Aldrich

Aldrich
latihan



Al dan yang lain bermain hingga sore tepat jam setengah 6 al pamit pulang dia sangat merindukan istrinya , tentu saja mereka hanya mengangguk tapi jeff dan evan mengacukan jempol dengan gaya pacaran al jangan lama langsung nikah


Panutan emang!!


Al menyetir mobilnya ke mansion sampai di mansion al di suguhkan oleh mobil yang terparkir di depan mansion megahnya, berjalan masuk al melihat pria dan wanita yang tidak al kenal


Seakan tau kebingungan al sistem langsung berbicara


Tuan itu adalah paman dan bibi calista gadis yang duduk di kiri itu adalah putrinya Nadia gracia


' aku mengerti '


Al tidak menunjukan expresi bahkan paman dan bibi calista menatap ketenangan al dengan penasaran.


Wanita itu yang tak lain adalah bibi calista tersenyum ramah menyapa al


" Aldrich " sapanya hanya dianggukin al dengan sopan


Gadis yang bernama nadia itu menatap al dengan malu-malu " halo kak Aldrich " dengan senyum malunya


Al hanya mengangguk kemudian paman calista yang menatap al " Aldrich aku mendengar kau memiliki banyak saham " dengan nada ramah tapi tidak dipungkiri ada yang salah dalam raut wajah paman calista


" hanya sedikit " ujar al


" mas " suara lembut membuat al berbalik langsung tersenyum , calista berlari duduk di sebelah al


" mas kapan pulang? " tanyanya


" baru aja " al tersenyum mengelus rambut calista, calista merona malu diperlakukan seperti ini saat ada paman dan bibi nya


"Hemm " suara deheman paman al membuat calista semakin malu


Paman hanya tersenyum kecil tapi wajah bibi itu agak sedikit tidak senang


Tapi segera berubah tersenyum seperti semula


Nadia bangkit duduk disebelah al menggandeng lengan al " kak Al kok baru pulang jam segini " dengan nada ramah


Al melirik dengan dingin menepis tangan itu " kerja " singkat al Nadia yang diperlakukan seperti itu tidak menyerah tersenyum semakin manis


Calista melihat itu dengan pandangan tenang


" sayang aku ganti baju dulu " ujar al di anggukin calista,bangkit al langsung pergi ke atas meninggalkan orang-orang itu.


Kemudian Nadia mendekat calista dengan manja " kak calista biasanya kak al emang dingin ya " keluh nya


Calista menatap dengan tenang " enggak kok dia emang dingin sama orang asing " menekan kata orang asing dengan senyuman manis


Calista emang ramah dan baik tapi dia tidak bodoh untuk melihat siapa yang ingin merebut suaminya apalagi yang berprilaku munafik


Nadia tidak terlalu senang dengan kata-kata calista tapi tetap tersenyum padahal dalam hati menyumpahi calista sebagai wanita ******.


Paman calista langsung mengalihkan topik pembicaraan


" calista sebaiknya paman pulang karena sudah mau malam " ujarnya pamit pulang


" iya paman hati-hati " calista tersenyum


Bibi calista menatap kesal ke arah calista dia berharap calista meminta mereka nginap di mansion ini ketidaksukaannya pada calista semakin besar


' kenapa gadis bau ini memiliki suami kaya ' pikirnya ingin sekali mencabik-cabik calista..


Nadia dengan enggan mengikuti orangtuanya pergi dari sana sebelum pergi di menatap calista dengan wajah buruk kebenciannya pada sepupunya semakin besar..


Melihat punggung mereka menghilang calista merubah wajah menjadi dingin berbalik pergi menuju kamar.


Masuk ke kamar calista di suguhkan pemandangan al sedang mengenakan baju


Calista langsung merona melihat itu seakan merasa tatapan dari belakang al berbalik melihat istrinya menatapnya dengan malu , al tersenyum langsung mendekati gadis itu membawanya kedalam pelukan


" apakah suami mu terlihat tampan? "


Dengan malu calista mengangguk


" bayi kecil kita juga akan tampan " sontak membuat wajah calista merona


Melepaskan diri dari pelukan kabur dari sana.


Al terkekeh geli semakin hari gadisnya itu semakin lucu saja.


Mengenakan baju Al melirik ponselnya yang mendapatkan pesan


»081********


Al mari kita makan bersama malam ini.


Melihat itu Al tau siapa yang mengirimnya yaitu ayu , Al tidak menggubris atau membalas pesan dari wanita itu bahkan ayu tidak sampai memasuki matanya .


Opah calling .....


Al mengangkat telepon dari Opah Calista


" halo Al "


" iya Opah "


" Al apa kalian tidak ada rencana liburan "


" setelah? Kenapa tidak sekarang"


" aku ada pertandingan minggu " jawab Al membuat Opah bingung


" baiklah segera selesaikan dan cepat liburan agar Opah segera memiliki cucu "


Sebungan terputus secara sepihak Al langsung Mengrinyit " kenapa dia yang terburu-buru "


Hari semakin malam Al dan calista menghabiskan waktu bersama ( waktu berdua)


.


