Aldrich

Aldrich
males



Al ditarik pulang , Al cemberut sepanjang jalan.


Sampai di mansion Smith Al masuk kedalam dapat diliat semua sudah ramai.


" Al sayang " suara jasmine memeluk Al dengan erat.


Al menghela nafas membalas pelukan ibunya " maaf ibu " jasmine menagis dalam pelukan anaknya. Dia gagal menjadi ibu membiarkan Al terus terluka.


" ibu berhentilah menagis kau manjadi jelek " Al dengan nada mengejek


Plak


" dasar bocah bau karena siapa ibu mu menangis " paman Al menampar pundak Al


" akh " lirih Al kesakitan


Jasmine berhenti menagis senyum terbit di wajahnya.


" apa kau sudah makan " tanya jasmine menatap putranya dengan penuh kasih sayang.


" ibu aku belum makan, paman sudah langsung menarik ku " dengan nada sedih mengeluh kepada jasmine


Paman Al mengerutkan kening " kapan kau berbohong ah "


" ibu liat paman memarahi ku " Al sembunyi di belakang jasmine.


Jasmine terkekeh " jangan menganggu anak ku " dengan pose galak.


" kakak kau terlalu memanjakannya " keluhnya tapi tersenyum melihat jasmine tidak kembali sedih.


" Al sayang " panggil wanita menghampiri Al dengan senyum dia adalah istri dari paman Al


" bibi ku yang cantik " Al memeluk bibinya .


" mulut mu semakin manis saja " ujar bibi Al tertawa.


" bibi aku tidak berbohong "


" jangan mengoda bibi, katakan apa kau punya kekasih " dengan nada penasaran menatap keponakan dengan sayang.


" bibi ,keponakan mu ini tampan tentu saja akan mempunyainya pacar tidak seperti dua jones " ketus Al menatap aron dan devan yang baru pulang.


Aron dan devan "....... " apa yang mereka lakukan mereka baru saja pulang.


" liat dia semakin narsis " paman Al mengejek . Al menjulurkan lidah πŸ‘…


" dasar bocah ini " pura-pura marah menatap Al dengan galak.


Al pura-pura takut memeluk lagi bibinya. " bibi liat paman akan memukul ku " dengan nada manja.


Bibi Al terkekeh " berani kau? " menatap suaminya dengan tajam. Paman Al cemberut melihat semua wanita di rumah ini membela keponakannya dan tidak ada yang Membelanya dengan kesal paman Al duduk di sisi ayahnya.


" apa kau merasakan apa yang aku rasakan " ketus opah Al menatap dengan nada mengejek.


" ayah ini tidak adil " keluhnya.


Ibu, bibi, dan nenek Al tertawa melihat itu.


Aron tidak sengaja menatap ke arah baju yang dipakai Al ' apakah di gabung dengan geng wolf ' pikir Aron dengan penasaran. Devan juga tidak kalah penasaran kenapa adiknya bisa bersama musuhnya.


Kini Al sedang dimanjakan oleh ketiga perempuan dirumahnya.


" makan yang banyak " jasmine dengan perhatian mengambilkan makanan


Bibi Al juga tidak kalah dia juga dengan perhatian memberikan Al jus. Oma juga dengan sigap menyuapi Al makan. Al senang dengan perhatian mereka berbeda dengan para pria menatap Al dengan iri.


" enak " puji Al membuat ketiga wanita itu senang.


Al makan dengan lahap, puas Al bersandar di kursi menepuk perut buncit nya.


Tersadar Al langsung mengingat seseorang yang tidak ada di meja makan siapa lagi kalau bukan andrian bangsat itu .


' bagus tuh orang gak ada ' batin Al senang.


Bangkit al izin ke kamar.


Didalam kamar Al langsung merebahkan diri ke kasur. Rasa kantuk yang awalnya tidak ada langsung menyelimuti Al membuat Al menutup mata.


.....


Di kantor andrian Smith setelah bertengkar dengan putranya dia berada di kantor tidak kembali bahkan saat jam makan malam.


Takut Al marah dan pergi dari rumah. Melirik jam andrian bangkit pulang ke mansion


Sampai di mansion andrian masuk menatap istri tercinta, saudranya dan istrinya datang. Melirik sekitar andrian tidak menemukan orang yang dicari. Jasmine melirik andrian sekilas langsung mengabaikannya. Dia kesal suaminya dengan mudah menampar anak kandung demi anak orang lain.


