
|SELAMAT MEMBACA
|SEMOGA SUKA CERITANYA
|TYPO BERTEBARAN
Bulan demi bulan Bella lewati dengan banyak keringat dan usaha yang keras. Bahkan saking ingin memberikan yang terbaik, Bella sampai masuk ke rumah sakit karena kelelahan. Akhirnya semua rekan timnya memarahinya karena tidak bisa mementingkan kesehatan. Bella bersyukur bisa memiliki rekan tim yang perhatian dan dapat bekerja sama dengan baik.
Hari ini adalah hari yang di tunggu oleh Bella. Akhirnya kerja keras selama berbulan-bulan membuahkan hasil yang memuaskan. Jewels Group mendapatkan keuntungan yang sangat besar atas proyek ini. Memang ungkapan usaha tidak menghianati hasil benar adanya.
CEO of Marvo Corp yang tidak lain adalah kantor pusat dari Jewels Group, bahkan menyempatkan diri datang ke perayaan kesuksesan dari proyek Boston dan juga Seattle. Malam ini adalah perayaan kesuksesan Bella dan Josh, yang tidak lain adalah ketua tim dari proyek masing-masing.
Sejak tadi Bella tidak henti-hentinya tersenyum selama acara berlangsung. Ada banyak kolega yang ia temui dan beberapa menawarkan untuk bekerja sama. Paling tidak ia berkontribusi untuk menarik klien dan memberikan keuntungan. Meskipun mencari kerjasama bukanlah kewajibannya.
"Wah bintang tamu yang kita tunggu akhirnya datang juga," kata John di samping Bella. Sejak tadi John memang mendampingi Bella. John bilang jika ada dirinya Bella akan lebih aman.
Bella menatap pintu ballroom dan disana ada Henry Malvaro bersama anaknya, Daniel Malvaro. Laki-laki yang mampu membuat jantung Bella berolahraga. Meskipun sudah cukup lama ia tidak bertemu Daniel sejak pertemuan terakhir di Boston, tetap saja keberadaan lelaki itu mampu membuat Bella kehabisan kata.
Siapa sih yang tidak jatuh akan pesona seorang Daniel? Sikapnya yang terkenal dingin dan kejam saat menaklukan pesaing. Banyak perempuan yang mengantri untuk mendapatkan hati lelaki itu, cuman tidak ada yang berhasil.
Tiba-tiba sentuhan pada lengannya mengalihkan pandangan yang semula kepada Daniel menjadi ke John. "Sebentar lagi harus ke panggung bareng Josh." Pesannya.
"Iya, inget kok." Balas Bella sambil menganggukkan kepala.
"Bel, aku ke toilet dulu, ya. Mendingan kamu langsung ke Josh aja."
"Tenang aja, John. Aku gak bakal telat juga." Kata Bella. Kemudian Bella menghampiri Josh yang sudah bersiap di dekat panggung.
"Hai, Bella." Sapa Josh yang sudah rapi mengenakan jasnya. Bella tersenyum dan menyapa balik. Meskipun Josh adalah senior di kantornya, namun kinerja mereka berdua patut diajungkan jempol. Mereka juga dapat bekerja sama dengan baik ketika diberikan proyek yang sama.
"Hai, Josh. Selamat atas keberhasilan proyek Seattle." Ucap Bella.
"Selamat juga atas keberhasilan kamu, Bella. Aku bahkan tidak menyangka walaupun kamu baru bekerja 2 tahun disini, namun kamu sudah bisa memegang proyek sebagai kepala tim." Puji Josh sambil tersenyum. Bella tertawa kecil.
"Aku juga masih belajar, Josh. Terima kasih." Balas Bella.
Pembawa acara akhirnya membuka sesi acara dengan dentingan gelas sebagai cara menarik perhatian pengunjung. Setelah beberapa kata sambutan untuk pembukaan dan memberitahu tujuan diadakan acara ini, pembawa acara mempersilahkan Josh dan Bella untuk naik keatas panggung. Bella dan Josh berjalan beriringan dengan Bella mengalungkan tangannya pada lengan Josh. Seperti pasangan yang cocok, beberapa rekan tim yang pernah bekerja dengan mereka banyak yang bersiul sekedar menggoda.
