1st Love, 2nd Kiss

1st Love, 2nd Kiss
Keributan Ardi Dengan Ibunya



Makan siang di hari ini terasa begitu istimewa bagi ibu Ardi. Ada sosok Siska yang datang untuk makan bersama dengan dirinya. Padahal ibu Ardi sama sekali tidak mengundang Siska datang ke rumahnya. Tapi dengan inisiatif sendiri, Siska datang ke rumah Ardi untuk menemani ibunya makan siang bersama.


Kedatangan dari Siska sebenarnya untuk menceritakan bagaimana Ardi menampar Siska pada ibunya. Mungkin dengan bercerita seperti itu, Ardi akan segera memohon maaf yang sungguh-sungguh pada Siska. Sebab Ardi begitu takut pada ibunya, ada sedikit rasa khawatir yang selalu melanda Ardi ketika ibunya berkata apapun.


Siska memanfaatkan kedekatan dirinya dengan Ardi untuk bisa merayu ibu Ardi dengan sepenuh hati. Mungkin saja dengan begitu ini Ardi akan merasakan hal yang berbeda. Ada seorang Siska yang selalu ada untuk ibu Ardi. Tidak seperti Dea yang tidak pernah menampakkan batang hidungnya di hadapan ibu Ardi.


Begitu waktu makan siang tiba, Siska pun sudah di ajak untuk duduk di meja makan bersama dengan ibu Ardi. Beberapa menu makanan sudah terhidang dengan begitu lezatnya. Aroma yang menggoda, perlahan membuat Siska mulai merasa lapar. Apalagi ada makanan kesukaan Siska, yakni ayam goreng. Makan siang itu akan semakin lezat dengan ayam goreng yang menggoda tersebut.


Ibu Ardi mempersilakan Siska untuk segera menyantap hidangan yang telah di sajikan. Mungkin saja Siska akan suka dengan apa yang di hidangkan oleh ibu Ardi pada dirinya. Ini adalah menu makan siang yang lezat, tapi Siska masih ragu-ragu untuk bisa menyantap makanan yang ada.


Siska terlihat begitu bahagia dengan apa yang ada di hadapannya. Siska pun mulai meraba apa yang harus di makannya terlebih dahulu. Dia menyukai ayam goreng, tapi buah apel yang di hidangkan oleh ibu Ardi di hadapannya. Terlalu mengiurkan bagi Siska, hingga dia pun memutuskan untuk mengambil buah apel tersebut.


"Semalam Ardi begitu marah pada Tante. Dia merasa orang yang salah dalam keributan itu adalah kamu. Padahal jelas-jelas orang itu adalah Dea. Tapi Ardi justru menuduh kamu yang bersalah." ucap ibu Ardi dengan tegasnya.


Ini adalah kesempatan yang baik bagi Siska untuk menceritakan bagaimana Ardi menampar dirinya dengan begitu keras. Siska ingat betul dengan apa yang di katakan oleh Ardi pada dirinya. Itu menjadi hari yang paling buruk bagi Siska, hingga Siska menangis dengan hebat di dalam kamarnya atas perlakuan yang di berikan Ardi pada dirinya.


Dengan begitu detail, Siska menceritakan kejadian awal Ardi menampar dirinya. Tidak ada satu bagian dari peristiwa itu di lewatkan oleh Siska. Dia berharap dengan apa yang di ceritakan oleh dirinya, ibu Ardi akan semakin berempati pada dirinya. Hingga restu itu akan semakin runcing untuk dirinya. Tidak ada restu untuk Dea sedikit pun.


Tidak hanya menceritakan bagaimana Ardi menampar dirinya dengan begitu keras. Siska juga sedikit mengarang cerita akan Ardi yang menjadi budak seorang Dea. Ardi menampar Siska atas perintah dari Dea. Itu yang di lakukan oleh Ardi pada Siska, sehingga ia merasa Dea adalah orang yang paling buruk bagi Ardi saat ini. Dia harus merasakan perasaan yang sama seperti apa yang di rasakan oleh Siska saat ini. Di tampar dengan begitu kerasnya oleh Ardi.


Di tengah keseruan yang terjadi antara Siska dengan ibu Ardi. Secara tiba-tiba Ardi masuk ke dalam rumah untuk tahu apa yang terjadi. Begitu ia mendengar bagaimana cerita di karang oleh Siska dengan begitu baik, Ardi pun langsung membantah semua fitnah yang di tujukan pada Dea. Fitnah keji yang datang pada Dea dengan begitu terstruktur oleh Siska.


