
Kepergian alesya dari kantin membuat gang Griffin langsung bingung. Bukannya alesya polos - batin mereka.
Sedangkan Al yang menyiram alesya atas perintah sistem karena sistem sudah geram. Sekarang berdiri di depan Calista
" lain kali kasih tau aku jika dia mengganggu mu " titah Al menatap Calista dengan lekat.
Calista tersenyum mengangguk eh tapi kenapa jantungnya terus berdetak kencang. Dia merasa senang karena Al memperlakukannya dengan lembut disaat semua orang menjauhinya. s
" Terima kasih " cicit Calista malu.
Al mendekati telinga Calista berbisik yang hanya mereka yang dapat mendengar " Will you be my girlfriend? " membuat calista terkejut ..
" Al "
Al tersenyum mengelus kepala calista " jangan jawab sekarang, aku akan tunggu saat pulang sekolah " ujar Al pergi dengan yang lain...
Calista menatap punggung indah Al dengan rona merah..
Kenric yang menatap itu entah kenapa kesal tangganya tanpa sadar sudah mengepal di bawah meja...
Setelah kepergian Al dengan teman-temannya. Calista juga kembali ke kelas.
Dikelas dia urang-uringan karena bingung harus menjawab apa..
" ada apa dengan mu? " tanya kylie bingung dengan temannya.
" aku _ di tembak " cicit calista membuat kylie shok
" sama Al " tanya kylie dianggukin calista.
" gila teman gue pakek pelet apa njir " ujarnya mendapat tabokan dari jessica.
" loh main nyerocos aja dengerin dulu "
Isabella memandang calista dengan lekat " loh suka gak sama al " tanyanya
Calista menatap sahabatnya dengan malu-malu " iya "cicitnya pelan .
" terus apa susahnya tinggal bilang iya dong " ujar isabella enteng
" gue takut dia kayak yang lain " ujar calista dengan sendu..
" loh tenang aja kalau dia sampai kayak gitu gue selendeng otaknya " jessica menepuk dadanya.
Calista tertawa membuat dia tampak sangat cantik dan mengemaskan..
" makasih " ujarnya bersukur memiliki sahabat yang selalu ada untuknya.
....
Setelah jam pulang Al keluar dari kelas menuju tempat parkiran disana sudah ada calista yang menunggu
" apakah lama " ujar Al dengan rasa bersalah karena membuat calista menunggu.
" tidak aku baru saja " calista dengan cepat..
Al tersenyum melihat kegugupan gadis didepannya.
" bagaimana? " Al mendekatkan wajahnya di muka calista membuat pipi calista memerah..
" iya " cicitnya pelan membuat senyum Al semakin mekar..
" kau milik ku " ujar Al mengecup pipi calista dengan lembut. Calista yang belum siap langsung tertegun sebentar langsung merona
" Al " calista malu
Al tertawa, membuka jaketnya mengikatnya di pinggang calista. Membantunya naik ke motor.
" aku akan mengantar mu pulang " ujar Al dengan lembut. Calista hanya mengangguk dengan senyum indah di wajahnya.
" kak Al " seseorang memanggil Al dengan nada lembut. Al menatap orang yang memanggilnya dengan datar.
"..... "
Siapa lagi kalau bukan PPB alesya menghampiri Al dan calista dengan senyum diwajahnya.
" kak Al aku boleh pulang bareng nggak " dengan lembut. Bukannya senang Al malah jijik.
" nggak " tegas Al.
" hiks hiks kak aku hanya mau bareng sama kakak " ujarnya dengan tangisan yang membuat al sakit kepala
" cih loh buta apa, liat gak gue sama pacar gue mau pulang " ketus calista
" hiks kak kenapa kakak ngaku-ngaku " ujarnya seakan menuduh calista berbohong.
Calista menaikan alis . Al memandang wanita di depannya dengan dingin.
" penganggu " ketus Al tidak suka melihat alesya.
" hiks kak hik aku bukan penganggu " nada sendu alesya menarik perhatian.
Cih liat caper banget
Iya
PPB
Apaan tuh?
Polos polos bangsat
Njirr
Alesya tuh gak liat apa kak calista mau pulang sama kak Al
Malu apa
Ah udah so sweet padahal
Alesya memerah malu mendegar cacian dari sekitarnya langsung kabur dari sana.
Kenapa jadi begini sih - batinnya sambil berlari pergi.
