
Balik lagi ke al di perusahaan al menghubungi seseorang yang merupakan pilot dari jet pribadinya yang didapat dari sistem selesai konfirmasi dan memutuskan telpon al lanjut memeriksa dokumen
Dreet
Mengangkat telpon suara siska langsung datang dari ujung telpon
" halo bos "
" ada apa "
" bos ada seorang wanita mengatakan dia adalah sepupu istri anda, namanya nadia gracia "
" mau apa dia kesini "
" bos dia ada perlu dengan anda "
" hmm bawa kesini "
" baik bos "
Mematikan telpon al melanjutkan memeriksa berkas dengan seksama bahkan layar komputernya masih memperlihatkan grafik kenaikan dari sahamnya
Tok tok tok
" masuk " suara al dingin dan tegas
Suara pintu terbuka memperlihatkan siska membawa nadia masuk
" bos saya membawa orangnya "
" hmm keluar " siska mengangguk meninggalkan al dan nadia
Menghentikan aktivitas di tangannya al menatap gadis itu dengan dingin
" ada apa? " suara dingin itu membuka nadia takut tapi kemudia dia ingat bagaimana perilaku al pada Calista membuatnya menguatkan tekad berjalan ke arah al duduk di paha al
" Aldrich bisakah aku bekerja di kantor mu " dengan genit mencoba merayu al
Bruk
Al mendorong nadia membuat gadis itu terjatuh dengan tidak elit tapi nadia menahan rasa malu bangkit mencoba mengengam tangan al ditepis dengan kejam oleh al
" nona nadia saya menghormati anda hanya karena anda adalah sepupu istri saya, jika tidak sekarang anda hanya tinggal nama " suara al membuat nadia merinding
" Aldrich jangan terlalu kaku apakah Calista bisa membuat mu puas " dia dengan genit berbicara bahkan membusungkan dada
Bukannya tergoda al malah jijik menekan nomor security " keruangan saya "
Nadia tidak percaya bahwa al tidak tergoda semakin gencar mengoda al
Plak
Suara tamparan mengema diruangan itu " nona nadia sebaiknya menjauh dari saya dan keluarga saya " dengan dingin
Security masuk kedalam " bawa gadis ini pastikan resepsionis tidak membiarkan dia masuk ke perusahaan ini lagi "
" baik bos " security itu membawa pergi nadia yang terdiam seteleh di tampar
Al hanya mendegus dengan jijik apakah dia pikir al tidak berani memukul wanita untuk wanita yang tidak menjaga harkat dan martabat seorang wanita sebuah tamparan saja tidak cukup untuknya..
" sebaiknya aku mempercepat liburan bersama Calista " mengirimkan beberapa pesan kepada pilot untuk mempersiapkan jet segera mungkin malam ini dia berangkat
Selesai mengirim pesan ke pilot al mengirim juga ke Calista .
Duduk kembali ke kursinya al menatap layar komputer dengan gembira kini sahamnya telah menghasilkan 100 juta
" segera tunas emasnya akan siap " gumam al tersenyum
Disisi lain nadia yang di usir oleh al berjalan di tepi jalan dengan tidak menentu wajahnya sekarang suram
" tidak, tidak boleh al harus menjadi milik ku " ujar memanggil terus nama al
Beberapa pengunjung menatap nadia dengan tatapan jijik mereka pikir nadia telah gila.
.
.
.
Berbeda dengan Calista yang setelah mengirim pesan terus menerus tersenyum membuat susana bahagia menular ke yang lain
" wih seperti ada yang menerima pesan dari suaminya nih " dengan nada mengoda
" kylie jangan kepo " Calista pura-pura galak
Kylie terkekeh " iya dah "
Karena jamkos ( jam kosong) mereka sesuka hati melakukan kegiatan apa saja seperti gio, ivan, jeff main game sean yang sibuk menguncir rambut steve yang sedang tidur
Kylie, jessica, isabella dan Calista bercanda dan berbincang-bincang sisa yang lain bermain ponsel, baca buku, ngeband dan lain-lain..
