ARsaka

ARsaka
memperebutkan kursi



"Derrrrttttt"


"Derrrrttttt"


Suara getaran hp membangunkan Arsa dari tidurnya. Arsa yang matanya masih terpejam pun mulai meraba raba. Mencari dimana letak hp nya berada.


Arsa berdecak kesal karena ia belum juga mendapatkan hp nya. Namun ia sangat malas membuka matanya. Di Karnakan ia tidur sekitar jam 2 dini hari. Bukan begadang melainkan baru pulang dari liburan ya bersama orang tuanya. Ya walaupun dia sih yang berlibur sementara orang tuanya bekerja di sana.


Sejujurnya Arsa ingin masih tidur yang mimpinya belum selesai selesai, ia ingin melihat ending bagaimana. Namun kewajibannya sekolah memaksa dia untuk bangun. Apalagi Arsa absen selama setengah bulan, mengakibatkan dia tertinggal pelajaran.


Arsa terus meraba raba. Hingga dirinya merosot ke pantai bersama dengan selimut nya. perlahan kantuknya kian menghilang saat pantat nya terasa ngilu.


Dia meringis, mengusap pantatnya yang berbalut selimut. Sedikit demi sedikit ia berdiri dengan perlahan karna selimut masih menggulung di badanya.


Dengan kesadaran nya belum benar benar sadar, Arsa mulai berjalan seperti pinguin, mencari hp nya yang ternyata ada di atas naskah.


Berjalan memutari kasur nya dan tak sengaja kakinya menginjak sandal nya. Dan Alhasil dia terpeleset dan terjatuh. Membuat kepalanya terbentur kelantai yang membuat bunyi keras.


"Aaauuwwwww"


Kebetulan Asri hendak membangunkan Arsa, dan terkejut saat mendengar suara benturan keras di dalam kamar Arsa di iringi dengan teriakan Arsa.


Yang membuat Asri panik langsung membuka pintu, alangkah terkejutnya ia melihat putra satu satunya berbaring di lantai seperti kepong Pong.


Berlari kecil menghampiri Arsa dan membantu sang anak untuk berdiri dan mendudukan nya di kasur. Mata anak nya masih terpejam walau bibirnya meringis dan tanganya mengelus kepala.


" Mau sekolah apa tidur lagi??, Kalo gak kuat Udah tidur aja. Besok mulai sekolahnya" ujar asri mengelus kepala Arsa dengan sayang. Ia tau putranya ini masih mengantuk karna semalam tidur terlalu malam. Apalagi di sana Arsa sibuk kesana kemari menonton konser, yang membuat nya tak beristirahat full.


Arsa menggeleng sambil berdehem. Dia tetap ingin sekolah. Perlahan matanya mulai terbuka, walau masih susah.


"Arsa tetap mau sekolah, sudah tertinggal banyak pelajaran" ucap nya menatap sang mamah dan menaruh kepalanya di pundak mamah nya


"Kan belum istirahat, sebaiknya istirahat dulu. Nanti kalo sakit kan repot, bikin khawatir" Asri mengelus kepala Arsa dan menciumya


Arsa tersenyum manis dengan mata terpejam "masalah istirahat gampang, tidur di kelas pun jadi. Masalah nya Arsa ketinggal jauh dalam belajar"


"Terserah deh, yang penting mamah udah kasih tau. Udah sana mandi terus siap siap, bentar lagi siang"


Asri mendorong Arsa sampai pintu kamar mandi, sementara Arsa berjalan dengan malas.


"Good morning my father and my mother" sapa Arya setelah di meja makan, sambil mencium kening Asri kemudian duduk.


"Morning too my prince" balas Asri, kemudian menyiapkan roti berisikan selai coklat dan menaruh ke piring Arsa


" Udah siap sekolah? Engga istirahat dulu?" Tanya Azri pada anak nya


"Engga pah, soalnya udah ketinggalan pelajaran. Nanti nilai turun lagi kaya kemarin" Arsa menjawab dengan roti penuh di mulutnya, kemudian meminum susu.


" Mamah juga udah tanya gitu tadi pah, jawabanya sama" sahut Asri di angguki oleh Azri


" Bagus dong anak kita gak bermalas malasan" Azri mengelus kepala Arsa


"Pertahankan sikap disiplin, dan jangan lupa belajar yang bener. Biar cepet gantiin papah" lanjutnya mengusap rambut Arsa


"Itu mah mau papah" seru Arsa menadapat kekehan dari Azri


...*********...


"Lo kok lama banget sih?"