Andrian menatap istrinya dengan sendu. Saudaranya menatap andrian dengan sinis.


Andrian menghela nafas menuju ke kamar. Karena kamarnya melewati kamar Al di melirik kedalam dengan hati-hati. Menatap wajah putranya yang tertidur hati andrian sakit.


Mengingat setiap makian , umpatan, yang di ucapkan hanya karena istrinya tidak bisa lagi melahirkan anak karena melahirkan Al. Membuatnya mengabaikan putra kandungnya sendiri.


Air mata andrian turun dia benar-benar tidak tau kenapa kemarin dia memukul putranya karena gadis itu seakan ada yang menyuruhnya. Mengelus kepala Al andrian menatap Al dengan penuh penyesalan dengan pasrah bangkit keluar dari kamar Al.


Tak sengaja Jasmine melihat itu dia menatap sendu ke arah suaminya, dia tau betapa suaminya menginginkan seorang putri.


Mata kedua orang itu bertemu " apa kau sudah makan " jasmine berkompromi


Andrian senang istrinya berbicara dengannya " belum " jasmine mengangguk.


" mandi aku akan bawakan makanan " jasmine pergi ke bawah. Bohong kalau andrian tidak senang walaupun jasmine masih sedikit dingin padanya apalagi mengingat perilakunya.


Andrian ke kamar membersihkan diri.


Sekitar 10 menit andrian keluar dari kamar mandi dengan piyama.menatap istrinya telah menunggunya.


" makan " ujar jasmine. Andrian mengangguk menyantap makanan jasmine dengan lahap.


Selesai makan jasmine membawa piring itu ke bawah, andrian yang di tinggal sendiri mulai mengerjakan pekerjaan kantor yang belum selesai.


Ting


" tuan ini file yang Anda inginkan "


" file https//ZS9DUSKSBK85383"


...READ//...


Andrian tidak membalas pesan itu langsung membuka file yang di kirim. Andrian membaca dengan seksama setiap inci dokumen wajahnya berkerut merah.


Mata andrian seperti akan membunuh orang terdapat kilatan merah.


Andrian dengan cepat mengeluarkan ponsel " pantau terus, berikan informasi setiap beberapa jam " perintah andrian dengan nada tinggi langsung mematikan sambungan sepihak.


Atmosfer di ruangan berubah menjadi mencekam. Andrian masih menatap layar komputer " berani mencari masalah " ujarnya.


Keesokan harinya Al bangun dengan nyenyak.


" apakah ini karena tidak melihat perusak moment ya " gumam Al meregakan bandan yang kaku. Dengan suasana bagus Al membersihkan diri.


Butuh waktu lama untuk Al selesai mandi. Selesai mandi Al sudah bersiap dengan serangan sekolah tak lupa dengan hoodie abu . Puas melihat penampilan yang badboy Al berjalan keluar baru saja suasana hati Al bagus sudah hilang karena melihat wajah dua kamvret.


Al memdegus langsung pergi dengan cepat, males melandeni kedua manusia curut itu. Baru saja al akan berbalik bajunya sudah ditarik devan ke tembok.


" kenapa kau bisa bersama geng wolf ? " nada devan dingin.


" siap lepas " al meronta mana sudi bajunya di sentuh kamvret di depannya


" katakan " dengan suara penekanannya.


Cih dipikir gue takut apa? - batin al


" buat apa loh mau tau , biasanya juga bodoamat " sinis al membuat devan tertegun. Al melepaskan diri dari devan.


" loh penganggu banget " ketus al berlalu pergi meninggalkan devan memantung.


' iya kenapa aku peduli ' batin devan bingung.


Arin hanya menghela nafas menepuk pundak devan menyandarkan sang empu dari lamunannya.


Al yang pergi duluan sekarang berada di meja makan duduk di tengah-tengah ibu dan bibi al.


" wow ada dimsum? " al ngiler dia sangat suka makan Dimsum, sudah lama tidak makan Dimsum sejak datang ketubuh al.


" iya makan lah " bibi al mengambilkan Dimsum.


