
Hari telah berganti sekolah sekarang telah kembali beroperasi seperti semula Al selaku pemilik tentu saja sudah meminta beberapa kontruksi pembangunan terbaik untuk memperbaiki ruangan itu serta lorong.
Sekarang disini lah Al berada di kelas menyaksikan pelajaran dengan bosan. Bahkan trio biang ribut itu menatap depan dengan wajah pucat seperti siap kapan saja akan langsung naik keatas. Kebetulan banget sebelum Al akan membolos ternyata bell berbunyi gini nih kalau alam pun bosen dengar guru bahas itu, Al dan gengnya memasuki kantin langsung disambut dengan pujia dan tatapan kagum serta teriakan kaum hawa yang haus buaiyan. Dengan santai geng Al duduk di meja yang berada di tengah
" sean pesan gih sono " ucap ivan
" lah kenapa gue " tanya sean mager bangun
" giliran elu sekarang bego " gio dengan marah
" masa sekarang giliran gue? " jawab sean dengan muka-muka bego minta di tampol
" gini nih punya temen udah lemot , pikun lagi " ujar gio geleng-geleng dianggukin yang lain.
Sean cemberut memayungkan bibir " tuh bibir nggak usah di maju in " ucap ivan geli
" benar tuh minta ditampol apa ah " jeff merinding melihat itu bukannya imut malah ngeri .
Sean semakin kesal " sudah sudah nih uang beli dah apa aja " Al menengahi sebelum tidak jadi acara makan ini
Mata Sean langsung berubah senang " nah gini punya teman baik " ucapnya
Yang lain auto menatap datar
Sambil menunggu makanan datang suara kantin yang hening tiba-tiba riuh lagi sama seperti saat geng Al masuk.
Al dengan males melirik ke arah pintu kantin benar dugaannya geng Griffin masuk " cih beban " gumam Al di dengar steve yang berada di sampingnya mau tidak mau membuang muka tertawa menurutnya saat Al marah wajahnya tampak lucu.
" kenapa elu tertawa " Al menaikan alis
Steve berdehemm menetralkan wajahnya seperti semula " tidak kenapa-napa " elak Steve Al merasakan ada yang tidak benar saat mereka berbicara tidak sadar geng Griffin duduk di meja sebrang mereka.
" makan datang youhu " teriak Sean
" bisa nggak sih ngak usah teriak-teriak ini sekolah bukan hutan " teriak jeff
" elu juga teriak monyet "
" kalau gue monyet elu babi "
" nih dua curut ada aja elu berdua ributin diam gue laper mau makan " gio ngamuk mereka berdua langsung kicep mereka akuin gio seperti emak-emak kalau lagi marah.
" makan " titah gio sangar mereka langsung patuh dalam sekejap, yang lain tertawa bahkan Al yang jarang tertawa ikut tertawa.
Puas banget mereka liat wajah takut kedua orang itu.
Al menyantap makanan dengan lahap tidak sengaja melihat tatapan tajam dari aron bukan Al namanya kalau tidak membalas kedua geng itu melihat Al dan aron saling menatap dengan tajam mau tidak mau mematung
' gila serem amat dah '
' parah Al jadi lebih serem ya '
Batin mereka yang tidak dapat di dengar oleh Al tentu saja.
" Al "suara lembut memanggil Al, Al langsung menoleh ke sumber suara melihat gadisnya berlari ke arahnya
Calista duduk di samping Al dengan senyum mekar " sudah makan? " Calista tersenyum mendengar prianya ini perhatian.
" belum " dengan manja sedangkan kedua temannya memutar mata jengah jika kedua orang ini bertemu pasti mereka akan dianggap angin.
" mau makan bareng " Calista langsung mengangguk dengan telaten Al menyuapi gadisnya itu.
Geng Griffin langsung dibuat geleng-geleng kepala melihat perubahan dari Al. Bahkan penghuni kantin teriak histeris melihat kemesraan Al dan Calista
" enaknya jadi Calista "
" ya gusti izin aku memiliki pacar "
" apa gue ke dukun aja ya buat pelet tuh mas ivan "
" jangan, nggak liat tuh emaknya galak "
" we ada tolong ada yang kejang-kejang nih"
" gila kak Al gantengnya kalahin idol "
" fix defisi kata sempurna "
Itulah beberapa celotehan sekitar tidak sadar seseorang mengepalkan tangan marah hanya satu orang yang sadar akan itu yaitu harris
' gue harap ken loh nggak melakukan sesuatu yang salah '
Sedangkan disisi kenric dia sadar bawah ternyata dia menyukai semua tindakan kecil yang dilakukan Calista dulu melihat dia sekarang bersama orang hatinya sakit dia sadar dia menyukai sikap polos alesya walaupun sekarang ada yang berbeda dari gadis itu tapi dia juga menyukai Calista yang manja padanya .
Apakah dia egois ????......
