ARsaka

ARsaka
kebersamaan



Rara memberi tersenyum kemenangan kepada Arya yang diam mengepalkan tangannya. Perkataan Aisy bagai tamparan keras untuk dirinya


Dengan kekesalan di ubun ubun Arya memilih keluar dari kelas tersebut dengan hati dongkol.


"Rya Lo kenapa?" Kata Arsa yang baru saja sampai


Arya melirik sebentar Arsa, tak berniat membalas dia pergi begitu saja membuat Arsa bingung mengerutkan kening.


Bel berbunyi nyaring membuatnya tak bisa mengejar Arya dan memilih masuk ke kelas


"Arya kenapa win? gue tanya diem aja" tanya nya pada Arga setelah mengambil duduk


Arga membuang napas lalu menjawab sambil berbisik "ribut sama dua cewe di belakang"


Arsa terkejut, ia melirik dua gadis di belakang nya. Arsa agak tak percaya


"Masa?"


"Yes! Gue juga gak percaya, tapi itu kenyataan"


"Arwin? Dia belum datang" melihat kursi Arwin yang kosong


"Mana gue tau, mungkin telat"


Arsa mengangguk tak lama kemudian orang yang di tanyakan datang


"Tuh orang nya" kata Arga menatap Arwin


Arsa replek mendongak, ia cuma melihat saja tak berani berbicara. Kejadian kemarin membuatnya enggan untuk berbicara dahulu


"Kenapa?" Kata Arwin pada Arga


"Nih orang tanyain Lo, kangen kata nya" tunjuk nya pada Arsa


"Apaan sih Lo, siapa juga yang kangen sama dia males banget" elak Arsa, mengundang senyum Arwin dan Arga


#####


Siang ini Arya di buat terkejut saat kedua temanya memberikan kado untuk nya. Maksudnya apa coba, dia sedang tidak ulang tahun yang harus di berikan kado


"Gue gak lagi ulang tahun"


Dua orang itu terkekeh geli


"Emang siapa yang nanya Lo ulang tahun" kata Arga


"Ya Lo kasih kado"


"Ya udah sih terima aja, ribet amat" kesal Arwin, emang nih orang gak sabaran bawaan nya emosi aja


"Gak mau gue!"


"Lo kenapa sih bawaan nya bikin kesel Mulu! emosi gue liat nya!" Desis Arwin tak bisa mengontrol emosi nya


Sedangkan Arga mengigit bibir bawahnya merasa gemas melihat kedua sahabatnya nya itu. Bukanya si Arwin minta maaf malah tambah bikin marah orang nya lagi. Dasar!


"Lo gak ngerasa sendiri nya juga Kaya gitu, heh dasar belagu"balas Arsa tak kalah kesal


"l-Lo___"


"Udah udah! Ya ampun, win Lo ngapain sih kasih kado kaya gitu amat dan Lo Arsa kalo di kasih ya minimal hargain lah usaha orang. Arwin berniat untuk minta maaf ke elo, jadi Lo hargain lah" tukas Arga


Arsa sedikit terkejut mendengar, Arwin mau meminta maaf. Ia menatap Arwin yang diam tak berekspresi, ada rasa bersalah di hatinya


"Maaf" kata nya membuat kedua sahabatnya itu cengok mendengar nya


ralat tiga sahabatnya karna ada Arya yang baru datang dengan membawa kotak makan di tanganya, berisikan brownies bikinan Ema nya


"Wah wah! Gue gak salah denger kan!" Teriak Arya membuat semuanya menatap ke arah nya


"Seorang Arsaka meminta maaf, ohmaygod ini sebuah rekor. Kita harus merayakan nya" lanjutnya


Untung saja sekarang mereka sedang di reptop kalau tidak mungkin teriakan Arya mengundang para siswa


"Berisik Lo Rya" tukas Arwin kesal, tapi ia membenarkan ucapan Arya


"Tumben ide Lo bagus" puji Arga menepuk pundak Arya yang sudah di sebelah nya


Arya mendelikan bahu dengan songong, membuat Arga berdecih melihat nya


"tapi sayang Lo lambat" ejek Arga, tapi Arya memasang tak menggubris perkataan Arga


