1st Love, 2nd Kiss

1st Love, 2nd Kiss
Ardi Menemui Dea



Dea sedikit kesakitan saat obat merah kembali di tempelkan di lukanya itu. Dia merasa ini adalah luka yang cukup perih. Hingga Dea pun tidak bisa berbuat apa-apa untuk membuat lukanya jauh lebih baik lagi.


Ibunya terus bertanya akan insiden yang terjadi pada Dea. Apa yang sebenarnya terjadi pada Dea, hingga ada sedikit luka robek di bagian wajahnya. Mungkin saja Dea bisa melakukan visum untuk menjerat pelaku yang telah membuat dirinya terluka seperti ini.


Dea sama sekali tidak menceritakan apa yang telah terjadi pada dirinya. Dia merasa ini bukan masalah yang cukup besar. Hingga mungkin ibunya tidak harus tahu apa yang terjadi pada dirinya dan Siska di supermarket tadi. Dea juga sudah memberitahu asisten rumah tangganya untuk tidak bicara apapun pada keluarganya. Hingga semua orang di rumahnya tidak akan tahu dengan insiden itu. Dea hanya mengatakan jika dirinya terkena cakaran kucing saja. Hingga ada sedikit luka gores di wajahnya.


Ibunya pun percaya dengan apa yang di sampaikan oleh Dea. Mungkin benar apa yang di ucapkan oleh Dea. Dia terlihat baik-baik saja, walaupun ada luka yang cukup memprihatinkan di wajahnya. Tapi ketika Dea mengatakan jika dirinya baik-baik saja. Ibunya pun lepas dari rasa khawatirnya.


Salah satu asisten rumah tangga di rumah Dea mengetuk pintu kamar Dea. Dia mengatakan jika ada Ardi yang sudah menunggu Dea di ruang tamu. Ardi begitu wangi dengan sebuah bucket bunga besar yang di bawa oleh dirinya.


Dea tentu saja bahagia dengan kedatangan dari Ardi. Mungkin Dea akan kembali semangat saat Ardi berada di hadapannya. Apalagi Ardi membawa bucket bunga yang beraroma wangi yang khas. Itu akan kembali menaikkan mood dari Dea yang sempat kacau di buat oleh Siska. Dea pun meminta izin pada ibunya untuk segera menemui Ardi di ruang tamu.


Dea benar-benar mencium aroma bunga yang begitu indah wangi. Perasaan Dea yang awalnya begitu penuh dengan kekesalan. Perlahan memudar dengan aroma wangi bunga yang di hirupnya. Aroma itu membuat perasaan Dea benar-benar bahagia. Tidak ada lagi kesedihan yang melanda hatinya. Rasa kesalnya pada Siska juga perlahan mulai hilang begitu saja. Tidak ada lagi amarah dan kesal yang melanda hatinya. Dea kini sudah mulai bisa tersenyum lebar dengan kedatangan dari Ardi.


Ardi sendiri merasa iba dengan sedikit luka yang ada di bagian wajah Dea. Ardi langsung meminta maaf atas perlakuan Siska pada Dea. Itu adalah perlakuan yang sudah keterlaluan dari Siska pada Dea. Ardi berharap Dea tidak akan menyimpan dendam pada Siska sedikit pun. Apalagi ada luka yang cukup serius di bagian wajah Dea. Sudah pasti ada amarah yang di rasakan oleh Dea pada Siska. Semoga amarah itu tidak akan jadi dendam yang akan membuat Dea merasa marah pada Siska.


Dea mengatakan jika dirinya sama sekali tidak dendam pada Siska. Saat itu, Dea hanya terpancing emosi saja. Hingga dia tidak berpikir panjang. Sebelum akhirnya insiden perkelahian itu pun terjadi antara dirinya dengan Siska. Dea sama sekali tidak pernah berpikir perkelahian itu akan terjadi pada dirinya. Sebab selama ini Dea di kenal sebagai sosok yang kalem serta memiliki citra yang baik.


Tinah pun mulai bercerita bagaimana kejadian itu terjadi. Di mana dia menceritakan dengan begitu detail pada Ardi. Dengan cerita yang detail, tentu semuanya akan jelas. Ardi pun akan mendapatkan informasi yang memang dia butuhkan. Sehingga ibunya tidak akan lagi menyalahkan Dea dalam insiden yang ada. Sebab Ardi yakin, Dea sama sekali tidak salah dalam insiden itu.


Dari cerita yang telah di uraikan oleh Ardi. Ada banyak kebohongan yang di buat oleh Siska akan Dea. Di mana dia benar-benar memfitnah Dea dengan begitu kejinya. Ada banyak cerita karangan Siska yang tidak sesuai dengan fakta yang ada. Mungkin Ardi harus bisa meminta penjelasan dari Siska atas fitnah yang telah di lakukan oleh dirinya pada ibunya.


Ardi yang terlihat mulai emosi pada Siska. Tidak sabar untuk memberikan sedikit pelajaran pada Siska. Mungkin saja dengan pelajaran yang keras dari Ardi. Siska tidak akan lagi mencoba untuk menyakiti seorang Dea. Ini harus di lakukan oleh Ardi pada Siska. Sebab jika Siska terus di biarkan seperti ini. Siska mungkin saja akan membuat Dea selalu salah di mata ibunya. Padahal semua yang di ucapkan oleh Siska akan Dea adalah hal yang tidak benar. Dia tidak sama sekali menceritakan suatu kebenaran. Melainkan menceritakan sebuah kebohongan yang begitu pelik untuk Dea.


Ardi yang sudah tidak sabar untuk memberikan pelajaran pada Siska. Meminta izin untuk segera menemui Siska di rumahnya. Mungkin saja ini akan jadi hari yang paling menyakitkan bagi Siska. Di mana Ardi akan mengatakan hal yang paling buruk pada Siska. Memfitnah adalah hal yang paling Ardi benci dalam hidupnya. Orang-orang seperti Siska yang sering membalikkan sebuah fakta adalah orang yang harus mendapatkan sebuah ganjaran yang setimpal. Dia harus merasakan bagaimana sakitnya di fitnah oleh mulutnya yang jahat. Itu harus di lakukan oleh Ardi pada Siska sebagai bentuk pelajaran.


Dea tidak melarang Ardi untuk memberikan pelajaran yang setimpal pada Siska. Akan tetapi Dea hanya meminta Ardi untuk lebih bersikap dingin ketika menghadapi Siska. Dia memang seorang yang licik, Ardi harus bisa berhati-hati dengan sikap licik yang akan di tunjukkan oleh Siska. Jangan sampai Ardi sendiri yang akan merasakan bagaimana Siska bermain seolah-olah dia adalah korban dari kejahatan terstruktur dari Dea. Itu sudah pasti di lakukan oleh Siska ketika mungkin Ardi meminta penjelasan dari dia.


Ardi akan mengingat semua nasehat yang di sampaikan oleh Dea. Mungkin saja benar apa yang Dea ucapkan. Dia harus bisa lebih berhati-hati dengan Siska. Mengingat Siska adalah orang yang terkenal licik dalam berbagai aspek. Dia tidak mungkin bisa di kalahkan dengan begitu saja. Ardi harus berhati-hati dengan semua yang ada. Itu hanya pesan yang di sampaikan oleh Dea pada Ardi.


Ardi berterima kasih pada Dea yang selalu berusaha membuat dirinya tenang. Mungkin Ardi tidak akan bisa setenang ini, jika tidak ada Dea di sampingnya. Ardi memang membutuhkan sosok Dea yang selalu membuat dirinya bisa tenang dengan setiap persoalan yang tengah di hadapi oleh dirinya.