
Tidak hanya keluarga dari Dea saja yang merasa iba dengan kondisi dari Dea saat ini. Teman serta sahabat dari Dea pun ikut sedih akan kdrt yang terjadi pada dirinya. Mereka menyayangkan apa yang di lakukan oleh Bram pada Dea. Tentu ini menjadi hal yang paling buruk bagi Dea. Sebab dia merasakan penyiksaan yang begitu kejam dari Bram.
Imel adalah teman baik Dea ketika di bangku kuliah. Imel tidak tega melihat tubuh Dea yang terlihat begitu babak belur di buat oleh Bram. Imel pun semakin bersedih dengan perkataan dari Bram akan Dea. Kata-kata hewan yang sering di katakan oleh Bram pada Dea tentu akan membuat psikis dari Dea terganggu. Itu yang membuat Imel merasa harus melakukan sesuatu agar Dea bisa segera bangkit.
Imel mengajak salah seorang temannya yang bernama Ardi untuk menolong memulihkan kembali kondisi psikis dari Dea yang sempat di rusak oleh Bram. Dengan kemampuan yang di miliki oleh Ardi, Imel yakin Dea akan segera sembuh. Hingga Dea akan kembali ke kondisi seperti semula. Itu yang di harapkan oleh Imel pada Ardi akan Dea. Imel yakin Ardi bisa membantu Dea dalam proses penyembuhan dari trauma yang sedang di hadapi oleh dirinya saat ini.
Ardi tidak keberatan dengan apa yang di minta oleh Imel. Dia siap untuk pergi ke rumah Dea. Mungkin dengan datang langsung ke rumah Dea, Ardi akan tahu apa yang sebenarnya terjadi. Tahu betul penyiksaan yang di alami oleh Dea.
Kedatangan dari Ardi mendapat sambutan hangat dari kedua orangtua Dea. Mereka senang dengan kedatangan dari Ardi ke rumah mereka. Sebab kedatangan dari Ardi sudah cukup lama di tunggu oleh Dea. Dia mungkin saja akan membawa perubahan signifikan pada Dea. Dea pun akan kembali pada kondisi seperti semula. Di mana Dea akan mengalami hal yang sama seperti apa yang terjadi pada sebelumnya.
Ardi di bawa ke ruang tamu rumah orangtua Dea. Beberapa minuman di tawarkan pada Ardi. Namun dia hanya meminta air putih untuk membasahi tenggorokannya yang sedikit kering. Air putih di rasa cukup bagi seorang Ardi.
Menunggu pembantu di rumah Dea membuat air putih untuk Ardi. Dia mulai berbicara banyak akan Dea bersama dengan ayah Dea. Di mana Ardi ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi pada Dea. Hingga Dea mengalami trauma yang cukup berat.
Ayah Dea mulai bercerita bagaimana dirinya yang telah mengizinkan Dea untuk menikah dengan seorang Bram. Padahal Bram adalah seorang pria bajingan yang penuh dengan rasa kebencian. Ada penyesalan dari dalam diri ayah Dea, dengan pernikahan yang di jalani oleh Dea dengan Bram. Namun itu semua tidak menjadi jaminan bagaimana dirinya bisa melepaskan putri kesayangannya itu untuk menikah dengan sosok monster seperti Dea.
Ardi turut prihatin dengan apa yang di ceritakan oleh ayah Dea pada dirinya. Ardi tidak bisa membayangkan bagaimana sosok Bram yang di gambarkan seperti monster. Sudah pasti sosok Bram adalah sosok yang menyeramkan dan memiliki tingkah yang sangat buruk. Ini akan menjadi sebuah gambaran yang paling bodoh di rasa oleh Ardi.
Ibu Dea pun membawa Dea ke hadapan Ardi. Di mana Dea nampak terlihat begitu frustasi dengan kondisi yang di hadapinya kini. Ada banyak luka yang ada di tubuh perempuan itu. Hingga Ardi yang melihat Dea pun seketika semakin iba dengan kondisi Dea yang ada saat ini. Dia benar-benar seperti seorang yang tidak berdaya.
Dea dan ibunya duduk bersebelahan, di mana Dea merasa begitu nyaman saat berada di dekat ibunya. Mungkin kedua orangtuanya ini saja yang buat Dea nyaman. Tidak ada orang lain yang saat ini Dea percaya. Sebab semua orang yang Dea lihat saat ini seperti monster yang menyeramkan. Oleh sebab itu Dea sempat merasakan perasaan yang takut saat dia berjumpa dengan seorang Ardi. Apalagi Ardi yang memiliki penampilan yang sangar dengan brewok dan kumis tipisnya. Itu semakin membuat Dea merasa Ardi adalah sosok laki-laki bajingan seperti Bram.
Ardi bukan bajingan seperti yang Dea pikirkan. Mungkin dia akan merubah pikiran, saat Ardi bertutur kata dengan lembut pada Dea. Apalagi Ardi adalah sosok yang lemah lembut, semua orang mengaku bagaimana Ardi selalu berkata dengan tutur kata yang lembut pada semua orang.
Ardi langsung menyodorkan tangan kanannya untuk sekedar berkenalan dengan Dea. Dea menatap Ardi dengan wajah bingung, dia mulai membayangkan bagaimana dulu Bram pun melakukan hal yang sama pada dirinya saat proses perjodohan itu di lakukan. Dea yang kembali teringat akan momen kenangan dirinya bersama dengan Bram, langsung melempar tangan Ardi dengan begitu kerasnya. Dia mengatakan jika dirinya tidak ingin bertemu dengan Ardi. Dea merasa Ardi tidak tahu beda dengan Bram. Dia adalah laki-laki bajingan yang sama sekali tidak memiliki hati. Menggunakan tangan untuk menyakiti Dea, itu yang di lakukan oleh laki-laki dalam menyakiti hati perempuan.
Dea yang semakin ketakutan, akhirnya pergi meninggalkan ruang tamu. Dia kembali berlari ke kamarnya. Bagaimana dia mengurung diri sendiri di dalam kamar. Dea merasakan hal ini begitu berat di jalani olehnya. Apalagi Ardi mengingatkan Dea pada sosok Bram yang telah melukai hati dan fisik Dea secara nyata. Itu yang membuat Dea begitu benci untuk berkenalan dengan Ardi.
Ardi sendiri memahami kondisi yang di alami oleh Dea saat ini. Dia merasakan bagaimana Dea tidak bisa menerima kehadiran dari orang baru seperti Ardi. Sehingga dia akan melakukan proses penyembuhan untuk Dea secara lebih baik lagi. Ardi tidak akan membuat Dea merasakan sakit yang sama seperti apa yang di rasakan oleh dirinya. Ardi akan berusaha mengobati Dea dengan cara yang lembut. Itu sebuah janji yang akan Ardi berikan pada kedua orangtuanya.
Kedua orangtua Dea percaya sepenuhnya pada Ardi. Mereka yakin, Ardi akan menjadi sosok yang luar biasa dalam memberikan perlindungan pada Dea. Dia adalah sosok yang bijak, itu yang di ketahui oleh kedua orangtuanya. Sehingga mereka percaya akan kemampuan dari Ardi dalam membuat Dea kembali sembuh seperti sediakala. Ardi berjanji akan hal tersebut. Dia akan menemani proses Dea hingga benar-benar sembuh seperti sediakala.