Aldrich

Aldrich
kencan



Suasana meja yang harmonis itu diganggu oleh suara beo yang datang.


" kak Al " dengan wajah di imut-imutin membuat jessica, isabella, dan Kylie memandang dengan jijik.


Al tidak memperdulikan Alesya yang menghampiri meja mereka dengan antek-anteknya .


Alesya memasang tampang tersakiti " kak Al kok dingin banget sama aku " dengan nada sedih.


Riana memandang calista dengan tajam " pasti elo kan yang fitnah Alesya didepan kak Al " tuduhnya marah-marah. Calista yang dari tadi hanya memandangi mereka tidak suka tiba-tiba dibawa-bawa.


" Apaansih kalau Al nggak suka tuh orang ya sudah kenapa pada nyalahin gue " calista sewot.


Calista menatap Alesya dengan pandangan menghina. Alesya melihat tatapan menghina itu diam-diam marah tapi dia hanya menahan amarah di dalam hati.


" kak calista hiks kenapa kak hiks jahatin aku " mengeluarkan tangisan palsunya


Semua langsung menatap alesya dengan jijik ' nih orang terbuat dari air mata ya, gak kering kering ' pikir mereka penasaran.


" Ribut Banget Sih Elo " ketus Al


" kak Al aku suka sama kak " ujar alesya tiba-tiba membuat semua orang melongo . Al mengernyit menatap alesya dengan males.


Sifat jalangnya sudah kecium


" terus " Al menaikan sebelah alisnya. Calista diam menyaksikan itu dia penasaran apa jawaban dari Al.


" kakak mau ya jadi pacar aku " nada sok lembut itu membuat Al merinding.


" ogah " singkat Al .


Alesya berkaca-kaca " kak Al hiks pasti karena kak calista ya " keluar lagi tuh air mata palsu.


" cih apaan sih loh, loh itu yang penganggu udah tau gue pacaran sama Al masih aja loh deketin " calista marah.


" bener tuh urat *********** sudah putus kali " cibir Kylie


Semua tatapan langsung menatap alesya dengan jijik.


Cih PPB


Mau jadi pelakor liat tampang


Gila gue kira polos


Ternyata bangsat.


Parah sih


Hati-hati cowok kalian diambil


Bih gak tau diri banget


Wih gue pingin tau emaknya ngidam apa sampai lahirin pelakor


Setiap orang di kantin mencibir alesya yang tidak tau malu. Yang di cibir memerah malu tapi tetap berdiri di depan Al.


" kak Al aku suka sama kakak " alesya dengan berani mengengam tangan Al. Yang langsung di tempis oleh Al.


" jangan Pegang-pegang gue atau loh mati " Al marah yang terlihat menyeramkan tapi tetap tidak menghilangkan ketampanannya.


" malu dikit woy " cibir jessica dengan pandangan meremehkan.


" hisk kalian kenapa sih hiks aku _ " terpotong oleh kedatangan geng Griffin.


Al yang melihat kenric langsung teriak " woy kenric ambil pacar loh risih gue " suara keras Al membuat semua tertawa.


Kenric yang di panggil mengerutkan kening menatap Al didepannya terdapat gadis beasiswa itu.


" gue nggak kenal? " ujar kenric berlalu pergi ke meja pojok.


Gio tertawa " tuh liat bahkan si biang onar aja gak mau sama elo apalagi seorang Al " cibir Gio tidak bisa menahan tawa lagi.


Wajah alesya telah berubah warna merah , hijau, putih. Dia sudah sangat malu langsung berlalu pergi dari kantin sambil menangis.


" gila tuh cewek " ujar jeff yang baru datang dengan kang bakso di belakangnya.


Steve menatap jeff berkata " lama loh " ujar Steve mengambil baksonya kembali duduk.


" cih udah sukur gue pesenin " kesal jeff.


" hmm "


' sabar jeff ingat temen elo ' batin jeff


Kepergian alesya membuat suasana kantin kembali tenang. Tangan Al terus mengengam tangan calista dibawah meja.


" loh milik gue " Bisik Al membuat calista tersenyum tidak membantah hatinya sangat bahagia .dia senang Al tidak menggubris alesya yang selalu saja mencari muka.


" makan " Al menyuapi calista


" Al aku bisa sendiri " malu


"Makan aku tidak menerima bantahan " Al mendominasi dengan terpaksa calista menerima suapan Al, tapi hatinya penuh dengan bunga-bunga yang mekar.


" gila Quenn bullying ditakluki seorang Aldrich " celetuk sean


Ivan mengangguk setuju.


