Aldrich

Aldrich
kebetulan



Berdetak kencang hati calista menghangat dia menyukai perasaannya saat ini diperhatikan oleh orang  yang disayang.


Sedangkan Al Dijalan pulang . Al tiba-tiba berhenti karena jalan diblokir oleh geng Griffin dan geng wolf yang tawuran.


' nih geng ada aja dimana-mana? ' heran Al.


Al memandang mereka berkata dengan nada keras " woy minggir loh pada "


Suara kerasa Al langsung membuat mereka berhenti menatap Al dengan bingung.


" siapa elo anji** " geram anggota geng wolf menatap Al sebagai penganggu.


" gue pengguna jalan yang elo ganggu minggir gue mau pulang asw " umpat Al memandang mereka dengan kesal.


" sial nih bocah "


" apa loh " nada tajam Al membuat dia langsung kicep.


Aron yang dari tadi diam memandang Al dengan bingung " dari mana kau "


" bukan urusan elo, minggir gue capekk mau pulang " titah Al membunyikan kelakson motornya.


Kedua geng itu melongo melihat seorang aron di perlakuan seperti itu. Al tidak peduli dia sudah capekk dan ingin pulang.


" buka jalan " perintah seorang dari geng wolf. Semua langsung membuka jalan untuk motor Al. Al langsung melaju dengan kencang ke arah mansion ya.


Memarkirkan di garasi Al langsung berjalan dengan stay cool masuk kedalam mansiom. Disana dia terkejut namun langsung menetralkan wajahnya saat melihat alesya duduk ruang tamu bersama yang lain.


" Al sayang " ibu Al tersenyum.


" bunda Al pulang " Al tersenyum menghampiri bundanya.


" kak Al " alesya memanggil Al dengan suara malu-malu. Al tidak memperdulikan gadis itu fokusnya hanya kepada ibunya.


" bunda Al ke kamar dulu " ujar Al izin ke atas. 


Alesya mengepalkan tangan marah karena di abaikan.


' tidak, tidak aku akan membuat dia bertekuk lutut di bawah ku ' alesya menyeringai.


Tanpa disadari oma dan opah Al telah melihat semua gerak-gerik alesya dan ibunya . Dengan waspada mereka menatap dengan tenang tanpa mau ikut campur perbincangan mereka.


....


Dikamar Al baru saja selesai mandi. Duduk di pinggir kasur melihat notif dari calista.


" terimakasih bonekanya "


^^^"Apa kau suka? "^^^


" suka (◍•ᴗ•◍)"


^^^" bagus "^^^


^^^" besok aku akan menjemput mu? "^^^


" ok aku akan menunggu


Mu "


^^^" tidur jangan bergadang "^^^


" iya kak Al "


^^^"Anak pinter "^^^


...Read//...


Selesai mengirim pesan kepada calista Al turun kebawah untuk makan malam. Dia mengerutkan kening melihat wanita itu masih ada di mansion.


" kak  Al " dengan suara sok manis. Al sama sekali tidak mengupris  langsung duduk di samping opah nya.


" hiks kak Al nggak suka aku ya " dengan wajah menangis ,suara dibuat sesedih mungkin.


Al bahkan tidak memandang ke arah alesya sibuk melirik hpnya. Karena Al sedang berbincang dengan manager dari perusahaan graff .


Andrian yang baru datang melihat alesya menagis langsung memandang putranya dan berkata " Al kenapa kau membuat alesya menangis "


Al memandang ayahnya dengan tatapan males " gue nggak ngapa-ngapain dia nangis sendiri " Al kembali menatap ke arah hpnya.


" Aldrich Smith liat lawan bicara mu " nada tinggi andrian membuat Al menatap dengan jenguh.


Al menatap pria yang merupakan ayahnya dengan dingin tanpa sedikit pun expresi " apa "


" Minta Maaf Kepada Alesya Sekarang " perintahnya. Al menaikan alis dengan tatapan datar.


