Aldrich

Aldrich
liburan 2



Selain sahabat Al dan Calista yang terkejut seseorang gadis menatap foto Al dengan tatapan merindukan


" aku harus mendapatkan mu " ujarnya mengelus elus  foto itu dengan tatapan obsesi


Dia adalah nadia yang melihat berita itu dengan tatapan memuja uang terus menerus menggumamkan Al di hatinya dengan tatapan licik di menatap foto dirinya dan Calista saat kecil


Sekitar jam 4 sore Al pulang dari kantor menyetir ke mansion sampai disana dia disuguhkan mobil berderet dengan banyak


Masuk kedalam mansion Al melihat semua menatapnya dengan tatapan tajam


' ada apa ini? 'Batin Al bingung


' woy sistem '


Hadir tuan


'Kenapa mereka menatap ku seperti itu'


Tuan itu karena anda menjadi trending topik di dunia maya dinobatkan sebagai penguasa muda dan terkaya di Asia tuan


Glek


' kapan ini terjadi '


Tadi pagi tuan hanya anda saja yang males buka ponsel


Menyudahi pembicaraan Al menghela nafas duduk dengan tenang menatap mereka semua yang penasaran


" ada apa? Kalau kalian ingin bertanya sihlakan tanya saja "


Gio menatap ivan dengan tatapan kode sang empu langsung menatap Al dengan tatapan menyelidiki " kenapa kau tidak memberi tau kami "


" aku tidak tau berapa aset ku " Al dengan langsung menjawab karena emang dia tidak menghitung maless


Gio menatap Al mencari kebohongan tapi tidak terdeteksi langsung berkata " berapa banyak saham yang kau punya"


"Lupa "


Gio memijat pelipis berkata kepada Jeff


" seperti aku akan serangan jantung jika terus bertanya "


" sabar-sabar adik ketua ini "


Al melihat Calista yang menatapnya dengan tatapan bingung tidak berbicara Al takut Calista mengira dia sengaja tidak memberi tau


" Al " panggil steve


" ya abang "


" jawab cepat " dianggukin Al melihat keseriusan abang keduanya itu


" nama perusahaan tempat kau kerja sekarang "


"Graff "


" ah apakah perusahaan yang sedang mengeluarkan produk baru "


Al mengangguk dengan jujur


" wow aku mengunakan perhiasan mereka akhir-akhir ini " seru jessica dengan tidak percaya


" apakah akan ada produk baru? " isabella bertanya dengan antusias


Al berfikir kemudian menjawab " setiap minggun akan keluar yang baru jika tidak ada kendala tapi setelah aku memberikan sketsa perhiasan tidak akan ada kendala "


Jessica dan isabella saling memandang kemudia berkata menatap Al " apakah kau yang membuat sketsa perhiasan itu " tanya jessica


Al mengangguk membuat semua langsung menatap dengan tidak percaya Al tidak berbicara lagi


" nyonya, tuan makanan sudah siapa " tiba-tiba seorang pelayan datang Calista langsung mengajak mereka makan selesai makan mereka pulang dengan wajah masih shock


Setelah mereka selesai Al dan Calista memiliki waktu berdua Al memeluk Calista dari belakang


" sayang aku benar-benar tidak tau kalau aset ku bisa sebanyak itu, aku pikir cuma miliaran saja " jelas Al


Calista mendengar penjelasan Al kemudian melepaskan diri dari pelukan Al menatap Al yang dengan tulus menjelaskan tanpa sadar Calista tertawa melihat kegugupan Al


" aku percaya " Calista tersenyum Al tidak bisa menahan diri mencubit pipi Calista


" hemm " suara batuk membuat mereka menoleh kearah sumber suara


" apakah kalian tidak melihat kami masih duduk disini " kylie dan Gio saling memandang mereka yang mengumbar kemesraan dengan kesal


Calista memerah malu di tidak tau kalau kylie masih di situ bahkan Al tau tapi dia mengabaikannya


" cih kalian Gio antar aku pulang, aku tidak mau menjadi nyamuk " langsung dianggukin Gio .


Al tidak malu sama sekali tapi dia merasa gemas melihat gadisnya tersipu malu


" sayang malam ini kita akan liburan "


Sontak Calista menatap Al dengan tatapan terkejut " bagaimana dengan pekerjaan mu "


" aku sudah membereskannya dan untuk sekolah aku sudah mengatakannya kepada direktur "


Mendengar itu Calista langsung tertawa gembira " tapi kita akan kemana mas "


" secret " Al dengan misterius


" sudah sama siap-siap malam kita berangkat " Calista mengangguk dengan langsung lebar pergi ke kamar


Al terkekeh mulai memberikan pengaturan jika dia tidak ada apalagi harus memberikan penjaga dan tetap waspada kepada pengawal dan tidak membiarkan orang asing masuk ke mansion nya.


