Aldrich

Aldrich
lomba



" tidak mungkin " tanpa sadar suara kenric meninggi.


Al menaikan sebelah alis " kenapa tidak mungkin ah? " nada mengejek menatap kenric.


" ya bener itu kenapa tidak mungkin, apa kau pikir calista harus selalu mengejar mu " steve dengan nada pedas


" aku setuju " kylie dengan lugas.


Kenric mengeretakan gigi bangkit ingin menarik calista keluar dari dekapan Al tapi langsung di tendang Al.


" jangan sentuh kekasih gue " suara tegas Al bergema di kantin. Semua orang menyaksikan dengan semangat.


" Al berhenti sekarang juga " teriak aron dengan keras.


" terus harus membiarkan dia merebut kekasih ku, tidak akan aku tidak bodoh " al menatap aron dengan dingin.


Aron ingin menjawab tapi sudah dipotong al " jangan ikut campur urusan gue " tambah al dengan dingin entah kenapa aura al mengintimidasi setiap orang.


Alesya agak takut tapi dia sangat yakin dengan dengan wajahnya pasti akan menaklukkan al berkata dengan manis "kak al " nada suara dibuat-buat manis


Al sadar siapa yang memulai ini menatap ke arah wanita yang memanggilnya.


" loh gak puas-puas ya ganggu gue " al menatap dengan jijik


" kak al aku hiks " menagis


" cih loh bisannya nangis aja ya " jessica kesal


" kok bisa elo masuk ke sekolah ini lewat jalur beasiswa sedangkan nilai loh


Paling rendah di sekolah ini " isabella menyuarakan pendapat membuat mereka semua langsung setuju.


Alesya malu " kak tidak seperti itu " dengan nada sedih dalam hati mengumpat mereka semua.


menjijikan - bisik sekitar.


Alesya gelagapan ' tidak kenapa seperti ini harusnya kan calista yang berada di posisi ini ' pikirnya.


Al yang mendekap calista merasakan gadis di dalam dekapannya menagis. Al mengeratkan pelukan membawa calista pergi dari kerumunan itu.


Al membawa calista Wootroof Al duduk di sofa dengan calista duduk di pangkuannya.


Al dapat dengan jelas melihat wajah menagis calista " jangan menagis " Al mengusap lembut air mata yang menetes di pipi calista.


" Al aku tidak melakukan apa-apa , kau percaya kan " tanya calista dengan ragu-ragu.


Al menaikan sebelah alis menatap gadis itu yang menunggu jawabannya " sayang aku mempercayaimu, aku tidak seperti orang bodoh yang percaya tanpa mencari kebenarannya " dengan lembut menarik calista semakin dekat kearahnya.


Calista merasa batu dihatinya jatuh..


" Al kenapa mereka tidak percaya pada ku hiks " air mata calista sekali lagi turun.


" jangan menagis aku tidak suka " Al mengelap dengan lembut. Mengecup pipi calista


" Al aku mencintaimu jangan tinggalkan aku " liriknya


" aku mencintaimu , kau milik ku " ujar Al menatap dengan tegas. Calista tersenyum tanpa sadar wajah mereka semakin dekat bibir mereka bersentuhan


" hemm" ciuman itu berlangsung lama berhenti saat calista kehabisan nafas.


Melepaskan ciuman Al tersenyum lembut menarik calista kedalam pelukanya " jangan coba-coba pergi dari ku " peringat Al, calista tersenyum membenamkan wajahnya yang memerah di dada bidang Al.


" tidur lah kau pasti lelah " suara lembut Al membuat calista dengan patuh menurut dia benar-benar capekk. Tanpa hitungan detik suara deru nafas teratur calista terdengar.


Al mengeratkan pelukan menatap gadis di pelukannya dia tersenyum ' mengemaskan ' - batinnya


Ikut tertidur dengan calista menuju alam mimpi.


Tanpa sadar keintiman mereka di saksikan seorang pria dengan kesal di pergi dari sana...


....


Di lorong kenric yang tadi menyaksikan keintiman calista dengan Al merasa kesal entah kenapa di tidak suka. Jika dibilang egois maka dia memang egois.


" ada apa dengan ketua" tanya Jeremy berbisik pelan


" entah aku tidak tau " harris juga dengan pelan.


Sedangkan Calvin dan chris yang tadi tak sengaja melihat kejadian di Wootroof tidak mau bicara, perasaan saat ini campur aduk sejak kejadian di kantin.


Flasback...


Dikantin calista sedang duduk bersama temanya dan teman Al, suasana hanya bagus dan diselangi canda tawa karena ivan tebar pesona dengan wanita ternyata wanita itu punya cowok alhasil sang cowok langsung memukul ivan .