Al tentu saja melihat tatapan kenric yang menatap gadisnya langsung menunjukkan kemesraan membuat wajah kenric semakin gelap, Al sangat puas melihat itu
Melihat kenric menatap seperti itu Al langsung sadar bawah pasti kenric mencintai Calista cih sasimo banget dah.
' seperti rencana pernikahan harus segera terlaksana ' batin Al.
Kemesraan Al terganggu oleh bell penanda masuk itu ingin rasanya Al buang bell itu tapi di tahan dengan berat hati berpisah dengan kekasihnya.
S
K
I
P
" percuma elu pukul tuh pohon nggak bakal buat Calista balik " suara pria tak lain Al datang dari arah belakang kenric
Kenric berbalik menatap tajam Al
" jangan tatap gue kayak gitu, gue nggak takut "
" ngapain lu disini " sinis kenric
Al tertawa " tentu saja melihat beban kayak lu "
" apa maksud mu ah " teriaknya
" tenang dong bro , gue kesini cuma mau bilang jangan gangguin pacar gue seperti kemarin atau _ " ucapan Al terpotong Al
" atau apa ah "
Al tidak marah tapi malah tersenyum mendekati kenric menepuk bahu pria itu " elu lebih paham sekali ,gue bisa aja sebar bukti gelap perusahaan elu apa yang terjadi, apalagi dalam krisis seperti itu "
Deg
Jantung kenric berdetak masalah perusahaannya sudan ditutup rapat-rapat oleh keluarga memandang Al dengan tidak percaya dari mana dia tau pikirnya
Al tersenyum melihat wajah kenric berubah
" tenang aja selama lu jauh dari pandangan gue masalah itu aman " ujar Al meninggalkan kenric
Kenric semakin memukul pohon dengan keras setelah kepergian Al dia benci saat tidak bisa bicara membiarkan orang lain mengeretaknya.
Disaat kenric meninju pohon Al sudah masuk ke kelas
" Al lama amat lu ke toilet "
" ada kendala "
Gio tidak bertanya lagi serius memperhatikan penjelasan mtk di depan.
.
.
.
.
Saat pulang sekolah Al sudah berdiri menunggu di samping motor menunggu kekasihnya datang.
" kak al " suara alesya membuat al merinding
" ..... "
" kak al nunggu aku ya " alesya pede karena tidak melihat Calista.
" emang kamu siapanya aku " tanya al membuat alesya malu
" tapi kan kak al kita _ " terpotong
" elu kayaknya enggak mendengar acaman gue ya " al menatap dengan tajam
Alesya menegang " tidak "
" kalau begitu enyah lah " Al langsung mengusir alesya diperlakukan seperti itu alesya mengeretakan gigi hati nya penuh keluhan pergi dari sana.
Al dari jauh melihat gadisnya langsung merubah wajahnya tersenyum lembut
" Al " panggilnya senang saat melihat pria yang di suka mengabaikan wanita itu.
" iya sayang "
" ayo pulang " rengeknya al mengangguk membantunya naik ke motor.
" jessica, bela aku pulang dulu " ujar Calista dianggukin yang lain
Dreeem suara motor al meninggalkan kawasan sekolah al mengantarkan Calista pulang dengan selamat baru kemudian kembali ke mansion.
Baru saja Al merilekskan badan di sofa suara notif menganggu Al, melihat pesan masuk itu Al langsung sumringah bagimana tidak kakek Calista mengundang Al untuk datang ke pesta perusahaannya sekalian memberi tau tentang pertunangan mereka.
Baru kali ini Al suka dengan gaya kakek Calista itu Dengan memberitahu hubungannya dengan Calista kenric tidak akan punya kesempatan lagi.
' like it '
Bangkit Al berjalan ke kamar merebahkan diri tanpa menganti seragam sekolahnya .
Disisi lain keluarga smith sedang berkumpul bersama tidak ada yang berbicara satu sama lain.
Ayah andrian smith yaitu kakek Al telah memutuskan akan kembali ke mansion lama
" ayah kenapa tiba-tiba " jasmine
" bukan tiba-tiba kami sudah lama memutuskan ini tapi baru sekarang kami mengatakan ini, sekarang kalian akan mengurus keluarga tanpa campur tangan kami "
" ayah " lirih jasmine sendu
" jasmine aku sudah menganggap mu sebagai anak jadi hormati keputusan kami "
Kakek Al tidak bermaksud menyakiti hati menantunnya tapi dia harus keras sebagai ayah jika mengambil keputusan ini dapat membuat anak-anaknya lebih dewasa dalam memutuskan pilihan maka akan dia lakukan.
Aron dan devan tidak berbicara pikiran mereka sedang campur aduk , devan yang bingung bagaimana menyikapi perilaku Al dan aron yang susah berbicara dengan Al karena ego.
Semua terdiam mereka semua memikirkan hal yang berbeda tapi semuanya tetap bersangkutan dengan Al.