1st Love, 2nd Kiss

1st Love, 2nd Kiss
Makan Malam



Ibu Ardi sengaja mengajak Ardi, Siska dan Dea untuk makan bersama. Tentu tujuan dari ibu Ardi dengan makan malam ini adalah untuk membuat Dea merasakan sebuah kesedihan tersendiri. Bagaimana dirinya yang mungkin saja akan merasakan minder dengan apa yang akan di tunjukkan oleh dirinya pada Siska.


Siska sudah di beritahu jika makan malam itu akan berlangsung cukup lama. Di mana ada ada sedikit drama yang mungkin akan di mainkan oleh ibu Ardi. Jadi Siska harus bisa larut dalam drama yang di mainkan oleh ibu Ardi itu. Sebab drama itu nantinya yang akan membuat mental dari Dea jatuh secara perlahan.


Siska yang di kenal memiliki perangai yang buruk. Tentu sudah siap membantu ibu Ardi dalam membuat mental dari Dea jatuh sedalam mungkin. Bagaimana pun juga, Siska adalah orang yang akan di jodohkan dengan Ardi. Tentu orang pertama yang harus Siska singkirkan dalam hidup Ardi adalah Dea. Jika Siska sukses membuat Dea menjauh dari Ardi. Tentu ini akan jadi kebahagiaan tersendiri bagi Siska yang akan semakin mudah dalam mendapatkan hati seorang Ardi.


Siska sudah tidak sabar untuk melihat bagaimana Dea yang mungkin saja akan jatuh dengan drama yang di mainkan oleh dirinya. Apalagi Siska sadar betul akan perannya yang tentu akan menjadi antagonis dalam semua ini. Dia harus bisa melakukan tugas dia sebaik mungkin. Jika tidak, mungkin saja peran antagonis yang selama ini melekat dalam hidupnya, akan berkurang sedikit demi sedikit.


Siska juga telah pergi ke sebuah salon yang memiliki track record yang cukup baik. Mungkin dengan datang ke sebuah salon itu, Siska akan mendapatkan sebuah riasan yang memang dia butuhkan. Apalagi riasan yang Siska inginkan adalah riasan yang akan membuat penampilan dari dirinya menjadi sempurna. Ini menjadi seperti sebuah keharusan bagi Siska untuk bisa membuat seorang Ardi luluh dalam pelukannya.


Siska pun begitu puas dengan penampilan dari dirinya di malam ini. Dia yakin, penampilan cantik yang Siska suguhkan, tentu akan mendapatkan pujian yang tinggi dari Ardi dan ibunya. Mereka mungkin akan terpesona dengan apa yang Siska tunjukkan.


Sementara Dea dan Ardi pergi ke tempat yang sama dalam memilih baju yang akan mereka kenakan. Sebuah butik menjadi tempat yang paling cocok untuk mendapatkan sebuah pakaian yang serasi. Dea begitu senang dengan apa yang di lakukan oleh Ardi pada dirinya. Terlebih Ardi melakukan semua itu atas dasar cinta pada dirinya. Dea pun semakin di buat jatuh cinta akan kebaikan dari Ardi.


Pertama tentu Ardi terlebih dahulu menjajal baju yang akan di gunakan untuk makan malam itu. Sebelum akhirnya Dea pun mencoba baju yang sama dengan Ardi. Tentu dengan model yang berbeda, hanya warna serta motifnya saja yang sama. Namun dalam hal model, baju Dea lebih mirip ke arah dress. Sementara Ardi memilih model jas dengan sebuah dasi kupu-kupu yang ciamik.


"Apakah aku sedang melihat bidadari di hari ini?" tanya Ardi dengan senyuman manisnya.


Dea tentu tersenyum dengan gombalan yang di berikan oleh Ardi. Dia merasa apa yang di sampaikan oleh Ardi pada dirinya adalah sebuah pujian yang tinggi. Mungkin ini adalah pujian yang paling tinggi yang pernah di berikan seorang pria pada dirinya. Bram sama sekali tidak pernah mengatakan hal itu pada Dea. Hingga Dea benar-benar merasa seperti perempuan yang paling beruntung dengan pujian yang di sampaikan oleh Ardi.


Dea semakin salah tingkah saat Ardi mengajak dirinya untuk berdansa. Dea sadar ini adalah hal yang paling tidak bisa di hindari olehnya. Berdansa dengan seorang pria yang membuat jantungnya berdebar adalah hal yang sulit. Tapi Dea merasakan itu sebagai suatu hal yang harus di lakukan oleh dirinya. Mungkin dengan cara itu Dea akan semakin merasa bahagia.


Dea dan Ardi pun berdansa dengan penuh kebahagiaan. Senyum dari keduanya tidak pernah hilang. Mereka menikmati dansa kecil yang di lakukan oleh keduanya. Apalagi Dea yang tidak pernah di perlakukan istimewa oleh Bram. Merasa Ardi adalah orang yang paling romantis di hidupnya saat ini. Ardi memberikan banyak hal yang tidak bisa di berikan oleh Bram. Itu yang buat Dea begitu bahagia bisa bersama dengan Ardi untuk saat ini. Dea berharap akan selalu bersama dengan Ardi untuk waktu lama dan bahkan selamanya.


Ardi terdiam melihat bagaimana Dea begitu mencintainya dengan sepenuh hati. Di dalam hatinya tentu ada sebuah rasa yang tidak pernah di rasakan oleh Dea selama ini pada seorang pria. Hidupnya penuh dengan penderitaan dengan apa yang di lakukan oleh Bram pada dirinya. Begitu Ardi hadir dalam hidup Dea, mungkin ini menjadi sebuah hal baru yang buat hidup Dea semakin berharga. Dia benar-benar merasa kembali menjadi seorang perempuan yang paling beruntung. Di cintai oleh pria yang begitu menyayangi dirinya dengan sepenuh hati. Tentu adalah hal yang tidak pernah di rasakan olehnya.


"Terima kasih Ardi, kamu telah membuatku jatuh cinta. Aku harap kamu akan menjadi cinta pertama dan terakhirku." ucap Dea menatap wajah Ardi dengan penuh rasa cinta.


"Aku juga mencintaimu Dea. Meskipun kamu bukan cinta pertama dalam hidupku. Namun aku yakin, kamu akan menjadi orang terakhir yang akan mengisi hatiku. Aku benar-benar mencintaimu." balas Ardi dengan penuh senyuman.