Al tentu tidak sopan langsung menyantap dengan lahap ' hmm enak ' pikir al. Andrian tersenyum melihat tingkah putra bungsunya.


Opa dan oma terkikih melihat kelakuan cucu kecilnya seperti kucing serakah , sedangkan aron dan devan menatap gemas.


Tak sadar al sudah makan hampir setengah panci sendiri '


Gila kalau dipikir lagi gue rakus apa laper ya - batin al bertanya-tanya.


Bersandar di kursi al menepuk perutnya yang pagi-pagi sudah buncit kayak ibu hamil.al membayangkan jika setiap hari harus makan seperti ini bisa bisa-bisa di jadi gemut.


Puas al pamit kepada semuanya termasuk ke andrian karena lagi senang al lupa kalau lagi marah sama tuh tua bangka. Andrian langsung tersenyum saat Al pamitan padanya.


" cih baru gitu aja senang " cibir paman Al sini.


" diam loh " saling beradu tatapan sinis.


Oma dan Opah hanya duduk menikmati teh bersama sambil melihat tontonan gratis. Jasmine dan laly yang ikut menyaksikan di sebelah oma dan opah al tanpa berniat memisahkan kedua orang itu.


" aku loh nggak suka? " paman al ketus


" mulai berani " sinis andrian


Perdebatan kedua pria itu terus berlangsung disaksikan para penghuni mansion.


Dilain tempat al sedang duduk di kursi dengan santai bahkan tidak mendengarkan penjelasan guru.


( perbuatan yang tidak baik)


" baik anak-anak kita akhiri sampai sini untuk Aldrich sekarang mari ikut saya ke ruang guru " ujar bu guru itu menatap al.


Al menghela nafas bangkit mengikuti guru itu keluar dari kelas.


Sampai diruang guru al sudah di tunggu beberapa guru.


' ada apa ini? ' bingung al perasaan tidak melakukan kesalahan deh hari ini.


" duduk " perintah guru yang terbilang sangat tua


Dengan males al duduk menghadap ke arah para guru.


" besok adalah lomba fisika apakah kamu sudah siap Aldrich " tanya pria tua di hadapan al.


" sudah " singkat al menatap ke sekeliling.


Pria itu ingin sekali menabok al karena sikap cuek al .


' sabar, sabar, sabar ' guru itu menenangkan diri dalam hati.


" apakah hanya itu? " risih al saat di pandang oleh mereka.


Para guru mengeluarkan semua buku mengerahkan kepada al " baca semua ini " para guru menatap al dengan cemas.


Bagaimana tidak cemas lomba fisika ini akan di siarkan mana mungkin mereka mau sekolah mereka jelek. Al mengangguk memaksa senyum langsung keluar dari sana.


' merebutkan ' batin al.


Al langsung menuju ke kantin baru saja masuk di sudah melihat kenric akan menampar calista.dengan cepat al menahan tangan kenric sebelum mengenai calista.


" ada apa ini? " suara dingin al membuat semua merinding.


Alesya menahan kesal karena kenric tidak bisa menampar calista tapi dia menahannya dengan suara sedih berkata " kakak al ini bukan salah kak calista "


Al mengerutkan dahi " siapa yang ngomong sama elo " sinis al menatap tajam kenric.


" gue peringatkan jangan coba-coba menyakiti calista " nada dingin al membuat semua melongo.


Gila serem ***


Kak al marah bikin shock


Banyak lagi celotehan yang dilemparkan al tidak peduli langsung memukul kenric.


Bugh


" gue peringatkan " ancam al dengan aura mematikan melebihi kenric


Menahan sakit di perut kenric berkata " memang kamu siapanya ah? "


Al menarik calista kedalam dekapannya " dia adalah pacar ku " dengan lantang al mengatakan itu.


Liat kan apa aku bilang mereka pacaran


Ah liat kan idol ku


Wow ini akan menjadi viral


Para siswa langsung heboh kedua orang ini memang ada desas-desus pacaran tapi belum ada klarifikasi dan sekarang al dengan lantang mengatakan itu.


" apa " pekik kenric kaget tidak percaya dengan apa yang dia dengar .


" selain buta kau juga tuli " cibir al, wajah kenric berubah menjadi hitam.