"Kau duluan saja, aku setelah kau." Kata Josh sambil tersenyum. Bella menganggukkan kepala.
"Selamat malam, semuanya. Perkenalkan nama saya Isabella Quinn. Malam ini adalah malam yang sangat membahagiakan untuk kita semua. Sebelumnya, saya mengucapkan terima kasih kepada semuanya, terutama Bu Vio yang sudah mempercayakan proyek Boston kepada saya." Kata Bella sambil tersenyum, menampilkan deretan gigi rapinya.
"Terima kasih juga kepada rekan tim saja karena sudah membantu saya dalam menyukseksan proyek ini. Beberapa bulan kita bekerja keras dengan segala banyak rencana untuk proyek ini membawakan banyak keberuntungan dan minggu kemarin kerja keras kita terbayarkan. Tidak ada yang bisa saya ucapkan kepada semuanya selain terima kasih banyak. Sukses untuk kita semua dan sukses untuk Jewels Group maupun Marvo Corp. untuk kedepannya."
Setelah Bella membungkuk untuk hormat, tepukan tangan mulai memenuhi ballroom ini. Bella tidak bisa berhenti tersenyum bangga karena proyek ini menambahkan poin keberhasilannya. Ia melirik kearah Josh yang juga tersenyum dan bertepuk tangan.
"Selamat, Bella." Ucap Josh tanpa bersuara. Bella tersenyum lebar dan membalas, "Thankyou."
Setelah Josh berbicara dan memberikan pidato di podium. Tepuk tangan mulai terdengar dan banyak yang meneriakkan selamat kepada mereka. Bella dan Josh sama-sama tersenyum mendengar kerja keras mereka membuahkan hasil memuaskan untuk perusahaan.
"Aku bergabung ke temanku dulu ya, Josh." Ucap Bella. Josh menganggukan kepala.
"Iya, Bel."
Bella bergabung kembali dengan Josh, Adelya, dan rekan tim proyek Boston. Mereka semua bersorak ria hingga memancing perhatian para tamu disana. Dari kejauhan Daniel memperhatikan Bella yang tampil sangat cantik dengan balutan dress panjang dan menampilkan leher serta bahu yang sangat bagus. Ia benarkan jika kinerja Bella sangat baik dan mungkin ia akan membawa Bella ke kantor pusat dan memberikan jabatan sebagai seorang Manager.
Ia bisa membaca setiap kemampuan orang dan ia yakin jika Bella mampu melakukan pekerjaannya setiap diberikan tanggung jawab. Sebelumnya ia sudah meminta Sean untuk mencari informasi tentang Bella setelah mendengar keberhasilan pada proyek Boston dan memberikan banyak keuntungan pada anak perusahaannya.
Sekarang ia melihat Bella yang sedang berbicara dengan temannya sambil tertawa dan memegang segelas minuman. Sean menghampiri Daniel dan memberitahu hal yang penting.
"Boss, Mr. Millenov sudah menyetujui kerja sama kita." Ucapnya.
"Bagus. Terima kasih atas kerja keras kamu, Sean. Tidak sia-sia saya melatih kamu." Balas Daniel sambil menepuk bahu Sean. Sean tersenyum.
"Semua juga atas usaha, Boss."
Kemudian mereka berdua tertawa bersama hingga sebuah teriakan mengalihkan pandangan Daniel. Ia melihat ke arah tempat suara tersebut berasal dan terkejut. Ia melihat Bella dibawa oleh seorang lelaki yang tadi berdiri di atas podium bersama dalam keadaan tidak sadar.
"Coba kamu periksa kenapa." Pinta Daniel kepada Sean.
|TO BE CONTINUE
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Semoga kalian suka sama chapter ini. Terima kasih udah vote dan memberikan komentar. I love you!