Aldrich

Aldrich
rencana



Al yang tidak tau bahwa parasnya membuat banyak sekali serangga datang padannya.


Tuan ada misi


Misi : gagalkan rencana riana


Hadiah : keterampilan menyanyi


Hukuman : poin dikurang 5.000


Yes / iya


' dari kemarin gue perhatiin tiap ada misi selain pilihan harus yes hukumannya buat gue kesel '


Tuan ada pesan dari atasan jangan banyak ngeluh


'Brengsek tuh atasan sini ketemu sama gue biar gue cekek sama mati '


(-"-;) tuan jika sistem mengatakan itu gaji saya bisa di potong


' au ah gue sebel '


' terus apa rencana riana itu '


Jika ingin tau poin akan di kurang  200 tuan


Yes/ no


'Yes'


' jadi apa rencananya '


Spoiler : saat calista di sekolah jam 2 terjadi di gudang


Al menegangkan melihat sekarang jam setengah 2 dengan cemas Al bangkit mengambil jas langsung berlari ke sekolah seharusnya sudah sepi karena orang sudah pulang.


Dijalan yang ramai Al tidak peduli langsung melaju dengan kencang sekarang pikirannya berada di calista dia mencoba menghubungi calista berkali-kali tapi tidak ada balasan juga Al langsung menghubungi jessica.


" halo jessica " nada cemas Al


"Iya Al "


" kamu sama calista? "


" tidak, tadi pulang sekolah kita pisah katanya ada yang ketinggalan " ujar jessica membuat Al semakin khwatir langsung mematikan sambungan


Al yang tiba-tiba menelpon jessica membuat gadis itu langsung cemas takut terjadi sesuatu terhadap calista.


SEKOLAH


Di gudang seorang pria dan wanita sedang menidurkan gadis yang terbaring


" apa yang kita lakukan sekarang "tanya pri itu


" perkosa dia " jawab wanita itu dengan nada santai yang tak lain adalah riana


" apa imbalannya? "


" aku akan tidur dengan mu " ujar wanita itu tersebut tapi matanya menunjukkan rasa jijik. Pria itu tersenyum dia adalah reno seorang berandalan karena posisi ayahnya dia dapat disekolah di sini


Pria itu menatap calista dengan nafsu mendekati gadis itu yang terbaring tidak sadar di atas meja, riana hanya tersenyum reno melepas bajunya siap memulai aksinnya tapi langsung ditendang dengan keras


" sial siapa yang berani menendang ku " ucapnya menatap Al yang menendang langsung ketakutan


Bahkan riana menatap Al terkejut " kak Al" bukan menjawab Al mencekek riana dengan keras


" kau berani macam-macam pada ku " suara dingin Al membuat riana menagis kesakitan


" lepas, lepas, lepas " teriaknya memukul-mukul tangan Al bukan kesakitan al semakin mencekik dengan kuat


" akh sakit.. Lepas.. Sakit " Al melepaskan tangannya membuat riana gadis itu jatuh dari sana


" kau akan mendapatkan konsekuensi dari ini tunggu saja " ucap Al maju langsung mengendong membawa calista pergi dari sana


Skip


Setelah pergi dari sekolah Al sekarang berada di kamarnya dia menidurkan gadis itu di kasur besarnya.


Entah kenapa tak lama gadis tidak bisa diam seperti kepanasan wajahnya memerah


" calista ada apa " tanya Al di samping gadis itu


" panas " ucapnya membuka baju


" calista "panggil Al tapi gadis itu kepanasan mendekati Al


" Al panas " nada genit seperti itu membuat Al terangsang.tangan calista tidak bisa diam mencoba melepaskan baju Al


' sial seperti calista diberi obat perangsang'


Al yang terangsang memarahi diri yang tidak bisa menahan diri saat bersama calista.


" Al aku kepanasan " calista mencium bibir Al, al yang sudah tidak tahan langsung menerjang calista bagaimana pun Al adalah seorang pria tidak bisa menahan saat orang tercinta tampak sangat seksi di depannya.


Ruangan itu menjadi panas dalam sekejap.


.


.


.


