Aldrich

Aldrich
hadiah



Memesan hadiah al tidak memberi tau calista tentang itu agar menjadi kejutan yang bagus.


Al menunggu tiga hari hingga dia di telpon oleh pihak sorum bahwa mobil yang di minta sudah siap dan akan di kirim ke alamat tujuan , al tersenyum di meja kantornya membayangkan reaksi istri tercintanya itu


Disisi lain calista sedang menyiapkan makan siang untuk al baru saja dia berencana mengejutkan al malah dia yang di kejutkan saat sebuah mobil Bugatti berwarna pink didepannya


" nyonya Aldrich Smith? " staff itu menatap calista dengan sopan


" iya "


" ini mobil yang dipesan untuk anda sihlakan tanda tangan" staff itu tersenyum menyerah dokumen yang harus di tanda tanganin


Calista mengangguk menandatangani dokumen itu staff itu mengangguk sekali lagi berbalik pergi, calista memandang mobil itu dengan ceria seperti anak kecil yang mendapatkan sesuatu yang baru


Calista langsung menggunakan mobil itu ke kantor suaminya itu dia menikmati mata orang yang melihat ke arah mobilnya .


DI PERUSAHAAN


Al sedang bermain saham dalam beberapa hari dia sudah memiliki telat dewa saham tapi dia merasa gelar itu terlalu mencolok, di saat di fokus suara ketukan mengalihkan pandangan al


" siapa? "


" tuan saya membawa nyonya " suara siksa terdengar mendengarkan perkataan Siska al langsung merubah raut wajah dan suara menjadi lembut


" masuk "


Siska mendengar suara bosnya agak lembut mau tidak mau tercengang walaupun dia sudah melihat perbedaan bosnya saat bersama istrinya tapi dia tetap melongo tidak percaya , dia sempat berfikir apakah dia akan seperti bosnya saat bersama orang yang dia cinta


" kak Siska kenapa bengong? " calista menyadarkan Siska dari lamunannya


" ah tidak saya hanya berfikir sesuatu " Siska sedikit malu


Calista tersenyum " kak siksa sebaiknya cari pasangan biar nggak sibuk kerja terus " usul calista dengan lembut mengatakan itu


Siska hanya tersenyum tidak membalas dia pernah berusaha mencari pasangan tapi orang itu hanya melihat keuntungan dari menjadi pasangannya saja tidak ada yang benar-benar mencintanya dia sangat iri dengan clista banyak gadis yang suka pak al tapi semua di tempis hanya untuk buk calista dia akui calista itu baik, lembut, sopan, ramah , apalagi lebih cantik dari para gadis itu.


Calista tidak memaksa tersenyum masuk kedalam membiarkan Siska berada dalam lamunannya.


" mas " suara lembut calista terdengar di ruangan itu


" kenapa lama masuk? " Al bangkit memeluk istrinya itu, calista tersenyum hingga matanya menyipit mengakat wajah memandang wajah Al


" aku berbicara sebentar dengan kak Siska " jawab calista mengosok-gosok kepalanya pada dada Al seperti kucing


" sayang jangan nakal " suara serak Al membuat Calista diam tidak berani bergerak


Kemudia hening terdengar tapi suara Al kembali terdengar " bagaimana hadiah nya suka? "


" suka banget " pekik Calista senang langsung lupa yang lain


Al tersenyum mendengarkan dengan saksama istrinya itu mengoceh senang untung saja Al tau kesukaan istrinya ini


" mas aku boleh nggak pergi jalan sama teman-teman " Calista bertanya menatap Al.


" boleh tapi jangan pulang malam apalagi sama cowok nggak boleh " menatap Calista dengan tegas


" siap pak bos " Calista dengan gaya tentara Al terkekeh mencium istrinya itu


" hampir lupa mas aku bawain makanan " ujar Calista langsung ingat kenapa dia kesini


Al dengan senang hati mengikuti istrinya duduk " suapin"


" mas manja deh " Calista malu kalau tiba-tiba ada yang masuk


" suapin atau mas cium pilih mana " Al dengan senyuman membaut Calista kesal pasalnya Al selalu saja mengatakan apa yang dia bicarakan.


" iyaya " Calista menyuapi Al ini bukan pertama kali Al di suapin tapi entah kenapa setiap melihat wajah Al, Calista merona merah sedangkan yang di suapi suka memandang itu.


.


.


.


Dari kantor Al Calista pergi kumpul bersama teman-teman di mall


" Calista sini " kylie melambaikan tangan dari jauh


" sekarang sudah lengkap yuk kita jalan " jessica semangat 45 akibat hari ini waktunya cewek mereka pergi perawatan wajah, shopping, dan bermain di fun city


Keempat gadis itu terlihat sangat happy


Apalagi jessica yang menistakan kylie membuat gadis itu mengunakan dress


" jessi sialan lu ya gue nggak seneng pakai ketat-ketat begini " amukan kylie mengelegar


" heheheh kylie sumpah lu cantik banget pakai gini "puji jessica


" bulshit lu "


" nggak percayaan banget sih, kalau nggak percaya tanya calista gih? " jessica kesal karena tidak dipercaya


Kylie menatap calista " cantik, cocok banget " calista menjawab dengan gembira, mau tidak mau kylie menatap dirinya di cermin dengan senyum-senyum


" kylie lu nggak gila kan " isabella ketakutan


" sialan lu ya " pekik marah kylie mendapatkan gelak tawa mereka


Diperusahaan


Al sudah selesai melakukan hal yang membosankan itu langsung pulang ke rumah melihat rumah sepi Al sangat sedih


Gio calling......


