
Berbeda dengan calista disekolah sedang duduk dengan sahabatnya dikantin.
" calista " panggil aron menghampiri meja tempat duduk calista.
" ada apa ? " dengan nada bingung tumben aron pertama kali mau bicara
Aron tidak peduli dengan nada bicara calista" dimana al? " Tanyanya.
" bukan lah dia ada urusan? " calista menaikan alis bingung.
Aron menatap calista tertegun sebentar.
Jessica menatap Aron dengan tatapan merendahkan " kenapa bertanya pada calista kamu kan kakaknya " nada mengejek dalam suara jessica membuat aron sakit di suatu tempat.
Calista menatap aron " ada apa dengan aron? " tanya calista khawatir.
" dia tidak pulang dari semalam " ujar aron dengan sendikit rendah.
"Apa? " calista terkejut.
" kenapa dia tidak pulang? Dimana dia tidur " tanya calista berturut-turut membuat aron mengernyit.
" dia berantem dengan bokap gue " aron berbalik pergi dari meja calista dengan raut wajah bingung kenapa dia merasa khawatir .
" cih baru sekarang nanya al kemana? " cibir kylie jijik menatap aron.
" bener sekali " isabella juga tidak kalah julit.
Calista yang cemas mengeluarkan hp menghubungi al.
"Halo al "
^^^" iya sayang ada apa ? "^^^
" al dimana kamu "dengan
Nada khawatir
^^^" aku di kantor "^^^
"Kantor??? "
^^^" nanti aku ceritakan ,sekarang kamu^^^
^^^Masuk belajar dengan rajin "^^^
^^^Ucap al saat mendengar suara bell dari ujung telpon.^^^
" iya jika ada masalah telpon aku "
^^^" sayang ku perhatian "^^^
...Read//...
Setelah mematikan sambungan telpon calista dengan sahabatnya kembali ke kelas sepanjang jalan calista mengerutu bell yang tiba-tiba bunyi padahal belum semuanya dia tanyakan pada kekasihnya .
Sahabat calista hanya diam melihat calista mengerutu sepanjang jalan.
Disisi lain setelah mematikan sambung al menatap id penelpon dengan senyum mekar melanjutkan melihat saham yang di investasikan.
Tawa al pecah dalam ruangan itu melihat saham minyaknya baru beberapa jam sudah membaik naik dan telah menghasilkan 50 juta...
" sungguh menguntungkan " gumam al menyeringai..
Tok tok tok
" masuk "
" tuan Aldrich ini adalah berkas yang Anda minta " Siska menyerahkan dokumen berisi desain perhiasan
Al mengangguk " kau boleh keluar " dengan tenang.
" baik tuan " siska langsung keluar dari ruangan dengan raut wajah tersenyum. Dia menaikan rasa positif tentang al di pikirannya.
Al menatap setiap berkas dengan seksama.
" walaupun perhiasan bagus tapi untung zaman sekarang agak kurang " ujar al menatap desain didepannya.
Misi terpicu
Misi : desain gambar perhiasan bebas
Hadiah : satu lusin desain perhiasan
Hukuman : gagal ginjal.
Hok hok al terbatuk melihat hukuman sistem.
' seperti dia benar ingin aku mati ' batin al.
Al menenangkan diri menerima misi. Mengambil kertas dan pensil al dengan fokus menggambar perhiasan mulai gelang dikelilingi oleh permata dan terdapat ornamen bunga mawar yang terbuat dari berlian. Ada juga kalung ditengah ada mawar dengan berlian merah . Juga ada anting-anting mawar yang juga terbuat dari berlian merah.
Misi complicated
Al menghela nafas lega kemudia memanggil Siska.
" iya tuan " Siska datang dari luar.
"Ini " Al memberikan desainnya kepada Siska
Siska terpana dengan desain Al yang sangat indah simple tapi sangat elegen dan indah.
" berikan pada departemen produksi " titah Al langsung dianggukin Siska.
Setelah menyuruh Siska pergi Al duduk di kursi dengan santai.
Tuan apa anda ingin melihat hadiah tuan.
'Aku hampir lupa mana hadiah ku '
Ada di laci tuan...
Al mengangguk mengambil lusinan desain dengan mata puas dia menatap semua desain.sekarang dia tidak takut lagi dengan perusahaannya akan ketinggalan.
Dreet dreet
Al menatap id penelpon langsung mengangkat.
" halo ibu "
"Al sayang kamu dimana "
Suara khawatir
"Ibu aku berada di rumah
Teman "
" apakah iya? "
" iya ibu aku serius "
" kalau gitu pulang lah "
" apakah wanita itu masih datang "
"Tidak oma sudah mengusirnya "
"Aku kembali nanti malam "
Al langsung mematikan sambungan secara sepihak jika dia lebih lama lagi dia pasti akan mendengar suara ibunya menangis .