Brak
Seseorang memukul pintu kelas Calista alhasil semua kaget menatap sang pelaku yang ternyata anak geng Griffin
" bisa santai aja nggak " sean kesal hampir saja jantungnya mau copot
" tau tuh anak-anak curut nih biang masalah mulu " jeff ikutan karena kaget dia jadi kalah saat main
Anak geng Griffin hanya menatap datar kemudian beralih ke Calista
" dimana Al? " tanya aron to the poin ke Calista dengan datar
" dia kerja " jawab Calista
" kerja?bukankah harusnya di sekolah " tanya devan dengan bingung
Calista menghela nafas " dia punya perusahaan sendiri dan untuk jawaban terakhir dia sudah lulus duluan "
Devan mendengar kata memiliki perusahaan sendiri dengan tidak percaya kapan Al membuat perusahaan
Calista tidak ambil pusing walaupun mereka adalah saudara Al tapi dia juga sudah menyakiti suaminya jadi buat apa baik-baikin mereka
" ada apa nih tanya-tanya Al " gio sekarang menatap mereka dengan berani iyalah gio gitu mana ada kata takut
"Bukan urusan loh " nada dingin aron terdengar
" jelaslah ini urusan gue , orang Al sahabat gue sekaligus adik ketua gue " suara tegas dan lantang Al
" jangan karena lu pada anak investor sekolah lu pada bisa senangnya " ivan juga tak kalah dingin
Para penghuni kelas mengacukan jempol
" bacot lu pada " aron tidak senang
" dih marah " cibir sean
" bisa diam nggak sih kita cuma ada urusan sama Al bukan lu pada " jeremy menatap mereka dengan tenang
" bener apakah jeremy " dario mengangguk
" DIAM .. " suara tegas dan dingin membuat mereka diam suara itu adalah suara steve yang bangun belum sadar rambutnya di kuncir oleh sean walaupun begitu bukannya lucu malah menyeramkan
" ada apa lu pada masuk senangnya ke kelas gue " steve menatap dengan gaya khasnya
" gue cari Al " jawab devan
" buat apa lu cari adik gue"
" dia adik kandung kami bukan lu " aron menatap dengan tajam
" ngelawak " gio
" urusan adik gue urusan gue jadi ada apa dan gue lurusin kapan kalian anggap al adik kandung lu pada "
Jlebb bagaimana pedang menebus jantung mereka
Aron yang ingin membantah langsung di tahan oleh devan " bilang ke Al suruh pulang sore ini " ucapnya menarik aron keluar dari kelas
" cih pengganggu " kylie menatap anak-anak geng Griffin dengan kesal
" bener tuh " di anggukin jessica, Calista hanya diam agak bimbang harus memberi tau masalah ini pada suaminya atau tidak
" abang gue harus kasih tau apa nggak ya " Calista bertanya pada steve
Steve yang ditanya langsung berkata " kasih tau aja Al pasti tau cara mengatasinya " Calista mengangguk memberikan pesan text kepada Al tentang ini
DI PERUSAHAAN
Al sedang duduk di kursi menatap layar komputer dengan bisa saat menerima pesan dari Calista
Raut wajahnya saat mendengar itu biasa aja langsung menjawab kepada Calista agar dia tenang saja semua dalam kendali
Meletakkan ponsel Al menatap kembali layar beberapa saham yang dibeli dengan suasana bagus semua menunjukkan jalur yang bagus dan lacar tidak terlalu ambil pusing dengan
Mereka
Tuan
' tumben lu muncul tanpa gue panggil '
Lagi mau aja tuan
' ada misi? '
Ada mungkin sistem belum liat
' ( ̄ヘ ̄)ᴴᴹᴹ '
(◞‸◟ㆀ)ˢᵒʳʳʸ tuan.....
' oh iya aku mau tanya nih si wanita protagonis atau PPB ini kan udah kalah terus apakah muncul yang lain '
Tuan apa anda belum sadar banyak wanita penganggu di sekitar anda yang muncul
Tuan anda harus ingat disini adalah novel mereka akan terus mencari tokoh yang cocok dan anda adalah tokoh protagonis pria dan calista adalah protagonis wanita serta beberapa nadia menjadi antagonis saat ini
' ah kapan aku menjadi tokoh utamanya '
Karena ada datang ke dunia ini semua sudah berubah tuan
' apakah mereka akan terus menganggu ku '
Tentu saja tidak tuan saat anak anda lahir semuanya akan berubah menjadi lancar
' kenapa harus saat anak ku lahir '
Saya tidak tau tuan itu adalah info dari atasan saya..
Al merenung perkataan sistem jika itu benar maka pasti banyak orang yang akan berusaha membunuh anaknya
' sial ' batin Al khawatir dengan keselamatan keluarga kecilnya dia terlalu meremehkan dunia Baru ini
Al langsung menyuruh memberikan pengawal untuk calista mengawasi dari jauh dan memastikan keselamatannya tidak masalah poinnya berkurang banyak
Disaat Al menghawatirkan keselamatannya para pengusaha digegerkan dengan kemunculan Al yang membeli saham perusahaan Tiffany,channel, Graff, McDonald bukan hanya itu bahkan investasinya dalam permainan saham sudah tembus menjadi 1 miliaran / bulan yang membuat para petinggi di beberapa perusahaan besar ,menengah menjadi penasaran dengan Al
Skip
Di sekolah calista yang asik sedang makan bersama yang lain tiba-tiba kaget mendengar pekikan dari jeff bahkan sean yang di sebelahnya tersedak
" apa-apa sih loh " sean marah wajahnya tampak sangat mengerikan
Jeff melihat sean " maaf tapi gue benar-benar shock anjirr "
" ada apa emang " sean mengelap mulutnya
Jeff memperlihatkan layar ponselnya ke
Depan muka sean membuat sean langsung melongo tidak percaya
" ah apa ini serius " sean menatap Jeff dianggukin langsung
Para perempuan menatap mereka dengan bingung " ada apa sih " jessica penasaran langsung merebut ponsel Jeff alhasil dia ikutan melongo tidak percaya
" cal coba liat "
Calista melihat layar ponsel itu dengan terkejut suaminya menjadi trending topik bahkan suaminya menjadi salah satu pengusaha terkaya dan termuda dengan total aset mencapai 100 triliunan..
"Huk huk " Calista terbatuk menatap sekitar dengan tatapan tak kalah terkejut
" ini Al kan " memastikan lagi dianggukin oleh mereka dengan bodoh kecuali Steve yang tetap tenang
" gila Al diam-diam ternyata holkay "
"Iya apalah daya kita yang gubetu " ivan meratapi nasib
" apa gubetu " gio bingung
" kumpulan beban ortu " ivan menjawab
" salah " sean timbal
" terus apaan " ivan menaikan alis bingung
" yang benar elit "
" elit? " Jeff bingung
" ekonomi sulit " jawab sean langsung mendapatkan jempolan dari ivan
" bagus tuh "
Pletak
Jentikan tepat di dahi kedaua orang itu langsung dilayangkan gio yang kesal
" diam lu pada "
Calista hanya menatap dengan diam, dia kira suaminya hanya orang kaya tapi tidak sekaya ini