Setelah menghilangnya alesya suasana menjadi tenang .al langsung mengantar calista pulang.
Dijalan Al sengaja mengebut agar calista memeluk dirinya.
Modus dikit gpp kan!!!
....
Butuh sekitar 20 menit sampai di mansio gracia. Al dengan lembut membantu calista yang Notabennya sekarang adalah kekasihnya turun .
"Pulang jangan keluar lagi " Al menatap calista dengan lembut.
" iya kak Al " calista tersenyum.
" anak pinter, masuk sana " ujar Al dianggukin calista.. Setelah calista masuk baru Al pergi dari sana.
Tua sistem kembali apa anda kangen??
'Ngapain gue kangen sama elo '
Jlebb
Sakit tapi tak berdarah, anda kejam tuan.
"....... "
Hehehe canda tuan, tuan ada misi buat anda hadiahnya lumayan loh
'Apa an? '
Misi : menyelamatkan seseorang nenek di jalan waria
Hadiah : 50 % saham diperusahaan Graff
Hukuman : pusing 1 tahun.
' makin ngadi-ngadi aja tuh hukuman '
Sumpah bukan sistem yang buat
Al hanya menghela nafas. Menerima misi langsung melaju ke jalan waria.
Gila tuh nama jalan buat gue merinding.
Sampai disana Al sedang duduk di motor sambil memakan cilok yang baru dia beli
' dimana orangnya? Mana sepi lagi cuma ada kang cilok ' Al mengeluh
Tuan sebentar lagi
Suara sistem membuat Al menoleh ke arah zebra cross dimana seorang nenek membawa banyak barang ditanganya dan di kiri jalan terdapat pengendara dengan kecepatan di atas Rata-rata menuju kearah nenek tua itu.
Al langsung membuang cilok ditanganya langsung menyelamatkan nenek itu.
" woy kalau bawa motor pelan-pelan " teriak Al membantu nenek itu bangun.
" nenek baik-baik aja kan " tanya Al
Nenek tua itu tersenyum " iya, makasih udah selamatin nenek "
" sama-sama nenek, kalau gitu Al pamit pulang " ujar Al
Nenek itu mengangguk.
Al meninggal nenek itu berjalan kembali ke arah motornya tapi baru setengah jalan Al sudah mendengar suara baku hantam.
' wih siapa yang tauran nih ' pikir Al semangat 45 langsung gass ke arah suara itu
Al berjalan ke arah gang melihat beberapa orang sedang tauran. Al duduk sambil menyaksikan adegan itu dengan antusias.
" dasar devan bangsat " umpatan anggota wolf yang sedang dilawan Griffin.
" elo "
" elo "
Mereka saling menunjuk satu sama lain
" elu berdua sama aja " ketus Al langsung membuat semua orang menatap ke arahnya
Al yang dipandang menaikan satu alis " apa liat, lanjut gue belum puas nonton nih "
Semua orang "....... "
Nih orang ndak ada ahlak bener dah - batin mereka
Aron yang melihat Al langsung jalan ke depan Al " ngapain elu disini, ngikuti gue "
Al menatap jijik orang didepannya " cih ngapain gue ikutin elu monyet "
"Pufft " semua orang tertawa
"Gila sapa tuh yang berani bales omongan aron " ujar evan anggota inti wolf
Aron menatap Al dengan tajam " pulang " dengan nada tinggi. Bukan Al namanya kalau patuh
" cih sana loh jangan dekat-dekat " ketus Al
" Aldrich smith pulang " sekarang devan yang teriak dengan kencang.
Smith? - mereka bingung
Al yang orangnya tidak suka kalau ada yang menaikan nada didepannya langsung meninju devan
Bugh
Bugh
Bugh
Dasar loh anjing
Bugh
Setiap pukulan membuat devan terkapar di tanah. Al menepuk bajunya yang lecek
" uh " Al langsung berbalik pergi dari sana dengan santai.
Semua orang langsung dibuat melongo.
Gila tuh orang kalau marah ngeri
Wih ganas banget dah
Itu adik aron sana devan ya
Iya adiknya
Gila perang saudara ini mah
Beberapa orang berbisik-bisik . Ketua geng wolf yang melihat itu langsung menghentikan tawuran karena telah diganggu oleh Al mereka bubar dari sana.
Sedangkan orang yang di bicarakan sedang memakan cilok sambil berjalan pulang dengan motornya.
