
Hari baru keduanya telah dimulai sejak sekarang pagi ini calista bangun lebih awal dari al dia melihat pantulan sinar matahari yang menyinari suaminya dengan tatapan menawan
Calista bangkit mengunakan baju casual
Pergi menghubungi pihak hotel memesan makanan.
Selesai calista dengan lembut membangunkan al yang masih tertidur
" mas " calista dengan suara lembut mencoba membangunkan al
" mas "
" iya sayang " al setengah sadar
" mas bangun udah pagi " mengoyang-goyang kan badan al merasa terganggu al langsung menarik tangan gadis itu hingga membuat gadis itu berada dibawah dan dia di atas
Calista merona malu melihat posisi ambigu ini " mas "
" ssssttt sayang ini masih pagi " ujar al dengan lembut menatap gadis itu membuat sang empu yang ditatap salting
" tapi mas _ " belum sempat menyelesaikan berkataan bibirnya sudah dibuka oleh bibir al
" hmm "
Al melepaskan ciuman itu " jangan nakal tidur lagi ini masih pagi " al tidur di samping gadis itu memeluk dengan erat.
Calista tidak melawan ikut tertidur dengan wajah bersembunyi di dada bidang pria yang tak lain suaminya itu.
Karena suasana yang sejuk kedua itu kembali ke dalam mimpi....
.
.
.
Sekitar jam 9 Calista bangun menatap sampingnya melihat sisi ranjang sepi melirik kiri-kanan mencoba mencari seseorang
Pintu terbuka memperlihatkan al yang baru saja datang dengan pelayan yang membawa makanan
" taruh di situ " perintah al, pelayan itu mengangguk meletakkan dengan hati-hati dan langsung keluar dari kamar itu
Calista memandang suaminya itu dengan senyum indah " mas kamu dari mana? "
" aku pergi bertemu dengan opah dan oma mereka mengatakan akan pergi liburan ke luar negeri, aku baru saja mengantar mereka " al dengan jujur menjawab
Calista terkejut " kenapa opah dan oma tidak mengatakan pada ku "
Mengelus surai itu al berkata dengan lembut " mereka tidak mau membuat mu sedih " mencoba memberikan pengertian kepada Calista
" aku tau tapi _ "
" sayang kita akan menemui opah dan oma saat kamu liburan ok " al memberikan janji kepada Calista langsung mendapatkan anggukan dari Calista
" ayo makan dulu "
Al dengan perhatian sudah memesan makanan kesukaan Calista, al mencoba membuat Calista gemuk jadi opah dan oma tidak akan khawatir atau menyesal telah merestui hubungan mereka.
" mas jangan banyak-banyak aku bisa gemuk " Calista melongo menatap hidangan yang disajikan di piringnya.
" makan sayang "
" tapi mas aku bisa gemukkkk" gumamnya masih di dengar al
" tidak gemuk terlalu kurus "
" tuh kan kamu kayak oma deh " Calista cemberut tampak sangat lucu
" sudah jangan marah ayo makan dulu " dengan lembut Dia tidak bisa menaikan suara jika di depan gadisnya ini.
Menikmati makanan itu mereka memutuskan akan pulang ke mansion setelah sarapan bagaimana pun lebih enak rumah sendiri dari pada di hotel
Selesai makan al dan calista pergi berenang sebelum balik mansion
" akh al " pekiknya kaget saat diangkat
" cantik " al menatap wajah itu dengan senyuman yang membuat siapa saja meleleh
" gombal "
" bukan gombal tapi kebenaran "
Calista tidak menjawab hanya tersenyum bahagia .
Skip
Saat ini kedua orang itu sedang berada di mansion duduk bersama menikmati film yang diputar, pandangan al tidak tertuju ke depan tapi tertuju ke wajah cantik calista..
