
Insiden perkelahian yang berlangsung antara Dea dengan Siska telah menjadi perbincangan hangat antara keluarga Ardi. Mereka kini dalam sorotan besar bagi Ardi dan ibunya. Di mana keduanya di anggap seperti anak kecil yang tidak memiliki malu sama sekali. Berkelahi di tempat umum adalah hal yang memalukan. Tapi Dea dan Siska melakukan hal itu secara terang-terangan.
Ibu Ardi menceritakan bagaimana semua insiden itu bisa terjadi. Di mana cerita yang dia ucapkan adalah cerita yang sumbernya hanya berasal dari Siska seorang. Tidak ada konfirmasi dari pihak Dea sama sekali. Itu yang membuat ibu Ardi begitu yakin, jika yang salah dalam insiden itu adalah Dea.
Ardi yang tidak ingin langsung menghakimi, memilih untuk mendengarkan semuanya dari kedua belah pihak. Tentu tidak adil saat Ardi harus mendapatkan informasi dari salah satu pihak saja. Akan ada rasa berat yang mungkin akan terjadi. Oleh sebab itu Ardi memilih jalan keluar dengan meminta keterangan dari kedua belah pihak yang berseteru.
Tidak dengan ibunya yang tetap yakin akan keterangan dari Siska yang benar. Dia merasa Siska adalah orang yang jujur. Sehingga tidak mungkin Siska berbohong pada dirinya. Jadi sudah pasti yang bersalah dalam perkara ini adalah Dea. Sebab dalam keterangan yang di berikan oleh Siska, Dea yang pertama kali menabrak troli belanja dari seorang Siska. Jadi sudah bisa di pastikan jika Dea adalah orang yang bersalah dalam insiden yang ada.
Ibunya semakin agresif dalam menyerang Dea. Beberapa kata yang di ucapkan oleh ibunya, perlahan membuat Ardi merasa muak dengan apa yang di sampaikan oleh ibunya akan Dea. Napsu makan dari Ardi pun perlahan hilang dengan apa yang di sampaikan oleh ibunya. Sudah seharusnya ibunya itu bisa berlaku adil. Bukan malah menyudutkan Dea dengan membenarkan apa yang di katakan oleh Siska. Ini adalah kesalahan yang paling fatal di lakukan oleh ibunya. Dia tidak bisa melakukan suatu keadilan untuk memutuskan perkara yang tepat dalam masalah yang ada.
Ardi pun pada akhirnya memilih mengakhiri sesi makan malam ini lebih cepat. Padahal masih banyak makanan di dalam piringnya. Dia tidak suka dengan sikap ibunya yang terlalu menyudutkan seorang Dea. Padahal ibunya tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Mungkin hal seperti ini yang seharusnya di lakukan oleh Ardi. Dia harus bisa bersikap tegas akan apa yang di sampaikan oleh ibunya. Jika tidak, bukan tidak mungkin Ardi akan selalu di kontrol oleh ibunya. Padahal Ardi adalah orang dewasa yang bisa memilih hitam putih dalam hidupnya. Tapi hingga sekarang, ibunya masih tetap ikut campur dengan kehidupan pribadi dari Ardi. Itu yang membuat Ardi semakin tidak nyaman dengan apa yang di lakukan oleh ibunya di hidupnya saat ini.