
Dikamar al duduk di kasur saat notif berbunyi.
Misi complicated
Apa host ingin menerima hadiah?
' tentu saja aku mau ' al langsung senang akhirnya dia punya rumah sendiri .
" tidak sia-sia usaha gue selama ini " gumam al masih di dengar sistem
Tuan sertifikat ada di laci meja anda
Al mengangguk merebahkan diri di kasur bermain ponsel melihat-lihat sosmednya banyak komen dan like dari orang yang tidak dia kenal.
" gila pesona gue nggak main-main " narsis al.
Tuan anda terlalu narsis
' cih sekali-kali gpp kali '
Sistem males mendengar al langsung mengaktifkan mode tidur..
Tok tok tok
" Al sayang ayo makan " panggil bibi Al dari luar.
" iya bibi aku datang " Al bangkit berganti pakaian dengan yang lebih santai melihat efek dari keterampilan beladiri yang di terapkan badan Al tampak atletis.
" gila pasti banyak yang terpesona sama badan gue " gumam Al puas. Keluar dari kamar berjalan ke ruang makan.
" bunda, bibi, oma " sapa Al saat melihat mereka lagi menata meja makan .
" Al ayo duduk "
" ok bos " ujar Al hormat ke pada ibunya.
Jasmine hanya terkekeh geli . Seperti biasa Al duduk di tengah ibu dan bibinya. Al baru saja menyantap dengan lahap tapi sudah di ganggu dengan kedatangan kedua wanita yang membuatnya kesal.
" halo semua " sapa alesya dengan lembut.
' nih orang ganggu aja ' batin Al kesal. Wajahnya berubah menjadi gelap tidak seceria tadi.
" hmm " deheman oma bahkan tidak melirik kedua orang itu. Semua hanya memandang dengan datar .
Alesya menundukkan kepala seakan sedih tapi sebenarnya dia mencoba menyembunyikan amarahnya.odelia bahkan sangat marah dalam hati melihat semua mengabaikannya.
Andrian baru saja turun dari ruang kerja " kalian makan " titah andrian langsung duduk di kursinya, odelia dan alesya yang disuruh ikut makan tersenyum ikut makan dengan yang lain.
Selesai makan tidak seperti biasa Al langsung bangkit duduk disofa dengan ibu, oma, opah, bibi dan paman serta kedua kakaknya. Mereka mengabaikan kedua wanita itu, kedua wanita itu menahan amarah duduk di sofa lain.
" katakan kenapa kalian kesini " bibi Al to the point menatap tajam ke arah mereka.
" kami _ " odelia pura-pura ragu menatap andrian
Jasmine melihat itu dengan nada tinggi berkata " katakan " menatap kedua wanita itu
" aku menyuruh mereka datang " andrian buka suara, semua memandang andrian dengan tidak percaya.
" kenapa? Ada apa ah " jasmine bertanya menatap sinis suaminya , udah tau anaknya tidak suka wanita ini tapi malah mengundangnya.
Andrian menghela nafas " aku akan menjodohkan Al dengan alesya "
Brak
Al memukul meja dengan keras " apa maksud mu ah " Al sudah tersulut api
Andrian menatap putranya yang marah hingga membelah meja.
" Aldrich smith aku sudah memutuskannya " tegas andrian menatap putranya berharap memahami dia
" cih siapa kau hingga aku harus nenuruti mu " ujar al menatap tak kalah sinis
" Aldrich aku tidak suka di bantah " andrian
" cih aku tidak peduli tua bangka sialan " al memaki andrian .
Al bangkit berjalan ke luar mansion suara bariton datang dari belakang Al " Aldrich smith keluar dari mansion ini kau tidak akan bisa kembali lagi " andrian berharap putranya tidak keluar.
" cih aku bahkan tidak sudi kembali lagi " al keluar dari mansion tidak peduli dengan teriakan dari pria itu ..
Al berjalan langsung keluar dari mansion pergi dari sana mengunakan taksi.
Setelah ke perginya jasmine menghampiri suaminya.
PLAK
"Puas kau menyakiti anak ku terus " teriak jasmine menagis, andrian tertegun tidak bisa melihat istrinya menagis..
