
Setelah menemui Klien dan tentu saja misi membuat Daddy Nick dan Bundanya berpisah sementara, Nabil kini masih harus mengajak Daddynya ke suatu tempat yang sudah menjadi lokasi kejutan.
Daddy Nick yang seharian tak memegang ponselnya merasa ada yang kurang karena tidak bisa berkomunikasi dengan istri tercintanya karena ponselnya tertinggal.
Tentu saja hal itu disengajakan dan pasti ulah anak-anak Daddy Nick tanpa sepengetahuan sang Ayah.
"Dad, setelah ini, dampingi Aku ya, Aku mau meninjau ke resort Kita yang baru saja direnovasi. Daddy berikan tanggapan apakah bagus atau perlu Aku perbaiki lagi." Nabil mulai melancarkan aksi berikutnya.
Meski sebetulnya Daddy Nick ingin langsung pulang namun mengingat Nabil memintanya ia pun menuruti keingan putranya yang terkenal kalem dan pendiam itu.
Tak ada rasa curiga sama sekali, berbeda halnya jika Nadhif yang memang karakternya agak nyeleneh dibanding dengan saudara kembarnya.
Sementara di pihak Caca yang kini bertugas mengawal sang Bunda juga telah selesai dengan treatmentnya tentu saja akan melanjutkan aksi berikutnya.
"Bun, setelah ini temani Kakak ya. Kakak mau ke butik." Caca meminta kepada Bundanya ditemani.
"Daddy apakah sudah pulang atau belum ya?" Bunda Khalisa pun merasakan hal yang sama, ia kepikiran seharian tak berkomunikasi dengan suaminya.
"Sekali-kali gapapa Bun, lagi pula Dad pasti paham kok. Kan Bunda perginya sama Kakak." Caca meyakinkan.
Anggukan Bunda Khalisa membuat sang putri tersenyum bahagia karena rencana demi rancana mereka akan berhasil tampaknya.
Di Resort, tempat yang menjadi lokasi surprise anniversary Bunda dan Daddy sudah siap 100%.
Tentu saja, Nadhif dibantu Adam sudah selesai menyiapkan semuanya dibanru para EO dan pegawai disana.
Kerabat dan Sahabat Daddy Nick dan Bunda Khalisa rupanya juga sudah datang siap menjadi saksi perjalanan cinta kedua orang tua Caca, Nabil dan Nadhif.
Nadhif membaca pesan dari Abanh dan Kakaknya, ia tersenyum karena baik Daddy dan Bundanya masih belum menyadari akan hal ini.
"Bang, senyum aja! Dari cewek ya?" ledek Adam pada Nadhif.
"Kamu ini! Memang Aku mata cewean banget gitu!" Nadhif mencubit pipi Adam enteng.
"Awww! Ya kali, Abangkan SETIA, setiap tikungan ada!" sambil tertawa Adam meledek Nadhif.
"Dasar!" Nadhif sambil memperhatikan lokasi yang sudah siap sempurna.
"Bang, pasti Om dan Tante ga nyangka deh bakal dapet kejutan ini?" Adam dengan tangan layaknya seorang fotografer menyorot sekitar lokasi yang sudah begitu romantis.
"Iya. Pasti itu!" dengan bangga Nadhif sambil memegang dagunya.
Daddy Nick bersama Nabil sudah sampai di Resort.
Nabil membawa sang Ayah ke Lokasi dimana akan berlangsungnya kejutan yang telah disiapkan.
"Apakah sedang ada Klien yang akan Wedding disini?" tanya Daddy Nick melihat Resort mereka sudah terdekorasi layaknya pesta pernikahan.
Di perjalanan menuju Resort, Caca dan Bunda Khalisa berada dalam mobil menuju Resort.
"Kak, teman Kakak memang acara apa? Kok Bunda ikut dandan segala begini?"
Caca rupanya membawa sang Bunda ke butik dan salon mendandani Bundanya di moment spesial yang masih dirahasiakan.
"Iya Bun, acaranya private party gitu. Maaf ya Bun baru bilang." Caca masih saja mencari alasan.
Bunda Khalisa mengernyitkan dahinya.
Tentu saja ia tahu ini adalah Resort mereka.
Caca melihat sang Bunda dengan raut wajah penuh pertanyaan segera menuntun langkah kaki mereka ke titik dimana kedua adiknya serta para undangan yang sudah hadir berkumpul.
"Surprise!" teriakan semua yang hadir nyatanya sudah siap menunggu kedatangan target kejutan hari ini.