Tanya Arya pada Arsa yang baru tiba di sekolah, sambil terpongoh Pongoh karena mengejar Arsa


"Terserah gue lah Pong. Sumpah di sana gue ketemu semua artis Korea, keren abis"


"Gantengan gue apa mereka??" Tanya Arya yang pastinya jawabnya menyakitkan lubuk hatinya


"Mereka lah, lu mah buluk. gak ada ganteng gantengnya"


"Lu kalo ngomong emang bener banget dah. Coba kali kali senengin gue dengan jawaban termanis Lo kek"


"Sorry gak bisa" jawab Arsa cepat di iringi dengan tawanya


"Kelas gue di mana Pong??"


" Bisalah di kelas paling pertama, tapi maaf kita gak sekelas lagi"


"Arwin sama Arga ??"


"Mereka berdua sekelas sama Lo"


"Kenapa Lo engga"


"Mana gue tau" kesal Arya


#######


Arsa memasuki kelas yang masih sepi, karna jam masih menunjukan pukul setengah tujuh pagi. Arsa berniat memilih kursi manapun yang akan ia duduki.


Memang tujuan nya berangkat pagi adalah ingin mencari kursi ternyaman nya. Walau kursi itu berpenghuni atau pun tidak. bodo amat Arsa gak pikirin, toh kalo mereka liat Arsa yang duduki pasti memilih tempat yang baru.


Arsa duduk di barisan ke tiga di pojok tembok terdapat kaca yang memperlihatkan taman sekolah. Karna ia tak suka duduk di bagian belakang tapi juga tak suka duduk di bagian terlalu depan, ya Alhasil di bagian ke tiga saja.


Arsa menyelonjor kan kakinya pada kursi di samping nya dan bersandar pada tembok. Tanganya kanan nya menompang wajah nya, yang siku menjadi penahan nya di meja. Dia mulai memejamkan matanya, sungguh rasanya ia sangat mengantuk.


Namun tak lama kemudian kenyamanan sedikit terusik saat pendengarannya menagkap suara seorang gadis


" Assalamu'alaikum"


Arsa menoleh ke arah pintu, tapi ia tak kunjung memberi salam. Kesadarannya belum sepenuhnya sadar. Namun memilih tidur kembali dengan mengganti tangan kiri menjadi menompang wajahnya, siku di taruh meja ke empat


Entah kenapa kantuknya hilang seketika, Arsa memilih mengambil hp nya di dalam saku. Kemudian membuka Whatsapp untuk mengabari temanya. Arsa bukan tipikal cowok suka dengan game, tapi ia juga kadang bermain game dengan sahabatnya, dia cuma tidak terlalu suka saja melaikan biasa biasa saja.


Arsa


Woy kalian di mana??


Arga


Kaya nya gue gak masuk, ibu gue sakit


Arsa


Nanti gue ke sana pulang sekolah. Semoga cepet sembuh mamah Lo. Salamin dari gue


Arga


Yoi. Lu udah pulang??


Arsa


Hmmm, kapan main kerumah gue udah siap oleh oleh


Arya


Arga


Ngomongin oleh oleh aja Lo nongol


Arya


Harus dong


Arsa


Mana Arwin??


Arga


Engga tau


Arwin


Hadir. Gue baru nyampe di parkiran


Arsa melirik ke arah pintu ternyata gadis itu masih di sana tepatnya bersender di pinggir jendela. Arsa kira gadis itu salah masuk kelas, tapi ia tak mau mempedulikannya.


Menit terus berjalan Arsa yang sibuk dengan hp nya entah apa yang dia lakukan. Mungkin mengulang Vidio nya saat di Korea.


Para siswa mulai berdatangan, mereka pokus pada Arsa yang senyum senyum tak jelas menatap hp nya. Ada yang senang karena sekelas degan Arsa ada yang memvidio Arsa diam diam dan banyak lagi.


Gadis yang berdiri bersandar di jendela yang menunggu orang lain itu, sekarang masuk dengan menarik napas dalam. Sambil berpikir apa yang harus di katakan ya pada pria mempati kursi nya. Sepertinya dia baru melihat orang nya. mungkin anak baru


Aisy menghela napas guna memberanikan diri untuk berbicara pada pria di tempat duduk nya, Mengetuk meja sebayak tiga kali dan berkata


"Permisi"


Arsa merasa terusik akhirnya mendongakkan kepalanya. Menatap gadis berhijab di depannya yang menunduk


" Lo bicara sama gue??" Tanya Arsa memastikan melihat gadis itu menunduk, takutanya ia malu saat gadis ini ternyata tidak berbicara dengannya


Gadis itu mengangguk "iya"


"Oooh kirain sama siapa?? Mau apa??"


"Maaf itu kursi yang kamu duduki udah ada yang punya"


" Siapa?? Tadi aja kursi ini kosong, jadi gue yang punya, gue yang dudukin" sahut Arsa cepat


" itu punya saya" balas Aisy lagi


"Ya berarti punya gue, kan gue duluan."


