ARsaka

ARsaka
kehebohan di kantin



Seolah tak mengetahui keadaan Arsa mentap semua teman sekelas nya dengan bingung


"Ada yang salah?"


Semua orang menggeleng takjim, tapi tidak dengan tiga orang tak lain arwin, Arga dan Rara. Mereka mengisyaratkan ingin menjelaskan dengan tatapan nya, Aisy sendiri diam menunduk tak berani mengangkat wajahnya


Arsa membuang napas nya "nama dia Aisyah Asyauki kan?" Tunjuk nya pada Aisy. Mereka mengangguk lagi


"Ya gue panggil dia Syah gak masalah dong? Bukan kah nama dia Aisyah!" Lagi lagi mereka mengangguk, kecuali tiga orang itu masih sama memasang wajah meminta penjelasan, tak puas dengan jawaban Arsa


"Yaudah! Jangan liatin aja, gak usah kepo!"


Tak berapa lama bel berbunyi, tak lama setelah nya guru masuk dan mengajar serta menjelaskan pelajaran.


*


*


*


jam istirahat semua siswa berhambur menuju kantin begitupun dengan the Ar, ke empat pria itu sudah duduk di tempat biasanya dengan makan dan minum di meja


" jelasin semuanya, kalo perlu seemuaanya!" Kata Arga tak sabaran, ia sampai merentangkan tangannya. Hingga tak sengaja menampar pipi Arya yang duduk di sebelah nya


"Anjir, biasa aja kali!" Maki nya menyingkirkan tangan Arga kasar


Arsa dan Arwin menghela napas jengah, keduanya tau apa lagi yang akan terjadi selanjutnya. Jadi memilih menyantap makanan


"Gue gak sengaja kali, sewot amat Lo!" Bentak Arga


"Lo yang sewot Anjir"serkas Arya


"Lo!"


"Lo!"


"Lo!"


"Lo!"


"DIAM!" Bentak Arsa merasa kesal, menggebrak meja hingga minuman di gelas berhamburan


Seketika Arya dan Arga diam membisu dan menjadi perhatian penghuni kantin, kedua orang itu saling melirik tajam dengan bibir bergerak gerak


"bisa gak sih, satu hari aja gak bikin kepala gue pusing?!"


Arga dan Arya langsung menggeleng


Arwin yang sedang memakan bakso tak menghentikan kegiatan nya, ia sibuk sendiri menahan pedas air bakso yang terasa lezat di mulut nya


"Hah!" Arsa Membuang napas, menatap jengah dua sahabat nya itu, beralih menoleh ke Arwin yang di penuhi keringat


Arsa bergidik ngeri saat melihat kuah bakso yang sangat merah milik Arwin.


Pria tampan itu menelan ludah nya kasar, saat Arwin memasukan kuah bakso itu pada mulut nya sendiri


"Win gak pedes?"


Kemudian meminum es teh manis nya "kalian gak makan? Masih belum selesai ribut juga?" Tanya Arwin pada kedua orang di depannya itu


Tak ada jawaban, Arwin kembali bicara "yaudah terusin!"


"Win Lo seksi banget sumpah!" Ceplos Arya mendapat pelototan


"Lo mau mati hah!"


Sontak Arya menggelang "tapi bener gue gak bohong, Lo bener bener seksi banget dengan bibir merah Lo. Pengen gue cium" ujar Arya lagi, Mendapat tendangan di kolong meja


sedangkan Arsa dan Arga bergidik ngeri, begitu pun penghuni kantin yang masih memerhatikan mereka


"Sakit anjir!" Keluh nya mengelus kaki nya yang terkena tendangan


"Jijik gue!"


Seketika Arga yang duduk di sebelah Arya menjauh, Arya mengerutkan kening menatap Arga "kenapa Lo?"


"Gue normal, jangan suka sama gue!" Sahut Arga menyeret batagor dan es jeruk nya yang belum sempat ia makan


"hah?" Arya menegakkan duduk nya masih mengerutkan kening "maksud Lo apa? Lu kira gue gak normal apa!"


"Buktinya Lo tadi mau cium Arwin, kalo gak normal di sebut apa?"


"Suka sesama jenis euww. Jauh jauh sana!" lanjut Arga mengibaskan tanganya


seketika Arya mempunyai ide di kepala nya untuk mengerjai sahabat nya itu. menggeser duduknya mendekati Arga dengan gaya gemah gemulai


"hemm bang Arga boleh minta suapin batagor nya dong" ucap nya dengan nada di buat buat


Arga yang sedang memakan batagor terkejut dan tersedak bumbu batagor. sontak batagor yang di mulut nya keluar mengenai wajah Arya, karna Arga sengaja mengarahkan nya tepat di wajah Arya


semua orang yang melihatnya adegan tersebut tertawa ngakak begitupun dengan Arsa dan Arwin keduanya sampai tersedak ludah sendiri


Arya mengusap bumbu di wajah nya dengan tisu. menahan emosi yang meledak-ledak tapi mencoba tersenyum walau menjadi aneh


"si-ya-lan Lu gak!" katanya menggertak gigi


berdiri dari duduk nya masih dengan gemah gemulai, ia masih memainkan peran menjadi Ledyboy. Arga melihat nya bersiaga


"ga liat tuh si Sisil liatin Lo terus" kata Arya menunjuk siswi pri Madona sekolah yang memang memerhatikan adegan tersebut. sontak Arga menoleh


kesempatan gumam Arya


Dan


emuah


seketika tubuh Arga tak bisa di gerakan, kaku. saat bibi mendarat tepat di pipi nya


"aaaaah"


semua orang di kantin riwuh berteriak histeris. Arwin dan Arsa membuka mulut nya melihat kelakuan temanya itu. Arya sendiri sudah kabur dari sana dengan kekehan


"ARYA SIALAAN!"