ARsaka

ARsaka
perdebatan



Arsaka menghempas kan tubuhnya ke kasur king size nya seraya dengan helaan napas nya yang memburu, jemarinya mengusap kasar rambutnya dengan kesal lalu meremasnya.


beralih mengusap wajah nya, sebelah tangannya beralih mengambil guling guna menjadi menumpu kepalanya.


netranya menatap kosong langit langit kamar


ada rasa tak nyaman yang menyaruak pada hatinya. iris mata coklat itu menyorot lelah, memejamkan mata nya mencoba untuk berdamai dengan hati. mencari ketenangan.


hal tersebut membuatnya menjadi ingat kejadian beberapa menit yang lalu di sekolah, saat Arwin mengatakan


"Bentar"cegah nya melepaskan tangan Arga "lo akhir akhir ini gue liat gak ada waktu buat kita, sesibuk apa sih urusan lo?" ujar Arwin pada dirinya, di setiap katanya terdapat kekesalan


tentu Arsa tak terima, pemuda itu berdiri dari duduk nya. tak kalah kesal "kalo Lo mau tau Lo gantiin gue! memang mudah membagi waktu buat kalian dengan belajar menyiapkan olimpiade hah! gue cape, gue butuh istirahat, gue butuh kesenangan seperti yang gue lakukan belakangan ini"


berhenti sejenak melirik gadis di belakang nya yang sudah berhenti menulis, mungkin karna terganggu karna ulahnya mendekati Lo membuat kesenangan tersendiri buat gue lanjutnya dalam hati


beralih menatap sahabat kembali "gue gak mau menjadi beban buat kalian, gue mau terlihat biasa saja di depan kalian. seolah semuanya baik baik saja, itu lebih baik dari pada harus membuat kalian terbebani karna gue!"


"Lo anggap kami apa hah?! kita sahabat susah senang bersama, dengan Lo bersikap kaya gini Lo mau di anggap sebagai pahlawan?" sinis Arwin berdecih.


sontak Arga tak terima saat Arsa di perlakukan seperti itu oleh Arwin, tapi ia tak berani menegur. kedua sahabatnya itu salah, Arga tak mau membela siapa pun di antara ke duanya. yang bisa di lakukan nya hanya menarik Arwin supaya keluar dari kelas


"win udah win" kata nya sambil menarik tangan Arwin, tapi sang empu menepis nya dengan kasar


"gue gak ada niatan kaya gitu win! gue cuma gak mau kalian terbebani gitu aja"


"tapi dengan sikap Lo seperti itu membuat kami salah paham! coba Lo cerita sama kita gak akan kaya gini"


"ya ya di sini gue yang paling salah, jadi terserah Lo mau pandang gue kaya gimana. intinya gue udah kasih tau Lo alesan gue" Arsa memilih mengalah, beralih mengambil tas, melirik Aisy sebentar dan berjalan hendak keluar


"mau Lo pahami atau gak, itu urusan Lo" lanjutnya saat di hadapan Arwin dan melewati Arwin begitu saja


kejadian itu membuat Arsa semakin pusing, lalu bangun dari tidur nya memilih menyegarkan diri dengan mandi air dingin.


sementara di tempat lain tepatnya di rumah Arwin. ia sedang di nasehati oleh Arga


"seharusnya sikap Lo gak kaya gitu sama Arsa, win. Lo tau sendiri dia kaya gimana? dari kecil hingga sekarang selalu di limpahkan kasih sayang. wajar dia bersikap kaya gitu, dia lagi belajar untuk menjadi lebih baik. perubahan nya sekarang bukan karena apa apa, melainkan perubahan sikap menjadi lebih dewasa. inget gak tadi dia mengalah sama Lo, bukan kah Arsa selalu ingin menang dalam hal apapun, harus nya Lo bangga sama dia"


Arwin yang tadi melamun memaikan ponsel tepatnya melihat Poto mereka berempat. seketika menatap Arga, semua yang di katakan Arga benar, kenapa ia tak kepikiran ke sana "maaf gue tadi lepas kendali" kata nya menyesal


Arga tersenyum mengusap punggung Arwin "dan Lo harus belajar mengendalikan emosi, biar kita sama sama dewasa dalam bersikap. ingat umur kita semakin tua jadi harus memiliki sikap dewasa dalam bertindak"


Arwin mengangguk, tersenyum lalu menarik Arga dalam pelukannya " thanks bro, Lo yang terbaik"


Arga mengangguk melepaskan pelukannya "sebaiknya Lo minta maaf sama Arsa. gue gak membenarkan salah satu dari kalian, menurut gue semuanya salah. Lo ingat Arsa gak akan minta maaf kalau memang kesalahan tidak fatal"


Arga mengangguk "malam main kan kerumahnya?"


"kaya nya gue engga dulu, gue mau beli sesuatu buat dia. itu itu merayakan perubahan sikap nya" jawab Arwin mengundang tawa kedunya


"kaya nya gue juga harus ikut" usul Arga


######


malam harinya di kamar Arsa, tepat nya di kasur


"Arsa gue minta maaf deh, jangan marah dong. gak enak tau di diemin sama Lo, kaya nyawa gue ilang satu, gak ada kehidupan"


Arsa melirik sebentar Arya kemudian pokus kembali pada buku nya. sebenarnya Arsa ingin tertawa mendengar ocehan sahabat nya satu ini. ujug ujug ke rumahnya dan meninta maaf


kata nya si kutukupret ke rumahnya dengan segala pemikiran yang luas seluas lautan. padahal mah memikirkan takut kena balasan dari Arsa dan alhamdulilah nya memang Arsa tak ada niatan membalas, ia terlalu malas dan tak mood. gara gara kejadian tadi siang


jangan di tanya si kutukupret Tau masalah nya atau tidak. tentu saja jawabannya tidak. si Arya memang sengaja tak menampakkan diri di hadapan ketiga sahabat nya. jadi karna hal itu ia jadi orang polos tak tau apa apa, seolah semuanya baik baik saja


"sa, Arwin sama Arga mana?" Arya baru ngeh tak ada dua temanya di dalam kamar


Arsa mendelikan bahu nya, pertanda ia juga tak tahu


"Arsa gue janji deh bakal gantiin brownies nya. nanti besok gue minta buatin Ema gue. tapi janji Lo jangan marah diemin gue kaya gini. rasa nya sakit tau seperti di tusuk duri pohon salak"


Arsa menarik sudut bibirnya, ia tak tahan menahan tawa. dia diam bukan gara gara masalah brownies yang Arya katakan.


dengan gemas menarik Arsa dalam rangkulannya "apaan sih brownies bisa di beli, Lo memang sahabat terbaik"


"Lo beneran gak marah?" kara Arya tersenyum senang


" gue gak marah, pertahanan kebodohan Lo" kata Arsa, karna gemas ia Samapi mencium kening Arya


dengan kasar Arya mendorong Arsa. "sialan Lo Arsa gue masih normal! kening gue ternoda" teriak nya tak terima,


sementara Arsa tertawa ngakak, sejenak melupakan kejadian tadi siang. memang sahabat nya satu ini seperti matahari nya, penyemangat!


**salam dari author


semoga kalian suka dengan novel Arsaka. maaf bila suka telat up, bikin kalian menunggu kelanjutan nya terlalu lama. karna kesibukan di dunia nyata


mohon like dan komen. maaf author gak bisa bales hehehe soal nya bingung mau ngomong apa.


banyak typo bertebaran dimana-mana, mohon maklumi**