
Keesokan harinya Calista sudah siap dia sangat eksaited untuk menjelajahi semua destinasi yang ada di Amerika
Al senyum-senyum melihat tingkah mengemas gadis itu setelah sarapan Al mengajak gadis itu berjalan di jalan Amerika
Menikmati waktu berdua Calista juga tidak lupa berbelanja barang-barang lucu, Al tidak masalah istrinya mau beli apa saja lagi pula karena Calista lah dia mendapatkan banyak uang , hingga siang hari mereka mencobain makanan di salah satu restoran yang lumayan rame
Selama seharian Al menemani dan menuruti semua kemauan gadis itu tanpa terkecuali
Beberapa orang yang mengenal Al dari media dimana dia trending langsung dibuat kagum dan juga iri
" wow jika di liat secara langsung sangat tampan"
" liat apa itu istrinya cantik sekali "
" ah pasangan sempurna "
" mereka sangat cocok "
" tuan aldrich sangat tampan "
Disaat Al tidak peduli Calista tidak senang saat ada gadis lain memandang suaminya seperti itu dengan posesif Calista memeluk Al
Al tersenyum lucu melihat istrinya kemudian membalas pelukan gadis itu
' sepertinya dia harus berterimakasih dengan gadis itu ' batin Al
" kenapa senyum mas suka sama dia " Calista dengan wajah galak
Al tertawa " hemm mungkin "
" mas "
" hahaha becanda sayang " Al tidak bisa menahan senyum geli dia sangat suka menggoda istrinya itu
Calista masih cemberut al merangkul pinggang gadis itu membawa dia pergi dari sana
Hingga malam mereka menikmati malam Amerika dengan jalan-jalan sampai jam 6 malam baru kedua orang itu pulang dan keluar lagi jam 8 al mengajak gadis itu kencan, oma dan opah hanya tersenyum lembut mereka tidak sabar menunggu cicit kecil mereka
Al hanya tertawa melihat pikiran mereka sedangkan Calista memerah malu.
Sampai disana Calista terkejut dan gembira melihat tempat yang begitu indah
" mas yang siapin? " tanya Calista dengan mata melebar
" tentu saja " al tersenyum
Tuan padahal sistem yang menyiapkan
'Diam pergi sana '
( Untung tuan batin sistem )
Sistem tidak berbicara lagi, al tidak perduli menatap gadis itu langsung membawanya duduk disana
Dengan pemandangan indah di depannya mereka tersenyum suasana romantis sangat mendukung moment indah itu
Selesai malam mereka tidak pulang ke mansion tapi membuka hotel di luar
( merasa malu dengan para tetua)
Skip
Hari yang baru al sama sekali belum bangun Calista merona merah melihat tubuh pria yang merupakan suaminya itu
Bangkit membersihkan baju berantakan akibat al, Calista menghela nafas dengan tenaga suaminya itu. Selesai Calista menuju kamar mandi membersihkan diri
Sekitar 20 menit Calista keluar dengan jubah mandi melihat al sudah bangun
" mas mandi gih " Calista dengan suara lembut
" iya sayang " ujar al bangkit mengecup pipi gadis itu lalu berlalu ke kamar mandi
Sekitar beberapa menit al juga keluar dengan jubah mandi Calista memeluk suaminya itu dengan manja
Calista mengajak al berfoto
" mas aku pingin makan tiramisu " dengan genit berkata kepada al
" sekarang aku beliin " al langsung setuju langsung mengambil ponselnya menghubungi staf hotel
" sudah tunggu sebentar ok " dengan lembut menjawab
Calista tersenyum mengangguk seperti anak kecil membuat al tertawa sangat mengemaskan
Mengelus kepala gadis itu al pergi menganti baju duduk di samping gadi itu yang tengah asik menonton
.
.
.
Selama lebih 1 minggu al menghabiskan liburan di Amerika dan ini adalah hari terakhir di sini selama 6 hari al mengajak Calista kebanyak tempat dan 1 hari al luangkan untuk pergi ke perusahaan Tiffany
Al sedang bersama kakek Calista mengunjungi perusahaan gracia group karena al mendapatkan hadiah saham dari kakek Calista tentu saja
Kedua tetua itu sengaja memberikan al saham di perusahaan gracia untuk mendukung Calista..
