Aldrich

Aldrich
lamaran



Al membawa calista ke mansionnya


Calista berbaring di kasur Al, dapat dia cium aroma harum dari bantal itu aroma priannya.


Calista  menguap berkali-kali tapi masih menunggu Al datang.


" kenapa belum tidur " Al datang dengan laptop


Calista menatap al dengan senyum " menunggu mu "suara lembut calista terdengar


" tidur lah aku akan duduk disini sampai kau tidur " al tersenyum mengecup pipi gadis itu duduk di sampingnya sambil membuka laptop


Calista tersenyum melihat prianya di sampingnya calista mendekatkan dirinya pada tubuh al tertidur sambil memeluk al, yang dipeluk mengelus kepala gadis itu.


Skip


Sudah 2  bulan sejak pengumuman hubungan Al dan calista di Umumkan dan hubungan keduanya sekarang menjadi semakin intim. Al selalu menyempatkan waktu untuk mengajak calista  jalan-jalan 


Seperti sekarang Al mengajak calista untuk gym tentu saja Al sebagai pelatih dari calista mana mungkin dia biarkan pria lain menyentuh gadisnya itu.


Perilaku pria itu membuat calista salting setiap saat .


Calista bernafas lega saat tau kalau tempat gym di sewa pribadi oleh Al kalau tidak mana mungkin dia biarkan melepas baju memperlihatkan asetnya itu.


Kedua orang itu saling posesif satu sama lain .


Calista memerah melihat tubuh Al tentu saja Al tidak tinggal diam Saat itu  mulai mengoda calista tawa kedua itu terdengar di ruang gym itu.


Jam 12.00 mereka menyudahi gym mereka dan pergi makan siang ke cafe terdekat .


Al memesan makanan kesukaan calista disambut antusias oleh gadis itu. Suasana damai dan hangat itu diganggu oleh wanita tak lain odelia


" Al " sapanya dengan senyum


Al menaikan alis " ada apa? " dengan nada tidak senang , odelia tersenyum paksa


" Al apa kabar? Kebetulan kita ketemu disini perkenalkan ini anak tante namanya ayu " odelia memperkenalkan wanita disampingnya.


"Hmm " Al bahkan tidak memandang wanita yang melirik nya setiap saat, dengan tidak tau malu duduk di sampinh Al " Al kita jalan-jalan yuk " ucapnya dengan genit.


Al tidak membalas atau melirik gadis itu


" sayang makan jangan diam aja " ujar Al mengingatkan calista , calista tersenyum menlanjutkan makan.


Dapat calista liat wanita itu menyukai Al susah ya menahan pesona prianya.


" kamu siapanya Al  " tanya dengan  lembut tapi matanya berbeda


" aku tunangannya Al " calista santai.


Wajah senyum itu runtuh entah apa yang odelia bisikan membuat wajah itu kembali seperti semula .


" kalau begitu aku pergi dulu " pamitnya pergi ,bahkan dari awal hingga akhir Al tidak melirik sama sekali.


" bagaimana menurut mu ? " calista menatap al


" bagaimana apa? "


" ih bagaimana menurut tentang gadis itu? "


" jelek " jawab al membuat calista tertawa


Suasana kembali seperti semula hangat melupakan tadi ada dua ngengat,Selesai makan al membawa calista pergi jalan-jalan menikmati suasana di taman.


Berbeda dengan wanita yang tadi pergi dari sana sekarang berada di sebuah rumah tidak sebesar Mansion Al dan terdapat odelia berdiri di samping ayu


" sayang tenang saja kamu pasti bisa mendapatkan al ibu akan membantu mu " odelia dengan lembut berkata mencoba menyemangati ayu.


" itu harus sebagai ibu tiri kau harus membantu ku atau aku akan mengadukan mu ke ayah ku " ancam nya langsung pergi meninggalkan odelia sendiri di sana


Kepergian ayu membuat wajah lembut odelia berubah menjadi gelap


" sial kalau bukan karena aku harus masuk ke keluarga itu mana mau nikah dengan pria menjijikan itu apalagi anak sialan ini " gerutu odelia menatap sinis arah kepergian ayu.


Skip


Al baru saja pulang langsung disuguhkan pemandangan gio, ivan , jeff, sean dan Steve sedanh duduk di sofanya . Al sudah tidak kaget lagi dengan mereka datang tiba-tiba selama 1 bulan ini mereka datang ke Mansion Al sejak tau Al tidak tinggal di Mansion smith lagi .


Al menghampiri Steve langsung merebahkan diri di paha Steve, Al sudah menganggap Steve dan Daniel adalah abangnya jadi jangan heran kalau Al akan langsung tiduran di paha kedua orang itu.


" elu pergi jalan-jalan lagi sama calista " tanya gio sambil ngunyah.


" kalau mau ngomong itu habisin dulu makanannya " cibir jeff jijik


Gio menatap tajam " gue tau jangan sok ajarin gue "


" tuh kan dikasih tau marah mulu elu pms ya " jeff


" diam nggak " jeff langsung kicep...


" Al elu nggak ada maksud buat nikah sama calista " tanya sean penasaran


" ada rencananya malam ini gue mau lamar " ujar Al mendapatkan tatapan melongo dari sekitar.