"saya lebih dulu dari kamu"


Arsa berdecak sebal mematikan hp nya dan memasukan nya kesaku. Menatap kursi yang di pakai selonjoran oleh nya, kemudian menurunkan kakinya dengan kesal.


"Ini kursi Lo?" Tunjuk Arsa pada kursi yang tadi di pake selonjoran nya olehnya.


Aisy menggeleng


"terus mana kursi Lo!?"


"yang kamu dudukin"


Arsa berdecak kesal menatap kursi yang sedari di tatap oleh gadis di depanya itu, katanya kursinya yang di duduki nya tapi liatnya kursi satu lagi.


"udah duduk di samping gue aja" Aisy menggeleng lagi


Arsa menatap kembali kursi yang di pakai selonjoran nya, Apa mungkin kotor persamaan tidak. Sepatunya bersih karna masih baru di pakai.


Arsa langsung membersihkan kursi itu dengan tanganya, kemudian berkata lagi " udah duduk, tenang udah bersih"


Lagi lagi gadis di depannya menggelang dan masih menunduk


"Mau Lo apa sih!!" kesal Arsa. Sungguh emosinya memuncak sekarang. Entah tau kenapa. Apa gara gara kekurangan tidur.


"kamu beranjak dari kursi saya" jawab Rara jujur


Arsa melotot tak percaya. Ia di usir OMG ia tak salah dengar. Dia pikir gadis ini bakal sangat senang duduk sebangku dengan ya tapi nyatanya tidak.


"Gue gak mau, udah duduk kapan lagi Lo sebangku sama gue. Jarang jarang gue mau sebangku dengan orang lain" ujar Arsa mulai memakai trik modus nya


Aisy menggeleng "kenapa?? Ooh jangan jangan mau kenalan dulu supaya pegangan tangan. Oke baiklah kalo Lo maksa, gue bisa apa"


Aisy membulatkan matanya ia tak salah dengar, cowok di depanya sungguh kepedean sekali.


"Gue Arsaka panggil aja Arsa" ujar Arsa memperkenalkan diri dengan mengulirkan tanganya


Tak ada respon dari si gadis di depanya ini, membuat Arsa salah tingkah sekaligus merasa aneh.


Alih alih menyambut uluran tanganya gadis di depanya malah menyatukan tanganya di depan dada, membuat Arsa melotot tak percaya


"Aisy"


Arsa mengangguk ngangguk salah tingkah. Memerhatikan sekitar yang alhamdulilah sibuk dengan urusan masing-masing. Padahal mereka cuma sibuk sibukan telinganya yang bekerja.


Menatap tanganya yang tertiup angin, kemudian mengepalkan dan menarik tanganya. Menggantikan dengan menggaruk tengkuknya tak gatal. Jujur Arsa sekarang sangat malu.


"Ahhh sungguh di sayangkan. Baru kali ini ya baru kali ini uluran tangan gue di sia siain" ujar Arsaka dengan bergumam kemudian terkekeh


" maaf bisa beranjak sekarang dari kursi saya"


Arsa melotot kembali. Dia di usir lagi oleh gadis di depanya ini. Walau berkata dengan lembut dan sopan rasanya lebih menyakitkan dari pada berteriak kesal.


"Kan gue tadi udah bilang. Gue udah nyaman duduk di sini. Giman sih Lo" kesal Arsa mempertahankan ego nya


"Lo bisa duduk di sebelah gue. Gitu aja repot" lanjutnya


"satu lagi punya teman saya. dan saya engga mau duduk sama kamu"


Lagi lagi Arsaka melotot dan tersenyum sinis. Sekarang ia di tolak mentah menatah. Sial...


"Yaudah Lo duduk di tempat lain, biar teman Lo duduk dengan gue" usul Arsa ia tak mau kalah dengan gadis bernama Aisy ini


"Saya gak mau!!"


"Terus mau Lo apa. Ribet amat"


"Kamu pergi dari kursi saya. Kamu yang bikin ribet padahal tinggal beranjak dan cari tempat lain yang mengiklankan kamu duduk di kursinya. Kamu yang bikin ribet!!" ujar Aisy panjang lebar. Sungguh ia sekarang sangat kesal setalah itu beristighfar tak bisa mengontrol emosinya.


Lagi lagi dan lagi lagi Arsa di buat cengok dengan perkataan yang keluar dari mulut gadis di depanya ini. Dengan kesal ia beranjak, Aisy memberikan jalan sedikit menyingkirkan diri


"Tuh udah. Puas Lo" Aisy mengangguk


Dan berkata "makasih"