" al liat kedepan "
" ini lebih indah "
Calista terkekeh geli " ukh suami ku mulut mu sangat manis " al tersenyum lucu
Dreeett
Al melihat siapa penelepon yang menghubungi melihat id penelepon al langsung mengernyit
" mas siapa " ujar calista melihat perubahan wajah al
" wanita gila " jawab al menjawab telpon masuk
" halo Al "
" hmmm "
" Al kamu beneran nikah dengan wanita itu "
" ya "
" Al aku suka kamu kenapa kamu nikah sama wanita itu "
" terus "
" Al apa kamu tidak dengar aku suka kamu "
" hmm "
" Al kamu mulai dingin apa karena wanita murahan itu "
" nona ayu perhatian kata-kata anda "
" Al kamu kenapa sih belain dia jelas-jelas dia itu murahan "
" nona ayu kamu masuk dalam blacklist hari ini saya pastikan kehidupan anda akan berubah total " al menekan setiap kata langsung mematikan sambungan .
' siapa yang memberitahu nya ' batin Al
Calista yang dari tadi mendengar itu hanya cemberut tidak senang saat berbalik al menatap wajah istrinya yang datar " ada apa ,kamu marah? "
Calista menggeleng kepala " terus " tanya al
" aku kesal kenapa banyak banget cewek yang dekati kamu mas " bertanya Calista membuat al tersenyum
" cih narsis "
Para pelayan hanya tersenyum melihat interaksi majikannya sebagai pelayan mereka tidak boleh terlalu ikut campur urusan rumah tangan majikannya.
Di hotel seorang gadis mengepalkan tangan marah menatap cermin dengan kesal dia adalah ayu yang tiba-tiba di peluk dari belakang oleh seseorang pria tua yang usianya 35 an keatas.
" sedang apa kamu aku membayar mu bukan untuk menatap diri mu sendiri " dengan kesal langsung menarik ayu ke kasur..
Ternyata ayu menjual tubuhnya pada pria hidup belang yang haus kasih sayang walaupun ayu kaya tapi uang jajan yang diberikan ayahnya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sosialitanya oleh karena itu saat melihat al yang kaya dan tampan dia langsung tertarik, tidak ada yang tau kebenaran ini apalagi ayahnya sendiri yang sangat menyayanginya dan memberikan banyak barang mewah untuknya.
Tak lama pria itu meninggalkan kamar tempat ayu berada disana sedang mengunakan kembali baju yang beantakan , ayu menatap bekas kismrik yang di tinggalkan dengan jijik
" sial tua bangka itu meninggalkan bekas lagi " gumamnya jijik mencoba menutupi bekas itu dengan make-up, melihat itu sudah tertutup make-up rapi ayu keluar dari sana seperti tidak terjadi apa-apa.
.
.
.
Berbeda dengan Al yang saat ini menikmati suasana pernikahan selama 3 hari Al tidak berkerja atau kantor begitu juga calista tidak sekolah mereka.
Hari ini adalah kamis tempat al akan melakukan percepatan sekolah agar bisa segera mengambil alih perusahaan segera..
" mas ayo makan dulu " Calista dengan lembut memanggil al
Al tersenyum mencium kening pipi calista duduk menyantap makanan dengan lahap
Selesai makan Al menyetir ke sekolah dengan cepat sampai di sana mereka di suguhkan pemandangan dimana geng osis dan geng Griffin berhadapan, keluar dari mobil Al menatap geng Griffin dengan tajam
" ada apa ini " mereka langsung mengalihkan pandangan ke arah Al, aron dan devan maju ke hadapan Al dengan muka dingin
" katakan sekarang kenapa kau menikah tanpa memberi tau ayah dan bunda ah, kau membuat bunda sedih tau nggak kau membuat orang yang melahirkan mu nangis " teriaknya menatap tajam Al
Al tidak marah menatap jessica, isabella, dan kylie memberikan kode mereka langsung mengangguk membawa calista pergi dari sana
" apa mau mu " nada dan aura di sekitar Al langsung berubah mencekam semua orang tidak berani berbicara
" KENAPA KAU BERUBAH, KAU BAHKAN TIDAK MENGATAKAN BAHWA KAU MENIKAH PADA KELUARGA MU " mata aron menatap tajam tapi tidak setajam Al
Bukannya marah Al justru tertawa menatap kedua orang itu seperti badut
