
Sepulang dari rumah Dea, Ardi langsung pulang ke rumahnya. Tentu Ardi ingin segera beristirahat, sebab dia sudah cukup lelah seharian beraktivitas di luar rumah. Ardi pun sudah tidak sabar untuk segera merasakan bantal tidurnya yang sudah ia rindukan.
Ardi terdiam saat tiba di halaman rumahnya. Ibunya dengan wajah yang cukup marah, sudah menunggu kedatangan Ardi dari rumah Dea. Tidak seperti biasanya, wajah ibu Ardi benar-benar terlihat begitu marah saat menunggu kedatangan dari Ardi.
Ardi yang merasa sesuatu yang aneh terjadi pada ibunya. Terlihat begitu kurang bersemangat dengan kondisi dari ibunya. Ardi merasa ada masalah besar yang sedang di hadapi oleh ibunya akan dirinya. Hingga kepulangan dari Ardi begitu di nantikan. Padahal Ardi baru saja mengantar Dea pulang ke rumahnya.
Ardi turun dari dalam mobilnya dengan perasaan yang sedikit kurang yakin. Mungkin saja Ardi akan merasakan amarah dari ibunya. Apalagi ibunya terlihat kecewa pada Ardi yang membawa Dea ke rumahnya. Dea yang seorang janda muda, di pandang oleh ibu Ardi dengan pemikiran yang buruk. Tidak heran, jika Dea tidak mendapatkan tempat di hati ibunya. Padahal di awal ibunya terlihat begitu menyukai Dea yang memiliki perawakan yang cantik dan manis. Namun saat ibunya mengetahui status Dea yang seorang janda. Perasaan baiknya itu mulai berubah. Di mana ibunya melihat itu bukan hal yang cukup baik untuk dirinya. Ardi tentu tidak seharusnya memiliki pasangan yang seorang janda. Pasangan janda adalah pasangan yang merendahkan derajat keluarga besar Ardi. Itu yang di rasakan oleh ibu Ardi saat menerima Dea sebagai calon menantunya kelak.
"Mama belum tidur?" tanya Ardi dengan wajah sedikit ketakutan.
Ibu Ardi yang awalnya sedang menyender di tiang teras rumahnya. Terlihat langsung marah saat anaknya itu menghampiri dirinya. Mungkin ini saatnya bagi ibu Ardi untuk mengungkapkan segala isi hatinya akan Ardi. Di mana dia sama sekali tidak setuju dengan keputusan Ardi dalam mendekati Dea.
"Ibu harap kamu akan segera mengakhiri hubungan kamu dengan janda itu. Apa kamu tidak malu pacaran sama janda. Di mana letak harga diri kamu Ardi?" ucap ibu Ardi dengan begitu marahnya.
"Harga diri? Sepertinya ibu salah, tidak ada yang rusak akan harga diriku. Apalagi hanya karena dekat dengan seorang janda seperti Dea. Itu sama sekali tidak merusak harga diriku Bu. Ibu yang seharusnya bisa lebih dewasa lagi. Bukan malah membuat situasi semakin runyam." jawab Ardi dengan tegasnya.
"Aku capek Bu. Setiap hari aku hanya menuruti semua kemauan dari Ibu. Sampai Ibu tidak sadar, apa yang telah Ibu lakukan padaku adalah kesalahan yang cukup besar. Ibu terlalu ikut campur dalam urusan pribadi. Sampai Ibu lupa akan hakku atas diriku sendiri. Ibu seharusnya bisa paham akan hal itu." Ardi dengan tegasnya.
"Ibu bukan ikut campur. Tapi..."
"Tapi apa?" potong Ardi dengan terangnya.
"Tapi Ibu hanya ingin kamu memiliki pasangan yang terbaik. Itu saja, tidak lebih dari itu." ucap ibunya semakin jelas.
Ardi terdiam dengan jawaban yang di berikan oleh ibunya. Dia merasa ibunya tidak percaya dengan setiap keputusan yang di ambil. Padahal Ardi selalu memilih keputusan yang di anggapnya sebagai keputusan terbaik, tapi itu tidak bagi ibunya. Dia selalu menganggap setiap keputusan yang Ardi ambil sama sekali tidak baik. Hingga setiap apa yang Ardi sodorkan pada ibunya. Selalu di tolak oleh ibunya yang memiliki standar yang tinggi akan perempuan yang akan di pilih oleh Ardi nantinya. Perempuan itu tentunya memiliki kualitas yang sempurna bagi ibunya.
Ardi yang sudah lelah, memilih pergi meninggalkan ibunya. Ibunya masih ingin bicara pada dirinya. Tapi Ardi lebih memilih untuk pergi, dia tidak ingin melanjutkan perbincangan yang menurutnya begitu tidak penting. Sudah menjadi keputusan bagi seorang Ardi untuk memilih ini sebagai jalan terbaik yang di pilihnya. Tidak ada keputusan lain, selain memilih seorang Dea sebagai calon istrinya.
Ibunya begitu kesal dengan apa yang di putuskan oleh Ardi. Dia merasa Ardi seperti telah di guna-guna oleh Dea. Sehingga mata Ardi sama sekali tidak bisa melihat fakta akan Dea yang seorang janda muda. Tentu tidak cocok seorang janda muda yang menikah dengan pria lajang seperti Ardi.