" nggak mau " Al tidak kalah datar.


" Aldrich mulai memberontak kamu " suara keras andrian menarik perhatian semua orang di mansion semua langsung melihat ke arah Al.


Al yang sudah geram dengan marah berkata " GUE BILANG NGGAK YA NGGAK GUE GAK SALAH APA-APA DI SURUH MINTA MAAF, KALAU EMANG ELO SAYANG BANGET SAMA TUH CAPER AMBIL AJA "


PLAKK


" Al " teriak jasmine melihat melihat putranya di tampar oleh sang suami .


Al yang ditampar dengan keras hingga kepalanya miring menatap andrian dengan tatapan sinis langsung memukul pria didepannya.


Bugh


Bugh


Sial loh


Bugh


Gue diam ada aj loh ganggu


Bugh


Pukulan yang dilayangkan Al tidak main-main . Tidak ada yang berminat memisahkan tuan besar dan tuan muda menurut mereka tuan besar sudah keterlaluan.


" Al tenang sayang " ujar jasmine menangis memeluk putranya menenangkan Al.


Al tertegun kilatan kemarahan mereda dia benar-benar kehilangan kesabaran.


Menghela nafas dengan kasar Al langsung mengambil kunci motor langsung pergi begitu saja dengan motornya.


Jasmine menagis melihat putranya pergi begitu saja baru saja di melihat putranya bahagia. Kemudian menatap suaminya yang terkapar di lantai di tidak peduli


Aron yang menyaksikan kemarahan Al menatap wanita yang membuat semuanya menjadi runyam.


" kau bisa gak sih tidak menjadi biang masalah dimana pun " dengan geram menatap alesya.


Alesya menunduk kepala pura-pura sedih tapi sebenarnya dia menahan amarahnya.


" Aron jangan berkata seperti itu kepada alesya , liat dia menjadi sedih " ujar wanita yang tak lain adalah ibu dari alesya dan merupakan teman masa kecil ibunya Aron.


" cih beban " ketus devan menarik aron ke kamar.


Odelia menahan amarah dengan bocah bau didepannya


'Liat saja aku akan merebut ayah kalian ' batinnya menyeringai  jahat


opah menyuruh pelayan membawa andrian ke kamar sedangkan oma memeluk jasmine mencoba menenangkan menantunya itu.


Oma melirik kedua wanita yang masih diam dengan tidak senang " apa yang kalian liat, apa kalian akan terus diam disana " nada pedas oma Al membuat mereka langsung merasa malu.


" oma maaf kam_ "


" pulang lah sudah malam " oma nengusir langsung mereka. Alesya dan odelia mengeram marah tapi mereka menyimpan semua keluhan di hati mereka dengan tersenyum mereka pamit pulang.


....


PUK


Seseorang menepuk pundak Al dengan tiba-tiba.


"Elo adiknya Aron yang tadi siang kan " tanyanya.


Al yang memandang pria di  depannya dengan bingung apalagi melihat sekitar langsung ramai.


" gue gak sudi punya abang kayak dia "


Pria itu tertawa " gila abang sendiri gak diakuin " yang lain juga tertawa seorang aron ada juga yang tidak suka.


" gue setuju tuh orang terlalu tengil buat disukain " evan tertawa langsung merangkul Al.


" dan elo ngapain disini bocil " tanya evan langsung mendapatkan pukulan tepat di perutnya.


" sekali loh panggil gue bocil gue buat loh kerumah sakit asw " Al dengan dingin.


" gila ganas banget " felix menatap Al dengan kagum


" mampus loh evan bangsat " jackob tertawa terbahak-bahak.


"  loh ngapain terus disini " tanya theo


Al melirik berkata dengan enteng " gue pergi dari rumah setelah pukul bokap gue " enteng membuat semua melongo kaget sedetik kemudia tertawa terbahak-bahak


" seriusan loh? "


Al mengangguk.


" Seorang Andrian Smith dipukul oleh anaknya, gila sih  bokap gue bisa ketawa " felix menatap Al dengan kagum.