Suara deru motor Al memasuki mansion Smith.
" siang den " sapa pengawal dengan ramah
" pagi pak, jagain motor saya dia butuh teman pak " celetuk Al membut pengawal itu geleng-geleng kepala.
" den bisa aja mana ada motor butuh pasangan "
" eh siapa bilang pak, buktinya kita aja butuh pasangan loh " ujar Al langsung masuk kedalam rumah.
" AKU PULANG " teriak Al.
" Al " sapa seorang wanita tua dengan senyum hangat membuat Al tersenyum gembira
" oma, imu " ujar Al membuat oma bingung
" imu ???"
" iya I miss you " ujar Al membuat oma tertawa.
" ucu ucu cucu oma jadi ganteng aja " puji oma membuat Al besar kepala.
" of course, oma cucu mu ini sudah ganteng dari lahir " dengan tingkat kepedean yang tinggi
Membuat oma tertawa.
" oma, Al ke atas dulu capekk " ujar Al dengan puppy eyes.
" iya sayang " ujar oma tersenyum. Al mengecup pipi oma nya langsung berjalan ke arah kamar.
Al langsung merebahkan diri di atas kasur yang empuk. Tanpa mengganti seragam Al tertidur pulas.
Oppa yang disuruh panggil Al tanpa sadar melihat Al yang sudah tidur dengan seragam. Membuka sepatu Al oppa Al keluar dari kamar turun kebawah
" dimana Al " oma bertanya.
" tidur "
Oma menghela nafas. Jadilah andrian, jasmine, devan, aron, oma dan oppa yang makan.
Tentu saja devan makan dibantu pelayan karena mukannya yang ditonjok Al dengan keras.
Manja!!
Siapa suruh lawan Al gue!!!
....
Entah sudah jam berapa Al bangkit dari tidurnya . Melirik jam, Al terkejut melihat sekarang sudah sore. Al berjalan ke kamar mandi membersihkan diri.
Al hanya butuh 15 menit untuk selesai bersiap. Turun kebawah Al tidak melihat siapa-siapa.
" bibi, bunda kemana " tanya Al
Bibi Erni yang di panggil langsung menjawab " den tuan besar dan nyonya besar sedang reunian dengan teman, ayah tuan sedang di ruang kerja, bunda tuan sedang pergi berbelanja dengan temannya, kakak_ " terpotong oleh Al
" bibi lain kali kalau saya tanya satu orang jawab aja satu, jangan semua saya nggak mau tau " jelas Al langsung kembali ke kamar.
Dreeet drett
Suara telepon sontak Al langsung menjawab
" yo ada apa "
"Al ada balapan mau nonton
Bareng nggak? "
"Boleh gue gabut nih "
"Ok gue tunggu "
Al mematikan sambungan langsung berganti pakaian dengan jaket hitam membuatnya sangat drak tapi tetap handsome.
Turun kebawah Al hanya meninggal pesan kepada pelayan mansion bahwa dia akan pulang telat.
Mengendarai motor sportnya berwarna hitam. Al langsung melaju di atas jalan raya dengan kecepatan maksimal.
Tak butuh waktu lama Al sampai di arena balap.
" Al akhirnya datang juga loh " ujar gio
" ayo kesana " gio langsung mengajak Al ke yang lain.
" Al " sapa jeff, sean, dan ivan sedangkan steve hanya mengangguk.
" siapa yang balapan nih " Al bertanya penasaran.
" itu ada tantangan dari geng wolf buat geng Griffin " ujar ivan dengan enteng.
" terus tuh aron setan sama devan setan datang nggak? " tanya Al membuat mereka tercengang.
" datang lah ,tuh mereka " sean menjawab sambil menunjuk ke arah mereka.
Al mengangguk menyeringai.
Tuan ada misi
Misi : menangkan lomba balapan liar
Hadiah : kepemilikan sekolah SMA high school
Hukuman : kaki anda cacat.
' gila masa ganteng-ganteng cacat '
Al langsung menerima misi.
" gio gue mau ikutan balap dimana daftar nih " Al dengan enteng
" seriusan loh " tanya ivan kaget
" beneran nih "
" ok gue daftarin pas dipanggil lo langsung aja maju " ujar gio dianggukin Al.
Gio langsung pergi ke seseorang mendaftarkan nama Al ke balapan. Selesai gio kembali ke tempat semula.
" beres " ujar gio.