Aldrich

Aldrich
kerja



Sekarang disini lah al dan anak-anak geng wolf sedang duduk santai menonton film action sambil menikmati popcorn.


Dreet dreet dreet


"Siapa sih nelpon ganggu aja " gumam al melirik penelpon.


Al menatap penasaran orang yang menelponnya.


" halo "


^^^"Apa ini dengan tuan Aldrich^^^


" iya saya cheng "


^^^"Tuan saya sekertaris anda "^^^


"Ada apa? "


^^^" tuan tolong datang ada beberapa berkas yang butuh tanda tangan anda "^^^


"Aku kesana "


Al mematikan telpon sepihak.


" woy Daniel gue mau pinjem baju loh " suara keras Al menggelegar.


" cih ribut loh, ambil aj sana dikamar lantai atas " ujar Daniel mengosok kupingnya karena Al berteriak tepat ditelingannya.


Al tersenyum " sorry " langsung bangkit menuju kamar Daniel. Sampai didalam Al langsung menyukai kamar Daniel yang rapi dan bernuansa gelap gila drak banget ini mah.


Berjalan ke arah lemari Al memilih baju yang akan dia pakai ke kantor. Dengan buru-buru Al memilih baju kemeja putih.


...


Tak butuh waktu lam pagi seorang Al untuk sampai di perusahaan graff berusaha perhiasan terbesar nomor 8 didunia.


Al tepat berada di lobi perusahaan.


" permisi ada yang bisa saya bantu " seorang wanita dengan ramah bertanya kepada Al.


" saya ada janji dengan Siska " Al menatap nametag si resepsionis di hadapannya.


" apakah anda sudah buat janji " resepsionis itu bertanya menatap Al dengan penasaran karena Al memanggil sekertaris pemegang saham terbesar dengan santai.


" sudah,panggil cepat "Al sudah males berbicara matanya menatap lawan bicara dengan dingin.


Resepsionis gemeteran " tuan Al " panggil seorang wanita dengan seragam kantor yang membuat aura disekitarnya seperti serius.


" Siska ? " Al menatap Siska dari atas ke bawah dia cukup puas sekertarisnya tidak seperti wanita lain yang menggunakan pakaian kurang bahan.


" yess sir " nada Siska profesional Al semakin puas dengan kinerja Siska. Sisi lain beberapa karyawan wanita sesekali mencuri pandang dengan Al.


" tuan sihlakan ikut saya ke kantor anda " Siska menatap sekitar dengan risih, dia benar-benar terganggu. Mulai mengeluh dalam hati ' kerjanya akan semakin berat ' batinnya mengingat pasti banyak wanita yang akan datang bertanya tentang Al.


Al mengangguk mengikuti Siska naik ke lift menuju lantai 18 tempat kantor Al.


Sampai di lantai 18 Al dibawa ke kantor. Al sangat puas dengan tata letak setiap penempatan dekorasi di ruangannya.


" tuan ini adalah beberapa perusahaan yang menginginkan kerja sama dengan perusahaan kita " Siska mengeluarkan beberapa dokumen lagi dari laci.


' gila banyak amat ' Al menatap miris ke arah dokumen di atas meja yang menjulang.


Misi terdeteksi...


Misi : Baca Dokumen Semua Dokumen Dalam Waktu 1 Jam


Hadiah : Keterampilan Berbisnis .


Hukuman : Botak Seumur Hidup Dan Tersengat Listrik 7 Kali.


Al dibuat melongo dengan hukuman kali ini ' apakah sistem ingin aku mati lagi '


Al menghela nafas gusar, meminta sekertaris keluar dari kantornya meninggalkan Al sendiri membaca setiap dokumen dengan serius. Hanya keheningan yang terjadi ruangan itu.


Disaat Al fokus membaca kantor Al sedang riuh akibat para karyawan wanita yang bergosip tentang ke tampanan Al yang membuat semua wanita meleleh.


Tak terkecuali karyawan eksekutif pemasaran yang tergoda oleh Al ' udah tampan, kaya lagi ' pikirnya .


Sedangkan orang yang dibicarakan sedang fokus membaca hingga tak berselang lama waktu selesai


Misi complicated


Apa tuan ingin menerapkan keterampilan?


