
Setelah meminta restu al tentu saja mengajak calista pergi jalan-jalan apalagi sekolah sedang renovasi akibat adanya ledakan dari laboratorium dimana guru kimia dan muridnnya sedang bereksperimen walaupun tidak menewaskan siapa-siapa tapi menghacurkan ruangan laboratorium dan lorong jadilah hari ini libur.
Al dan calista menikmati waktu berdua di mall melupakan wajah kakek calista yang cemberut saat al minta izin mengajak calista pergi.
Disini lah al menonton bioskop bukannya fokus nonton tapi fokus memandang wajah calista dan yang dipandang salting.
" al liat kedepan " ujar calista malu
" kenapa? Ini lebih indah " kata-kata al membuat calista tersipu
" gombal liat depan al " calista pura-pura marah bukan al takut tapi mengangguk melihat kedepan sesekali melihat ke arah calista
Berkeliling mall al tiba-tiba dipanggil oleh seorang gadis yang tak lain emak lampir
" kak al " nadanya di buat lembut lembutin
Al bener-bener risih, alesya memajukan bibirnya agar terlihat imut
" bisa nggak biasa aja jijik banget " calista memandang dengan jijik.
" hik kak calista kok gitu sih hiks " tangis gadis itu pecah
' mulai kak dramanya ' batin calista males
Al menaikan alis menatap gadis didepannya dengan dingin
" hiks kak Al liat kak calista jahat sama aku " ujarnya
" elu itu bisa nggak usah sok asik kenal aja nggak " ketus Al mendengar perkataan Al, alesya mengepalkan tangan
" kak aku _ " ingin membantah
" nggak usah bacot , elu nangis seakan di pukul mental kok kayak anak tk " cibir calista meremehkan
Alesya menahan marah hatinya penuh dengan kutukan, dan umpatan yang dilayangkan kepada calista. Para pengunjung yang berhenti menyaksikan drama alesya langsung berbisik-bisik sambil menunjuk alesya
Gadis itu sungguh tidak tau malu
Iya tadi dia bersama pria lain tapi pergi mengganggu pasangan orang
Cih anaknya aja seperti ini apalagi ibuknya
Memalukan
Zaman sekarang anak muda sudah tidak ada malu
Mendengar semua celotehan yang dilayangkan oleh pengunjung kepadanya alesya menatap calista dengan tajam langsung lari dari sana menahan malu.
Melihat penganggu sudah pergi alesya dan Al melanjutkan kencan mereka yang tertunda, calista tidak sengaja melihat baju couple di sebuah toko dengan antusias langsung membeli baju katanya biar lebih sosweet
Alhasil Al dan calista berjalan di mall dengan baju couple tidak menghilang ketampanan dan kecantikan keduanya malah semakin banyak orang yang memperhatikan mereka berdua Yang dirasakan .
Gila seperti selebriti njirr
Ceweknya cantik banget
Minta nomor boleh nggak ya?
Boleh tapi hadapai tuh pawangnya
Kalua itu lebih baik gue mundur alon-alon
Calista dan al hanya tersenyum saat mendengar ucapan sekitarnya.
( dunia seakan milik berdua)
Tidak melihat seseorang menatapnya dengan dingin dia adalah kenric yang menatap calista dengan lekat entah kenapa hatinya tidak rela calista berjalan bersama al. Akhir-akhir ini dia merasa hampa tidak ada gadis yang selalu datang kepadanya dengan senyum mekar dan membawa bekal untuknya.
Kenric berfikir mungkin calista sengaja Membuatnya cemburu ' ya itu dia ' belum sadar bahwa calista sudah tidak menyukainya lagi.
Sekarang Alex dan calista berada di restoran cepat saji tiba-tiba seorang pemuda mendekati meja mereka.