Mood Al langsung hilang seketika mengingat dia harus melihat wajah Andrian Smith .
Bangkit dari kursi Al membawa selusin desain itu ke kantor Siska disebelahnya.
Tok tok tok
" masuk " Siska tidak melihat Al datang fokus ke berkas di depannya.
" hemm " suara deheman membuat Siska menoleh ke arah Al.
" ah tuan Al maaf saya tidak liat " langsung bangkit dari kursi.
" sudah santai aja,ini " Al menyerahkan desain kepada Siska.
Siska menatap semua desain dengan kagum " tuan ini "
" itu desain untuk setiap bulan jadi kamu bisa memberi satu untuk setiap bulan " ujar Al menatap dengan santai.
" baik tuan saya mengerti "Siska menatap desain di tangannya dengan kagum.
Al mengangguk berbalik keluar dari ruangan Siska menuju lobi . Dengan lift khusus Al turun dengan lancar tanpa ada hambatan.
Sampai dibawah Al menjadi pusat perhatian, Al tidak peduli kembali melanjutkan jalan dengan santai keluar dari perusahaan. Baru setengah saja Al melihat seorang wanita dengan kemeja dan rok ketat membawa kopi menghampirinnya.
Al merasa firasat buruk dan benar saja beberapa meter lagi wanita itu menabrak kakinya sendiri membuat di kehilangan ke sembingan jatuh ke arah Al.
BRUK
Perempuan itu jatuh dengan tidak cantik. Dia menatap Al dengan kesal dia tidak nyangka Al akan menghindarinya.
' sial rencana ku gagal ' pikirnya.
Beberapa karyawan perempuan tertawa secara terang terangan. Siapa yang tidak tau wanita yang jatuh itu seorang perempuan eksekutif pemasaran yang kerjannya hanya berdandan dan merayu perempuan.
Semua orang sudah lama kesal, melihat dia jatuh seperti itu mereka bahagia. Awalnya mereka tidak berani karena wanita yang jatuh itu adalah sepupu dari pemegang saham kedua ebert.
Al menatap dengan dingin wanita yang jatuh itu.
" tuan tolong " dengan nada genit membuat Al merinding.
Mengabaikan wanita itu Al keluar dari perusahaan.
" hahahah liat lah fanya bos tidak menyukai lacur seperti mu " cibiran seorang karyawan wanita yang kekasihnya direbut oleh fanya.
Fanya mengebalkan tangan berdiri dengan sombong .
" sekarang kau berani pada ku " fanya dengan sinis menatap wanita yang mencibirnya.
" cih apa yang kau banggakan sekarang tuan ebert sudah diusir kau tau " wanita itu menatap dengan bangga.
" apa kau berbohong? " fanya terkejut dia tidak tau kakak sepupunya diusir.
" siapa yang berbohong kalau tidak percaya kau bisa bertanya kepada yang lain " nada mengejek menatap fanya.
Fanya menghubungi kakak iparnya " halo kakak apakah benar kakak tidak lagi menjadi pemegang saham "
Fanya bagaikan disambar petir saat mendengar kata kakak iparnya membenarkan itu.
Kaki fanya lemas seketika. Tak lama seseorang wanita yang tak lain Siska menghampiri fanya.
" Nona fanya anda saya berhentikan karena terlalu banyak melanggar aturan " Siska dengan dingin menatap wanita di depannya.
Fanya seperti tersambar petir untuk kedua kalinya " tidak kau pasti berbohong, sepupu ku adalah pemegang saham kedua disini " teriaknya.
Siska mencibir " tuan ebert telah diusir dan tidak lagi menjadi pemenang saham di perusahaan ini "
" tidak, tidak kalian pasti bersekongkol kan " matanya menatap setiap karyawan.
" cih buat apa kami bersekongkol untuk melawan mu, tidak ada kerjaan aja " nada mengejek seseorang di kerumunan karyawan.
Fanya mengeratkan gigi " tidak kau tidak bisa seenaknya nengusir ku, aku sudah berkontribusi besar untuk perusahaan " dengan tegas menolak penguduran diri.
Siska membenci orang tidak tau malu seperti di depannya.
" kontribusi? Ah benar kontribusi mengambil uang perusahaan kan maksud mu " siska menatap dengan jijik seperti melihat seranga di depannya.
" tidak tidak " elak fanya ketakutan.
" security usir dia " titah Siska security langsung menyeret fanya keluar dari perusahaan.
....