Sekitar jam 7 malam Al membawa Calista ke bandara tempat jet pribadi Al berada sampai di sana al langsung di tuntun oleh orang staf bandara ke jalur penerbangan vvip


" eh kenapa mereka bisa langsung lewat " seorang memandang Al dan Calista masuk dengan mudah


Pengunjung itu menatap punggung Al dan Calista yang semakin jauh dengan tatapan iri


" apakah mereka pemilik jet pribadi yang ada di bandara ini "


" ah bukankah itu sangat mahal "


" wow akhirnya aku melihat siapa pemilik dari jet Airbus A380 seharga $502 juta "


" holkay "


" ah emang ya uang berkuasa "


" irinya "


Bisik para pengunjung dengan iri dan penasaran


Al dan Calista dibawa langsung menuju jet pribadi bahkan Calista kagum dengan model jet serta interior yang indah


" mas ini sangat bagus "


" aku tau, ayo masuk " Al membantu Calista masuk layaknya pria gentleman


Calista tersenyum cerah masuk kedalam Al membawa Calista langsung menuju ruang kamar tidur dia tidak ingin istrinya kelelahan


Berbaring di kasur Al dapat merasakan aroma harum dan mengoda dari gadisnya nafasnya memburu " mas " dengan genit memanggil Al


" tidur " suara serak Al membuat Calista tersipu dengan patuh tidur, tak lama suara nafas teratur terdengar Al lega menenangkan diri langsung menarik Calista kedalam pelukannya


Aroma lavender dari gadis itu memasuki indra penciuman Al hingga membawa Al ke alam mimpi menyusul gadis tersayangnya


Butuh sekitar 18 jam untuk sampai di Amerika untung saja Al mengunakan jet pribadi semua perlatan lengkap 👌💯


AMERIKA


Sampai di bandara waktu menunjukkan pukul 8 malam hanya beberapa orang yang ada


" mas kita dimana " Calista masih setengah sadar melihat sekeliling dengan linglung


Al terkekeh lucu benar saja gadisnya sangat lucu


" kita di Amerika " jawab Al tersenyum menuntun Calista keluar


Keluar dari sana Calista langsung dapat melihat opah dan oma menatap Al dengan terkejut


" rindu sama opah dan oma kan " Al dengan lembut mengelus surai gadis itu


Dari kejauhan opah dan oma Calista melihat cucu dan cucu menantunya dengan sumringah


" opah kenapa kesini , ini udah malam " Al memang telah mengirimkan pesan bahwa dia akan tiba malam


Melihat kedua pasangan itu oma tersenyum membayangkan cucunya ada di hadapannya


Beberapa pengunjung yang berlalu lalang menatap ke arah Al dengan tatapan kagum bahkan oma dan opah tidak bisa berkata apa-apa emang cucu menantu mereka sangat tampan apalagi menjadi penguasa termuda dan terkaya di usia ini benar-benar luar biasa..


Bahkan Calista sebagai seorang istri juga menatap suaminya dengan tatapan kagum mata kecilnya berkelap-kelip ,Al melihat itu dengan tatapan lucu entah kenapa dia merasa bangga dengan dirinya


Keempat orang itu pulang meninggalkan bandara dengan senyum mekar


.


.


.


Sampai di disana Al memandangi mansion bergaya Barat dengan tatapan kagum interior yang benar-benar tertata


' apakah aku harus buat seperti ini ' batin Al menatap sekitar dengan puas


Masuk kedalam oma menyuruh pelayan mengantar mereka ke kamar masuk kedalam langsung disuguhkan aroma bunga yang menyegarkan membuat Calista maupun Al seketika rileks


" mas mandi duluan gih "


" iya sayang " ujar Al mengambil baju dari tangan Calista pergi ke kamar mandi


Tak lama Al keluar dengan rambut basah membuat tampilannya semakin mengoda iman orang, bahkan Calista tidak bisa mengalihkan pandangan saat Al menganti baju


Suara deheman Al baru membuat Calista sadar


" eh mas udah selesai aku mandi dulu " dengan gelagapan kabur dari sana


Ditinggalkan sendirian Al tertawa matanya menunjukkan kelembutan melihat istrinya kabur dengan mengemaskan


Tok tok


Suara ketukan Al langsung membuka pintu " ada apa " tanya Al saat melihat pelayan yang mengetuk pintu


" tuan, makanan sudah siap anda ditunggu di bawah "


" ok saya kesana sekarang " jawab Al dengan biasa


Pelayan itu mengangguk berbalik pergi Al langsung menutup pintu bertepatan dengan Calista yang keluar dari kamar mandi


" mas itu siapa "


" pelayan, ayo kita turun sudah ditunggu " ujar Al dengan lembut tidak seperti kepada orang asing


Calista mengangguk dengan manja mengandeng tangan Al ke bawah


Sampai disana mereka sudah ditunggu oma dan opah, Al dan Calista sebagai generasi muda menyapa mereka kemudian duduk menyantap makanan selesai makan Al dan opah duduk bermain catur sambil minum anggur dan para wanita ke atas berbicara


Jam 10 malam baru pemainnya selesai awalnya tidak tapi oma yang menyeret opah pergi dengan alasan takut tidur sendiri


Al hanya tertawa menyaksikan itu benar saja hubungan mereka tahan lama.