" jasmine aku _ "
" jangan bicara pada ku, jika putra ku tidak kembali kerumah ini aku akan ikut dengannya " ujar jasmine naik ke atas.
" kau sudah keterlaluan " paman al dingin menarik istrinya naik. Begitu juga opah dan oma serta kedua kakak al.
Ditinggalkan sendiri andrian terdiam di tempat
" andrian " odelia memanggil dengan suara lembut.
" pergi dari sini " andrian mengusir mereka dengan dingin.
Deg deg
Mereka ketakutan kaki mereka gemeteran langsung bergegas pergi dari sana.
Andrian duduk sendiri di sofa mengusap wajahnya dengan gusar..
" apa yang kau pikirkan andrian, liat semua sekarang menjauhi mu " gumam andrian memijat pelipis.
Mengingat janjinya dengan temannya yang merupakan suami odelia bahwa mereka akan menjodohkan anak mereka membuat andrian terpaksa mengatakan itu , dia pikir Aldrich tidak akan terlalu marah tapi tebakannya salah bahkan dia siap untuk meninggalkan dirinya dan keluarganya hanya karena ucapnya .
Dia juga tidak ingin mengatakan ini tapi dia ingin mencari tau kematian temannya dengan memanfaatkan alesya yang akan menjadi calon menantunya nanti.
Di tempat lain Al duduk di sofa dengan marah. Mengingat tua bangka itu mengatur kehidupannya.
Al melirik ponselnya yang penuh dengan notif panggilan tak terjawah dari ibu, paman, bibi, oma, opah, aron dan devan.
" **** " Al membanting ponselnya dengan keras.
Al merebahkan diri di sofa kemudian bangkit menuju ruang kerja disana Al mengerjakan dokumen yang dikirim Siska melupakan kejadian tadi.
Tak terasa hari sudah malam Al masih sibuk dengan komputernya. Disisi lain calista mengirim pesan ke Al tapi belum dijawab juga di menatap terus layar ponselnya menunggu Al membalas hingga rasa kantuk menyerangnya dan tertidur.
Jam menunjukkan 5 pagi al bangkit dari meja kerja kembali ke kamarnya membersihkan diri. Mengunakan hoodie hitam dengan bawahan celana jeans sobek dibagian lutut.
Melihat cermin Al menatap gayanya yang tampak swang.
Tuan apa anda kangen saya
' tidak '
' sistem bisa aku membeli motor '
' aku lupa membawa sertifikat perusahaan, rumah, sekolah bagaimana dong? '
Tenang saja tuan semua akan ditarik oleh sistem dan telah di taruh di laci ruang kerja anda
Untuk motor Tentu saja bisa tuan
' baguss,aku ingin beli motor '
' Virus Alyen berapa pun harganya '
Ding tuan motor anda sudah ada di garasi dan dipotong sesuai dengan harga aslinya .
' ok '
Al merogoh sakunya terdapat kunci di kantong hoodienya. Langsung menuju garasi melihat motor impiannya di sana.
Suasana hati yang tadinya suram langsung bahagia.
Naik ke motor Al langsung menuju ke rumah calista.
Suara dereeeman motor memasuki mansion gracia.al melihat calista akan menaiki motor calvin langsung berhenti tepat di depan motornya.
" al "
Membuka helm Al turun menuju ke calista.
" maaf ponsel ku rusak " Al jujur karena dibanting dengan keras ponselnya sudah pecah.
" aku sangat khawatir kau tau " calista pikir Al sedang sakit.
" maaf, aku akan mengantar mu " Al tersenyum pada calista, belum sempat calista menjawab calvin berkata " tidak dia akan pergi dengan ku, ibu menyuruh ku mengantarnya "
Al tidak peduli melepaskan hoodienya mengikatnya di pinggang ramping calista.
" ayo " Al langsung mengangkat calista ke motornya.
" tunggu " calvin menahan tangan Al tapi langsung di tepis Al
Bugh
Al menendang calvin " penganggu " gumam Al masih di dengar calvin,
" akh " calvin meringis saat akan bangkit, dia menatap Al yang memukulnya tidak main-main.
Calista tidak membantu calvin menurutnya itu karma untuknya.
Dereemm suara motor Al meninggalkan mansion gracia dan meninggalkan calvin yang masih berdiri di papah chris.
