ARsaka

ARsaka
maaf



karna penasaran Arya langsung merebut begitu saja kotak Kado yang ada di tangan Arsa dan mengambil isi nya yang berupa gelang hitam terdapat gamdulan bulat di tengah nya huruf alfabet pertama yakni A


dengan wajah sumringah Arya mengangkat tepat di depan wajah nya


sementara ketiga temanya menatap jengah, ekspresi wajah Arya sangat mengesalkan. ingin rasanya membogem wajah Arya, kalau saja Arya bukan sahabat mereka


"wih keren win, Lo dapet di mana? gue nitip dong" kata nya masih menatap gelang milik Arsa


"sini! punya arsa juga, mau aja Lo" Arga merampas gelang di tangan Arya dan memberikan pada Arsa


Arya memajukan bibirnya "kenapa Lo beli satu doang sih win? kenapa gak sekalian kita Kapelan, lagian nama depan kita sama"


Arwin tak menggubris nya, sebenarnya ia sudah membeli nya dan sekarang ada di saku celana nya. tapi ia tak mau memberitahu dulu


"beli aja Lo sendiri, gue sih ogah nanti Lo gak bayar!" tukas nya membuat raut wajah Arya berubah


"nanti gue bayar, kalian sebutin aja hutang gue ke kalian" ucap Arya langsung berlalu pergi, perkataan Arwin sangat menusuk walau biasa di lakukan seperti itu


tapi entah kenapa sekarang hatinya terasa sesak, apalagi sejak kejadian tadi pagi yang begitu membuatnya harus menahan diri untuk tidak melawan Rara yang menghina nya.


sedangkan di reptop Arwin merasa aneh dengan tingkah sahabatnya itu tidak biasa seperti itu, Arsa dan Arga sendiri menatap tajam Arwin


"Arya kenapa? engga biasanya kaya gitu?" tanya Arwin


"Lo keterlaluan win! engga harus kaya gitu kali!" serkas Arsa marah tak menjawab apa yang Arwin tanyakan


"gue gak bermaksud kaya gitu, gue cuma becanda"


"tapi becanda Lo keterlaluan!" sahut Arga cepat


"kan biasanya juga gitu, lagian gue udah beli buat kita semua. suer gue becanda" Arwin mengangkat dua jarinya membentuk huruf V


Arsa menghela napas panjang "kayanya perasaan Arya kacau gara gara tadi pagi" ujar Arsa menatap ke langit


Arga mengangguk membenarkan


"kenapa tadi pagi?" tanya Arwin penasaran


"ribut sama Rara dan Aisy" beritahu Arga


"Aisy?" Arwin tak percaya gadis seperti Aisy berantem dengan Arya, buat salah apa sahabatnya itu hingga Aisy meladeni nya


Arga mengangguk lelah


"kaya nya gak mungkin" masih tak percaya


"gue juga seperti itu, tapi Arga melihat dengan mata nya sendiri" kali ini Arsa menyahut


"ceritakan semuanya!"


"di sini semuanya salah, arya, Rara maupun Aisy. kita gak bisa membenarkan semuanya" ujar Arsa mengambil kesimpulan


"salah Aisy di mana? dia menasehati bukan menyindir"bela Arwin


"Aisy tetap salah, menasehati di Depan banyak orang itu membuat orang di nasehati merasa malu. jadi kita gak bisa memberikan siapa pun di sini!" jelas Arsa


######


Aisy berdehem kala melihat Arya duduk di bangku belakang sekolah tempat biasanya the Ar nongkrong. kebetulan ia baru saja membuang sampah


Arya menoleh ke arah Aisy yang menunduk di samping nya


"Apa?" ketus Arya, ia masih merasa kesal pada Aisy


"maaf" kata Aisy


Arya mengerjap kan mata nya beberapa kali. ia menyangka gadis di sampingnya meninta maaf


"buat apa? Lo salah apa sama gue!"


"kejadian tadi pagi, saya salah saya minta maaf"


"ouh...sebenarnya apa yang di katakan Lo benar, jadi jangan minta maaf. di sini gue yang salah memilih lawan, gak pantes anjing melawan singa, bukan begitu?"


perkataan Arya membuat hati Aisy sakit entah kenapa, ia semakin merasa bersalah. ia tau siapa yang salah di sini, maka dari itu ia meminta maaf


"tidak seperti itu Arya, saya salah di sini saya yang salah saya minta maaf" kata Aisy terus meminta maaf


"udah sana! gak perlu minta maaf Lo gak salah. gue tegasin di sini gue yang salah. udah sana Lo gue mau sendiri" usir Arya ia sebenarnya tak tega melihat Aisy meminta maaf kepada nya


"saya mohon Arya maaf kan saya, jangan buat saya dalam lingkaran rasa bersalah" kata Aisy tak kuat menahan tangis nya, rasa bersalah terus meruak dalam hatinya


Arya menghela napas panjang, karna tak mau memperpanjang Arya mengangguk "gue bingung harus ngomong apa? gue hanya bisa berdehem heemm" kata nya


membuat garis bibir Aisy terangkat "makasih"


"hemm udah sana, gue gak mau di ganggu"


Aisy mengangguk


"atas nama Rara saya minta maaf, assalamualaikum" ucap nya melenggang pergi


sekarang hati ya tenang, rasa bersalah itu hilang seketika. harus ia bisa mengontrol diri, sungguh Aisy tak berniat mempermalukan Arya


maaf bila typo bertebaran


salam dari author 🙏