1st Love, 2nd Kiss

1st Love, 2nd Kiss
Restu Yang Buntu



Berat rasanya bagi Ardi untuk bisa mendapatkan restu dari ibunya. Sepulang dari makan malam yang di adakan di rumah Dea. Dia masih terlihat belum bisa memberikan restu pada Dea untuk menjadi menantu dari dirinya. Padahal Ardi sudah begitu berusaha untuk menyakinkan ibunya akan Dea. Tapi ibunya tidak kunjung memberikan lampu hijau pada Dea.


Ardi menatap langit-langit di atap rumahnya. Dia begitu berharap sebuah keajaiban akan terjadi pada dirinya. Ibunya akan memberikan restu yang di inginkan oleh Ardi. Sehingga pernikahan yang di harapkan oleh Ardi dan Dea akan segera terlaksana. Mungkin ini akan jadi pernikahan yang paling berkesan bagi keduanya. Mengingat Dea adalah sosok perempuan yang memang selama ini Ardi butuhkan dalam hidupnya.


Namun Ardi kembali sadar akan ibunya yang tidak bisa menerima status janda yang ada pada Dea. Dia teringat bagaimana banyak mantan pacar dari Ardi yang pada akhirnya harus menyerah dengan restu yang tidak pernah mereka dapatkan. Padahal mereka begitu mencintai Ardi seperti Dea saat ini. Namun restu itu justru seperti sukar untuk di dapat. Apalagi dengan keras kepalanya ibu Ardi dalam mendapatkan semuanya.


Ardi begitu berharap Dea akan bisa berjuang dengan dirinya dalam mendapatkan restu ibunya. Sebab restu itu penting bagi Ardi, dia mendapatkan sebuah wasiat dari ayahnya untuk selalu menuruti apa yang di perintahkan oleh ibunya. Juga dalam hal pernikahan yang akan mereka jalani. Mungkin saja ini akan jadi pernikahan yang sempurna saat ada restu dari kedua orangtua masing-masing.


Namun jika Dea tidak sabar dalam mendapatkan restu dari ibu Ardi. Bukan tidak mungkin, hubungan mereka hanya akan sebatas pada hubungan yang sama seperti dengan mantan Ardi sebelumnya. Dia akan pergi dengan sendirinya. Tidak ada lagi yang akan membuat semuanya menjadi pasti. Dea mungkin akan jadi kenangan bagi Ardi, seperti mantannya terdahulu.


Ardi pun akan selalu berusaha untuk terus menyakinkan ibunya akan pilihan Ardi yang sudah tepat pada Dea. Dia adalah seorang yang akan menjadi orang yang paling baik untuk Dea. Bukan tidak mungkin itu akan menjadi hal yang paling baik untuk Ardi. Ardi akan memperjuangkan Dea dengan sekuat tenaga.


Ibu Ardi adalah seorang yang idealis serta keras kepala. Itu adalah tugas yang berat bagi Ardi dan Dea. Namun jika mereka terus berkomunikasi serta memiliki komitmen yang sama. Bukan tidak mungkin mereka akan bisa segera mendapatkan lampu hijau yang mereka harapkan. Ini menjadi catatan penting bagi ibu Ardi dan sebagainya. Sebab semuanya membutuhkan apa yang harus di lakukan oleh Ardi.


Ardi hampir putus asa sebenarnya dengan setiap kriteria yang selalu nyaris sempurna dari ibunya. Padahal Ardi sendiri bukan seorang pria yang sempurna. Banyak kekurangan yang ada pada dirinya. Itu yang seharusnya menjadi catatan bagi ibunya. Sehingga dia tidak akan menganggap semuanya menjadi ringan untuknya. Semuanya akan menjadi baik-baik saja untuk Ardi. Begitu juga untuk ibunya. Semuanya akan menjadi hal yang lumrah.