" apa yang kau lakukan ah " tanya pria itu kenric
" apa?? " calista bingung
" jangan berpura-pura sudah cukup kau bersandiwara agar aku cemburu " ujarnya menatap calista jijik
Calista mengerutkan kening " buat apa gue sandiwara buat pria kayak elu cemburu nggak ada kerjaaan banget"
" berhenti bersandiwara " nada tinggi kenric
Plakk
Bukan al yang menampar kenric tapi calista yang sudah tidak bisa menahan amarah
" gue ingetin jauhin gue sekarang gue udah bahagia bajingan " ketus calista menarik al pergi tidak peduli dengan kenric yang tertegun di tempat.
.
.
.
Al dan calista berjalan-jalan di sekitar mall tapi wajah calista masih cemberut kesal karena kenric . Al tersenyum melihat bagaimana gadisnya menampar pria bajingan itu.
" Al kau kenapa? " tanya calista melihat Al berdiri diam
" jangan sebut namanya "
" terus aku harus pangggil apa " calon bingung
" terserah "
" hmm kucing "
" enggak"
" anjing "
" terlalu bagus "
" monyet "
" masih terlalu bagus "
" babi "
" terlalu mirip "
Calista bingung " Al aku harus panggil dia apa terus masa orang gila "
" itu bagus " Alex setuju
Calista hanya tepuk jidat melihat tingkah pria di depannya ini.
Kedua orang itu akhirnya sepakat memanggil kenric dengan sebutan orang gila mereka kembali berjalan-jalan menikmati waktu berdua.
" Al " panggil seseorang wanita yang tak lain bunda Aldrich
Calista tentu saja tau siapa wanita itu dia bingung harus beraksi apa apalagi melihat wajah Al yang berubah menjadi dingin dan genggaman al semakin erat.
" Al sayang " ucapnya dengan lembut matanya berkaca-kaca menahan air mata rindu
" Calista ayo pergi " Al langsung menarik tangan gadisnya putar arah pergi dari sana Al sama sekali tidak berniat untuk berbicara dengan orang munafik katanya sayang tapi siap mengorbankan anaknya.
Calista hanya diam ditarik al dia hanya khawatir kepada pria itu .
Jasmine meneteskan air mata melihat putranya pergi begitu saja tidak mau melihat atau bebicara dengannya.
" bunda" devan berlari menghampiri jasmine dia kaget saat melihat ibunya pergi begitu saja
" devan, al tidak mau melihat bunda " ujar sedih...
Devan menenangkan bundanya melihat kearah yang ditatap bundanya.
Disisi lain al membawa calista ke mansion nya dimana mereka saat ini bersama menikmati masakan yang dibuat al sesekali tadi saat masak Calista mengoda al yang digoda malah tidak membuat sang gadis lepas setelah masuk ke pelukannya dengan satu tangan masak satunya lagu memeluk pinggang gadis itu
Alex membiarkan Calista mencoba masakan ya karena dia yakin pasti enak
" bagaimana " ujar al menatap dengan lembut
Calista tersenyum " sangat enak " pekiknya kagum melihat prianya
Al tentu saja merasa bangga saat dipuji oleh kekasihnya. Selesai makan Al duduk disofa sambil memangku gadisnya itu dengan menyaksikan film yang diputar sedangkan gadisnya sibuk bermain ponsel di pangkuannya
Gio
Wih bareng mulu
Theo
Kayak prangko aja
Ivan
Aduh jadi mau pacaran
Sean
Traktiran dong
Steve
👍
Daniel
Adik gue kadang nakal kalau di macam-macam bilang gue
Evan
Gila pak ketua udah kayak wali aja
Calista hanya senyum-senyum melihat komen itu tiba-tiba dm masuk tentu saja Calista baca
Alesyaaaa 🌹
" kak Calista kok
sama kak al "
" kak Calista nggak
boleh berduaan sama kak al "
" kak Calista jangan ganggu
kak al dong "
" kak Calista kayak cewek
nggak bener tau "
" kak Calista bisa nggak
Nggak usah dekat-dekat
Kak al, kak al itu punya
Aku "
"Mimpi kok disiang bolong"
" ngarep neng "
" makanya pakai dukun"
" cih kak Calista
Kayak ****** tau "
"****** teriak ****** "
" adeh males ngomong sama
Cewek carper "
...Read//...
