1st Love, 2nd Kiss

1st Love, 2nd Kiss
Rencana Balas Dendam Bram



Dea adalah musuh utama bagi seorang Bram saat ini. Dia yang telah membuat Bram masuk ke dalam jeruji besi penjara. Dia tidak membayangkan betapa sakitnya hati Bram saat di laporkan oleh Dea perihal kdrt. Bram merasa ini adalah tindakan yang paling menyakitkan dalam hidupnya saat ini.


Begitu kuasa hukum yang menangani kasusnya datang. Bram pun langsung meminta kuasa hukumnya itu untuk mencari beberapa orang yang mungkin bisa di bayar oleh Bram untuk melakukan tindakan kejahatan pada seorang Dea. Bram sangat ingin melihat Dea merasakan sakit seperti yang di alami oleh Bram saat ini. Dia harus merasakan hal itu secepatnya.


Kuasa hukum dari Bram sebenarnya menolak permintaan dari Bram. Tapi Bram yang memiliki kuasa penuh. Pada akhirnya berhasil merayu kuasa hukumnya itu untuk melakukan tindakan yang di minta oleh Bram. Dia sudah tidak sabar untuk melihat Dea yang mungkin saja akan semakin bersedih dengan apa yang yang terjadi di hari mendatang.


Tidak hanya sekedar meminta untuk membuat Dea merasakan sakit seperti yang di rasakan oleh dirinya. Bram juga meminta kuasa hukumnya itu untuk meneror kedua orangtua Dea. Bagi Bram, mereka juga sama seperti Dea yang jahat. Hingga Bram merasa harus membalas semua perbuatan kedua orangtua Dea yang telah melakukan tindakan yang tidak baik pada Bram.


Beberapa nama pun sudah di siapkan oleh kuasa hukum Bram. Nama-nama yang biasa melakukan tindakan kejahatan itu akan membuat hidup Dea menderita. Belum lagi dengan kekejaman yang kerap di lakukan oleh mereka semua. Rasanya hidup Dea akan di penuhi dengan ketakutan yang luar biasa. Bram mungkin akan semakin tersenyum lebar dengan apa yang akan di kerjakan oleh kuasa hukumnya. Ini akan jadi kabar yang paling baik yang akan di dengar oleh Bram suatu saat nanti.


"Pak Bram mungkin tinggal duduk santai saja. Saya akan membuat rencana baik yang akan membuat semuanya menjadi lebih baik lagi. Itu janji yang pasti." ucap kuasa hukum Bram.


"Baik, terima kasih. Saya begitu senang dengan apa yang anda katakan. Saya mungkin akan membayar lebih dari apa yang akan anda bayangkan. Saya ingin melihat wanita itu menderita. Tidak ingi lagi melihat wanita itu bisa tersenyum." balas Bram dengan wajah penuh kekesalan.


"Mungkin hari-hari mendatang, senyumnya sudah tidak akan nampak lagi. Tidak ada lagi senyum yang akan menghiasi wajahnya. Apalagi dia adalah orang yang sudah membuat pak Bram masuk penjara. Tentu harus ada balasan yang setimpal." ucap kuasa hukum Bram kembali.


Bram semakin yakin dengan apa yang di sampaikan oleh kuasa hukumnya. Dia mungkin orang yang akan membuat Dea menderita dengan semua rencana yang telah Bram persiapkan. Bram yakin akan hal tersebut. Sehingga dia tidak akan kehilangan momentum sedikit pun.