, biasalah. Remed (remedial). Sengaja guru ngasih waktu agak lama buat mereka supaya mengisi dengan benar, di saat yang lain ngisi sejam berarti keduanya satu Minggu. Keren bukan. Dan hasil rapot pun menjadi terlambat, ingat hanya berlaku untuk dua orang itu saja.
Kini Arsa sudah memperkirakan motor kesayangannya. Membuka helm dan membuka jaket kulit berwarna hitam melekat di tubuhnya. Kemudian menggantungkan di tanganya, tangan satu lagi membenarkan rambutnya.
Berjalan ke papan pengumuman yang terdapat nilai terbaik tahun ini. Sorakan demi sorakan mulai terdengar selingan sekolah, saat Arsa melewati para siswi yang memberi jalan untuk nya, menuju papan pengumuman.
_selamat ya ka_
_ka aku padamu_
_ka selamat ya_
_kakak keren deh_
_Ka Arsa gak di ragukan lagi_
_hebat ya ka Arsa dapet nilai tinggi aja_
Begitulah sorakan kagum siswi kepada Arsa, sementara Arsa hanya terseyum bangga mendengar pujian itu, sambil terus berjalan.
APA!!!!
Gak mungkin, ini gak mungkin. Arsa menggeleng kepala tak percaya sekaligu taj menyangka ia terkalahkan oleh orang lain. Biasanya nama yang pertama adalah dia tapi kali ini orang lain. Gak bisa di percaya.
"Woy Napa lu geleng geleng kepala"tanya Arga menepuk pundak Arsa, dan merangkulnya. Kemudian melihat papan pengumuman
"Iya lu. Kesambet apa?? Udah biasa juga"sahut Arya ikut melihat papan pengumuman( udah biasa di sini adalah nilai Arsa yang tertinggi)
Keduanya melotot tak percaya apa yang ada di papan pengumuman. Coba di baca kembali dan mengucek matanya berkali-kali. Tapi tetap sama. Nama yang tercantum di papan pengumuman yang pertama adalah _Aisy Asyauki_ bukan lagi _arsaka Arya Aditiya_
Sontak saja keduanya tertawa ngakak, meratapi nasib teman nya yang satu ini.
Sementara Arsa mendengus sebal, kemudian ikut tertawa. Jangan tanya kenapa Arsa ikut tertawa, dia hanya ingin saja. Para siswi yang melihatnya langsung memvidio momen tersebut. Ini sangat langka.
"Lu bodoh sekarang sa"ucap Arga di sela sela tawanya
"Iya, ketularan kita"arya menyaut
"Iya gue heran. Bener deh heran banget"
"Heran kenapa??"tanya keduanya berbarengan
"Acieee barengan"ucap keduanya lagi, membuat keduaya ngakak kembali. Tapi tidak dengan Arsa, ia mulai jengah dengan sahabatnya itu.
"Gua heran kenapa gua bisa punya teman kaya Lo pada. Yang bodoh nya ternyata bisa nular" sadis Arsa, kemudian melenggang pergi dari sana
Arya dan Arga mendengar perkataan Arsa, memberhentikan tawanya kemudian mentap Arsa dengan menyipit, otak nya masih mencerna perkataan Arsa. Detik berikutnya keduanya membulatkan matanya berbarengan dengan perginya Arsa.
"Sialan Lo" hardik keduanya berlari mengejar Arsa.
°°°°°°°~°°°°°°°
Sekarang ke empat pria berhuruf depan Ar sedang mengobrol di belakang sekolah tempat mereka nongkrong, yang jarang di jumpai oleh siswa sekolah nya.
Karna hari ini semua siswa wajib membersihkan kelas masing masing, tapi tidak dengan ke empat pria itu. Yang asik mengobrol dengan asik di temani cemilan melagenda seperti kacang dan kuwaci, teman ngobrol yang tak terlewatkan.
"Nanti libur panjang lu pada mau kemana??" Tanya Arsa, menaikan satu kaki nya ke kursi dan mengambil kacang
"Jangan tanya begituan Napa"Arya menjawab dengan kesal, sambil memasukan biji kuwaci yang di kumpulkan tadi kedalam mulut. Sementara Arga hanya mengangguk tanda mengiyakan
"Lah kenapa??"