" mampus elo " tawa gio pecah


" makanya liat-liat bambang " jeff tertawa keras


" gila parah elo " kylie tidak habis pikir dengan ivan yang suka tebar pesona


" harus gue disana pasti gue rekam tuh " sean tertawa hingga air matanya keluar.


" tega kalian semua " ivan sedih...


Tiba-tiba seorang gadis jatuh di depan meja calista dan yang lain.


" hiks kak calista kenapa dorong aku hiks " menunduh calista langsung..


" gue? " calista menunjuk dirinya sendiri


Alesya mengangguk " kak aku salah apa hiks hiks " tangisan kecang seketika semua memperhatikan meja calista..


" selain buta elo pekek ya jelas-jelas calista dan elo jauh gimana bisa dorong elo " cibir jessica


Seketika semua orang yang awalnya menyerang calista langsung menyerang alesya...


" aku tidak hiks hiks "


" air mata elo banyak juga ya " sean dengan polos


" kenapa kalian hiks jahat sama aku hiks " alesya dengan sedih seakan-akan di bully.


" elo nangis mulu telinga gue sakit dengar suara elo " steve kesal menatap tajam alesya..


Tiba-tiba gadis lain datang langsung berteriak " calista pasti elo kan yang bully alesya lagi " menuduh calista langsung.


Calista menaikan sebelah alis ' gue diam aja anjir ' batinnya..


" elo bisa nggak sih jangan ganggu alesya kasihan tau " ujarnya membuat seisi meja menatap dengan jengkel..


" hello siapa yang ganggu dia coba loh liat ya jarak dia jatuh sama calista jauh, emang calista punya tenaga dalam bisa hilang muncul di belakang terus duduk lagi disini " kylie kesal raut wajahnya seakan siap bertarung..


Gila alesya ada aja buat ribut ya


Cih PPB


" hiks aku nggak seperti itu "


" riana jangan seperti itu hiks hiks kak calista nggak dorong aku " alesya menundukkan kepala seakan di aniyaya.


Suara tangis alesya membuat geng Griffin yang baru datang langsung menghampiri alesya ..


" ada apa ini? " suara dingin kenric membuat semua menoleh ke arahnya.


Riana menatap kenric " kak calista bully alesya lagi kak " mendengar itu kak calista menatap adiknya dengan tidak percaya baru saja mereka pikir adiknya berubah eh ternyata membully lagi.


" cih nuduh terus " ujar gio..


" calista apakah itu benar " tanya calvin dengan nada dingin bukan seperti bertanya tapi menginterogasi.


" tidak, aku diam saja " dengan santai calista menjawab


" jangan bohong " chris menekan..


" gue gak bohong , buat apa gue ganggu wanita ****** " ujar calista mendapatkan tamparan dari calvin.


Plakk


" jaga omongan mu "


Calista tertegun hatinya sakit kakaknya sendiri tidak percaya dengan dirinnya .


" bela terus, bela gue nggak peduli " teriak calista matanya berkaca-kaca menahan tangis..


" gue nyesel udah berbuat bego demi perhatian orang bangsat kayak elo da gue nyesel banget udah suka sama cowok bangsat dan bajingan kayak elo " calista mengeluarkan semua unek-uneknya..


Semua terdiam tidak bisa berkata-kata. Kenric membantu alesya bangkit menatap calista dengan dingin " minta maaf " perintah kenric


" nggak, ngapain gue minta maaf nggak salah " ketua calista menatap kenric dengan marah..


Kenric kesal ingin menampar calista tapi langsung ditahan oleh Al..


Sisanya kalian tau sendiri..


Flasback


Al dan calista melewatkan jam pelajaran. Saat al bangun sudah masuk mata pelajaran terakhir al memandang calista yang masih tidur didalam pelukannya..


' cantik ' batin al terpesona..


" enguh " lenguhan centil menandakan gadis itu akan bangun, saat calista membuka mata. Pandangan mereka bertemu.


" apakah nyenyak "ujar al mengelus kepala calista. Sontak wanita itu ingin bangkit tapi al mengeratkan pelukan membuat kedua orang itu sangat dekat.


Cup


Kecupan tepat di bibir ceri itu " diam atau aku cium " perintah al langsung membuat calista patut..


Al terkekeh " aku akan melepaskan mu jika , kau menciun ku " ujar Al.


Calista membolakan mata " Al " rengeknya


" aku tidak menerima penolakan " belum sempat calista berbicara mulutnya sudah di halang oleh Al yang mencium calista secara dadakan..


Calista tidak melawan membiarkan al menciumnya bahkan lengannya sudah melingkar di leher al.