'Iya terapkan sekarang' ujar Al lega mendengar notif selesai dari sistem.


Al merasakan kepalanya penuh dengan pengetahuan yang belum pernah dia tau.


Al menatap ke layar komputer membuka situs saham Al melihat naik dan turun saham.


Dengan kemampuan ini Al dapat memprediksi mana saham yang akan naik dan turun. Al tidak membuang waktu langsung menekan saham minyak dubai dengan suntikan dana sebesar 100 juta sudah mampu mengeksekusi semua saham di perusahaan itu .


Al menyeringai , puas melihat itu ia kembali melanjutkan menyelesaikan dokumen di atas meja.


.....


Disisi lain di luar negeri dubai.


Seorang pria berlari dengan tergesa-gesa


" tuan "


" tuan "


Orang yang dipanggil tuan menoleh kearah pria yang berlari itu


" ada apa? " dengan nada bingung.


" tuan ada seseorang yang telah menyuntikkan dana sebesar 100 juta menjadikan dia sebagai pemilik perusahaan "


" apa? Kau serius bukan bastian " tanya pria itu dengan raut wajah tidak percaya.


" tuan saya tidak bercanda " orang yang dipanggil bastian mengeluarkan iPad menunjukan suntikan dana itu.


Orang yang dipanggil tuan langsung tersenyum gembira " hahah bagus-bagus dengan ini kita bisa membayar gaji pekerja dan membeli bahan baku " penuh dengan suka cita. Langsung mengerahkan bastian untuk melanjutkan produksi.


Bastian juga gembira langsung melaksanakan tugasnya.


Orang yang dipanggil tuan merasa lega dengan perusahaannya tidak menjadi bangkrut walaupun dia tidak menjadi pemilik perusahaan lagi.


Lain tempat beberapa pengusaha memandang rendah Al yang menyuntingkan dana kepada perusahaan yang akan bangkrut. Mereka tertawa melihat Al akan menjadi lelucoan.


Bangkit dari kursi Al menatap keluar jendela dengan gembira.


Tok tok tok


" masuk "


Orang yang mengetuk pintu masuk kedalam ruangan dia adalah Siska sekertaris Al.


" tuan pemegang saham terbesar kedua ingin menemui Anda dengan membawa beberapa pemegang saham yang lain" Siska cemas menatap raut wajah Al yang tenang dia lega.


Al menatap Siska dengan santai " suruh mereka masuk " titah Al di anggukin Siska.


Tak lama semua pemegang saham masuk, mereka melihat pemegang saham terbesar hanya anak muda langsung tertawa meremehkan Al.


Dengan tidak sopan mereka langsung duduk begitu saja. Al menaikan alis


" tuan Al bagaimana jika saya membeli saham Anda " Ebert pemegang saham kedua dengan angkuhnya menatap al


" tidak dijual " ujar Al bahkan tidak menatap Ebert.


Ebert yang di tolak menatap al dengan marah " cih hanya bocah bau, aku yakin kau akan menghancurkan perusahaan ini "


" ooh "


" tuan Al sebaiknya kau menjual saham kepada Ebert atau kami akan menarik investasi " seseorang disebelah Ebert berbicara dengan sombong.


" ok " Al menatap Siska


" ambil kontrak pembatalan dan bayar kompensasi ke pada mereka " Al dengan enteng memerintah Siska membuat mereka tercengang. Bukan kah harusnya tidak seperti ini


" apa?? " seruan mereka kaget menatap ebert yang menatap Al dengan raut wajah bingung


" tuan al anda pasti akan menyesal " Ebert merasa Al tidak akan berani membatalkan .


" iya "


Siska datang membawa kontrak pembatalan menyerahkan kepada al.


" sihlakan tanda tangani " Al dengan santai menatap mereka bahkan mereka tidak ada didepannya.


" baik" Ebert dengan sombong langsung menandatangani surat pembatalan.


Seseorang dari pemegang saham itu langsung bertanya kepada Ebert " tuan Ebert apa anda yakin " dengan sendikit ragu.