Bunda Khalisa baru menyadari bahwa ketiga putra putrinya sudah menyiapkan semuanya dan memberikan ia kejutan yang luar biasa.
"Bunda!" Nadhif dqn Nabil menghampiri sang Bunda memeluknya dan memberikan ucapan selamat kepada Wanita pemilik surga mereka.
Bunda Khalisa terharu luar biasa namun ia masih mencari dimana keberadaan belahan jiwa, suami tercintanya berada.
Caca, Nabil dan Nadhif tersenyum melihat raut wajah Bunda Khalisa yang mencari-cari sesuatu dan tentunya mereka tahu siapa gerangan yang Bundanya cari.
Terdengar alunan biola dengan merdu dan menciptakan moment romantis bersamaan dengan sosok yang sedang ia cari sedang berjalan mendekat sambil menggenggam buket bunga menghampiri dengan senyum merekah.
"Pangeran Bunda tuh!" Nadhif begitu bahagia melihat sang Daddy yang masih terlihat gagah meski rambut di kepalanya sudah memutih semua berjalan menghampiri Bunda Khalisa.
Caca menggiring kedua Adiknya, mengajak menepi sejenak memberikan ruang kepada kedua pasangan baya yang masih saja memancarkan aura cinta kasih hingga membuat mata yang memandang terpesona dan kagum akan kekuatan cinta keduanya.
Daddy Nick kini telah berada tepat dihadapan wanita yang puluhan tahun silam ia pinang dihadapan banyak orang dengan drama yang menguras air mata.
Keduanya seakan terbawa pada suasana dimana Daddy Nick meminang Bunda Khalisa dengan tanpa persiapan namun syarat makna dan tentu tak akan terlupakan sampai kapanlun baik saat itu maupun kini hingga nanti.
"Sayang,"
Tanpa diduga, Daddy Nick berlutut dihadapan Bunda Khalisa disaksikan semua tamu yang hadir.
"Maaf jika selama ini Aku banyak kekurangan dan masih belum cukup membahagiakanmu. Aku hanya pria biasa yang tahu bahwa Aku sangat mencintaimu baik dulu, kini hingga nanti. Aku juga bukanlah Ayah yang sempurna bagi putra putri Kita. Tapi satu hal yang perlu Kamu ketahui, keberadaanmu didalam hidupku adalah sebuah rasa syukur yang tak bisa Aku lukiskan dengan apapun. Kehadiranmu dalam hidupku, menemani Aku hingga kini, telah menyempurnakan segala kekurangan yang Aku punya. Sayanh, tetaplah selalu bersamaku, temani Aku hingga nafasku ini berhenti berhembus dan jantung ini berhenti berdetak." setelah menyelesaikan kata-katanya, Daddy Nick menyerahkan buket bunga yang digenggamnya kepada Bunda Khalisa.
Bunda Khalisa dengan deraian airmata kebahagiaan menerima pemberian Daddy Nick dan langsung menghambur dalam pelukan pria yang sudah bersamanya hingga kini mereka menua bersama.
Betapa beruntung Bunda Khalisa menerima cinta dan kasih sayang dari suami sekaligus putra dan putrinya.
"Sayang, kenapa menangis, Apakah kata-kataku membuatmu terharu?" Daddy Nick menatap wajah yang kini terbenam dalam pelukannya.
Bunda Khalisa menarik diri dari pelukan sang suami, memukul pelan namun terlihat manja.
"Mas, Aku malu, Kita setua ini, berbuat begini disaksikan banyak orang." kata-kata Bunda Khalisa membuat gelak tawa siapapun yang mendengarkannya.
"Siapa bilang Bundaku tercantik, tersayang dan baik hatinya sudah tua. Bunda itu masih muda kok, hanya Daddy saja yang sudah tua!" bukan Nadhif namanya jika memutar suasana haru biru kembali ceria dan penuh canda gembira.
"Walaupun tua, tapi Daddy masih pria yang paling dicintai Bundamu, iya kan Sayang?" Daddy Nick mengedipkan matanya kepada istri tercintanya.
"Aduh, ampun deh Dad! Jiwa-jiwa jomblo Kami meronta-ronta jadinya!" Caca tak kalah meledek Daddy dan Bundanya.
"Dad, Bunda, Ayo Kita temui tamu-tamu, mereka juga turut hadir dan mensukseskan surprise ini." Nabil mengingatkan.
"Ayo, Yuk Sayang." Daddy Nick sambil menggandeng sang istri mengajak keluarganya menemui para undangan yang sudah hadir.