Calista puas ngomong gitu ke cewek carper baru tadi ketemu eh nongol tuh anak mana gak tau diri lagi. Al memeluk erat gadis itu
" apa aku bunuh dia biar nggak ganggu kamu "
Calista terkejut mendengar ucapan kekasihnya " ssttt jangan tangan kamu nanti banyak kuman " sontak al tertawa mendengar itu.
" kenapa tertawa? "
" kamu lucu, saking lucunya aku ingin mengurung kamu " ujar al mengeratkan pelukan.
Kedua orang itu menikmati siang itu dengan menonton film bersama. Sekitar jam 3 sore mereka selesai menonton film Calista naik ke atas mandi begitu pun Al tapi al lebih dulu selesai dan sedang mengirimkan pesan ke seseorang .
Suara derap langkah turun kebawa terpampang jelas wajah cantik Calista dengan gaun pink itu
" apakah cantik " tanya Calista mencoba mengoda al tidak berfikir al akan merespon dengan jujur
" sangat cantik " suara al mendekati Calista mencium bibir itu
' manis ' batin al
Calista merona merah tiba-tiba suara bell berbunyi al yang tau itu paketnya langsung pergi mengambilnya.
Tak lama al kembali membawa bunga mawar
" for you ❤" ujar al tersenyum
Calista terkejut dan gembira mendapatkan hadiah dari kekasihnya
" al, I love you ❤ " Calista memeluk kekasihnya
Al tentu saja dibuat gemas dengan kekasihnya itu.
" bagaimana menghabiskan sisa waktu ini kita dinner " Calista memberikan saran
" tentu saja ayo " Al tersenyum dengan lugas dan lantang akan menyetujui semua yang inginkan kekasihnya.
Calista sangat antusias mengunakan mobil al membawa Calista ke sebuah restoran mewah. Sepanjang jalan al mengengam tangan kekasihnya
Hingga sampai di restoran paling terkenal al menuntut kekasihnya ke dalam langsung memesan tempat paling indah di lantai atas untuk Calista.
Pelayan itu membawa al dan Calista ke atas terlihat di luar penuh dengan pemandangan malam
Al menyuruh agar pelayan menghidangkan makan termahal tak lama pelayan itu membawa makanan ke meja al meletakkannya dengan rapi
Kedua orang itu menikmati waktu berdua hanya berdua
' sistem '
Iya tuan
' bisakah kau memberikan aku cincin untuk melamar '
Tentu tuan tapi poin dipotong
' iya lakukan lah '
Cincin untuk anda telah ada disaku anda tuan
Al meroboh sakunya mendapatkan kotak cincin bangkit dari kursi al berdiri di depan Calista dan berlutut
" Will you married me? " al berlutut mengangkat cincin ya
Calista tertegun hatinya bahagia tidak menyangka kekasihnya melamarnya
" yess " Calista tidak banyak berfikir langsung setuju.
Al bangkit memeluk Calista dan memakainya ke jari indah gadis itu, Calista menintikan air mata bahagia banyak beberapa pengunjung langsung bertepuk tangan untuk Al dan Calista.
" don't cry " ujar Al menghapus air mat yang jatuh itu
" Al terimakasih "
Al tidak membiarkan wanita itu berbicara lagi langsung membungkam dengan bibirnya
Al melepaskan ciuman itu jika tidak ada orang pasti dia akan lam mencium Calista.
" aku akan menyiapkan pernikahan yang indah untuk mu " janji al dianggukin Calista walaupun gadis itu tidak peduli dengan bagaimana pernikahannya asalkan dia dan al selalu bersama dia sudah senang.