Al terbangun saat malam hari melihat gadisnya berada di sampingnya dengan senyum lembut ' sekarang kau milik ku seutuhnya calista ' Al mengecup kening gadis itu.


Bangkit dari kasur Al membersihkan badannya yang lengket akibat keringat dari permainan mereka.


Tak lama Al keluar dengan jubah mandi duduk di samping kasur menatap calista yang tidur nyenyak dia tidak tau apa yang akan gadai itu katakan saat bangun melihat dirinya seperti itu tapi yang pasti Al sepertinya harus memajukan rencana pernikahannya.


Al berdiri masuk kedalam selimut menarik gadis itu ke pelukannya menutupnya dengan selimut.


Malam itu Al tersenyum mengecup pipi gadis itu berkali-kali tapi yang dicium masih tertidur lelap .


Berbeda disisi lain riana dan reno ketakutan apalagi riana hanya anak haram yang pasti akan di hancurkan dengan mudah tidak ada yang tau itu karena riana sudah menyembunyikan dengan rapat sedangkan reno adalah anak tunggal dan ayahnya seorang pengusaha yang baru saja kaya mereka berdua ketakutan sampai tidak bisa tidur.


Skip


Keesokan pagi calista bangun lebih dulu dia mengerjapkan mata menyesuaikan cahaya matahari yang mengenai matanya melihat sekeliling apalagi melihat dirinya tanpa busana dia memerah malu saat di tengah permainan dia sadar tapi dia pkir itu hanya mimpi ternyata benar dia bersama Al telah melakukan itu dia agak gugup Al seperti pria yang dia dengar akan pergi setelah melakukan itu .


Al bangun melihat calista sudah bangun dan bengong duduk Al langsung memeluk calista


" calista aku akan menikahi mu besok " ucapan Al membuat calista menagis ,Al tidak suka melihat gadisnya itu menangis


Calista menggeleng kepala " aku pikir kak al akan meninggalkan ku setelah selesai " ujarnya sedih


Al langsung diam menatap gadis dalam pelukannya dengan bingung apa yang dipikiran gadisnya ini


" dasar gadis bodoh apa kau pikir aku akan meninggalkan ibu dari anak ku begitu saja "


Calista mengangkat wajah menatap Al dengan senyum manis yang meluluhkan hati Al " aku tidak suka menanam benih pada orang lain kecuali yang menjadi istri sekaligus calon ibu dari anak-anak ku " ujar Al agak vulgar tapi menyentuh hati calista.


" ayo aku akan mengatakan semuanya kepada kakek mu agar mereka menyetujui proposal ku " ucap Al mengelus surai gadis itu, calista hanya mengangguk.


Melepaskan pelukan calista mencoba bangkit tapi rasa sakit dari bawah menyerangnya Al dengan sigap mengendong calista ke kamar mandi , digendong tanpa busana seperti itu calista merasa malu wajah memerah selesai tomat "malu? " tanya Al dengan senyuman dianggukin calista.


" aku sudah melihat semuannya dan mencicipinya apa yang perlu di maluin " ujar Al mengoda calista.


" Al "


Al terkekeh melihat wajah gadis itu seperti akan meledak karena malu. Calista dalam gendongan Al benar-benar malu dia merasa akan kabur dan mencari tempat untuk sembunyi.


" Al keluar "


" kenapa lebih baik kita belajar mandi bersama "


" dasar cabul keluar Al " teriak calista membuat Al tertawa keluar sebelum calista marah beneran  .


Calista yang ditinggalkan sendiri benar-benar merasa malu.


.


.


.


Al dan calista sudah siap dan sekarang akan pergi ke mansion opah dan oma calista, calista cukup gugup takut bagaimana reaksi opah dan omannya.


" jangan takut ok " Al mencoba memberikan dukungan dianggukin calista dengan senyum lembutnya.


Dengan pagani yang diberikan sistem Al melaju dengan kecang mengengam tangan calista mencoba menenangkan.


Calista yang di genggam oleh Al merasakan kehangatan dari telapak tangan tangan itu.