.


.


Hari berganti Al tidak masuk kerja pergi ke dapur memasak hindangan spesial tadi malam calista izin untuk pergi ke rumah jessica, Al setuju lagi pula dia juga ada latihan kalau dia mengajak calista pasti nanti gadis itu bosen


Disaat Al memasak calista sudah bangun karena tidak merasakan kehadiran pria itu di sebelahnya saat di cari ternyata pria itu berada di dapur sedang memasak dia bernafas lega saat melihat para pelayan belum bangun sepagi ini


Bagaimana bisa dia rela jika ada wanita lain melihat tubuh suaminya itu, al masih belum sadar masih sibuk memasak saat makanan siap di sajikan al baru sadar ada seseorang yang melihatnya berbalik al melihat ternyata gadisnya yang menatapnya


" apakah suami mu tampan " dengan nada mengoda


Calista merona malu saat ketahuan menatap suaminya itu.


" ayo makan dulu " al berhenti mengoda gadis itu membawanya makan


Tak berselang lama kedua orang itu sudah selesai makan dan susah berganti pakaian siap pergi


Di garasi Al agak bimbang harus bahagia atau sedih, bahagia karena Calista suka dengan hadiahnya tapi juga sedih karena itu dia tidak bisa mengantar gadis itu


Calista melihat suaminya menatap dengan tatapan rumit langsung mengecup pipi pri itu walaupun harus berjinjit


" mas nanti aku hubungi kalau pulang "


Emang yang Al memang tidak bisa marah atau sedih jika bersama gadisnya ini pamit Al langsung masuk pergi duluan


Calista tersenyum baru saja akan masuk ke mobil sosok gadis keluar dari taksi dengan terburu-buru berlari ke arah calista


" kak calista mau kemana " tanyanya dengan nada penasaran tapi pandangannya melirik ke sana sini seperti mencari seseorang


Calista masih tersenyum " aku akan bertemu teman "


" kak calista, kak Al mana? " dengan nada polos


" dia ada urusan " calista tidak mau ambil pusing lagi


Dan benar saja raut wajah Nadia langsung berubah kecewa kemudia menatap calista " kak calista aku boleh ikut ya " dengan nada manja dianggukin calista


Melirik Nadia dengan biasa walaupun dia sedikit tidak senang tapi tidak ada yang bisa membuat dia marah.


Nadia langsung masuk dengan antusias duduk di kursi penumpang calista juga masuk menyalahkan mobil pergi ke rumah jessica.


Didalam mobil hanya suasana hening yang terdengar calista fokus menyetir sedangkan Nadia mengepalkan tangan menahan amarah dan rasa iri melihat mobil calista


Kecemburuan Nadia sudah ada sejak kecil dia iri dengan semua yang dimilik calista dia selalu berfikir dua orang gadis yang lahir dalam satu keluarga kenapa memiliki kehidupan yang berbeda yang satu kaya dan yang satu miskin


Raut wajah Nadia tetap tersenyum tapi didalam hati penuh dengan keluhan


Tak lama berselang beberapa menit calista sampai di mansion dan Al juga sudah sampai markas


Calista tiba dia mansion jessica sudah ditunggu oleh yang lain


" akhir calista tiba juga "ujar kylie


" bener tuh liat kylie sudah lumutan akibat menunggu mu " cibir jessica


" apa? "


Melihat wajah kylie yang marah semua langsung tertawa mereka sangat suka menganggu kylie tawa mereka terhenti saat melihat gadis dibelakang calista dengan bingung


" calista siapa dia? " isabella menatap dengan datar


" ini sepupu ku namanya_ " ucapan calista terpotong oleh Nadia


" halo aku Nadia sepupu tersayang calista " dengan antusias memperkenalkan diri hanya dianggukin biasa oleh mereka


" cal sini cobain kue kesukaan mu " jessica menunjuk kue di hadapannya


Calista tersenyum duduk di samping jessica kemudian diikuti Nadia tidak ada yang menghiraukan Nadia


Mereka mencicipi kue dengan lahap tiba-tiba saja Nadia bertanya


" kak calista itu kalung kak beli dimana " ternyata dari tadi Nadia salfok dengan kalung yang bertengger di leher calista


" oh ini pemberian dari al " calista tidak bisa menyembunyikan nada lembutnya saat mengatakan itu


Nadia tersenyum tapi dalam hati penuh dengan rasa iri diam-diam dia mencari harga kalung itu dan ternyata harganya 1 miliar, Nadia mengeretakan gigi tidak suka


' kenapa dia bisa bersama kak al sih '


Kylie menatap Nadia dia merasa ada yang aneh dengan sepupu teman baiknya itu