" jomblo akut iri " cibir isabella


" sorry gue bukan jomblo tapi single " Gio membenarkan.


" sama aja " ujar isabella


" beda markonah "


" sama aja Ferguso "


" anjir loh "


" apa loh mau ribut "


" sini maju loh "


" ayo sini loh "


" maju loh kira gue berani, nggak ya " Gio duduk langsung berlindung di Steve


" payah " cibir Steve


" eh bukan payah tapi gue gak mungkin pukul cewek " elak Gio


" malu-maluin OSIS loh " cibir ivan dianggukin sean


Gio menatap mereka dengan tajam. Sedangkan para cewek tertawa di atas penderitaan Gio.


"Gue sumpahin loh jodoh " ucap ivan


" nggak " serempak Gio dan isabella kemudia saling menatap. Mengalihkan pandangan ke arah lain


Sial jantung gue - batin Gio


Kenapa berdetak kencang - batin isabella.


Yang lain terkekeh melihat mereka.


" awas ke jilat ludah sendiri loh " goda calista


" cal loh ya " isabella pura-pura marah.


" hihi iya dah sorry sorry "


Kring kring


" yok masuk " isabella menarik calista ,kylie dan jessica dari sana. Al hanya menatap dengan pasrah baru saja dia ingin mengantar kekasihnya.


' kenapa hati gue marah ya ' batinnya bingung.


Berbeda dengan kedua kakak Al yang menatap senyum Al dengan iri ' kenapa orang asing bisa buat loh bahagia sedang gue kakak kandung loh gak bisa ' batin kedua orang itu.


Lain lagi dengan twins kakak calista , perasaan mereka kacau ada rasa bersalah, sedih, iri, dan ego. Mereka ingin berbicara dengan adik perempuan mereka tapi mengingat saat mereka memarahi calista dengan buruk mereka mengurungkan niat.


' sial '


Al dan yang lain setelah meninggalkan kantin tidak kembali ke kelas tapi menuju ke ruang rapat OSIS tiba-tiba ivan dapat pemberitahuan dari guru tentang study tour dan mereka disuruh untuk menyiarkannya sekarang.


Dan disinilah Al berada bersama teman-teman duduk di sofa sambil melihat Gio dan sean yang menyiarkan pemberitahuan.


" PEMBERITAHUAN TERKINI AKAN DIADAKAN STUDY TOUR PADA HARI SABTU DIHARAPKAN SEMUA SISWA UNTUK MENGIKUTI KEGIATAN YANG DIADAKAN. PEMBERITAHUAN LEBIH LANJUT SIHLAKAN LIAT DI FORUM SEKOLAH "


Gio dan sean mengakhiri siaran langsung keluar dari ruangan.


" ah gue pakai baju apa ya " gumam sean yang keluar dari ruang penyiar


" pakai aja yang biasa " ivan enteng


" gak bisa gitu kita kan study tour pasti akan kita akan foto-foto harus keren " ujar sean.


" kayak elo ganteng aja nyet " ujar Gio mengambil cemilan


" gue gak ganteng tapi imut " dengan muka di imut-imut yang membuat semua jijik


Al bangkit menepuk pundak sean " sukur loh temen gue "


Sean memiringkan kepala bingung " emang kenapa kalau bukan? " tidak dikubris yang lain mereka langsung meninggalkan sean sendiri.


" woy tunggu kenapa " teriak sean mengejar mereka .


...


Pulang sekolah Al dan calista berboncengan Al tidak langsung mengantar calista pulang tapi mengajak pergi ke mall.


" Al kenapa kesini " bingung calista.


" kencan " dengan senyum manis yang membuat para wanita yang tidak sengaja melihat senyum Al meleleh.


" jangan senyum " calista posesif. Al terkekeh melihat calista seperti kucing kecil yang marah.


Cup


" ayo masuk " Al mengecup pipi calista bergandengan masuk kedalam.


Al pertama mengajak calista ke Timezone


" Al main itu " pekik calista semangat saat melihat mesin pencapit boneka.al tersenyum mengangguk mengajak calista memainkan itu.


" ah jatuh " calista sedih saat mencapit menjatuhkan boneka beruang yang dia mau .


" coba lagi " Al menyerahkan koin


" hmm tidak ayo kita coba yang lain " ujar calista mengajak Al ke permainan lain.


Calista tanpa sangat senang bermain senyum indah terpampang jelas diwajah cantiknya. Menyoba semua makan tidak lupa memotret berdua menjadi kenang-kenangan. Tak sampai disitu Al membawa calista ke restoran paling terkenal.


