
"woy Arsa Lo kemana aja? mamah Lo panik cariin Lo!" kata Arga setelah turun dari motor dengan cepat menghampiri Arsa yang sudah pergi dari parkiran
Arsa menghentikan langkahnya, berbalik menatap Arga "nanti gue ceritain" kata Arsa santai merangkul sahabat nya
"sumpah mamah lo semalam kejer, ngira Lo di culik. kemana sih Lo?"
"gue? ada deh. nanti gue kasih tau" kata Arsa lagi dengan santai, membuat Arga menggeleng. ia tak habis pikir dengan sahabatnya yang satu ini, nyokap panik sampai nangis kejer eh anak nya malah selau aja. malah pake banget, gak ada khawatir sama ortu nya. dasar! maki Arga diam diam
"ARsaka!"panggil seseorang yang di kenal keduanya di koridor dengan melambaikan tangan, berlari menghampiri keduanya sampai tak sengaja tersandung kaki nya sendiri, hampir saja pria itu terjatuh
"aissh"kesal Arsa menatap orang yang menghampiri nya, siapa lagi kalo bukan Arya. orang yang paling malas Arsa ladeni
"kemana aja Lo? gue gak bisa tidur mikirin Lo, tau gak?" ujar Arsa dengan terengah-engah
""engga!" kata Arsa seadanya dan kenyataan
"aiish anak ini" kesal Arya mengambil tempat di sebelah Arsa dan merangkulnya
Arsa hanya bisa menghela napas jengah, Arga sendiri terkekeh geli. mulai berjalan menuju kelas, para siswi yang melihat ke tiganya histeris sendiri mengagumi ketampanan ketiganya, dan yang mendominasi tak lain Arsaka. sang idola sekolah.
"wedih mereka terpesona dengan ketampanan gue" bisik Arya dengan bangga, menyisir rambut nya dengan pede
membuat kedua temanya itu menatap jijik "pede Lo ketinggian bro" ledek Arga mendapat kekehan Arsa,
yang di ledek dengan bangga nya mengedipkan mata pada para siswi. di luar ekspektasi para siswi malah menyuraki tindakannya itu, sontak saja membuat ke dua sahabat laknat nya tergelak
dengan kesal Arya melepaskan rangkulannya " dasar para siswi sialan! gue sumpahi Lo suka sama gue dan merebutkan gue" maki Arya menunjuk nunjuk siswi di sana
tak ada Angin tak ada hujan tiba-tiba
Duaaarr
seketika semua orang terdiam menatap langit yang cerah, agak merasa takut, kecuali yang orang menyumpahi, diam diam tersenyum senang
kayanya ucapan gue bakal terkabul nih. hahaha makasih ya Allah saya janji deh kalo mereka ngejar ngejar hamba. hamba akan mendekatkan diri kepada mu dan berterima kasih banyak.
detik kemudian semua siswi di sana langsung menatap Arya takut, ada rasa penyesalan di hati Meraka. yang di tatap memasang wajah songong, menaikkan sebelah alisnya melirik ke arah langit. seolah berkata langit berpihak pada gue. rasain Lo!
kemudian Arya pergi begitu saja dari sana, meninggalkan kedua sahabatnya yang masih menatap langit yang cerah.
"hebat tuh anak dapet ilmu dari mana?" kata Arga
Arsa menoleh dan menggeleng, menatap para siswi dan langit bergantian dan mengedipkan mata tak lupa menarik sudut bibirnya. dan mengajak Arga pergi dari sana
tinggal lah para siswi menatap temanya di sana bergantian dan merengek sambil berjinjit jinjit
*
*
*
Arsa terdiam di pintu kelas nya kala matanya melihat gadis yang di sukai nya sedang tertawa dengan mendengar perkataan sahabat nya. walau duduk keduanya di halangi oleh Rara yang seperti nya ikut gabung.
entak kenapa hatinya terasa panas
"Arsa ayo masuk, malah diam di situ" kata Arga menyadarkan lamunan Arsaka
Arsa mengangguk dan duduk di kursi nya di ikuti Arga di sebelah nya. seketika Aisy dan Rara menghentikan tawanya begitupun dengan Arwin.
Arwin menghampiri Arsa, duduk kursi depan tempat Arsa "Lo kemana aja semalam, semua orang cariin Lo?"
Arsa menatap Arwin agak kesal karna kejadian tadi "bukan urusan Lo!"
seketika Arwin mengerikan keningnya, merasa aneh dengan tingkah sahabatnya itu "gue ada salah sama Lo?" tanya Arwin
Arsa langsung menggeleng, menghembuskan napas nya supaya lebih rileks "nanti gue ceritain"
Arwin mengangguk, berdiri dari duduk nya. menepuk punggung Arsa "kalo ada yang Lo gak suka dari gue, langsung aja ngomong. gue gak suka Lo tiba tiba marah" ucap nya sebelum pergi ketempat nya kembali
"Lo sih jawab si Arwin nya terlalu ketus, kenapa sih?" bisik Arga penasaran
Arsa tak menjawab hanya menggeleng.
sementara kedua gadis di belakang kedua pria itu saling pandang dan menghela napas panjang.
"Rara gimana ini, aku takut semua orang tau" bisik Aisy agak takut
"gak bakal, kamu nya aja harus bersikap seperti bisa oke. kalo pun mereka tau jangan di Dengerin omongan mereka" ujar Rara memberi semangat
Aisy mengangguk patuh
Arsa membalikan badan nya ke belakang "Syah jaket gue mana?"
sontak Aisy mendongak dan menunduk lagi. ia merasa deg degan dengan panggilan baru dari Arsa, entah kenapa
Arga langsung berbalik menatap Arsa dengan alis di naikkan satu, tak hanya Arga Arwin pun sama serta teman sekelas nya langsung menatap keduanya