"Aink mah te boga duit Arsaka" sahut Arga memakai bahasa Sunda
"Iya kita mah boke gak kaya lu loba duit" timpal Arya. Yang tambah membuat Arsa mengerutkan kening. Sedangkan Arwin tersenyum miring mendengar perkataan keduanya.
Ya. Diantara ke empat nya hanya Arsa yang tak bisa berbahasa Sunda. Biasalah orakay. Tapi semenjak berteman dengan ketiga nya ia jadi agak agak tau arti nya, yang di ingat cuma sedikit tak banyak.
"Maksud lu pada apa sih. Lu pada gak punya uang??" Tanya Arsa memastikan
"Heeh"jawab Arya dan Arga serempak
"lah emang kalian tuh udah boke dari lahir"
Sontak saja perkataan Arsa membuat Arwin yang tadi diam seketika tak kuat menahan tawa. Arya dan Arga saling tatap dengan mimik sedih detik berikutnya ikut tertawa dan saling memukul pundak.
"Wey gue ngerasa gila, tau gak??" Ucap Arya setelah berhenti tertawa
"Mana gue tau. Tapi di liat nya sih iya" lagi lagi jawaban Arsa menusuk, tapi ingat Arya dan Arga sudah kebal dengan perkataan pedas Arsa itu.
"Sialan Lo"maki nya, mengambil kuwaci dan mengupas nya, membuang kulitnya pada arsa
"Jujur ya gue ngerasa gila, saat gue di Katai oleh Arsa. Lah gue sama Arga malah ketawa. Aneh kan"
"Yoi, gue juga ngerasa aneh"sahut arga
"Lu nya aja terlalu bodoh" timpal Arwin
"Ya Allah hidup hamba berat amat ya, di kasih teman yang mulutnya terbuat dari cabe. Satu lagi mempunyai otak seperti ketupat belum di temukan Isi beras alias kopong"sontak saja perkataan Arga membuat Arsa dan Arwin tertawa ngakak apalagi mendengar jawaban Arya membuat keduanya tak tahan untuk tak tertawa. Arya merasa di olok pun membela diri
"Sialan Lo. Kita sama ga. Kopong. Jadi jangan suka Katain gue, sama aja lu ngatai. Diri sendiri" ucap Arya merangkul pundak arga.
"Bener yang di katakan Arya, ga. Kalian itu sama. Sama sama bodoh" sahut Arsa kembali tergelak
Arga menatap jengah Arya dan melepaskan rangkulannya. Memilih memakan kuwaci, memasukan kulit nya pada mulut arya
"Alif, enun, dan Jim. Anjim lu ga" kesal Arya sambil mengeluarkan kulit kuwaci di mulut nya dengan tangan. Arga tak menghiraukan, ia menatap kedua orang yang masih asik tertawa itu
"Sa, win. Lu tau gak sih tips hidup simpel??" Tanya arga, dan Arsa mengangguk di sela tawanya. Memukul pundak Arwin supaya berhenti tertawa.
" Hidup itu simpel
_pertahankan gila mu, ketika warasmu sudah tak di hargai. Karna kita perlu sedikit gila untuk menghadapi orang-orang penuh sandiwara"_ ucap Arsaka dengan bangga
"Kaya Lo dong"sahut Arya dan Arga berbarengan
"Ba, enun, tsa dan ta. Bangsat lu pada " seru Arsa mengikuti gaya Arya, dengan wajah mengejek. akhirnya mereka tertawa bersama-sama
Bersambung........
Assalamualaikum semuanya
semoga suka ya dengan cerita saya yang baru ini....
Maaf bila ada yang tau dengan kata Arsaka di atas. Jujur kata itu bukan dapet saya sendiri, tapi orang lain. Entah kenapa saya cocok aja dengen itu
Bila pembuat kata di atas membacanya, mohon di maklumi. Dan saya minta maaf karna gak ijin. Karna saya engga tau siapa yang bikin??. Kalau kamu yang bikin tolong komen yah. Kita bicaraiin baik baik oke.
eh satu lagi. bila ada typo mohon di maklumi kalo gak kasih tau ya.....
bay bay**......