"Apa kamu belum puas memfitnah Dea. Kemarin kamu memfitnah Dea yang memulai semua duluan. Tapi di CCTV supermarket, jelas-jelas kamu yang tidak mau memaafkan Dea. Apalagi lagi permainan yang sedang kamu mainkan Siska. Kenapa kamu menjadi orang jahat seperti ini?" ucap Ardi dengan lirih.


Ibu Ardi tentu terkejut dengan apa yang di sampaikan oleh Ardi. Baginya itu terdengar begitu konyol. Di mana Siska mengatakan jika Dea adalah dalang utama dalam keributan yang terjadi antara dirinya dengan Dea. Tapi Siska justru membalikkan fakta itu semua.


Ibunya pun masih tidak percaya dengan omongan dari Ardi. Dia butuh bukti yang kuat untuk meyakinkan apa yang di ucapkan oleh Ardi adalah sebuah kebenaran yang pasti. Apalagi Siska adalah orang yang paling di percaya oleh ibu Ardi.


Ardi yang sudah meminta bukti CCTV pada pihak supermarket, langsung memberikan bukti CCTV itu pada ibunya. Tentu semua bukti itu adalah hal yang membuat Siska penuh ketakutan. Semua kebohongan dari Siska akan terbongkar dengan sendirinya.


Siska penuh ketakutan saat wajah ibu Ardi yang penuh kemarahan menatap dirinya. Dia terlihat begitu marah begitu tahu semua kebenaran yang ada. Padahal selama ini ibu Ardi begitu percaya akan Siska. Namun Siska justru membayar kepercayaan dari ibu Ardi dengan sebuah kebohongan yang cukup besar. Itu menjadi sebuah hal paling menyakitkan bagi ibu Ardi yang telah percaya penuh pada Siska.


Siska mencoba menjelaskan semuanya pada ibu Ardi. Tapi semua bukti yang di berikan oleh Ardi cukup membuat Siska tidak dapat berbohong lagi pada semuanya. Dengan jelas Ardi membongkar semua kebohongan yang di buat Siska. Juga fitnah besar yang di lakukan oleh Siska akan Dea yang begitu keji. Padahal Dea sama sekali tidak pernah melakukan kejahatan apapun pada Siska. Namun Siska justru melakukan itu semua sebagai bentuk rasa tidak suka dirinya pada Dea sebagai saingan dalam mendapatkan cinta seorang Ardi.


Ibu Ardi yang sudah muak dengan Siska, meminta Siska untuk segera pergi dari rumahnya. Sudah tidak ada lagi hal yang harus di jelaskan oleh Siska pada semuanya. Dia justru tertangkap basah berbohong besar pada semuanya. Ardi pun sudah tidak bisa memaafkan Siska.


Siska yang enggan pergi dari rumah Ardi, pada akhirnya harus merasakan pengusiran dari Ardi dan ibunya. Mereka kompak mengusir Siska yang tidak juga pergi dari rumah mereka. Padahal sudah banyak kalimat pengusiran yang di lakukan oleh Ardi akan Siska. Namun dia yang bersikeras untuk bertahan, berusaha tetap di tempat. Ardi pun berusaha mengusir Siska dengan menyeret dirinya keluar dari rumah.


Semua tetangga Ardi yang mendengar keributan yang ada. Mulai penasaran dengan apa yang terjadi di rumah Ardi. Mereka mengira ada sebuah pertengkaran hebat yang terjadi antara Ardi dengan ibunya. Walaupun sebenarnya itu adalah keributan antara ibu Ardi dengan Siska.


Siska pada akhirnya berhasil di usir oleh Ardi dan ibunya. Dengan sebuah paksaan yang di lakukan oleh Ardi. Siska pun akhirnya bisa di usir pergi dari rumah Ardi. Dia bersyukur akhirnya Siska bisa segera pergi dari rumahnya. Apalagi Siska begitu bersikap keras untuk tidak pergi dari rumah Ardi. Dia merasa tidak bersalah, Siska masih yakin jika Dea adalah orang yang bersalah dari semua kejadian yang ada. Dalang utama semuanya adalah Dea.