Al mengangkat telpon dari gio " woy Al "


" ada apa? "


" sini lu ke markas geng wolf kita main jangan mentang-mentang ada istri bucin terus " gio ceramah


" otw "


" good "


Mematikan sambungan Al pergi mengganti pakaian langsung mengunakan mobil pergi ke markas geng wolf


Mengunakan masker Al mengirim pesan ke calista mengatakan dia pergi ke markas .


MARKAS


Sampai disana Al langsung nyelonong masuk tanpa salam


" woy curut kalah datang bisa nggak nggak usah Ngendap-ngendap kayak maling aja "


" lupa "


" lupa kok di pelihara "


Al langsung duduk ditengah- tengah steve dan Daniel menatap Daniel dengan senyum-senyum seakan tau apa yang Al mau


" mau apa " Daniel berkata


" abang beliin makanan cepat saji dong " Al dengan suara lembut membuat steve merinding


" geli gue " steve


" suttt diam markonah "


" markonah cewek bambang "


" gue lupa sukiman "


Daniel tidak ikut berdebat malah menelpon seseorang disana untuk membeli pesanan Al


" paling the best deh " Al mengacukan jempol kepada Daniel


" pak ketua jangan adik aja yang di beliin dong " celetuk evan


" buat semua "


" nah gini nih ketua paling the best " evan langsung sumringah


" labil lu " cibir ivan


" diam lu bocil "


" gue bukan bocil ya "


" lu tuh anak SMA jadi masih bocil "


" eh umur kita cuma beda 2 tahun aja ya " ketua ivan


" sama aja tuh berarti lu bocil "


" gue bukan bocil lu aja yang tua " cibir ivan mendapatkan tatapan marah dari evan


" enang aja tuh mulut ngomong ya gue sleding juga nih "


" apa berani lu sini "


Al yang tidak mau melihat berdekatan itu naik keatas mengganti pakaian menjadi mengunakan hoodie abu.


Saat al turun ternyata perdebatan masih berlangsung membuat al jengah


"Kapan mainnya nih ribu mulu "


" ayo sekarang " gio


" ikut aja mah gue " rackob


" gass " steve


Mereka langsung duduk dikursi al menatap dengan bingung kapan ada peralatan game perasaan dia sering main ke markas belum liat nih peralatan.


" kok gue nggak pernah liat ya peralatan game ini " al menatap dengan bingung


" oh itu abang lu sih Daniel yang beli buat acara kita main " jawab Theo enteng seperti kejadian ini sering terjadi


" holkay emang beda " jeff menggelengkan kepala


" kepo gue sama hartanya Daniel " celetuk sean membuat mereka juga mengangguk penasaran


" da luh mau nggak nikah sama gue " ujar jeff dengan ngawur mendapatkan tabokan dari Theo


" gila lu " sean kini nimbrung


Mereka muka mulai bermain al dengan serius menatap layar komputer


Al yang fokus mampu membantai satu tim lawan, dalam permainan ini ada 6 tim yang terdiri masing-masing 4 anggota.


" gio asu atas "


" bawah setan "


" liat itu ada yang sembunyi "


" awas penyergapan "


" sean bego bunuh jangan diam "


" woy jangan main solo "


" tembak cepat "


Al masih diam tidak bicara dengan gaya santai ternyata sudah membunuh 2 tim


" gila lu Al 2 tim lu bantai sendiri " ujar jeff kagum


Disisi lawan seseorang mengeretakan gigi marah " sialan kenapa ada yang jago main " ujar nya marah Menatap id pemain Al langsung mengirim pesan secara pribadi


Al yang menerima pesan itu langsung bertanya pada Daniel


" abang Daniel ada tournamen ya ? "


" iya mau ikut " Daniel menaikan alis


" bukan tapi aku mendapatkan tantangan "


" setuju saja nanti aku daftarin " Daniel selow kayak dipantai


" nah bener tuh mari kita lawan curut itu "


" cari mati sih tuh anak gas lah "


" Al setujuin cepat udah gatal nih tangan "


Al mengangguk langsung menyetujui tantangan itu semua langsung berseru semangat.


Disisi lawan saat al menyetujui tantangan di smrik dengan kejam


" dia menerima tantangan kita "


" cih dia akan menyesal nantinya "


" cari tau siapa pemilik id itu dan biarkan dia menerima akibat karena berani dengan kita " pria itu dengan senyum kejam


Mereka berfikir akan ada main baru tapi tidak tau siapa yang mereka lawan.


Al dan timnya berhasil memenangkan game membuat gio besar kepala dan mengejel Theo dari tadi, semua hanya diam makan dengan lahap menyaksikan kedia orang itu debat.


Sekitar jam 5 sore Al kembali ke mansion menyetir pagani nya bahkan saat dijalan beberapa mata tidak bisa mengalihkan mata dari mobil Al karena mereka salfok sama harganya.