
"Saya terima nikah dan kawinnya, Dea binti Faturahman. Dengan mas kawin tersebut. Di bayar tunai!" satu tarikan napas yang di lakukan oleh Ardi ketika mengucapkan ijab kabul.
Semua orang pun langsung mengucapkan kata Syah saat Ardi selesai membacakan ijab kabul. Mereka merasa apa yang di ucapkan oleh Ardi sudah sesuai dengan tuntunan agama ketika melakukan ijab qobul. Itu di lakukan oleh Ardi dengan baik serta benar. Mungkin saja Ardi akan semakin yakin dengan apa yang di lakukan olehnya. Mengingat Ardi melakukan itu dengan baiknya.
Dea pun begitu senang dengan apa yang di ucapkan oleh Ardi. Dia merasa ini adalah pernikahan yang paling di rasakan oleh dirinya. Mungkin pernikahan pertama dari dirinya dengan Bram adalah pernikahan yang seperti neraka. Itu yang membuat Dea merasa harus bisa lebih baik lagi di pernikahan keduanya bersama dengan Ardi. Namun Dea yakin di pernikahan keduanya ini, dia akan bisa bahagia. Sebab Ardi adalah sosok yang Dea cintai. Beda dengan Bram yang sama sekali tidak pernah Dea cintai sebelumnya. Mereka menikah hanya dengan perjodohan yang di lakukan oleh kedua orangtua masing-masing saja. Tidak dengan cinta sama sekali.
Dea menatap wajah Ardi dengan senyuman yang mempesona. Sebelum Ardi memasangkan cincin di jari manis Dea. Ardi pun mencium kening Dea dengan begitu mesranya. Menatap wajah Dea dengan tatapan yang begitu tajam. Ardi begitu cinta akan Dea yang bisa membuat hidupnya seperti menjadi sosok yang lebih baik lagi. Di situlah Ardi merasa begitu beruntung bisa mendapatkan cinta Dea yang begitu tulus pada dirinya. Ardi pun sangat berharap untuk bisa bersama dengan Dea dalam waktu lama. Sampai ajal memisahkan keduanya di kemudian hari.
Semua orang yang hadir juga memberikan sebuah doa yang sama untuk Dea. Mereka merasa apa yang ada dalam diri Dea saat ini adalah hal yang di butuhkan oleh Ardi. Dea adalah cahaya bagi seorang Ardi. Begitu juga Ardi yang akan selalu jadi perisai untuk Dea. Di mana pun Dea berada, Ardi akan tetap menjadi sebuah pelindung bagi Dea.
Ibu Dea pun begitu bahagia dengan apa yang terjadi di hari ini. Dia merasa gembira dengan anaknya yang sudah memiliki seorang pasangan yang sesuai dengan doa dan harapannya selama ini. Memilih Ardi sebagai cinta sejatinya adalah hal yang luar biasa bagi seorang Dea. Itu yang membuat kedua orangtua Dea bahagia dengan apa yang terjadi pada Dea.
Meskipun ada sedikit rasa ragu dari dalam diri ibu Ardi. Tapi dia berusaha meyakinkan hatinya akan Dea. Mungkin Dea adalah jodoh yang di cari oleh Ardi selama ini. Dia tidak sempurna, tapi Dea adalah sosok yang memang sudah begitu tepat untuk Ardi. Dia akan menjadi seorang yang baik di masa mendatang. Ini bukan hal yang sulit untuk dirinya. Tapi ini adalah hal yang baik untuk Ardi. Dea adalah figur yang luar biasa untuk Ardi.