Di markas wolf Al duduk dengan santai dengan pakaian biasa tidak tau keributan yang terjadi.
" Al mau ikut tauran gak? " ajak theo melihat Al yang sedang makan dengan Daniel.
" boleh nih? " Al antusias menatap Daniel dengan harapan.
Daniel terkekeh " ok boleh tapi loh harus jadi adik gue " perintah Daniel.
" cih kenapa harus jadi adik sih " gumam Al dapat didengar oleh Daniel.
" kenapa emang? Loh gak mau? " heran Daniel biasanya banyak orang berlomba-lomba mendekatinya.
" iya lah gak mau loh bayangin aja kita jadi kakak-adik terus jalan bareng dikira kulkas dua pintu terus " Al nyerocos.
" Terima atau nggak ikut sama sekali " Daniel dengan tegas.
" huh mainya ngancem loh nggak like dah " Al kesal
" Terima apa nggak " theo sekarang yang bertanya.
" ok fine gue Terima " Al dengan pasrah dia sudah sangat bosan pingin tabok orang.
" good " Daniel tersenyum.
"Panggil gue abang " tambah Daniel.
" loh dikasih hati minta jantung ya " Al geram ingin mencekik Daniel.
" loh berani? " Daniel menatap Al
" siapa takut " Al kesal dengan ketua geg wolf satu ini.
" sudah sudah ayo kita pergi sudah ditunggu loh kita " evan datang dengan menahan jenuh.
" sabar evan sabar " theo menenangkan evan
Evan menarik nafas buang " loh pada cepatan ya kita di tunggu " dengan senyum paksa.
Selesai berdebatan tidak berfaedah sekarang Al dan geng wolf berada di Jalan Amir **** . Dia duduk di motor Daniel dengan hoodie milik geng wolf menutupi wajahnya.
" ah lama banget dah " jackob sudah geram kakinya capek berdiri menunggu lawan taurannya.
Al penasaran dengan lawan taurannya yang akan melawan geng wolf " siapa emang lawannya sih "
" geng kakak elo " ujar evan dengan santai.
" serius loh? "
Dianggukin yang lain " sip Daniel tonjokin aron bangsat dan geng nya " minta Al.
" abang "
Al mendegus kesal "abang Daniel tonjokin aron bangsat dan geng gila itu ya " dengan nada menahan kesal.
" puft " Daniel menahan tawa..
" sialan loh emang "
Geng wolf hanya menggelengkan kepada dengan Al yang bisa memaki ketua geng mereka . Kalau orang lain pasti sudah tinggal nama doang.
Tak lama geng Griffin datang.
" woy cepet banget loh datang " teriak jeremy
" elo yang lama kayak cewek, habis dadan loh " evan yang terkenal mulut pedas.
" sialan mulut elo "
" apa nggak Terima? " evan mengejek jeremy
Jeremy ingin maju memukul evan langsung ditahan harris " sabar mudah banget kepancing elo "
" kesel gue sama mulut cewek itu "
" sorry gue mulut cewek terus elo apa cewek " sindir evan membuat geng inti wolf tertawa.
Kenric hanya menatap datar melirik ke arah samping Daniel melihat sosok orang menutup wajah dengan hoodie.
" banyak cincong maju lo " felix langsung berbeda 180 ° dari yang Al liat di markas.
Terjadilah baku hantam antara geng, Al menjadi penonton setia mereka. Menyaksikan dengan popcorn. Daniel juga menepati janji memukul aron dan devan serta geng inti Griffin.
' wih mantep juga tuh Daniel ' batin Al bersorak gembira.
Daniel melihat Al yang duduk dengan semangat langsung tertawa melihat suka melihat kakaknya ditupul.
Tiba-tiba seseorang berdiri di samping Al " apa kau suka menonton kakak mu dipukul " ujar orang itu membuat Al kaget.
Al menatap pria yang berada di sampingnya " paman " Al meneguk saliv.
" kamu nakal ya, buat ibu mu khawatir " pria itu menjewer Al.
" paman sakit " Al tau siapa pria di depannya dari ingatan Aldrich asli . Orang yang juga menghawatirkan Aldrich asli sama seperti ibu Al.
Semua orang berhenti menatap ke arah suara Al. Aron dan devan yang merasa familiar dengan suara itu menatap ke arah Al yang di jewer.
'Al ' pikir mereka kaget.
" ayo pulang " titah paman Al bernama Azhar Smith
" paman aku sudah bilang akan pulang malam "
" tidak ada ayo ikut paman " dengan tegas. Al dengan pasrah diseret pulang.
Semua orang yang ditinggalkan terdiam
" ayo kita balik " Daniel memerintah bawahnya balik.