"Wih kalian bawa kado, ada yang ulang tahun?" Kaget Arya saat melihat kado di tangan Arga dan Arwin


"Gak ada, kita niatnya mau kasih Arsa"balas Arga


"Lo ulang tahun sa?" tanya nya pada Arsa


"Ngga siapa juga yang ulang tahun, emang mereka aja yang lebay"


"Aish orang ini" jengah Arwin "tadi aja bikin orang kaget, sekarang balik lagi bikin kesel"


"Apaan sih Lo" Desis Arsa


"Hey hey hey, udah. Ngapain berantem lagi, astagaaa" Arga mulai jengah


"Karna kita udah kumpul ayo kita rayain sekarang" ujar Arga membuat Arsa mengerutkan keningnya


"Apa yang harus di rayain"


"Perubahan sikap Lo, paham! Udah ayo" Arga menarik tangan Arsa menuju kursi yang ada si sana


*****


Mereka sekarang sudah duduk di kursi kayu menghadap meja


"Rayainya pake apa, kita gak bawa kue" kata Arga baru ingat


"Tenang gue bawa" Arya menunjukan kotak makan "niat nya mau kasih Arsa, kan kemarin brownies nya udah gue makan" jelas nya dengan kekehan


"Dasar gak bagi bagi" desis Arga


"Brownies kemarin gak enak, enakan bikinan Ema gue. Kaya nya yang bikin kemaren si cewe itu. sumpah rasanya gak enak"ucap nya sambil membuka kotak makan


"terus Lo buang?"


Arya menggelang "ngapain Lo makan kalo gak enak, dasar!" desis Arga di sambut kekehan Arya


Wangi brownies membaur ke mana mana, membuat ke empat pria itu menelan ludah nya kasar.


Saling melirik satu sama lain dan dengan gerak cepat ke empat pria itu mengambil brownies


"Gimana rasanya enak bukan?" Kata Arya dengan mulut penuh


Arsa, Arga dan Arwin mengangguk setuju dengan mulut penuh


Seketika tatapan mereka Tertuju pada satu brownies yang tersisa. Menatap satu sama lain seolah berkata siapa dapet dia yang menang


Arsa menelan brownies di mulutnya kasar dan mengangkat tanganya "bentar!"


Ketiga pria itu menatap Arsa, yang di tatap menunjukkan senyum mengesalkan dan tanpa mereka sadari tangan Arsa mengambil sisa brownies


"Gak jadi hehehe"


Mereka menghela napas jengah kemudian dengan cepat mengambil brownies, alangkah terkejutnya saat melihat brownies sudah tak ada di tempatnya


Sontak ke tiga pria itu menatap Arsa dengan wajah kesal, sementara Arsa tersenyum kemenangan memakan brownies


"Enak" kata nya mengejek sahabatnya


Arwin, Arya dan Arga menelan ludah nya kasar


"Mau" tawar Arsa, sontak mereka mengangguk


"Nih"memberi sisa brownies, saat mereka hendak mengambil nya


Dengan mengesalkan memasukkan nya ke mulut nya


"Enaaak"


Arwin berdecih, sedangkan Arya dan Arga memasang wajah kesal


"Malam bawa lagi brownies nya yang banyak, pasti mamah suka" ujar Arsa memerintahkan Arya


Arya mengangguk cepat "tapi ingat gak gratis" balas nya licik, Arsa mengangguk saja pertanda setuju


"Dasar perhitungan" desis Arga di sambut kekehan Arya


"Mana kado kalian, gue mau liat"


"Tadi aja laga nya nolak, heh" kata Arwin memberikan kado nya


Dengan tak tau malu Arsa mengambilnya dan membuka nya


"Mana punya Lo ga?"


Arga memberikanya


Arsa tersenyum melihat isi kado milik Arwin, ia menatap sang empu


"Dapet di mana Lo ginian"


"Semalam gue cari"


"Lo gak kerumah, buat cari ginian" arwin mengangguk


"Apaan emang?" Tanya Arya penasaran


"Kepo Lo" sahut Arga


Bersambung......


typo bertebaran mohon di maklumi


salam dari author