Sekitar beberapa jam al sampai di sekolah al menurunkan calista di parkiran.
Gila motor siapa itu
Eh calista sama siapa itu
Wih motornya itu 1 miliaran anjirr
Holkay
Jiwa miskin ku meronta-ronta
Kedua sejoli itu tidak peduli dengan celotehan yang dilontarkan.
" al apa kau tidak sekolah " calista agak sedih.
Al tidak tahan saat calista sedih mengecup pipi chubby calista Al berkata " jangan sedih hanya hari ini " dengan lembut mengelus surai calista.
" baiklah "
" aku akan menjemput mu nanti " mendengar kata al calista langsung tersenyum seketika.
" gadis baik, jangan nakal" ujar al dengan lembut.
" aku tidak janji " calista cengar-cengir.
" calista ayo masuk " isabella memanggil calista.
" al aku pergi dulu " al mengecup sudut bibir calista. Calista langsung kabur dengan malu.
Geng Griffin melihat al yang mengantar calista mereka terpana dengan penampilan Al yang badboy. Baru saja arom akan mendekati Al , Al berbalik menatap aron dan devan dengan ganas langsung pergi dengan motornya.
"Gila adik loh tambah serem aja "
" bener tuh liat siap makan orang "
" matanya itu loh kayak samudra dalam banget "
" gue merinding "
Ujar para anggota inti aron dan devan juga terkejut dengan perubahan Al yang drastis dalam sehari . Bahkan kenric setuju dengan yang lain mata Al seakan penuh dengan kemarahan tanpa sadar kenric takut.
Orang yang dibicarakan sekarang sedang berada di mall membeli ponsel baru.
" pelanggan yang terhormat ini ponselnya " staff ramah.
Al mengangguk langsung pergi setelah membayar . Berkeliaran di mall sendiri banyak para gadis diam-diam mencuri pandang padanya. Al berjalan tak sengaja melihat Daniel yang sedang berada di depan toko baju..
" woy abang Daniel " teriak Al sontak Daniel menatap ke arah Al.
" sekali lagi teriak gue kurung elo " ancam Daniel melihat sekitar.
" idih ngancem teruss, gak seru " Al cemberut.
" ngapain elo disini, nggak sekolah " Daniel menatap Al dengan lekat, al yang ditatap agak cemas
" libur " ujar al membuang muka.
" libur? Bohong "
" gue nggak bohong ya bambang emang libur"
" gue liburin diri sendiri " tambah al.
Daniel menjetik dahi al " bolos aja terus, kalau gak lulus elo gue panggang "
Al menatap kesal Daniel " cih siapa yang berani nggak lulusin gue ,orang gue yang punya sekolah " ujar Al dengan bagian terakhir dalam hati
" ayo ikut gue " Daniel menarik Al ke restoran.
" ngapain kesini " Al yang sudah duduk di meja.
" gue tau loh belum makan "
Al terkejut " elo cenayang ya " tebak Al minta di tabok
" bukan gue dukun puas elo " Daniel menjetik dahi Al.
" pantes masih saudaraan " celetuk al.
Daniel menghela nafas entah kenapa di suka saat Al lebih terbuka ke padanya .
" cepat makan jangan banyak bacot "
" iyaya sabar kek "
Al makan dengan lahap tidak peduli dengan pandangan wanita di sekitarnya yang menatapnya.
Gila ganteng banget cowok sebelah sana
Iya cakep banget
Tuhan jodoh ku ada didepan mata
Ah aku pingin disuapin mas
Halu loh
Cih biarin napa.
Al bersandar di kursi " elo yang bayar ya abang Daniel " dengan nada di imut-imutin.
" iya jangan kayak gitu gue jijik " ketusnya mendapatkan pukulan dari Al
" enak aja liat tuh para cewek aja terpesona "
" matanya buta "
Al cemberut, Daniel bangkit berkat " sudah ayo kita pergi "
" kemana " Al bingung.
" markas " singkat Daniel
" ok "
Al dan Daniel pergi bersama ke markas wolf. Para kaum hawa yang melihat Al dan Daniel pergi agak kecewa.banyak helaan nafas dari restoran itu bahkan pemilik restoran hanya bisa pasrah salahkan Tuhan menciptakan orang tampan - batinnya..