
Satu lemparan kertas berisi batu dan pasir memecahkan kaca jendela di kamar Dea. Suara pecahan dari kaca rumah Dea, terdengar oleh kedua orangtuanya dan pastinya Dea.
Mereka semua sedang sarapan pagi, oleh sebab itu mereka mendengar suara pecahan kaca jendela di kamar Dea. Mereka pun langsung melihat apa yang sebenarnya terjadi pada kaca jendela kamar Dea tersebut. Mungkin saja hal buruk telah terjadi di kamar Dea. Oleh sebab itu mereka datang untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi di kamar Dea. Apalagi di dalam kamar Dea banyak barang mahal pemberian dari Ardi. Mereka mengira itu suara maling yang masuk ke dalam kamar Dea.
Tidak ada orang di dalam kamar Dea, hanya ada sebuah batu besar yang terbungkus oleh kertas berwarna putih. Ayah Dea melihat kondisi batu, sebelum dia membaca tulisan merah yang ada kertas tersebut.
"Kamu akan menyesal!"
Seperti itulah tulisan merah yang ada di kertas itu. Terdengar seperti sebuah ancaman bagi Dea. Mungkin saja ini adalah ulah dari mereka yang kurang menyukai Dea secara personal. Apalagi Dea adalah seorang janda yang di incar oleh banyak orang. Ada banyak orang yang kurang menyukai Dea.
Tidak hanya ibunya saja yang meminta Dea untuk tetap tenang. Ayahnya pun siap membantu Dea dalam mengahadapi mereka yang akan berbuat jahat pada dirinya. Ayahnya yakin, mereka yang akan berusaha menjatuhkan Dea. Mereka sendiri yang akan jatuh pada akhir. Ayahnya meyakinkan hal itu pada Dea. Tidak ada hal yang harus di takuti oleh Dea saat ini. Semuanya akan baik-baik saja untuk Dea, saat ini dan di hari mendatang.
Dea yang penuh ketakutan serta memiliki rasa trauma, mulai cemas dengan peristiwa itu. Dia syok dengan apa yang dia temukan di hari ini. Mungkin ini akan menjadi hari yang paling buruk dalam hidupnya. Di mana ada orang asing yang mengirim sebuah sinyal untuk dirinya. Sinyal bahaya yang akan membuat hari-harinya mulai terancam.
Lagi dan lagi, ibunya kembali menenangkan Dea untuk tidak panik dengan kondisi yang ada. Mungkin saja ini hanyalah sebuah teror biasa. Dea harus lebih berani lagi dalam melawan kemungkinan teror yang akan menyerang dirinya di hari ini. Apalagi Dea merasa teror yang menyerang dirinya adalah teror yang tidak terlalu besar. Hingga Dea masih bisa tenang dengan segala kemungkinan yang aka menyerang dirinya di hari ini. Kemungkinan terburuk yang pastinya akan membuat hidup Dea dalam ancaman.
Kedua orangtuanya pun sudah menyiapkan sebuah rencana untuk menyewa beberapa orang yang akan terus mengawasi Dea. Dengan begitu, Dea akan selalu terhindar dari ancaman teror yang akan menyerang dirinya. Dea harus yakin akan hal tersebut. Tidak akan ada hal buruk menimpa Dea. Semuanya akan di hindari oleh kedua orangtuanya untuk melindungi Dea dari berbagai ancaman yang akan menyerang dirinya di hari ini. Itu adalah sebuah janji dari kedua orangtuanya pada Dea. Sehingga dia tidak harus takut akan kemungkinan terburuk yang akan datang pada Dea.