
Dea mengundang Ardi dan ibunya untuk datang makan malam di rumahnya. Ardi sengaja mengajak ibunya untuk datang ke rumah Dea. Sebab Ardi ingin ibunya meminta maaf atas sikapnya pada Dea yang terlalu keras. Dia menolak hubungan dari Dea dengan Ardi, padahal keduanya begitu mencintai satu sama lain.
Ibu Ardi sendiri sudah mulai luluh dengan apa yang ada. Tidak ada yang harus di salahkan dengan semuanya. Orang-orang mungkin akan membenci keputusan dari dirinya dalam membiarkan anaknya untuk menikah dengan seorang janda muda seperti Dea. Tapi ibu Ardi tidak mungkin menentang kebahagiaan dari anaknya. Jadi dia harus mengesampingkan ego dia yang tinggi. Ibu Ardi harus bisa menerima Dea sebagaimana Ardi menerima Dea sebagai pasangannya. Tidak melihat Dea yang seorang janda muda. Terpenting Ardi menyukai Dea dengan setulus hati. Ini adalah janji dari Dea ibu Ardi untuk Dea. Mereka akan lebih akrab lagi di masa mendatang. Apalagi Dea adalah seorang perempuan penyuka bunga. Itu sama dengan apa yang di sukai oleh ibu Ardi. Mereka akan saling membagi tips dan perawatan untuk bunga yang mereka miliki.
Tiba di rumah Dea, Ardi dan ibunya di sambut hangat oleh Dea dan keluarganya. Tidak ada dendam atau rasa kesal yang di tunjukkan oleh Dea pada ibu Ardi. Dea sudah memaafkan apa yang telah di lakukan oleh ibu Ardi pada dirinya. Mungkin ini cara yang terbaik yang harus di lakukan oleh Dea. Dia memaafkan ibu Ardi tanpa syarat sedikit pun.
Begitu juga kedua orangtua Dea yang tidak mempersoalkan perlakuan dari ibu Ardi pada Dea selama ini. Dia tahu bagaimana ibu Ardi melarang keras hubungan Ardi dengan Dea. Namun mereka senang kini ibu Ardi sudah memberikan restu atas hubungan Dea dan Ardi. Lampu hijau yang begitu di butuhkan oleh Ardi dan Dea. Sebab mereka akan segera melangsungkan pernikahan yang akan membuat keduanya akan semakin dekat lagi.
Makan malam ini semakin hangat dengan turunnya ego dari ibu Ardi. Dia yang di kenal sebagai perempuan yang tidak pernah mau mengalah. Pada Akhirnya mengalahkan ego besarnya. Begitu juga standar dalam memilih pasangan bagi Ardi. Tidak ada lagi standar tinggi yang di pasang oleh dirinya. Kini dia memperbolehkan Ardi untuk memilih pasangan sesuai keinginannya. Tidak harus berpacu pada keinginan dari dirinya. Ardi di bebaskan untuk memilih siapa pun yang akan menjadi pasangan hidupnya. Dia bebas memilih siapa saja yang akan hidup dengan dirinya. Tanpa ada paksaan sama sekali.
Ardi tentu senang dengan apa yang telah berubah tersebut. Kini dia mulai fokus untuk membuat semuanya menjadi lebih baik lagi. Terlebih Dea sudah mendapatkan izin dari ibunya untuk bisa dekat dengan Ardi. Hal yang selama ini sulit di dapat oleh perempuan mana pun.
Tidak ingin terlalu lama menatap makanan yang tersedia di atas meja makan. Ardi dan ibunya langsung menyantap makanan yang ada di meja makan tersebut. Dea senang bisa memberikan makanan kesukaan dari Ardi di malam ini. Apalagi Ardi dan ibunya adalah sosok yang akan istimewa di malam ini. Tentu dengan makanan yang telah terhidang di meja makan akan membuat semuanya terasa semakin luar biasa.
Ardi dan ibunya mulai mencicipi satu persatu makanan yang terhidang di atas meja makan. Mereka merasa setiap makanan yang di buat Dea begitu lezat. Ibunya memuji makanan yang di buat oleh Dea. Tidak ada celah dari segi rasa. Dia merasa semua rasa yang ada di makanan itu begitu lezat. Bahkan ibunya berani membandingkan makanan yang di buat oleh Dea sama lezatnya seperti makanan yang sering dia makan di restoran mahal.
"Mungkin Ardi akan memiliki juru masak kelas internasional setelah menikah dengan Dea. Cita rasa makanan yang Dea buat begitu lezat. Aku pikir Ardi beruntung bisa memiliki Dea." puji ibu Ardi.
Tentu Ardi senang dengan pujian yang datang dari ibunya untuk Dea. Ibunya semakin percaya akan Dea yang bisa memenuhi ekspektasi darinya. Sebab ibunya Dea bisa memenuhi semua kriteria yang di harapkan oleh ibunya. Tidak ada lagi halangan bagi Ardi untuk bisa hidup bersama dengan Dea. Sebab semua hal yang tidak pernah ada di Dea dalam pandangan ibunya. Kini sudah berubah, dia mulai menyukai Dea sebagaimana Ardi menyukai Dea. Ini menjadi sebuah kebahagiaan tersendiri bagi Ardi akan Dea.