
Ah selesai drama kecil itu al dan yang lain kembali ke kamar masing-masing.
" woy al gue dapat kabar dari guru elu terpilih jadi perwakilan Kelas kita " pekik sean kaget
" perwakilan apaan? " al bingung pasalnya perasaan dia tidak pernah mendaftar atau mengisi formulir lainnya " katanya para guru males seleksi langsung pilih yang pinter aja " sean membaca chatan nya dengan seorang guru.
Semua "...... "
Ingin rasanya mereka menabok guru laknat itu.
Sabar, sabar, sabar
Al diam tidak lagi peduli dengan celotehan mereka
' sistem '
Iya tuan
' aku ingin memilih keterampilan '
Keterampilan apa yang Anda inginkan sihlakan pilih baik-baik tuan.
' hmmm... Keterampilan memasak aja '
Al memikirkan masakannya walaupun enak tapi masih kurang dari kata sempurna.
Ok tuan sedang di terapkan.
Ding keterampilan diterapkan.
Tiba-tiba dikepala al seperti di putra film penuh dengan trik dan proses memasak sesuatu hidangan dari seluruh dunia.
" gila banyak banget " gumam al kecil tidak di dengar siapa-siapa.
Butuh dua hari untuk al dan yang lain menyelesaikan studytour mereka disana hubungan antara al dan Calista juga meningkatkan bahkan tidak dapat di pisahkan.
Apalagi calista menikmati al yang cemburu saat kenric mencoba berbicara dengannya.
S
K
I
P
Sekarang disini lah al sekarang menikmati matahari terbenam di temenin kekasihnya puas al mengantar calista ke rumah oma dan opahnya.
Saat diperjalanan al tiba-tiba berhenti mendadak saat melihat seseorang tiba-tiba muncul di depan motornya.
Mengernyit " liat-liat kalau nyebrang " menatap wanita di depannya terduduk .
Wanita berdiri mengangkat wajah al melihat siapa wanita itu dengan dingin " ngapain elu disini ah " tanya al tidak suka.
" maaf aku tidak sengaja " alesya dengan muka-muka sedih mencoba bangkit tapi terjatuh.
" akh " jerit nya kesakitan memegang kakinya. Al hanya memandang tidak bergeming.
Alesya menagis " akh sakit, gimana dong aku tidak bisa pulang " dengan nada sedih.
Al "....... "
Karena males melihat wanita tidak tau malu di depannya al langsung pergi dari sana meninggalkan alesya sendiri masih terduduk disana.
Alesya menatap tidak percaya dia sudah menggunakan baju paling seksi agar al tergoda apalagi saat mengantarkan dia pulang.
( sorry deh ya tokoh gue setia)
Pergi dari sana al langsung pergi ke mansion smit, berdiri di depan mansion al menghela nafas jika tidak mendapatkan pesan dari pamannya bahwa bundanya sakit dia tidak mau menginjakkan kaki ke mansion yang mirip neraka ini.
Luar indah dalamnya penuh dengan luka.
" den " sapa security
" eh pak joko ada apa? " tanya al bingung
" aden masuk aja kedalam sudah ditunggu "
" iya " ucap al maless
Al mengangguk masuk kedalam langsung disuguhkan oleh pandangan mata yang melihat kearahnya.
" bunda " sapa al duduk disebelah jasmine dengan bingung bukan kah bundannya sakit..
" al sayang "
" bunda bukannya sakit??? "
Jasmine menggelengkan kepala
" al dengarkan " jasmine merasa bersalah telah berbohong.
Andrian menghela nafas " ini semua ide ku untuk membuat mu pulang " ujarnya
Memandang putranya dengan datar tapi tatapannya penuh dengan harapan
" ada apa hingga menyuruh ku pulang dan membuat bunda ku ikut dalam trik licik mu " cibir al
" ALDRICH SMIT "
" jangan memanggil ku dengan marga itu membuat ku jijik " gerutu al
Andrian mencoba menenangkan diri , dia tidak mau hubungannya dengan anaknya semakin rengan mulai menceritakan segalanya serta dia sudah lama mengetahui tentang kejahatan kedua wanita ular itu dan meminta al untuk menikah dengan alesya untuk mencari tau bukti pelaku di balik layar.
" wait, jadi tuan andrian smit yang terhormat ingin saya mengorbankan diri ,merusak kebahagiaan saya hanya karena musuh anda " al menatap dengan mengejek Menatap jasmine " bunda setuju "
" Al dengar dulu " jasmine membuju al.
Jlebb
Seperti tertusuk pisau hati Jasmine sakit melihat bagaimana tatapan yang di layangkan putra bungsunya.
" al sayang " jasmine menahan tangis yang akan pecah.
Brak
Aron bangkit mencengkram kerah al dengan marah dia tidak suka bundanya di caci maki atau di bentak. Al menatap dengan tatapan menghina
" kenapa, tidak suka "
" jaga omongan mu al dia bunda mu " Aron tidak suka
" I know but apakah ada seorang ibu yang meminta anaknya mengorbankan kebahagiannya untuk mencari informasi dari musuh pria yang membenci anaknya " nada menghina dari al membuat hati Jasmine sakit.