" keluarga? Orang yang menyakiti adiknya sendiri tidak cocok mengatakan keluarga pada ku "
" kau tanya mengapa aku berubah? Jika tidak berubah apakah kalian akan memandang ku atau apakah kalian akan berhenti mengupat , mencaci atau memukul ku " setiap kata yang diucapkan Al penuh dengan amarah
" ...... "
" KENAPA KAU DIAM AH JAWAB, APA MULUT DI JAHIT HINGGA KAU TIDAK MENJAWAB " bentak Al membuat semua kaget
" BERHENTI MEMBERONTAK AKU SUDAH MUAK MELIHAT SIKAP MU SEPERTI SIALAN "
" CIH KAU INGIN AKU DIAM DAN MENDAPATKAN KETIDAKADILAN DARI KALIAN CUH MANA SUDI "
Aron ingin memukul Al tapi tanganya langsung ditahan oleh Al menatap tajam
Ke arah aron
Bugh
Bagh
Bugh
Bagh
Argghhh
Bugh
Melihat itu devan mencoba menenangkan aron tapi malah terkena pukulan dari aron mengakibatkan devan tersungkur kebelakang, chris membantu devan berdiri anggota inti yang lain mencoba memisahkan kedua orang itu
" maju sini lu "
" lu pikir gue takut ah "
" cih bacot maju lu jangan hanya sembunyi di ketek kakak lu " al mencibir aron
Bugh
Bagh
Bugh
Teman-teman al juga mencoba menghentikan al tapi tidak bisa
" cepat panggil bonyok aron " calvin angkat bicara karena sudah tidak ada cara lain langsung di anggukin harris menghubungi bonyok aron dan devan
" woy sean cepat panggil buk adik ketua " teriak gio memberikan perintah pada sean yang terkenal larinya paling kencang, sean mengangguk langsung berlari seperti dikejar hantu menjadi calista..
" buk ayo cepat hentikan pertarungan ini " jeff sambil memegang pipinya yang kenak tonjok, guru itu berdehem
" maaf ibu tidak bisa " guru itu ketakutan pikirnya bagaimana bisa dia melawan pemilik sekolah ini
" kenapa " jeff melongo tidak percaya
" pokoknya tidak bisa " guru itu berbalik pergi pura-pura tidak lihat.
Jeff menatap dengan kesal pergi membantu steve dan gio yang mencoba menghentikan al dan aron, dapat semua orang liat bagaimana kerasnya pukulan al wajah aron penuh luka dan memar sedang al hanya beberapa goresan saja.
Tak lama seorang wanita dan pria yang tak lain adalah kedua orang tua al , aron dan devan berlari kencang ke arah aron dan al
" aron berhenti " teriak andrian membuat aron berhenti menatap ke arahnya dia menatap bundanya yang menangis memintanya berhenti..
Al tidak bereaksi wajahnya tetap datar
" Al " calista menghampiri al dengan wajah khawatir begitu juga teman-temannya menatapnya dengan lega
" Al kamu kenapa sih berkelahi " calista meneteskan air mata, Al menghapus air mata itu
" aku ngak apa-apa " mencoba meyakinkan gadis itu tapi nihil gadis itu masih sedih, Al menghela nafas mengelus surai gadis dengan lembut
" aku baik-baik saja saat kamu disini "
Andrian menatap Al ingin maju berbicara tapi di hadangan oleh steve melirim gio seakan memintanya membawa Al pergi dari sana setelah Al pergi dia menatap andrian dengan ekspresi paling datar
" tuan andrian Smith saya harap anda mendidik putra anda untuk menjauh dari adik saya, saya tidak bisa memastikan apa yang terjadi pada anda jika abang pertama Al tau ada yang melukai adiknya " dengan nada dingin
" apa anda mengancam saya? " andrian menatap steve dengan dingin
" ini bukan ancaman tapi peringatan " steve berbalik pergi ke arah tempat gio membawa Al pergi.
Andrian menatap bocah yang berbicara dengannya seperti itu kemudian melamun ' abang pertama? Siapa? " pikirnya penuh tanda tanya..
Al yang di seret pergi oleh gio di bawa ke UKS disinilah Al duduk dikursi dibawah tatapan mereka disuruh duduk diam dan calista dengan telanten merawat lukannya itu.
" akh pelan pelan " lirih Al pura-pura sakit calista melembutkan lagi gerakannya wajahnya penuh kekhawatiran sedang yang lain tau kalau itu pura-pura hanya menatap dengan jengkel
' masih bisa bercanda nih anak ' batin mereka ingin mengorok Al sekarang juga.