Aldrich

Aldrich
wanita gila



Hari telah berganti al baru saja selesai mandi siap bekerja dia mengambil cuti sekolah selama beberapa hari dan saat masuk dia akan mengambil jalur percepatan.


Sekarang al berada di parkiran kantor baru saja memarkirkan mobilnya tiba-tiba mendapatkan pesan dari calon istrinya bahwa dia sudah sampai di sekolah.


Al langsung dengan santai masuk ke kantor orang dia yang punya kantor jadi suka-suka hati masuk jam berapa.


Siska yang berdiri di depan kantor Al langsung menghampiri al yang baru saja datang " bos ada perusahaan yang ingin bekerja sama "


" terus ? " al menatap Siska


"Bos,orang ini ingin berbicara dengan anda " Siska Al menatap dengan dingin memikirkan siapa yang berani langsung meminta bertemu tanpa janji.


" siapa orang yang berani itu ?" aura membunuh Al keluar Siska meneguk ludah dengan kasar bahkan menyumpahi pengusaha yang berani itu.


" hmm bos itu... Perusahaan giok mereka ingin Colaborasi dengan perusahaan kita " Siska menyerahkan dokumen


" apakah kau sudah liat data keuangan perusahaan itu " Al bertanya


Siska dengan lantang menjawab " tuan saya sudah memeriksa dengan cermat keuangan perusahaan ini tidak dapat diterima " Siska tidak mau menerima perusahaan ini tapi karena mereka ngotot ingin bertemu dengan Al maka Siska terpaksa.


Al mengangguk "buat pertemuan jam 2 siang " perintah al langsung melangkah ke kantor meninggalkan Siska sendiri.


DI KANTOR


Al duduk di kursinya mulai menyalahkan komputer langsung memasuki pasar saham,Al dengan teliti melihat saham mana yang menguntungkan dan ada saham mana yang naik namun akan turun dalam sekejap .


Duduk di depan komputer dengan serius dan aura kepemimpinan membuat siapa saja yang melihat Al akan terpesona.


Fokus dengan berkas yang di depan suara notif mengalihkan pandangan Al dari berkas. Melihat siapa yang memberikan pesan


081*********


" Hai Al ini aku yang ketemu


Sama kamu di cafe "


" aku ayu masih ingat kan "


" Al kok nggak bales "


" Al balas dong "


" ih aku sebel loh "


Al menatap dengan heran pada wanita yang mengirim pesan padahal mereka tidak dekat atau apa tapi nadanya kayak orang kenal saja. Al langsung silent hp melanjutkan kembali kegiatannya.


Di tempat gadis yang mengirim pesan sedang ngambek karena pesannya tidak dibalas Al.


" ih kok kak Al nggak balas, apa karena perempuan ****** itu " gerutunya sebal


" ayu sayang " suara pria dari belakangnta


" ayah " ayu menatap pria itu dengan senyum indah


" ada apa kenapa wajah putri ke sayangan ayah cemberut begini "


" ayah aku mengirim pesan kepada Al tapi tidak di respon " dengan nada kesal


" jangan khawatir ayah sudah membuat janji dengan Al nanti kamu ikut dengan ayah " pria itu dengan senyum bahkan dia merasa jika putrinya ikut proyek yang tidak mungkin ini akan menjadi mungkin.


Ayu langsung antusias memeluk pria tua yang tak lain ayahnya dengan erat " ayah aku mencintaimu, terimakasih "


SEKOLAH


Calista sedang menatap pelajaran dengan lusuh hari ini dia merasa tidak semangat


" cal ada apa? " tanya jessi yang bingung dengan tingkah sahabatnya itu.


" ah jessi kayak nggak tau sahabat lu aja " kylie dengan nada mengejek


" bener tuh dia kan lagi galau karena kekasihnya tidak sekolah " isabella tak kalah sewot


" apa kelihatan jelas ya " tanya calista langsung dianggukin yang lain, telinga gadis itu memerah malu kylie memeluk calista dengan erat " oh sayang ku akan diambil oleh al " dengan akting nangis yang pura-pura yang membuat calista,jessica,dan isabella geli dibuat .


" berhenti bersikap seperti itu, menjijikan tau " ketus jessica dengan wajah geli


" dasar emak lampir " gumam kylie tidak di sengaja jessica


" apa kata mu? " dengan nada tinggi, kylie langsung menegangkan menatap jessica sambil cengar-cengir.


Isabella tidak bisa lagi menahan tawa langsung pecah alhasil mendapatkan tatapan tajam dari guru membuat mereka kicep.


.


.


.


Kring kring


Bell menandakan waktu istirahat calista berserta yang lain pergi ke kantin karena mereka sudah akrab dengan sahabat al jadi mereka sering duduk di meja yang sama.


" buk adik ketua " sapa sean


" adik ketua? " calista bingung


" eh belum tau ya al kan jadi adik angkatnya steve otomatis adiknya ketua dong " gio menjelaskan


Calista mengangguk mengerti


" eh lu pada tau nggak dimana alesya " tanya kylie kepo


" ada deh pokoknya dia ndak bakal muncul di depan buk adik ketua lagi " ujar ivan mendapatkan tatapan setuju.


" ih ivan lu kan baik kasih tau dong dia kemana? " kylie mengerahkan semua ucapan manis yang biasanya dia tidak keluarkan.