Al mencium dan menjelajahi mulut calista merasa calista akan kehabisan nafas baru Al melepaskan ciuman yang berujung *******..


" manis " gumam Al membuat calista malu..


Bangkit Al merapikan rambut berantakan calista akibat tidur . Langsung mengantar calista ke kelas dan dia kembali ke kelas.


....


Sekarang disini lah Al berada di tempat parkir menunggu gadisnya datang.


" kak Al " panggil alesya dengan suara lembut..


Al tidak peduli mengabaikan gadis itu , dari kejauhan Al melihat gadisnya langsung tersenyum.


" Al " panggil calista dengan senyum indah,Al melihat para pria menatap calista langsung merubah raut wajahnya menjadi marah..


" Al " panggil calista tepat di depan Al sontak Al langsung mengecup bibir calista.


memeluk calista dengan erat menatap para pria yang menatap gadisnya dengan dingin, para pria yang ditatap langsung gemeteran pura-pura tidak melihat. Calista melihat itu tertawa dia suka saat kekasihnya posesif terhadapnya.


" nakal " bisik Al tepat di telinga calista membuat calista merona mengabaikan alesya yang berada disamping Al.


Para siswa yang melihat kemesraan itu langsung berteriak histeris membuat satu sekolah baper.


" ayo pulang " calista tersenyum lebar menatap Al, al mengangguk melepaskan jaket melilitkan di pinggang calista. Dengan sigap al membantu calista naik ke motor langsung menjalankan motor pergi dari kawasan sekolah.


Geng Griffin dari awal melihat kejadian itu seseorang di antara mereka mengepalkan tangan siapa lagi kalau bukan kenric.


Al yang telah mengantarkan calista pulang saat ini sedang berada di sekolah lain. Gara-gara guru sialan yang memberi info dadakan kalau lomba di majukan. Ingin rasanya al menabok kapala gurunya.


Dan disini lah al berada di ruang tunggu dengan para peserta lain. Al melihat sekitar menatap para peserta yang ke banyakan siswa nerd membaca buku dengan serius hanya al yang tidak membawa buku..


Tak lama datang seorang guru "BAGI PARA PESERTA SIHLAKAN MEMASUKI RUANGAN" perintahnya para peserta bangkit berjalan ke ruang yang telah di beritahu.


Al duduk di paling belakang menatap sekitar melihat wajah serius orang-orang dengan gusar ' sukur dia punya sistem kalau ndak bisa botak dia lama-lama karena berpikir '


" baik semuanya sihlakan mengerjakan waktunya akan dimulai dari sekarang " teriak guru di podium menatap tajam para peserta ujian.


Al sama sekali tidak peduli menatap kertas di meja dengan santai.guru itu menatap al merendahkan menganggap al tidak akan bisa menang.


Al tidak peduli menjawab semua dengan santai, guru di podium awalnya berpikir Al akan berhenti mengerjakan kertas itu tapi bukan hanya Al tidak berhenti tapi kecepatan menulisnya sangat cepat mau tidak mau guru itu menghampiri Al menatap kertas itu dengan melongo.


' apakah ini jenius ' pikir guru itu tidak bisa mengalihkan pandangan.


Ting


" semuanya sudah berakhir silahkan kumpulkan kertas jangan lupa untuk menulis data sekolah di lembaran jawaban " ujar pria pengawas di pintu.


Al yang sudah selesai ingin menyerahkan lembaranya tapi langsung kaget saat guru ternyata ada disisinya.


" ini guru " Al menetralkan keterkejutannya langsung meninggalkan ruangan setelah mengumpulkan.


Al meninggalkan sekolah itu dengan kecepatan tinggi.


Karena lomba itu Al pulang sore dan dia lupa kasih tau ibunya.


" sial pasti ibu marah " gumam Al dengan hati-hati memasuki mansion


Melihat sekeliling tidak ada orang Al menghela nafas lega " hmm " suara deheman membuat bulu kuduk Al naik . Berbalik Al melihat ibunya dan bibinya berdiri menyilangkan tangan di depan dada.


" ibu, bibi cantik deh " puji al berusaha kabur tapi langsung ditarik oleh jasmine.


" jangan coba-coba kabur, katakan kenapa kau telat pulang? " jasmine memulai interogasi menatap tajam.


" ibu aku salah , aku lupa memberi tau mu aku ikut lomba " jujur al.


" lomba apa? " bibi al bertanya


" lomba fisika aku tidak berbohong, ibu dan bibi bisa tanya ke guru " al melihat mereka diam langsung mengambil kesempatan kabur ke kamar.


" ALDRICH SMIT " teriak kedua wanita itu bersamaan. Al yang kabur tertawa langsung menutup pintu kamar denga cepat.