Di manison oma sedang membuatkan makan manis untuk Calista entah kenapa baru-baru ini Calista ingin makan-makanan manis
" bagaimana " oma melirik Calista yang makanan dengan lahap
" oma enak banget " makan seperti anak kecil
Oma melirik Calista kemudian teringat sesuatu " sayang apa kamu hamil "
Calista langsung melebarkan mata menatap oma nya mengingat menstruasinya yang sudah telat beberapa hari
" oma aku _ "
" sudah-sudah ayo ikut oma kita pergi periksa " oma tersenyum cerah langsung mengajak Calista pergi
Kembali lagi ke tempat al dan kakek Calista sibuk melihat penyebab turunnya saham secara tiba-tiba
Kakek Calista melihat tindakan al dalam menangani masalah perusahaan dengan bagus tidak salah dia memberikan saham jika dia pergi perusahaan ini pasti akan tumbuh bagus di bawah tangan cucu menantunya ini - pikir kakek Calista
Setelah jam makan siang kedua orang itu pulang ke rumah langsung disuguhkan pemandangan oma senyum-senyum saat menatap mereka
Tapi tidak ada yang memberi tau kenapa mereka begitu bahagia saat di tanya jawabannya pasti tidak ada , al dan opah merasa ada yang aneh dari tingkah kedua gadis itu
Selesai makan semua kembali ke kamar saat al masuk pertama kali dia langsung melihat sebuah kotak di kasur itu dengan bingung
Penasaran al membuka kotak itu langsung dibuat melongo dengan gemeteran memegang isinya yang ternyata adalah tespeck
Al kemudian menatap Calista yang tersenyum di belakangnya
" aku hamil " ujar Calista tersenyum al masih linglung saat sadar dia memeluk gadis itu tapi tidak terlalu erat takut menyakiti bayi itu
Di kamar lain oma juga memberi tau opah membuat pria tua itu meloncat gembira
Cucunya hadir !
Cucunya hadir !
Gumamnya sampai kebawa alam mimpi
Skip
Sekarang al sudah berada di bandara Indonesia dengan posesif melingkarkan tangan di perut gadis itu takut
Calista hanya tersenyum melihat tindakan suaminya
Hingga sampai di mansion al memerintahkan para pelayan menyiapkan makanan sehat untuk ibu hamil serta susu tiap hari
Bahkan al sengaja menyetok buah dan sayur dari pasar secara langsung tentu saja dengan kualitas tinggi
Para pelayan yang menyaksikan setiap tindakan al langsung dibuat menggelengkan kepala Memaklumi al yang akan menjadi seorang ayah muda.
" mas besok aku sekolah ya "
" mas boleh ya " rengek Calista
Al terdiam kemudian menjawab " boleh tapi hati-hati aku akan menyiapkan pengawal dan pelayan "
" mas nggak usah "
" mau atau tidak sama sekali "
" iya iya "
" anak baik " al mengelus kepala gadis itu dengan cinta.
Al juga telah memberi tau abang serta teman-temannya bahwa Calista hamil dan butuh perlindungan saat dia di sekolah
Tak lama segerombolan orang datang ke mansion Al dengan riu
" Al "
" cal "
" Al "
" cal "
" sssttt ribut " steve kesal
Semua langsung tenang Al hanya menatap abang keduanya dengan tatapan kagum
" cal boleh megang perut lu ya " jessica menatap perut rata Calista dengan tatapan penasaran
" boleh aja"
Jessica menghampiri Calista memegang perut Calista " aku tidak percaya ada bayi di perut rata ini "
Pletak
" aduh sakit "
" lu sih bego kalau bayi itu pasti lama-lama besar "
" kok lu tau "
Kylie ingin sekali lagi melayangkan jentikan ke dahi jesica
" jangan dipukul lagi sakit "
" kylie dari mana lu tau " tanya jeff
" mama gue dokter kandungan " jawab kylie santai
Al langsung menatap kylie " minta nomor nyokap lu "
" ok " kylie langsung mengirimkan nomor ponsel ibunya kepada Al
" makasih " Al langsung menghubungi Ibu kylie meminta nasihat apa saja yang boleh dan tidak boleh saat kehamilan
Kylie menatap Al dengan tatapan lucu baru kali ini dia liat seorang es batu bisa seperti ini kemudai menatap steve ' apakah steve juga akan seperti ini ya ' pikir kylie tanpa sadar menatap lama steve
" kenapa liat gue " steve menaikan alis
Kylie sadar " siapa juga yang mau liat kulkas dua pintu " elak kylie
Jessica dan isabella yang mengenal sahabatnya itu senyum-senyum sendiri
" gue tau gue tampan jadi nggak perlu tatap kayak gitu "
" cih selain dingin narsis juga lu " Kylie mencibir
Daniel hanya tertawa menatap ketidak pekaan steve
Isabella langsung mengeluarkan ponsel
" semua liat kamera kita fotoan "
" bumil " ujar jessica diikutin semua
Selesai foto isabella memposting foto itu di akun medianya Dalam sekejap rame orang yang kaget dan iri melihat foto itu apalagi kebanyakan adalah teman sekolah
Dia lain tempat dua orang pria menatap dengan tidak percaya " dia hamil "mereka ingin sekali memberikan selamat tapi mereka takut Calista menjadi emosional akibat marah pada mereka
Harris yang melihat kedua temannya seperti itu langsung menepuk pundak mereka " jangan bingung kasih selamat gih dia butuh dukungan saat hamil seperti ini "
Kedua orang itu adalah chris dan Calvin mereka langsung mengangguk menatap harris dengan tatapan terimakasih