Ebert membenci pengecut dibelakangnya " tentu saja mereka tidak akan bisa membayar kita, jumlah kompensasi tidak sendikit " bisik Ebert masih dapat di dengar Al.


Al tertawa dalam hati melihat orang-orang bodoh di depannya. Siska juga agak ragu mendekati Al " tuan jumlah kompensasi itu semua pemegang saham lumayan besar apa anda yakin " bisiknya


" tentu saja " dengan percaya diri mau tidak mau Siska percaya .


' sistem '


Iya tuan apa anda kangen


'Narsis loh '


'Tukeran aku 2,5 milliar dan masukan ke kartu card baru dengan pasword ulang tahun kantor '


Hati sistem sakit tapi ok tuan


Tuan coba cekk laci anda


Al kemudia membuka laci terdapat black card di sana. Al tersenyum menyerahkan kepada Siska .


" ini " Siska menerima black card dengan bingung .


Al menatap dengan wajah datar " black card terdapat 2,5Miliar bayar semua kompensasi " Al dengan santai memberikan arahan.


Siska terkejut ternyata bosnya sangat kaya padahal di sudah mencari tau bosnya hanya anak SMA dan generasi kaya . Sadar dari terkejutnya siksa langsung mentransfer semua ke akun rekening masing-masing. Dan setiap dokumen yang sudah di tandatangani Al langsung menyimpannya.


Semua terkejut langsung menatap Ebert dengan marah , mereka mengepung Ebert " kau bilang selama kita menekan Aldrich kita akan mendapatkan hadiah dan jika kita di usir dari perusahaan mereka tidak akan mampu membayar liat sekarang apa yang terjadi " suara marah.


Ebert terdiam mematung ' kenapa tidak sesuai rencana ' batinnya.


Al hanya tersenyum melihat raut wajah mereka.


' tolol emang percaya kok sama orang korupsi '


Al menekan tombol yang menghubungkan pos security " ada kegaduhan di sini cepat datang "


Tak berselang lama para security langsung membawa para pemegang saham keluar dari perusahaan dengan tidak terhormat. Para mantan pemegang saham semuanya berteriak ingin kembali tapi Al hanya menatap dengan dingin.


Setelah kepergian mereka suasana kantor Al tenang , kemudia menatap Siska " panggil eksekutif yang pekerja paling bagus,jujur, efisien dan paling lama " titah Al. Awalnya membuat Siska bingung tapi kemudian Siska tetap membawa beberapa eksekutif datang.


" tuan Aldrich " dengan sopan mereka menyapa Al.


" tuan Al saja "


Mereka mengangguk " tuan Al "


Al mengangguk. " aku memanggil kalian karena aku akan memberikan sesuatu yang bagus "


" jika kalian berinvestor aku akan memberikan 1 saham untuk masing dengan cukup 50 juta " Al menatap mereka dengan tersenyum.


Mereka terkejut dengan tawaran itu , mereka benar-benar tergoda dengan tawaran itu.


" tuan apakah jika berinvestor 50 juta kita akan mendapatkan 1 saham kenapa?? " tanya seseorang menatap dengan tidak percaya. Semua langsung memadang Al dengan penasaran.


" pertanyaan yang bagus aku hanya ingin kalian : 1. Aku ingin kalian setia pada ku hitam atas putih



Aku butuh orang berbakat untuk membantu ku mengurus perusahaan ini apalagi aku memilih beberapa perusahaan lain


3 . Aku males mengerjakan dokumen banyak ini " setiap ucapan dari Al membuat mereka terkejut setengah mati.



' apakah hanya itu ' mereka dibuat melongo oleh Al dengan setiap permintaan


" bagaimana " Al menatap mereka


Mereka ragu tapi melihat raut wajah yang serius mereka meneguk ludah dengan susah payah. Tiba-tiba seorang pria tua di kerumunan langsung yang menjadi pertama kali setuju diikuti yang lain


Al tersenyum masalah pemegang saham selesai.


Selesai mereka Al langsung menyuruh balik ke tempat masing-masing. Al duduk di kursi dengan santai.


Melirik sekarang jam istirahat Al penasaran apa yang dilakukan calista saat dia tidak ada apakah ada cowok yang mendekatinya, jika iya al akan membunuh orang itu.