
Dengan sebuah makanan rasanya akan menjadi sogokan yang ampuh untuk ibu Ardi. Apalagi yang di bawa oleh Sandra bukan makanan biasa. Dia membawa makanan yang memang begitu di sukai oleh ibu Ardi. Jadi sogokan makanan itu akan membuat ibu Ardi mau untuk memaafkan Sandra kembali.
Sandra pun siap membawa makanan yang di buat oleh pembantunya itu ke rumah Ardi. Dia yakin, ibu Ardi ada di rumah. Sehingga akan sangat mudah untuk Sandra untuk membuat hati ibu Ardi jatuh kembali pada dirinya. Hal yang tidak terlalu sulit untuk Sandra lakukan sebenarnya.
Sandra terdiam sejenak saat dia selesai menutup rapat wadah makanan yang akan di berikan pada ibu Ardi tersebut. Dia membayangkan bagaimana perasaan ibu Ardi yang akan senang dengan apa yang di bawa oleh dirinya. Mungkin saja ini akan menjadi makanan yang di sukai oleh ibu Ardi. Sehingga dia akan menerima permohonan maaf yang Sandra lakukan.
"Aku yakin, Ibu Ardi akan memaafkanku setelah ini. Apalagi ini adalah makanan kesukaan dari dia. Aku rasa ini suda jauh lebih tepat." ujar Sandra di dalam hatinya.
Sandra yang sudah tidak sabar untuk membawa makanan itu menuju rumah Ardi. Sudah meminta sopir pribadinya bersiap. Sementara Sandra sendiri hanya tinggal menggunakan sedikit polesan make up di wajahnya. Setelah itu, tentu Sandra siap untuk bertemu dengan ibu Ardi.
Begitu sampai di rumah Ardi, Sandra pun langsung menekan bel di rumah Ardi. Dia berharap yang akan membuat pintu rumah Ardi adalah ibunya. Sehingga Sandra bisa langsung bertemu dengan ibu Ardi. Dia mungkin akan senang untuk bisa bertemu dengan Ardi. Apalagi ibu Ardi di kenal sebagai sosok yang begitu terbuka pada Sandar. Mungkin di banding dengan Dea yang seorang janda muda. Ibu Ardi lebih memilih Sandra untuk jadi pasangan Ardi. Apalagi Sandra adalah seorang perawan ting-ting yang masih original. Tidak seperti Dea yang sudah bukan perawan lagi. Sandra pun masih yakin mendapatkan maaf dari ibu Ardi.
Harapan dari sandra pun terkabul. Ibu Ardi benar-benar membuka pintu rumahnya untuk dia. Sehingga Sandra sudah tidak sabar untuk bertemu dengan ibu Ardi. Apalagi kedatangan dari Sandra di hari ini dengan sebuah wadah berisi makanan kesukaan dari ibu Ardi.
Namun ibu Ardi yang sudah cukup kecewa dengan kebohongan yang di buat oleh Sandra. Tidak menunjukkan rasa antusias sama sekali dengan kedatangan dari Sandra. Dia merasa sudah tidak ada yang harus di jelaskan oleh Sandra pada dirinya. Semuanya sudah begitu jelas, jika dirinya begitu kecewa dengan apa yang di lakukan oleh Sandra. Kekecewaan yang membuat ibu Ardi tidak ingin lagi untuk bisa kembali menjalin komunikasi dengan Sandra.
"Mau apa kamu datang ke sini?" tanya ibu Ardi dengan ketusnya.
"Saya mau memberikan makanan kesukaan Tante." jawab Sandra dengan senyuman.
"Maaf, saya sudah kenyang. Jadi kamu kasih ke yang lain saja." balas ibu Ardi.
Kemudian dengan segera ibu Ardi menutup rapat pintu rumahnya. Tidak ada maaf bagi Sandra. Kekecewaan dari dirinya tidak bisa di bayar oleh apapun. Apalagi hanya dengan makanan kesukaan yang di buat oleh Sandra. Itu tidak akan pernah cukup untuk membayar semuanya.