" .... " Al menaikan alis bingung.


" terus elo mau kemana " theo menatap Al dengan bingung.


" entah "


Semua langsung menatap Daniel yang berkata " ikut kita ke markas " titah Daniel membuat semua tercengang.


' tumben nih anak mau ngomong sama orang baru ' pikir mereka tidak percaya dengan yang baru saja terjadi.


Al menatap langsung mengiyakan ajakan mereka untuk saat ini dia tidak memiliki tempat tujuan. Tunggu saat dia menyelesaikan misi dia akan mendapatkan villa.


" ok " singkat Al.


Al dan anak-anak itu pergi ke markas wolf .ya mereka adalah anggota dari geng wolf


Di markas Al duduk di sofa dengan santai.


" eh iya kita belum kenalan " 


" gue udah tau nama elo semua " Al dengan tenang menjawab


" elo cenayang ya kok bisa tau " menatap Al dengan waspada.


" nggak bego, gue liat nametag di seragam elo pada " celetuk Al membuat mereka mengangguk mengerti.


" markas elo estetik juga ya " puji Al melihat markas bernuansa hitam putih dengan gambar serigala di ruang tengah.



( by pinterest)


" iya dong gini-gini geng kita bukan sembarang geng kayak geng Griffin " jackob dengan bangga.


" woy main game yuk " theo menberikan ide yang membuat mereka langsung setuju.


Al juga ikut main ML bersama mereka.


Woy maju bego


Kiri itu


Evan bangsat fokus


Sial


Ribut anji**


Loh juga diam


Al atas sebalah kanan


Gue jalur bawah


Teriakan di markas itu terus berlanjut hingga subuh tidak ada yang tidur begitu juga Al. Jam 3 barulah mereka tidur pulas Al yang ada janji dengan calista bangun jam 7  meminjam jaket Daniel Al langsung bergegas menjemput calista.


" Al aku kira kamu nggak datang "


" aku udah janji sama kamu masa nggak ditepati, ayo naik " ujar Al membangkitkan senyum calista.


Di jalan Al sengaja mengebut agar calista memeluk Al.


Sampai di depan sekolah Al tidak masuk hanya mengantar calista.


" Al kenapa nggak sekolah? " tanya calista merasa ada yang aneh.


" aku ada urusan, kamu masuk belajar yang bener maaf aku nggak bisa anter kamu pulang " Al mengelus surai kekasihnya dengan lembut.


" aku ngerti " calista tersenyum mengecup pipi Al buru-buru kabur sebelum Al bisa sadar .


' nakal ' batin Al


Pergi dari menjauh dari sekolahan kembali ke markas Anak-anak geng wolf.


Al masuk ke markas melihat mereka masih tidur di sofa kecuali Daniel yang sedang duduk minum kopi  dan sih theo yang lagi masak.


" pagi semua " Al berjalan masuk duduk disebelah Daniel .


" dari mana elo " tanya Daniel


" anter pacar gue sekolah " Al meminun kopi Daniel.


" elo nggak sekolah "


" males gue, lagi badmood "


" hmm "


Theo yang baru saja keluar dari dapur lupa melepaskan celemek yang dipakai.


Al tertawa terbahak-bahak " gila loh kayak emak emak njir "


Theo yang ditertawakan bingung  .


" celemek loh bagus banget njir " celetuk Al membuat Theo sadar dia masih memakai celemek pink bergambar doraemon


" wkwkwk sakit perut gue anjir " Al tidak bisa menahan tawa lagi


Mengeluarkan ponsel Al memotret Theo yang mengunakan celemek, evan yang tidur nungging, jackob dan felix yang pelukan.


" gila sakit perut gue " Al menahan perutnya sakit.


" hapus aib itu njir " Theo malu.


" jangan kan sayang udah jadi moment lucu nih "


Daniel hanya menatap dengan tenang Al dan theo yang debat masalah foto.