
Menatap wajah Ardi yang begitu penuh rasa kebahagiaan saat berada dengan Dea. Ibunya kini sudah tidak bisa untuk tidak memberikan restu lagi pada Ardi. Ini mungkin akan gila untuk dirinya. Tapi kebahagiaan dari Ardi jauh lebih utama untuknya. Sekali pun dia akan mendapatkan banyak kritik dari teman-teman serta kerabatnya. Namun pilihan darinya tetap satu, di mana dia tetap memilih untuk menjadi Dea sebagai calon menantunya.
Ardi senang bukan main dengan kabar yang di berikan oleh ibunya tersebut. Dia merasa itu seperti mimpi di siang bolong untuk dirinya. Saking tidak percaya dengan restu yang akhirnya turun, Ardi pun sampai meminta ibunya untuk memukul wajahnya. Ini di lakukan untuk memastikan apa yang di berikan oleh ibunya bukan mimpi semata.
"Aku senang dengan semua ini. Aku benar-benar tidak menyangka Ibu akan memberikan restu ini untukku. Terima kasih Bu." ucap Ardi mencium beberapa kali tangan ibunya.
Ibunya pun merasa senang dengan apa yang di lakukan oleh Ardi. Dia melihat anaknya itu berusaha untuk membuat dirinya percaya akan Dea. Meyakinkan dirinya adalah hal yang sulit, wajar jika Ardi terlihat begitu bahagia saat restu dari dirinya kini sudah turun. Restu yang selama ini memang sudah lama di dambakan oleh Ardi. Dia begitu bahagia kini sudah bisa merasakan bagaimana dirinya akan melangkah jauh dengan Dea.
Bukan hanya sekedar bahagia, kedua orangtua Dea benar-benar menikmati kabar yang di bawa oleh Ardi. Mereka merasa ini seperti hal yang tidak pernah di bayangkan oleh mereka sebelumnya. Sebab mendapatkan restu dari ibu Ardi sepertinya adalah hal yang sulit. Oleh sebab itu saat Ardi mengatakan jika restu sudah turun. Itu seperti sebuah kabar yang paling membahagiakan untuk mereka berdua.
Dea tidak kalah bahagia dari kedua orangtuanya. Dia merasa kabar yang di sampaikan oleh Ardi adalah kabar yang paling di tunggu oleh dirinya. Dia pun sudah tidak sabar untuk segera bisa bertemu di pelaminan bersama dengan Ardi. Duduk berdua di pelaminan adalah hal yang paling di impikan oleh Dea. Apalagi dia akan bersanding dengan pria yang dia sukai. Itu seperti hal yang tidak pernah di bayangkan oleh Dea sebelumnya. Dimana dia di terima oleh ibu dari Ardi. Dea pun sudah tidak sabar untuk bisa segera bertemu dengan ibu dari Ardi. Apalagi ibu dari Ardi adalah sosok yang terkenal perfeksionis. Dia harus bisa menunjukkan bagaimana dirinya akan menjadi seorang yang jauh lebih baik lagi dengan kondisi yang ada. Itu yang harus di lakukan oleh Dea dalam memenuhi ekspektasi dari ibu Ardi.
Dea pun sudah menyiapkan sebuah rencana untuk membuat ibu Ardi akan begitu suka pada dirinya. Tentu rencana baik yang akan mendorong ibu Ardi bisa jatuh hati pada Dea. Mungkin dengan masakan, turut kata serta hal positif lainnya akan di lakukan oleh Dea. Semuanya akan dia lakukan untuk membuat ibu Ardi senang dengan Dea. Sehingga kehadiran dari dirinya di rumah Ardi akan di terima baik oleh ibunya.