Skip


Sampai di mansion Al dan calista masuk calista tampak sangat gugup Al dengan tenang masuk melihat kedua tertua itu sedang duduk di ruang tamu.


" calista sayanh kamu kemana saja oma khawatir " ujarnya wajahnya cemas calista menundukkan kepala opah menahan istrinya untuk tenang


Al membawa calista duduk di hadapan kedua orang itu menghela nafas Al menceritakan semuanya tentang apa yang dialami calista serta meminta persetujuan untuk pernikahan di percepatan, oma tentu saja menagis saat tau cucu hampir di perkosa bahkan opah yang awalnya tenang penuh dengan urat yang menonjol akibat marah.


" siapa orang itu " nada tinggi opah calista bertanya


" riana Delano dan reno putra "


Brak


" brengsek berani sekali mereka " amarah opah calista benar-benar menakutkan bahkan calista ketakutan melihat itu Al berdehem memberikan kode tentu saja opah calista paham dia juga tidak mau menakuti cucunya.


Oma bangkit duduk disamping calista


" sayang nggak ada yang luka kan " perlakuan oma yang seperti biasa membuat calista menangis


" oma sama opah nggak marah " tanyanya


" tidak sayang, tapi jika Al tidak mau bertanggungjawab baru oma sama opah marah " mengelus punggung cucunya itu, calista menundukkan kepala lega tapi air matanya tidak bisa berhenti.


" ayo sayang om bawa ke atas " oma membawa calista ke kamarnya.


Opah duduk menatap Al " bagaimana caramu berurusan  dengan mereka " tanya opah


" opah tenang saja kejahatan dari kedua orangtuanya sangat banyak terbukti dari melahirkan penjahat seperti mereka " opah mengangguk mendengar itu menyetujui perkataan Al.


" kalau begitu opah aku akan pulang dan menyiapkan pernikahan untuk calista "


" opah harap kamu bisa memenuhi janji Al "menatap Al dengan dingin


" opah tenang saja semua masalah akan selesai sebelum pernikahan dan acara itu tidak akan melibatkan keluarga gracia "


Opah mengangguk menatap Al dengan puas


" tapi opah kenapa orangtua calista tidak bisa datang " Al bingung


" ah apa kau tau kenapa calista tinggal bersama kami "


Al mengelengkan kepala


" mereka hampir membunuh anak mereka akibat mendengar kata-kata orang asing "


Al langsung melebarkan mata menatap opah calista


" iya mereka memukul calista dan hampir mati saat mereka mendengar ucapan alesya bahwa calista bersama om om di mall, begitu percaya pada orang asing dari pada anak sendiri "


Mendengar itu wajah Al mengeras wajahnya merah akibat menahan amarah , opah menatap itu bangkit menepuk pundak Al


" aku sudah mengatakannya jadi jauhi keluarga itu dari cucu ku " langsung dianggukin dengan tegas oleh Al mana mungkin dia mau orang yang hampir membunuh calon istrinya datang.


Opah mengangguk berjalan ke atas, al juga pergi dari mansion itu kembali ke mansion mencoba mempersiapkan segala hal terutama memasukan kedua orang itu ke penjara.


Dreet


Daniel calling......


Al mengangkat ponsel langsung menerima telpon masuk itu


" dasar bocah bau aku baru saja mendapatkan pesan dari opah calista kau akan menikah besok " nada terkejut pihak lain membuat Al tertawa.


" ada masalah itu lah kenapa aku mempercepatnya "


" dasar anak ini "


" abang kau harus datang karena kau wali dari mempelai pria yang tampan ini " ucap Al narsis


" bih pede mu anak cebong "


" tega kau abang mengatakan pria yang tampan bak jelmaan dewa ini sebagai anak cebong " dramatis.


" jelmaan syaiton mungkin iya "


" tega kau "


Sambungan dimatikan oleh Daniel Al hanya terkekeh membayangkan pasti Daniel sekarang berwajah jijik. Emang sejak Daniel menjadi kakak Al dia sudah mulai banyak berbicara pada Al saja kalau ke orang lain naik 2 kata saja yang bisanya 1 jadi 2  meningkat bukan...