" cicipi " Al membersihkan kulit udang meletakkan telat dipiring calista. Calista tersenyum mengerjakan sumpitnya membawa udang itu ke mulutnya.


" enak " gumam calista senang.


Al tersenyum mengupaskan semua udang untuk calista. Pengunjung wanita yang pergi dengan pacarnya langsung memarahi pacarnya dengan keras.


" liat itu , kenapa kau tidak bisa seperti itu " suara kesal wanita itu.masih dapat didengat Al dan calista.


Selesai makan Al membawa calista nonton film horor. Al masuk ke ruang 12 dengan menggandeng calista dikiri dan tangan kanan memegang popcorn.


Al mendapatkan kursi di paling belakang. Baru saja Al dan calista duduk film sudah dimulai suara keras membuat bioskop yang gelap menjadi seram tanpa sadar calista mengengam tangan Al dengan erat.


Film dimulai menampilkan seorang anak kecil yang melihat pembunuh kedua orang tuanya dia berlari masuk ke kamar pintu tertutup dengan kencang. Selama film calista terus mengengam tangan Al dengan erat. Al juga mengeratkan genggaman.


Sekitar 1 jam film diputar raut wajah calista menjadi lega saat film selesai.


" kasihan " Al mengelus kepala calista. Pergi membeli air minum . Al Melewati toko boneka dia mengingat bagaimana reaksi muka calista yang kecewa tidak mendapat boneka.


Masuk kedalam Al langsung melihat sekeliling bingung ingin memilih boneka yang mana Al langsung memilih 3 boneka besar dan 20 boneka kecil meminta dikirim ke mansion gracia. Selesai pembayaran Al langsung bergegas ke calista takut dia menunggu


Al kembali dari membeli minum melihat calista digoda pemuda langsung mengeras. Wajahnya berubah merah mendekati pemuda itu . Al menepuk pundak pemuda itu dengan keras


" akh" pekik pria itu kesakitan


"Al " calista langsung senang saat melihat wajah Al dia langsung berhampuran ke pelukan Al. Dia bener-bener takut saat para pemuda itu menghampirinya menatapnya dengan tatapan menjijikan.


Al memeluk calista dengan tangan kiri dan tangan yang lain mencengram pundak pria itu.


" lepaskan teman kami bangsat " teriak teman pemuda itu.


" bocah " ketus Al


" apa berani sekali kau " teriak yang lain mengundang perhatian sekitar.


Al tidak takut dengan para pemuda itu dia menatap pemuda didepannya dengan tajam " aku tidak suka ada yang menyentuh barang milik ku " ucap Al semakin mencengram dengan erat


" akkkhhh sakit lepas " teriak pemuda itu sangat kesakitan.


Temen-temen pemuda itu ketakutan dengan raut wajah Al apalagi melihat wajah teman mereka sangat kesakitan.


Al melepaskan cengraman kepada pemuda itu dan menendang pemuda itu kebawah. Dengan sigap teman-teman pemuda itu membantu teman mereka berdiri.


Pemuda yang jatuh itu menatap Al dengan permusuhan " awas, aku akan balas " ujarnya buru-buru pergi.


Al masih memeluk calista " sayang apakah ada yang luka " nada khawatir dari Al dapat dirasakam oleh calista membuat hatinya gembira.


" tidak aku baik-baik saja " mendengar itu Al lega.


Al masih menatap calista dengan khawatir.


" sukurlah " ujar Al mengelus kepala calista dengan lembut.


Karena sudah sore Al mengajak calista balik.


.....


Di mansion gracia Al membantu calista pulang.


" istirahat yang baik " Al tersenyum lembut.


" iya kak Al " terpana dengan ketampanan pacarnya. Dia merona malu .


Cup


" masuk cepat " ujar Al dengan lembut.


Calista merona malu saat cium oleh Al.dengan suasana gembira calista masuk kedalam.


Al terkekeh melihat wajah mengemaskan kekasihnya langsung pergi dari sana


Tak lama kurir datang kebetulan calista yang membuka karena masih berada di ruang tamu.


Membuka pintu alangkah terkejutnya melihat banyak boneka didepannya


" nona calista " tanya kurir itu


" iya "


" ini untuk anda " kurir itu tersenyum menyuruh bawahannya membawa semua masuk dalam .


" siapa yang mengirim " calista penasaran.


" tuan Aldrich " jawab kurir itu. Langsung pergi.


Calista tersenyum gembira melihat tumpukan boneka di ruang tamu.