Andrian terdiam bagaikan patung ingin membalas tapi tidak tau harus mengatakan apa. Dia juga cukup bersalah melihat tatapan marah, benci dan kecewa yang dilayangkan anaknya itu.
" al apakah susah membantu keluarga sendiri " devan angkat bicara
" keluarga yang mana,keluarga yang mengabaikan ku, mencaci maki, dan mengumpat ku sekarang meminta bantuan kepada ku, lucu " sindir al menatap mereka kemudia menatap bundanya dengan kecewa
Yang di tatapan tertegun kecuali bunda al menagis sedangkan paman, bibi, oma dan opah hanya diam mereka dari awal memang tidak setuju dengan ide ini tapi mereka tidak mau terlalu ikut campur dalam urusan rumah tangga mereka.
" cih keluarga menjijikan " gumam al masih dengar mereka, paman, bibi, oma dan opah terkejut dengan tatapan benci itu.
Menepis tangan aron yang memegang kerah bajunya al berbalik pergi mengabaikan teriakan bundanya memanggil namanya. Setelah kepergian al ruangan itu hening hanya isak tangis yang terdengar bahkan jasmine merutuki kebodohannya tapi dia tidak bermaksud seperti ini dia hanya mau semua baik-baik saja sebagai seorang istri dan ibu dia ingin yang terbaik tapi di lupa bagaimana putranya yang satu telah menderita.
" sayang al "
" sudah jangan sedih lagi aku akan mencari jalan lain " andrian berusaha menenangkan istrinya.
Al berkendara dijalan tidak menentu hingga tanpa sadar berkendara ke mansion oma calista. Dengan wajah gusar al berdiri si depan pintu calista bingung harus mengetuk apa tidak.
Belum sempat mengetuk , pintu lebih dulu dibuka dari dalam oleh seorang gadis berpakaian putih
" al " panggilnya lembut matanya menunjukkan kekhawatiran dan kecemasan saat melihat penampilan pria nnya.
Bukannya menjawab al langsung menggendong calista masuk membawa gadis itu ke kamarnya dari mana al tau kamar calista karena di pintu terdapat papan nama calista disana.
Di kamar al memeluk calista dengan erat " al are you ok? " dengan nada cemas, al menggelengkan kepala " I not ok " calista mengelus kepala al dengan lembut " mau cerita " tanya calista.
Al menggelengkan kepala tidak menjawab masih setia dengan posisi memeluk calista dengan yang memeluk mengelus-ngelus kepalanya dapat al rasakan hangatnya tangan itu.
Melepaskan pelukan al membawa calista tidur dengan tetap memeluk erat calista.
Calista malu tapi merasakan dada bidang al dia mencium aroma yang sangat dia suka.
Suasana menjadi hening hanya suara deruan nafas yang terdengar di ruangan itu .
S
K
I
P
Paginya sinar matahari menyinari kamar membuat seorang yang Berbaring di kasur terganggu. Mengerjapkan mata melihat sekeliling dengan tatapan linglung nyawanya belum terkumpul.
Melihat ke sampingnya dia tidak melihat orang tidur bersamanya dengan khwatir. Bangkit dari sana turun kebawah mencari pria itu.
" al "
"Al "
Ya dia adalah calista yang tidak melihat al saat bangun. Tiba-tiba tangan kekar melingkar di pinggang rampingnya
" good morning " suara serak membuat calista merona malu
Cup
Mengecup pipi calista dari belakang hingga suara deheman membuat calista terkejut langsung mendorong al ke belakang yang didorong kesal karena di ganggu tapi tidak bisa marah karena yang berdehem adalah oma dan opah calista.
" aku akan kekamar " ucap calista kabur ke atas.
Al terkekeh " ayo " oma al mengajak al duduk di ruang tamu.
" jadi bagaimana? " tanya oma
" oma saya berencana menikah dengan calista " al dengan tenang menatap kedua orang tua yang merupakan wali calista.
" bagaimana jika aku menolak? " tanya opah dengan sini
" tentu saja aku akan membawa calista pergi tanpa persetujuan kalian " dengan lantang membuat opah mengernyitkan dahi ' bocah bau ini '
" aku akan setuju dengan satu syarat! "
"???? "
" jauhkan calista dari keluarganya "
" why? "
" kamu akan tau sendiri "
" ok aku setuju "
Selesai membuat kesepakatan dan mendapatkan restu akhirnya al bisa leluasan bersama kekasihnya yanga akan menjadi istrinya.
Calista juga senang tidak menyangka al akan serius dengannya dia merasa sangat senang. Dan merutuki kebodohan mengejar kenric dulu mengingat lagi dia merasa jijik. Pria seperti kenric adalah beban sekolah tidak seperti pria yang hadapannya.
Hati calista bahagia sangat bahagia dan melupakan semua luka yang di Terima kini dia akan bahagia .