Gio yang bingung langsung bertanya ke jessica " eh teman lu nggak kerasukan apa? "


" nggak emang udah biasa kalau dia penasaran itu mah " jessica berkata dengan santai seperti sudah sering melihat kejadian seperti ini


Jeff mengabaikan yang lain menatap calista " buk ketua kapan acara nikahannya nih " tanya Jeff antusias mottonya 'dimana ada makanan gratis di situlah ada Jeff'


" aku belum tau " calista lupa bertanya karena terlalu senang


Steve langsung menjawab " 2 minggu dari sekarang " membuat mereka melongo bahkan calista tersedak air minum


" ah kenapa cepat banget " pekik isabella kaget


Steve menghela nafas " itu semua karena al dan kakek calista yang ingin segera dilaksanakan secepat mungkin " tidak habis pikir dengan kedua orang itu yang satu Verkuesi.


" gila tuh orang buru-buru amat nikah " ivan


" kalau nggak buru-buru nanti diembat orang lain " gio


Sean yang polos mengangguk-angguk padahal nggak ngerti.


Orang yang dibicarakan sekarang sedang sibuk duduk di meja sambil minum kopi bahkan baju sudah acak-acak saking bosennya dengan berkas yang menumpuk.


Tok tok tok


" masuk " suara bariton al


Siska masuk dengan gaya profesionalnya dia menatap al dengan biasa aja bukan karena al tidak tampan malah sangat tampan cuman dia sudah memiliki orang yang dia suka jadi hatinya sudah ada yang ditempatin apalagi dia tidak mau jadi orang ketiga dari hubungan bosnya.


" bos, tuan mahendra sudah tiba " siksa memberikan informasi


Al mengangguk membenarkan dasinya seperti semua " ayo kita kesana " dengan aura kepemimpinan pergi ke ruang meeting.


RUANG MEETING


" ayah kapan dia datang " suara gadis


" tunggu sebentar lagi sayang " ujar pria itu dengan lembut.


Tiba-tiba pintu terbuka memperlihatkan al dan Siska serta satu orang pegawai lain dan pemegang saham kedua masuk kedalam ruangan bersama-sama.


Ayu langsung berbinar-binar menatap al dia terpesona dengan wajah tampan itu ' ah al ku ' batinnya meneriaki nama al terus.


Al tidak perduli duduk di kursi utama


" kita langsung mulai saja " langsung dianggukin Siska , meeting dimulai dengan perusahaan mahendra memperlihatkan apa saja keuntungan dari kerja sama itu serta al melihat data keuangan dengan teliti dan cermat bahkan aura nya tidak dapat di pungkiri lagi mampu membuat mereka gugup.


Ayu tidak gugup malah dia menatap al dengan tatapan kagum.


" maaf sekali lagi tuan mahendra perusahaan ini tidak dapat bekerja sama dengan anda " al membuat keputusan


Tuan mahendra menatap putrinya, ayu yang seakan mengerti maju ke samping al memegang tangan al dengan genit " al apakah kau tidak akan membantu perusahaan ayah ku " dengan nada genit mencoba mengoda al dengan gunung kecilnya itu.


Bukannya tergoda al semakin dingin bahkan Siska sebagai asisten meneguk ludah.


Dengan kasar al melepas tangan ayu menatap tajam ke arah gadis itu " sungguh perusahaan menjijikkan,aku pikir hanya keuangan yang buruk ternyata pemilik itu sendiri " cibir al.


" al jangan bicara seperti itu pada ayah ku " ayu pura-pura cemberut masih tidak tau tempatnya.


Dengan tatapan tajam yang siap membunuh Al berkata " nona ayu kita tidak saling dekat jangan memanggil ku dengan sebutan Al " menegaskan dalam kalimat bahwa mereka hanya orang asing


Jleb


Ayu dibuat skakmat " tapi kan ibu ayu adalah bibi Al "


" cih wanita ****** itu bahkan tidak cocok menjadi bibi ku " dengan nada mengejek raut wajah ayu berubah warna tuan mahendra tidak bisa membantu apalagi jika menyinggung Al maka perusahaannya yang hanya berpenghasilan jutaan akan hancur.


" tuan Aldrich jangan marah putri saya tidak sadar saat berbicara " dengan cepat meminta maaf menarik putrinya ke sampaing, ayu tidak senang tapi tidak bisa menunjukkan sifat aslinya bagaimana pun dia butuh ayahnya .


" sekali lagi saya minta maaf tuan Aldrich " langsung menarik putrinya itu keluar dari sana dengan perasaan malu.


Siska menghela nafas menatap al dengan gugup " Siska jangan biarkan pria atau wanita itu masuk ke perusahaan lagi " titah al langsung di anggukin Siska.


Semua bubar dari sana al juga kembali ke kantornya menatap foto gadis yang tersenyum dengan lembut, foto itu adalah foto calista yang tersenyum yang sengaja di pasangan al agar dia semangat bekerja.


Al sedang males duduk menatap grafik saham yang meningkat dengan senang dia sudah mendapatkan 5 juta dalam bermain saham ini walaupun uang itu kecil dari pada hadiah sistem tapi selama itu uang Al puas.


Disaat Al sedang tenang-tenangnya di ruangan seorang gadis melempar semua barang dengan marah


" akh kenapa dia tidak luluh " nada kesal wanita itu yang tak lain adalah ayu


" tidak tidak , Al kamu sudah masuk kedalam kategori idaman ku maka hanya aku ayu lestari yang dapat memiliki mu " bergumam menatap pantulan dirinya yang sudah berantakan mata sembab , make-up luntur, baju tak karuan.


Di luar pintu wanita berusia 30 an berdiam di pintu dengan senyum sinis


" dasar wanita gila " cibir nya yang tak lain odelia menatap rencananya dengan mulus bergegas pergi dari sana sebelum ada yang melihatnya.