Al menatap dengan heran " kenapa? "


" nggak, cuma elu mau nikah tampa persetujuan keluarga gitu " ivan nimbrung


" masalah itu cukup oma dan opah calista setuju dan untuk wali gue, gue bisa mintol sama Steve ama Daniel itu udah cukup " jelas Al mendapatkan persetujuan dari Steve dia juga tidak suka dengan keluarga smith yang menyakiti Al.


Tak berselang lama makanan itu datang mereka langsung menyantap dengan lahap bahkan ivan dengan jahil menambahkan cabe ke bakso yang entah sudah ke berapa yang di makanan gio.


" njir siapa yang nambahin cabe sih bangsat " teriak gio menggelegar.


Semua tertawa melihat wajah memerah kepedesan dari gio.


Mereka diam dirumah Al sampai sore baru mereka kembali ke alam masing-masing yang membuat tuan rumah lega.


' sistem '


Iya tuan.


' siapa gadis yang bersama odelia tadi '


Tuan itu anak tiri dari odelia setelah diusir oleh ayah anda dia menikah dengan pengusaha giok yang cukup kaya, gadis yang bersama odelia bernama ayu lestari sering dipanggil ayu tuan dia memilik sikap pemberontakan dan licik berbeda dengan wajahnya yang lugu.


' awasi mereka jika dia macam macam segera laporan pada ku '


Siap kapten


' oh iya sistem aku ingin kau memesan 1 lantai restoran dan dekorasi dengan bunga-bunga untuk melamar calista nanti malam '


Ok tuan poin akan secara otomatis di kurangi


Al mengangguk


Selesai memesan tempat Al memesan bunga mawar serta cincin untuk calista. Melihat semua beres Al tinggal merencanakan bagaimana membawa calista ke sana dengan bantuan oma dan opah calista.


Selesai


Semuanya beres Al hanya perlu menunggu malam ini tiba.


Skip


Jam menunjukkan pukul 8 malam Al sudah selesai Bersiap-siap menatap pantulan dirinya di cermin dengan puas.


Tuan berhenti mengagumi diri anda


' cih diam lah '


Al sebal langsung mengambil cincin dan bunga tidak menghiraukan sistem.


Sekitar beberapa menit al sudah sampai di restoran teman-temannya sudah tiba dia tinggal menunggu gadisnya datang.


Al yang sudah tidak sabar langsung gembira melihat calista datang dengan ditutup matanya dan dituntun oleh oma nya


" oma kenapa harus ditutup " nadanya penasaran


" sayang oma punya kejutan "


" iya oma tapi calista takut jatuh "


" tenang saja ada yang jagain " oma dengan suara misterius baru saja ingin bertanya lagi langsung terdiam saat penutup mata calista terbuka


Dia terkejut melihat tunangan berdiri didepannya dengan senyum indah mereka berdua berada dalam bunga yang berbentuk love


" CALISTA AKU TELAH MENYUKAI MU SEJAK PERTAMA BERTEMU AKU TIDAK SUKA MELIHAT KU BERSAMA PRIA LAIN DAN HARI INI DI DEPAN SEMUA ORANG AKU ALDRICH MELAMAR CALISTA GRACIA, APAKAH KAU MAU MENJADI ISTRI KU " menyodorkan bunga mawar menatap calista dengan lembut


Calista tersenyum haru " yes " menjawab dengan bahagia


Al tersenyum memeluk gadis itu memasangkan cincin ke jari indah gadis itu.


Raut wajah Al terus tersenyum bahagia bahkan saat makan malam dia mengenggam tangan calista dengan bahagia, calista juga tak kalah gembira akhirnya mereka akan bersama selamanya.



Kedua pasangan itu saling memandang dan tersenyum, para teman calista dan Alex saling memberikan selamat untuk mereka dan berharap yang terbaik untuk hubungan mereka


Malam itu semua orang bersuka cita atas lamaran Al.


" Al kau harus membuat pernikahan yang tak kalah romatis dari ini "


" tentu saja " al menantikan hari itu.


" cucu oma sudah dewasa sebentar lagi akan menjadi seorang istri " nada sedu oma


" oma jangan sedih oma masih bisa melihat calista " al tersenyum ramah dia akan baik pada orang yang baik kepadanya dan jahat kepada orang yang jahat padannya.


" cih ingat umur " opah


" diam dasar tua bangka tidak melihat suasan sedih " marah oma


Al dan calista saling memandang dan tertawa bersama.


" Al bagaimana dengan wali mu " tanya opah


" aku akan meminta abang Daniel dan steve mereka sudah aku anggap kakak kandung " ujar Al tersenyum


"Opah tidak masalah asalkan kalian bahagia " ujar opah tulus.


Calista tersenyum dia sangat terharu dengan oma dan opahnya  yang selalu peduli dan sayang padanya.


" hiks oma, opah terimakasih " cicit calista menintikan air mata


" jangan menagis sayang " oma tersenyum lembut mengusap air mata cucu kesayangannya itu.


Malam itu penuh canda tawa, dan kegembiraan di restoran itu.