
Bel pulang berbunyi beberapa menit yang lalu, tapi Aisy masih sibuk mencatat. Saat ini di kelas nya hanya ada dirinya sendiri, Rara sedang membeli minuman di kantin.
The Ar sudah keluar dari kelas setelah bel berbunyi, membuat Aisy bernapas lega. Dengan adanya salah satu dari mereka membuat nya takut, entak kenapa.
Arsa datang kembali kelas setelah di parkiran, beralasan ada yang tertinggal di kelas padahal ia ingin sekali melihat gadis yang akhir akhir ini ia dekati.
Membeli minum terlebih dahulu di kantin dan berlari cepat menuju kelas, di lihat gadis itu sedang menulis degan dengan serius
Arsa berjalan mendekat dan memberikan botol minuman tersebut kehadapan Aisy
"Cepet amat Ra" ucap gadis itu mendongak menatap botol
Arsa tak menjawab. Ia dag Dig dug sendiri melihat nya. Takut nya gadis itu menolak pemberian nya, tapi ia tetap lakukan toh udah terlanjur
Di luar ekspektasi tangan mungil Aisy mengambil nya dan membuka serta lupa meminum nya setelah membaca basmalah.
"Makasih Ra" katanya tersenyum mendongak menatap sang pemberi minuman yang di kiranya sahabat nya
"astaghfirullah!" Aisy terkejut saat melihat siapa yang memberi minum kepada nya sambil mengusap dadanya dan menunduk
Arsa melihat nya tersenyum lucu, ekspresi Aisy tadi Sangat menggemaskan. "Lo gak papa syah?"
Aisy menggelang, terdengar hembusan napas nya "kamu ngapain di sini?"
"mau kasih minum sama Lo, kan Lo udah minum kalo gitu gue pamit, jangan sampai kecapean"ujar nya perhatian langsung melenggang pergi
sedangkan Aisy sendiri memejamkan mata sambil menghela napas dan terbuka berbarengan dengan hembusan napas nya
tak lama kemudian Rara masuk dengan membawa minuman di tanganya, memerhatikan Arsa yang baru saja keluar dari kelas
"si Arsa habis ngapain sy?"tanya Rara agak curiga
"tuh" tunjuk Aisy pada botol minuman depanya
"dia kasih kamu minum?"tebak Rara langsung duduk di tempat nya
Aisy mengangguk lesu
"kamu emang gak nolak?"
"aku kira kamu, jadi aku langsung minum" jelas Aisy
"pulang yuk, sekolah udah sepi" ajak Rara di angguki Aisy. gadis itu membereskan buku-buku nya dan pergi dari sana menuju parkiran
...#####...
"den Arsa kemana aja kemarin" tanya pak satpam sambil membuka kan gerbang rumahnya
"di rumah teman pak, kemarin cariin ya?" sahut Arsa
"iya den, nyonya kejer kemarin sampai tuan gak bisa tenangin" kata pak satpam lagi dengan kekehan, mengingat kejadian kemarin
Arsa tersenyum mendengarnya "yaudah Arsa masuk dulu" ucap nya
"iya den"
Di dalam rumah, Asri berlari Keluar saat mendengar suara motor khas anak nya di ikuti pembantu yang menemani nya
Arsa membuka helm nya dan tersenyum menatap wanita yang masih terlihat cantik di usia tiga puluh lima tahun itu. turun dari motor menghampiri sang mamah yang berdecak pinggang menatap nya horor
Tapi tak membuat anak nya takut sama sekali. Menurut Arsa mamah nya tak menyeramkan memasang wajah seram sekalipun, nyatanya wajah sang mamah terlihat lucu.
"kemana aja kamu hah! bikin khawatir aja"
"maafin Arsa bikin mamah khawatir" kata Arsa memeluk tubuh pendek asri yang sebatas dada, dengan sayang dan mencium kening nya,
"Jangan di ulang lagi, mamah khawatir tau!"
"iya" kata Arsa melepas pelukannya beralih merangkul mamah nya berjalan masuk dalam rumah
asri mendengus dengus mencium bau seragam yang di pakai sang anak "sejak kapan pakainya mau di cuciin orang?"
Arsa menoleh menaikkan satu alisnya dan tersenyum saat baru paham di tanyakan sang mamah "sejak hari ini"
asri mendongak menatap Arsa tak percaya "kalo gitu mamah gak usah cuci baju kamu lagi" ujar asri
"ish jangan dong, Arsa gak mau kalo orang lain cuci baju Arsa nanti gak wangi"
"alesan! terus kenapa ini di cuciin hemm" asri memegang baju Arsa
Arsa terkekeh "kalo sama orang ini boleh lah"